Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 924 - Memanfaatkan Kebaikannya


__ADS_3

"Selamat datang kembali di sekolah pemberontak... bagaimana liburan kalian? Ya... tulis saja dulu di catatan baru nanti berikan pada Bapak ya."


Guru itu memulai awal pelajaran dengan meminta para murid menuliskan pengalaman mereka selama liburan.


Shinobu menghampiri guru tersebut lalu ia menempati satu buku penuh dengan pengalamannya selama masa libur, "Apakah Koneko boleh istirahat duluan sekarang?"


"Ahh, Shinobu... seperti biasanya ya, kamu memang suka menulis sampai aksara dari latin Legendamu terlihat begitu rapi seperti buku sejarah yang begitu kuno."


"Silakan duluan... aku tahu kau akan pergi kemana." Kata guru itu yang membiarkan Shinobu pergi keluar dari kelas itu sehingga membuat mereka semua langsung rusuh karena ingin menyelesaikan tugas itu.


"Perpus~ perpus~ perpus~" Shinobu menghampiri perpustakaan selagi melakukan lompatan kecil dengan tangan kirinya yang meraih kunci perpustakaan di dalam saku roknya karena ia telah dipilih sebagai penjaga perpustakaan.


Shinobu tiba di depan pintu perpustakaan yang langsung ia buka, ia tidak melihat siapa pun di dalam yang artinya ia bisa memiliki semua buku itu dengan membacanya satu per satu.


Ketika Shinobu mencoba untuk mengambil rak buku yang berada di atas, ia bisa merasakan keberadaan Anastasia mulai mendekat dari belakangnya.


"Kenapa kamu datang ke sini?" Tanya Shinobu yang mulai menatap Anastasia dengan tatapan penasaran sampai ia mulai terkekeh lalu membuka topi penyihir itu.


"Kamu masih sibuk belajar di dalam akademi pemberontak ini ya, maaf untuk datang secara tiba-tiba seperti ini sampai menyusup..." Ucap Anastasia sambil menempati topi itu di dadanya untuk menunjukkan kesopanannya kepada seorang ratu Legenia.


"...ratu Legenia."


"Tu-Tunggu...! Koneko bukan ratu...!" Shinobu langsung mendarat di atas lantai dengan pipi yang memerah karena ia masih belum terbiasa menerima panggilan dari ratu Legenia.


"Wah, wah, kamu menolaknya begitu cepat... semua Legenda di planet itu sudah menghormati dirimu bukan? Seharusnya kamu terima saja kepercayaan mereka..."


"...bukannya itu yang selalu kamu inginkan sejak awal? Sebuah kepercayaan yang dapat memberikan dirimu harapan untuk bisa melanjutkan tujuanmu."


"Itu benar... tetapi Koneko tidak bisa menjadi sesosok ratu yang sama seperti Mama dan Nenek, dibandingkan mereka... aku masih bisa disebut payah."


"Kamu kebanyakan merendah ya, kenapa tidak sesekali bersikap seperti profesional?"


"Koneko tidak bisa, tidak tahu caranya bagaimana. Apa untungnya memamerkan dan menyombongkan hasil..." Shinobu mengambil beberapa buku di rak itu.


Anastasia terus membuka pembicaraan biasa dan topik yang mudah untuk dicerna oleh mereka berdua agar ia bisa mempererat hubungannya dengan Shinobu yang dapat ia manfaatkan kebaikannya.


"Ngomong-ngomong... kenapa Kakak ke sini? Akademi ini tidak menerima tamu dari luar, lebih baik pergi sebelum kamu tertangkap basah oleh penjaga." Ucap Shinobu yang mulai duduk di atas kursi khusus penjaga perpustakaan.


"Tidak apa... kamu pasti akan membela diriku bukan? Lagi pula aku datang hanya untuk membahas sesuatu denganmu." Anastasia langsung mengisi pikirannya dengan pembahasan Grimoire dan hal-hal yang tidak dapat membuatnya curiga.


"Grimoire ya... apakah Grimoire of Wind yang asli belum cukup?" Tanya Shinobu.


"Memangnya dari awal Kakak membutuhkan Grimoire itu untuk apa...?" Shinobu menatap Anastasia dengan tatapan polos sampai membuat dirinya gugup tetapi ia tidak mengubah pikirannya.


"Ahh...! Karena Kakak adalah penyihir... apa Kakak ingin menciptakan kristal yang berisi sihir itu agar mereka yang belum menguasai Lenergy dapat menggunakan sihir secara praktis?"


"Itu benar... Shinobu, bukannya kamu terlalu berlebihan membaca pikiranku?"


"Fueh? Aku hanya menebak."


"Oh begitu ya..."


"Mama bilang tidak boleh sembarangan membaca pikiran dan isi hati orang sembarangan, tetapi tebakan Koneko selalu tepat sasaran bukan?" Tanya Shinobu yang tersenyum lebar.

__ADS_1


"Mm~ kamu memang gadis yang cerdik, apakah nilaimu juga selalu sempurna?" Anastasia mulai mengelus kepala Shinobu beberapa kali sampai ekornya langsung bergerak cepat.


"Mm~ Koneko sudah berjuang...!" Shinobu mengangguk selagi mengepalkan kedua tinjunya.


"Melihat dirimu sekarang, entah kenapa rasanya aku memiliki seorang putri yang sudah berkembang dan tumbuh besar..."


"...mungkin ini sensitif bagimu, kamu dulu tidak memiliki tangan dan kaki ya, sampai harus menggunakan alat yang ibumu ciptakan."


"Tidak kok, bahas saja. Mm~ Koneko berhasil menciptakan anggota tubuh Legenda dengan mengumpulkan sampel, darah, dan DNA mereka semua!"


Ketika Anastasia mendengar hal itu, ia langsung mengingat perkataan Zangetsu yang sempat membahas bahwa tubuhnya menghilang ketika menerima serangan terakhir dari Shira.


...


...


"Kau dan gadis kecil yang bernama Shinobu itu, bukannya kalian sudah mengenal satu sama lain cukup lama sampai sering menghabiskan waktu bersama...?"


"Itu benar..."


"Seharusnya dia tidak memiliki lengan dan kaki asli, tetapi ia berhasil melawan yang namanya hukum dari kutukannya sendiri dengan memecahkan cara agar bisa menciptakan tangan dan kaki asli."


"Jika kau bisa membuat dirinya membahas proses itu... kenapa kau tidak coba untuk mengembalikan tubuhku? Aku yakin kau juga sama pintarnya dengan dirinya itu."


...


...


"T-Tentu...! Koneko sudah bilang... kalau ingin mempelajari sesuatu dariku maka bilang saja..." Jawab Shinobu dengan anggukan sampai Anastasia langsung memeluknya.


"Terima kasih, Koneko~ kamu memang teman yang terbaik~" Ucap Anastasia yang mengatakan kebenaran bahwa Shinobu sudah seperti teman dekatnya yang ia percayai.


Tetapi kebaikan dan pengetahuannya dapat ia gunakan sebagai kesuksesan dari rencana dan eksperimennya, "Mmm... kalau begitu... aku harus membawa semua Grimoire itu bukan?"


"Sihir dasar... baiklah-baiklah!" Anastasia berhenti memeluk Shinobu lalu ia menatap dirinya yang sudah memegang enam buku itu.


"Cepat sekali...!?"


"Koneko melompati cahaya, hehehe." Shinobu menempati keenam Grimoire itu di atas meja lalu ia membukanya satu per satu sampai mengejutkan Anastasia.


"Rapi sekali...! Bukannya Grimoire seharusnya memiliki tulisan yang begitu tua dan kuno sampai latin Legendanya hampir tidak terbaca?" Tanya Anastasia.


"Grimoire dapat merespon kekuatan energi sihir apapun... jika kita bukan bangsa Legenda maka tulisan dari Grimoire ini akan berubah menjadi berbeda."


"Tetapi ini Grimoire sudah diperbarui." Shinobu mengambil beberapa cahaya kecil yang tersimpan di tengah buku itu sebagai penanda, ia mulai menyalakan cahaya biru sampai Anastasia dapat melihat tulisan alfabet yang sering digunakan manusia.


"Tunggu dulu...!" Kepala Anastasia rasanya ingin meledak ketika melihat kristal yang mengeluarkan cahaya itu, semua Grimoire ini terlihat sangat baru.


"Apa yang telah kamu lakukan dengan semua buku sihir ini?"


"Semua ini adalah tulisanku, aku membuatnya." Kata Shinobu dengan tatapan polos sampai menyebabkan Anastasia melebarkan mata dan mulutnya karena ia tidak menyangka seseorang dapat menciptakan Grimoire asli.


Melebihi kegunaannya dari yang kuno, "Tidak mungkin... umur tujuh belas tahun, kamu sudah bisa menciptakan Grimoire ini...? Menciptakan Grimoire adalah tugas para Dewa."

__ADS_1


"Hm, aku merusak hukum itu. Koneko membuatnya sejak bertahun-tahun yang lalu... ketika sedang bosan dan memiliki waktu kosong sih."


Anastasia masih tidak bisa mempercayai apa yang ia lihat, jika dia secerdas ini untuk menciptakan Grimoire asli yang lebih hebat dari yang kuno maka dirinya perlu berhati-hati agar tidak terlihat mencurigakan baginya.


"Koneko sudah menguasai dasar dan konsep dari Grimoire sejak mempelajari tujuh sihir dasar... di luar sana masih terdapat banyak Grimoire yang tidak diketahui keberadaannya..."


"...Koneko ingin terus belajar agar bisa menulisnya sendiri lalu mencobanya sebagai tes."


"Buku ini lebih mudah dikuasai sekarang karena bahasanya dapat dibaca oleh semua orang, hanya dengan menggunakan kristal cahaya yang memiliki warna berbeda untuk memunculkan tulisan dari bahasa lain."


"Aku juga menghapus mantra penghancur itu... buku ini sudah bisa dibilang abadi sekarang, hanya bisa dihancurkan dengan konsep sihir yang sudah hilang." Shinobu merobek buku Grimoire itu yang kembali menyatu dengan bantuan sihir yang dilepaskan oleh buku itu.


"Kakak boleh pinjam kok, aku sudah tidak butuh lagi... semua Grimoire itu hanya aku jadikan sebagai koleksi, kalau yang asli berada di penyimpan kuno dan langka yang sudah terjaga."


"Begitu ya..." Anastasia tersenyum, mencoba untuk menghabiskan waktu panjangnya bersama Shinobu agar ia bisa menjelaskan dan menceritakan semua penemuan serta ilmu pengetahuan yang ia temukan.


"Kamu sudah memiliki derajat seperti Dewa jika sudah bisa menciptakan yang namanya Grimoire."


"Koneko tidak memiliki derajat apapun... lagi pula tidak semua Dewa yang menulis Grimoire melainkan Ancient Legenda juga pernah menulisnya."


"Kita adalah bangsa Legenda... semua sejarah tertulis karena kita, bukan karena Dewa saja." Shinobu menumpuk kembali semua Grimoire itu lalu ia memberikannya kepada Anastasia.


"Apakah semuanya berfungsi?"


"Tentu saja, mau aku coba?" Shinobu mulai mengangkat buku sihir angin menggunakan tangannya yang dapat mengangkat barang apapun dari jauh karena kekuatan dari pikirannya yaitu [Telekinesis].


"Baiklah... semua sihir yang aku keluarkan akan tercampur dengan cahaya emasku..."


"...aku gunakan yang sadar saja ya."


"Golden Wind." Shinobu melepaskan angin emas yang mengenai wajah Anastasia sampai menggerakkan rambut merah mudanya itu.


"Whoa...! Ternyata kamu memang bisa menggunakan sihir lain."


"Mm~ tetapi Koneko lebih fokus menerapi cahaya dan tumbuhan." Shinobu menyimpan kembali buku itu di atas buku sihir lainnya lalu ia melihat Anastasia menundukkan kepalanya.


"Terima kasih, Koneko."


"Sama-sama, kalau ada kebutuhan lainnya... minta saja kepadaku, aku akan membantu sebisa mungkin." Shinobu tersenyum polos sampai Anastasia langsung mengenakan kembali topi penyihirnya.


"Kalau begitu, aku pergi dulu ya, mungkin aku akan berkunjung besok..."


"Koneko akan menunggu, dadah~" Shinobu melambaikan tangannya kepada Anastasia yang terbang keluar jendela menggunakan sapu sihirnya.


Ia sempat melirik ke belakang, melihat Shinobu yang duduk di atas kursi selagi membaca buku, ternyata semuanya berjalan dengan berhasil sampai ia merasa lega.


"Aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu, Shinobu Koneko... semua yang kau berikan kepadaku dapat mengubah masa depan yang baru."


"Memperluas labirin ini... sebuah era yang tidak memiliki kaitan dengan masa kuno, sebuah hal yang benar-benar baru sampai menekan semua orang.


"Kebaikanmu..."


"...aku mengharapkan diriku bisa membalasnya suatu saat nanti walaupun kita hanyalah musuh yang memakai topeng masing-masing."

__ADS_1


__ADS_2