
"Kau lengah, kakak... aku tidak menyangka bahwa kau mudah terkalahkan seperti itu oleh-ku, awal-nya kau yang sudah mengajarkan-ku banyak hal tentang seni bela diri bahkan kau sudah mengajari-ku beberapa kali untuk tidak lengah dengan apapun yang ada di sekitar-mu." Kata Shira yang mulai memulihkan seluruh tubuh-nya sampai pulih kembali ketika merasakan kehangatan cahaya di sekitar-nya.
Beberapa partikel biru tua terlepas dari kepala Shinra, Okaho memperingati Shira bahwa partikel itu adalah tanda bahwa Shinra telah kembali kepada diri-nya sendiri, ia sudah tidak lagi terkendalikan oleh Komi. Shinra perlahan-lahan menggerakkan jari-jarinya lalu ia mulai bangun hingga Shira segera membantu diri-nya.
"Kakak... Kakak... Apakah kau mengingat-ku?" Tanya Shira sambil menatap wajah-nya dengan ekspresi yang terlihat serius.
Shinra melebarkan mata-nya ketika melihat adik-nya yang terlihat besar dan berbeda di hadapan-nya saat ini, ingatan-nya telah sepenuh-nya pulih kembali ketika ia menerima satu pukulan dahsyat dari Shira. Shinra langsung tersenyum dan merasa lega, ia akhir-nya bisa bertemu dengan adik-nya.
"Shira... aku tidak menyangka bahwa kau akan terbunuh di dunia nyata lalu hidup kembali di dunia hebat ini menjadi seorang pahlawan... tidak... kenapa aku membicarakan sesuatu yang tidak penting? Inti-nya aku sangat senang bisa bertemu dengan-mu lagi." Shinra mengangguk dan Shira segera membantu-nya lalu memulihkan seluruh luka-lukanya.
Dengan melihat kondisi Shinra sepert itu sepertinya Shira tidak perlu menjelaskan tentang masa lalu-nya atau sesuatu yang berkaitan dengan kedua orang tua-nya, Shinra memulai pembicaraan bahwa ia mengetahui semuanya karena Haruka sempat berbicara dengan diri-nya sejak dulu sekali bahwa suatu saat nanti Shira akan datang tetapi ia akan menjalani kehidupan-nya di dimensi yang berbeda.
Takdir dari kedua orang tua-nya sudah ia terima karena Shinra sudah terbiasa menahan semua penderitaan yang pernah ia rasakan, Shira sempat terkejut ketika mendengar-nya... sepertinya Haruka benar-benar mengatur segala-nya sendiri tanpa membutuhkan bantuan apapun, tetapi sekarang ia ragu-ragu tentang masa depan apa yang akan melanda Touri baru ini.
"Wajah-mu terlihat khawatir... kekhawatiran hanya akan membuat-mu lengah, Shira. Terima kasih karena sudah menyadarkan-ku, semua yang aku lihat itu berasal dari diri-ku yang benar-benar membenci situasi dan pengalaman yang selalu aku hadapi, tetapi satu pukulan-mu dapat menghapus semua kebodohan itu." Shinra menatap kedua telapak tangan-nya, Shira baru saja selesai memulihkan tubuh-nya.
"Sepertinya kita benar-benar berbeda ya, Shiratori Shira yang berbeda tetapi sekarang aku tidak perlu lagi memanggil diri-ku sendiri dengan sebutan Shira karena nama asli-ku adalah Shiratori Shinra, kemampuan cahaya-mu itu berdasarkan pertahanan dan pemulihan... kekuatan-mu juga hebat... berbeda dengan diri-ku." Shinra tersenyum.
Shira menggaruk-garuk rambut-nya, "Tidak... masih belum cukup untuk menjadi seorang Saint Legenda yang layak, aku melihat banyak sekali perubahan Saint dari-mu, kakak. Aku hanya mengandalkan kemampuan-ku dalam meningkatkan kekuatan, penyerapan cahaya-mu itu yang menarik perhatian-ku!"
"Ahh... Ini ya?" Shinra menunjukkan lambang [Greed] di tangan kanan-nya hingga Shira melebarkan mata-nya bahwa Shinra memiliki salah satu kekuatan dari tujuh dosa besar, sekarang ia tidak merasa ragu lagi kenapa ia bisa menyerap apapun tanpa harus takut melawan resiko yaitu tubuh yang tidak tahan menyerap sumber kekuatan.
"B-Bagaimana bisa kau memiliki dosa [Greed] itu, kakak!? Apakah Arata melatih-mu atau sesuatu?" Tanya Shira.
__ADS_1
"Bisa dibilang begitu, tetapi kemampuan cahaya-mu lebih hebat karena kau memiliki sihir kuno Sacred, apakah Korrina memberikan-nya untukmu?"
"Oi, aku baru saja menanyakan pertanyaan-ku tentang [Greed] itu dan kau sudah menanyakan pertanyaan lain tanpa memberi-ku jawaban yang jelas..." Tatap Shira suram.
"Ahh iya, lupa... Arata di dimensi-ku itu seperti penggemar berat-ku dan aku mendapatkan dosa Greed ini sebagai hadiah karena sudah menjadi pahlawan, banyak sekali hal yang terjadi sejak itu hingga aku tidak perlu khawatir dengan tubuh-ku yang akan hancur karena menyerap banyak kekuatan di sekitar-ku." Jawab Shinra sambil menatap tato tersebut.
"Enak-nya... tidak ada satupun teman-ku yang menggemari-ku, sungguh menyedihkan... setidaknya aku dapat banyak sekali dukungan dari mereka semua termasuk Korrina, Korrina di dimensi ini sangatlah baik dan lembut, dia kadang menyendiri tetapi kita mengubah-nya menjadi seseorang yang berguna..."
"Enaknya... Korrina di dimensi-ku itu seorang Succubus yang mendapatkan banyak kekuatan hanya dengan merasakan kenikmatan dari benih kehidupan suami-nya itu." Tatap Shinra suram.
"Sangat berbeda dengan Korrina asli, ia hanya tertarik menjadi seorang mortal dan mencari cara agar ia bisa menyelesaikan konflik di sekitar-nya, kemampuan cahaya suci ini aku dapatkan ketika aku kehilangan beberapa anggota tubuh-ku... ia memberikan diri-ku banyak sekali rambut yang dapat menyembuhkan luka-ku, pemulihan luka itu memberikan diri-ku sedikit sihir Sacred yang menyebar di seluruh tubuh-ku."
"H-Hebat... Sepertinya kau benar-benar jauh lebih kuat dari-ku ya."
"Aku ikut senang... aku juga tidak menyangka bahwa kau akan menjadi sesosok Legenda yang hebat, dulu-nya kau itu penakut!" Shinra menertawai Shira dan Shira langsung menyilangkan kedua lengan-nya, setelah itu ia mengalihkan pandangan-nya, "Cih!"
Plok... plok... plok...
Shira dan Shinra melebarkan mata-nya ketika mendengar suara tepukan tangan dari arah timur, keberadaan yang terasa sangat mengerikan serta tekanan yang meningkat di sekitar mereka. Shira dan Shinra secara bersamaan mengalihkan pandangan mereka ke arah timur dan melihat Komi yang sedang bertepuk tangan.
"Wah-wah~ Ternyata kita memiliki dua saudara yang kembali bertemu seperti, uuhhhmmm~ Hasrat bertarung-ku sudah membuatku terangsang ingin membunuh kalian~ Tetapi akan sangat menyedihkan jika kalian tidak bisa bertahan selama beberapa detik~ Hyaahhh~ Aku benar-benar tidak bisa menahan-nya~" Kata Komi sambil menggerakkan tubuh-nya beberapa kali, Shinra terlihat jijik ketika melihat Komi yang benar-benar berubah menjadi Succubus asli.
Shira sudah bersiap siaga untuk menerima serangan apapun dari-nya, Shinra masih tidak mempercayai fakta tentang Komi yang benar-benar berubah ketika ia mendapatkan kekuatan segala-nya itu, waktu demi waktu dia berubah menjadi seseorang yang berbeda dan jauh lebih gila....
__ADS_1
"Komi...!!!" Shira merapatkan gigi-nya lalu ia menatap Komi dengan ekspresi yang kesal, "Uhhh~ Jangan menatap-ku seperti itu~ Aku semakin terangsang dan siap untuk membunuh-mu, Shira~" Seru Komi keras.
"Apa yang terjadi kepada-mu, Korrina!? Kau telah berubah menjadi seseorang yang sangat berbeda, sebelum-nya kau tidak seperti ini...!!!" Shinra menatap Komi dengan ekspresi yang kecewa dan Komi tiba-tiba menatap Shinra dengan ekspresi yang ikut kecewa juga karena ia kesal mendengar seseorang yang memanggil diri-nya Korrina.
"Aku bukan Korrina...!!! Aku adalah Komi...!!! Sang dewi segala-nya...!!! Korrina adalah diri-ku yang lemah dan bodoh karena tidak menggunakan kekuatan hebat ini untuk melakukan apapun yang dia mau...!!! Mulai sekarang kau harus memanggil-ku Komi Comi...!!! Jika aku mendengarkan nama lemah itu maka aku akan membunuh-mu!!!!" Seru Komi keras hingga Shira muncul di belakang Komi lalu mencoba untuk menghantam ujung kepala-nya tetapi ia berakhir terlempar ke belakang.
"Shira...!!!" Shinra meluncurkan beberapa cahaya ke arah Komi tetapi cahaya itu tiba-tiba terbang kembali ke arah diri-nya lalu mengenai diri-nya sehingga ia terlempar ke belakang, Komi tertawa terbahak-bahak melihat mereka semua kesulitan seperti itu, seharusnya mereka malu bahwa mereka tidak bisa mengalahkan ilusi.
"Sungguh menyedihkan sekali ya... aku sangat kecewa, aku berhadapan kalian dengan tubuh ilusi ini seperti klon tetapi kalian tidak bisa mengalahkan-ku... kalian ini sebenarnya legenda apa sih...? Legenda kaleng...? Legenda busuk...? Aku jadi tidak terangsang lagi kan.... sedih sekali." Ucap Komi sambil menutup mulut-nya.
"Tutup mulut-mu...!!!!!" Seru Shira dan Shinra secara bersamaan hingga mereka melesat menuju arah Komi, mereka mencoba untuk menyerang Komi dari arah yang berbeda tetapi Komi berhasil menahan serangan tinju mereka menggunakan kedua jari kelingking-nya, Shira dan Shinra melebarkan mata mereka karena mereka tiba-tiba tidak bisa bergerak.
"A-Apa ini....?"
"Wah, wah... sayang sekali...." Komi memejamkan kedua mata-nya hingga lengan kanan mereka masing-masing tiba-tiba berlubang lalu mengeluarkan banyak sekali darah, mereka berdua menjerit dan Komi melebarkan kedua mata-nya hingga mereka berdua terlempar ke belakang.
"Lemah sekali...!!!" Komi menciptakan meteor suci besar di atas-nya lalu ia melempar-nya ke arah mereka berdua tetapi Okaho datang tepat waktu lalu mengubah meteor tersebut menjadi udara.
"Waaahhh...?" Komi tersenyum lebar.
"Sepertinya aku akan menjadi lawan-mu selanjutnya, Mama. Bersiaplah karena pertarungan ini tidak akan berlangsung lama...!!!" Okaho tersenyum serius.
"Jika kau seorang Succubus maka..."
__ADS_1
"...aku akan mencari kelemahan-mu yang lain-nya!"