
"GRAAAGGGHHHHH!!!" Shinobu melepaskan raungan keras yang memecahkan banyak sekali gendang telinga Manusia sampai menyebabkan mereka terjatuh di atas tanah.
Shinobu melesat maju ke depan sampai menginjak-injak seluruh Manusia sampai tidak menyisakan apapun, seluruh Manusia negara Jerman panik seketika sampai seluruh warga melepaskan teriakan histeris begitu saja.
Sebagian juga pasrah sampai menyerahkan diri kepada kematian yaitu Shinobu yang membawanya dengan menginjak tubuh mereka lalu memakannya satu per satu sampai memberikan dirinya banyak kekuatan.
Beast Neko Legenda ketika berhasil memakan lawannya hanya akan memberikan kekuatan tambahan permanen sampai semua itu menguntungkan bagi dirinya.
Pasukan militer Jerman mulai berdatangan dari arah berbeda, maupun itu daratan atau langit semuanya tidak bisa menyebabkan luka kepada Shinobu yang mengamuk layaknya seperti monster.
"Tembak...!!!" Seru para tentara yang terus menarik pelatuk mereka untuk melepaskan banyak sekali peluru dengan kandungan Mana di dalamnya.
Semua peluru itu menempuh tubuh Shinobu lalu dagingnya mementalkan kembali semua peluru itu ke arah yang berbeda sampai salah satunya mengenai kepala Manusia itu sehingga langsung membunuhnya.
Shinobu memfokuskan pandangannya ke atas langit hanya untuk menyingkirkan nyamuk dan lalat yang mengganggu bagi dirinya dengan melahap semua pesawat tempur itu sampai meledak di dalam mulutnya.
"Dia benar-benar monster...! Seorang Monster yang sudah membunuh para presiden---" Ucap seorang Jenderal dengan ekspresi menderita sampai tubuhnya tertangkap oleh ekor Shinobu yang melemparnya langsung ke dalam mulutnya.
"RAAAAAGGGGHHHH!!!"
Shinobu menerobos ke depan sampai mementalkan banyak sekali tank dan kendaraan penuh senjata yang hancur hanya karena dirinya yang melewati semua itu, saking besarnya tubuh Beast itu setiap pergerakan melepaskan angin m yang melempar semua manusia itu ke arah berbeda.
Negara Jerman tidak akan bisa bertahan lama ketika Shinobu terus melakukan pergerakan yang mengguncangkan negara itu dengan gempa bumi dahsyat tanpa jeda sedikit pun.
Seluruh warga sudah pasti akan menangis ketakutan sampai teriak histeris, mengira bahwa semua ini adalah akhir dunia untuk mereka karena bangsa Legenda telah membalasnya dengan sesuatu yang lebih mengerikan.
Rudal yang dilepaskan juga tidak memberikan efek apapun kepada Shinobu yang sudah bisa dibilang kebal dengan hal tersebut karena persentase yang ia naikkan agar bisa memusnahkan seluruh umat Manusia lebih cepat.
Pihak aliansi belum mengetahui takdir yang diterima oleh umat Manusia di bumi karena terlalu sibuk mempersiapkan serangan yang akan dilakukan oleh semua pesawat Shinobu yang terus mengelilingi Mars itu untuk menakut-nakuti mereka.
Karena wujud Beast Shinobu terjatuh dari ketinggian yang begitu atas, ketika ia mendarat saja sudah menghancurkan semua yang ada di Jerman sampai mereka tidak bisa menghubungi pusat markas ketika Shinobu mengamuk seperti itu.
Semua warga yang berlindung juga tetap mati di dalam ruang bawah tanah karena tertindih oleh batu, para tentara yang sudah sekuat mungkin melukai Shinobu langsung terbunuh.
Dengan cara yang berbeda, seperti menerima injak dari kaki dan tangannya bahkan yang lebih parah lagi adalah tubuh mereka tertangkap oleh ekornya hanya untuk dilempar langsung ke dalam mulutnya sendiri.
"Hentikan...!!! Tolong...!!! Aku mohon hentikan...!!!" Teriak seorang presiden Jerman yang bertahan hidup ketika penampakan di pulau terpencil itu.
Shinobu bisa mendengar beberapa Manusia yang masih hidup meminta ampunan dan permohonan untuk menghentikan semua pembantaian yang mengerikan ini, melebihi yang dinamakan perang dunia.
Shinobu menghentikan serangan itu lalu tubuhnya mulai mengecil untuk berubah kembali menjadi wujud Legendanya, semua Manusia bersujud kepada dirinya karena musibah yang ia berikan sudah menyetarai para Dewa.
"Bangun..." Shinobu meminta mereka semua untuk bangkit sehingga Manusia itu bangkit seketika dengan tatapan kaget, mereka bisa melihat tubuhnya dipenuhi dengan darah.
Shinobu menatap kedua lengannya karena pandangan yang ia lihat cukup langka, rasanya dirinya memang seperti mandi di dalam darah Manusia yang terasa begitu lezat sampai ia menginginkan lebih.
__ADS_1
"Apakah setiap kekalahan menghampiri kalian... ini cara yang selalu ditunjukkan? Memohon dan meminta ampunan?" Tanya Shinobu.
"Setelah menerima ampunan itu, kalian pasti bertujuan berjuang di masa depan demi bisa menghentikan diriku bukan...? Tadi itu rasanya aku seperti main rumah-rumahan ketika masih bayi."
"Aku menjadi monster... kalian adalah makanan..." Shinobu menjilat tangannya sendiri untuk membersihkan seluruh darah yang menempel.
"Tolong, ampuni kami...! Sekarang kami percaya bahwa bangsa Legenda memiliki derajat melebihi Dewa!" Ucap presiden tersebut.
"Ini bukan persoalan derajat atau apapun itu... jika kalian sudah mau menyebabkan kekacauan maka akan wajar sekali untuk menurunkan hukuman yang besar."
"Hukuman itu adalah kematian... kalian tidak perlu lagi mengurusi tentang ideal bodoh yang dinamakan derajat ketika sudah berada di dunia kematian..."
"Aku mohon... kami Manusia... sangatlah lemah..."
"Aku tidak bisa mengatakan lemah jika bisa menyebabkan kekacauan di situasi seperti ini... melepaskan rudal yang sudah menggugurkan banyak nyawa di saat mereka semua kaget dengan kemusnahan konsep sihir."
"Hei..." Shinobu menatap mereka dengan tatapan mati seolah-olah ia memang tidak memiliki harapan apapun tentang umat Manusia yang perlu diberi istirahat untuk selamanya.
"...apakah kalian percaya Dewa?"
"Ya...! Tentu saja...!"
"Kalau begitu jangan anggap aku sebagai Dewa... aku adalah seorang Neko Legenda yang ingin menurunkan hukuman itu sebelum menyebabkan peperangan yang mengacaukan seluruh alam semesta."
"...tetapi aku tidak." Shinobu hanya perlu berpikir untuk melepaskan pancaran cahaya tajam yang menusuk dada presiden tersebut hingga pecah menjadi partikel cahaya yang dia hisap dengan mulutnya.
Mereka semua tidak bisa lagi melawan, mencoba untuk melarikan diri saja percuma karena Shinobu mengeluarkan cakar tajam hanya untuk memutuskan kaki mereka agar semua Manusia itu bisa memuaskan perutnya yang lapar.
"Selamat makan..." Shinobu sudah mendekati proses akhir yaitu memusnahkan seluruh Manusia uang berada di Jerman dengan memakan mereka termasuk mayat-mayatnya juga.
***
Koizumi melihat banyak sekali pasukan China berkumpul tepat di hadapannya, ia hanya perlu menghabiskan semua Manusia yang mencoba untuk melawan lalu sisanya bisa ia jadikan samsak sampai membunuhnya.
"Fuhhhh..." Koizumi mengepalkan kedua tinjunya lalu ia menarik keluar belati melalui tangan kanannya, setelah itu ia melesat secepat cahaya ke depan.
Pergerakan yang dilakukan Koizumi sudah bisa dibilang tidak bisa terlihat oleh Manusia karena kecepatannya yang sangat tidak normal walaupun ia hanya lari biasa seperti melakukan lari pagi.
Koizumi melancarkan beberapa tendangan yang langsung menghancurkan tubuh mereka semua sampai menembus ke dalam tulang dan organ lalu meremukkannya.
Karena setiap serangan Koizumi bisa di bilang kuat, tekanan di dalam pukulan itu mengeluarkan banyak dorongan angin yang melempar semua Manusia itu ke belakang sampai memberi Koizumi celah untuk menginjak kepala dan dada mereka sampai pecah.
Semua pasukan China ketika mencoba untuk melakukan serangan fisik kepada tubuh Koizumi tidak memberikan hasil yang baik karena tangan dan kaki mereka langsung patah hanya karena mengenai serangan pada tubuhnya.
Koizumi tidak main-main sekarang karena ia menaikkan persentase kekuatannya sampai titik tiga untuk meningkatkan daya tahan sampai Manusia tidak bisa menembusnya karena tangan dan kaki mereka akan langsung patah.
__ADS_1
"Bukannya itu imut sekali...?" Koizumi tersenyum ketika melihat semua Manusia itu menjerit kesakitan ketika tangan dan kaki mereka patah.
Semua pasukan China itu menyebar Koizumi tetapi itu hanya membuat dirinya terbakar penuh semangat sampai ia melompat lalu melancarkan banyak sekali tendangan dan tebasan yang membunuh mereka hanya dengan satu serangan.
Banyak sekali darah yang menyembur keluar sampai mengenai tubuhnya, bisa di bilang ia sekarang telah menjadi mesin pembunuh yang membantai seluruh pasukan China itu tanpa memberikan ampunan apapun.
Jumlah kematian melonjak begitu tinggi karena saking cepatnya pergerakan yang dilakukan olehnya, Koizumi melancarkan beberapa tendangan ke depan sampai memecahkan kepala musuh lalu ia melakukan backflip ke belakang sampai menginjak kepala Manusia.
Setelah itu, ia berbalik ke belakang hanya untuk melancarkan lebih banyak tebasan menggunakan belatinya sampai perut mereka robek sehingga mengeluarkan banyak usus yang Koizumi tarik lalu ia putar ke atas.
Usus itu ia alirkan dengan Lenergy sampai Koizumi langsung memutarnya di atas langit lalu mengayunkan kepada seluruh Manusia itu dengan berputar seperti angin topan.
Semua Manusia yang menerima hantaman usus itu terluka cukup parah dimana tulang mereka retak sampai sebagian dari Manusia yang tidak memiliki Mana yang cukup untuk memperkuat fisik mereka langsung mengalami kehancuran di bagian organ dan kepala.
Koizumi melempar usus itu ke depan sampai menusuk dada Manusia di hadapannya itu, ia segara menggorok leher semua pasukan China itu dengan bergerak cepat ke belakang mereka.
Semua senjata tajam yang dibawa oleh pasukan itu hanya membuat Koizumi lebih banyak keuntungan karena ia langsung menendangnya tangan mereka lalu mengoper kembali senjata itu sampai mengenai kepala mereka.
Semuanya musnah tanpa meninggalkan sisa apapun, yang melawan sudah berkurang sampai menyisakan para warga termasuk dengan pasukan yang sekarat sampai menyerah.
"Kenapa kau... kenapa kau...!!! Kenapa kau dengan kejamnya mencoba untuk memusnahkan kita semua?! Dasar... sialan...!!! Kau seharusnya mati!!!" Tentara itu melesat maju menuju arah dirinya tetapi ia menampar wajahnya sampai kepalanya pecah.
Semua orang yang masih bertahan sujud tepat di hadapannya, "Tidak boleh sujud... aku bukanlah Dewa, aku hanyalah Legenda yang mengikuti tujuanku sendiri."
"Mungkin aku akan memberikan dirimu waktu untuk mengeluarkan perkataan terakhir." Koizumi membersihkan darah yang menempel di tubuhnya itu.
"Kenapa... kenapa kau mendukung seseorang yang sudah membunuh para presiden...? Tanpa presiden maka negara tidak akan pernah bisa terkendali."
"Gadis yang bernama Shinobu itu... dia adalah Monster berdarah dingin karena sudah membunuh para---" Koizumi memasang tatapan mematikan lalu ia mencekik leher Manusia itu.
"Monster yang kau katakan tadi adalah sepupu kecilku...! Berani-beraninya kau menyebut dirinya monster ketika kau tidak tahu siapa dirinya yang sebenarnyaaaa!!!" Koizumi melempar Manusia itu ke depan.
"Akan aku bunuh kalian semua tanpa menyisakan satu pun Manusia...!" Ancam Koizumi dengan tatapan mematikan.
***
Semua Beast Mecha Neko itu sudah menyebabkan pertumbuhan darah total yang membuat seluruh Manusia ketakutan dan trauma sampai tidak bisa melakukan apapun kecuali menerima hari akhir.
Umat Manusia telah melakukan pergerakan yang salah untuk membuat musuh dengan bangsa Legenda...
...apa yang bisa mereka lakukan adalah menangis dan teriak histeris sampai memohon kepada para Dewa yang saat ini masih panik dengan kemusnahan konsep sihir.
Pasukan aliansi juga masih belum sadar bahwa umat Manusia di bumi telah menerima pengakhiran mereka...
...sebuah hari akhir yang disebabkan oleh enam Legenda dengan bawahannya yaitu robot.
__ADS_1