Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 592 - Pandangan yang Aku lihat Hanya Sekedar Hidangan


__ADS_3

"Kizura ya... bukannya kau baru saja melanggar keseimbangan untuk perwakilan seperti dirimu?" Tanya Zoiru yang mulai mencabut pedang di dadanya lalu ia memberikannya kembali kepada Kizura.


"Kau tadi baru saja membalik perkataanku, sekarang... apa yang kau lakukan di Zuusuatouri? Dewa Agung seperti dirimu seharusnya tetap diam di habitatmu itu." Jawab Kizura dengan tatapan serius.


"Aku tidak mencoba untuk merugikan siapa pun, aku sudah mengatakannya sejak awal bahkan aku keluar hanya untuk mencari makanan."


"Apakah keseimbangan akan hancur jika aku menjalani rantai makanan untuk Bamushigaru? Populasi saat ini terus bertambah dan rantai makanan untuk makhluk sihir menjadi kacau..."


"...Bamushigaru bisa saja punah dan itu sangat bertentangan dengan Touriverse. Setiap sihir berhak memiliki makhluk di dalamnya dan tentunya kami membutuhkan sahabat yang dapat di percayai."


Kizura maju ke depan dan ia mengayunkan pedang amarahnya kepada Zoiru tetapi serangannya tiba-tiba melesat begitu saja.


"Ternyata keledai amarah seperti dirimu berani untuk maju melawanku ya...? Aku sempat menghormati dirimu tadi tetapi kau malah menyerangku, keledai amarah." Zoiru menatap Kizura dengan kedua matanya yang memancarkan aura hijau.


Kizura terasa lumpuh seketika dan ia menerima satu tendangan yang mampu menghempas dirinya ke belakang, ternyata apa yang ia ketahui soal Zoiru semuanya benar, dia sangat kuat.


Kekuatannya yang ia dapatkan semuanya bukti dari usaha dan kerja keras yang ia lakukan sejak kecil, satu-satunya dewa agung yang di angkat berdasarkan kerja kerasnya bahkan memelihara Bamushigaru adalah salah satunya.


"Jelaskan aku, Zoiru... kenapa kau memilih untuk menjadi dewa agung di bandingkan menjadi Vampir biasa?" Tanya Kizura yang mulai memutar pedangnya sampai membakar daratan penuh dengan api.


"Ahhh... pertanyaan yang cukup menarik perhatianku dari seorang keledai amarah sepertimu, tentunya aku ingin menjadi dewa karena satu hal..."


"...harga diri. Aku ingin menjadi seorang dewa yang mampu menunjukkan harga dirinya kepada seluruh dunia, bukan sekedar menunjukkan harga diri biasa."


"Kau tahu dengan istilah mulut besar dan harga diri yang begitu tinggi tetapi kau tidak dapat menunjukkan semua itu melalui usaha dan perlakuan seperti pertarungan?" Tanya Zoiru yang mulai berjalan menuju Kizura.


"Aku mengerti... ternyata kau memang berbeda tetapi apa yang kau coba lakukan tentunya tidak bisa aku setujui." Kizura mengangkat pedangnya lalu ia menusuknya di atas daratan sampai membakar planet itu dengan api amarah.


"Kenapa kau tidak setuju...? Apa yang aku lakukan tidak merugikan kalian semua, kalian sendiri saja yang merugikan diri sendiri." Zoiru maju ke depan dan menerobos semua pertahanan api amarah itu.


Kizura melancarkan serangan kombinasi pedang amarahnya tetapi Zoiru berhasil menangkis semua serangan itu dengan tangan kosong lalu ia mulai menyelimuti tubuhnya dengan aura hijau.


Tubuhnya dipenuhi dengan warna hijau sampai tubuhnya mulai bertambah besar termasuk dengan otot-ototnya, ia mulai menabrak tubuh Kizura sampai ia terhempas ke belakang dengan tatapan kesakitan.


Tabrakan tadi mampu menghancurkan sebagian dari tulangnya, Zoiru melompat ke belakang dengan auranya yang menghilang dan ia merasa dikecewakan lagi.


"Aku tidak setuju karena... membangkitkan makhluk sihir sama saja dengan memainkan ciptaan. Aku benci untuk mengatakannya tetapi aku sendiri membela bangsa Iblis." Ucap Kizura yang mengorbankan setengah harga dirinya.


"Hohhhh... menarik sekali, Kizura. Aku tidak menyangka kau akan memiliki hati untuk bangsa Iblis, semuanya sudah terlambat." Zoiru menyilangkan kedua lengannya.


"Ya, kau mati untuk itu. Dewa Agung di larang untuk berurusan dengan mortal, kau menghancurkan keseimbangan dan peraturan yang sudah di buat..."

__ADS_1


"Tidak, justru sebagai dewa agung... kita juga membutuhkan kebebasan untuk melakukan sesuatu, tidak seperti Zangetsu dan seluruh budak badutnya."


"Aku tidak tertarik menghancurkan Touriverse, aku hanya lebih mementingkan makanan dan hidangan untuk Bamushigaru sebelum dia mati..."


"...dia adalah sahabatku satu-satunya. Seekor naga pemakan apapun yang memiliki perasaan kepadaku...!" Zoiru mengerutkan dahinya lalu ia mengepalkan kedua tinjunya.


Zoiru tiba-tiba di sambut oleh kecepatan Kizura yang meningkat, ia mengayunkan pedangnya sekuat tenaga sampai membelah kepala Zoiru menjadi dua dan membakarnya.


Serangan itu masih belum cukup karena kulit Zoiru kembali terbentuk berkat bantuan Bamushi yang sedang mengunyah di perutnya, pedang yang membelah kepalanya langsung terjebak di dalam keningnya.


"Aku seharusnya sudah menghancurkan otakmu... tetapi kau tetap bertahan." Kizura mencoba untuk menarik pedang itu tetapi Zoiru mencekik lehernya.


"Aku tidak membutuhkan otak, aku sudah mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman untuk melakukan apa yang aku inginkan..."


"...dan aku tidak suka seseorang mengatur diriku!" Zoiru membanting wajah Kizura di atas daratan lalu ia menggusur wajahnya dengan darat sampai wajahnya mulai berdarah lalu terkupas.


Kizura menghilang lalu ia menusuk perut Zoiru dan melanjutkan serangan lainnya dengan menebas tubuhnya beberapa kali sampai terbakar, Zoiru hanya bisa tersenyum.


"Itu saja perwakilan dosa amarah...? Aku tidak menyangka kau akan mempertaruhkan nyawamu hanya untuk pasukan Iblis yang sudah hancur...!"


"Mereka pantas untuk menaklukkan bukan melindungi semesta ini...!" Zoiru memegang erat pedang Kizura sampai ia tercengang ketika melihat dirinya mampu memegang bilah pedang itu dengan tatapan yang terlihat serius.


"Aku kecewa... dasar kau keledai amarah tidak berguna!" Zoiru menyerang ke belakang dimana Kizura terkena serangannya, ia awalnya sudah menghilang ketika Zoiru melepasnya tetapi ia tetap terkena serangan.


"A-Aggghh...!" Kizura merasa tertekan seketika, ia tidak menyangka akan menerima banyak kerusakan ketika bertarung melawan Zoiru.


Zoiru menendang perut Kizura lalu ia terbang ke depan dengan lututnya yang terus mendorong perut Kizura sampai memuntahkan banyak darah.


Zoiru menendang Kizura ke atas langit lalu ia muncul tepat di belakangnya dan menghantam puncak kepalanya menggunakan kedua tinjunya sampai ia terjatuh di atas daratan.


Menyebabkan planet itu terbelah menjadi dua dan mengalami ketidak stabilan, Zoiru terbang melesat menuju arah Kizura lalu ia menghantam perutnya sampai tinjunya menembus punggungnya.


"Ingat kesakitan ini, Kizura, perwakilan dosa sepertimu jauh lebih di larang di bandingkan dewa agung Zoiru..."


"...diam di tempat atau jadilah makanan bagi Bamushigaru." Zoiru mengangkat tubuh Kizura menggunakan tinjunya lalu ia membanting tubuhnya di atas daratan sampai menghancurkan setengah dari planet itu.


"Ini pertama kalinya aku melawan seseorang yang mampu menyebabkan banyak kerusakan untukku..." Kizura mencoba untuk bangkit dan tubuhnya dipenuhi dengan darah yang mengalir deras.


Mencoba untuk melawan balik tetapi tubuhnya terasa keram seketika, ia bisa melihat Zoiru berada di atas daratan selagi menyilangkan kedua lengannya, menunggu perlawanan lain darinya.


Kizura merapatkan giginya lalu ia menunjuk pedangnya yang terbang menuju arah dirinya, ia langsung menggenggamnya erat dan mencoba untuk melawannya.

__ADS_1


"Sudah cukup, Kizura... aku tidak ingin kehilangan satu pun perwakilan hanya karena mengurusi masalah Dewa Agung sepertinya." Terdengar suara Kuro di dalam pikirannya.


"Kau... apa yang kau inginkan dariku...?" Tanya Kizura yang memulai membakar tubuhnya agar ia dapat memulihkan seluruh lukanya.


"Untuk sekarang kembali... jangan coba-coba untuk melawan dirinya lagi karena kau bukan tandingannya."


"Aku abadi... setidaknya aku harus melakukan sesuatu untuk bangsa Iblis, mereka baru saja mendapatkan pengembangan besar berkat bantuan Selvia dan Yusa."


"Keabadian itu akan hilang jika kau mau menghabiskan waktu berada di dalam perut Bamushi." Perkataan Kuro membuat Kizura merasa sangat kesal karena itu adalah sebuah fakta yang tidak bisa ia lawan.


Kizura melihat Zoiru mengeluarkan Bamushi melalui tubuhnya, "Bersiap-siap lah, Kizura. Aku akan memberi dirimu kesempatan untuk mundur..."


"...atau kau lebih memilih menjadi hidangan bagi Bamushi?" Tanya Zoiru dengan tatapan mengancam sampai membuat Kizura kesal.


"Aku akan menghitung mundur, Kizura..."


"...satu."


Kizura mulai berpikir, pikirannya menyediakan banyak pilihan dan semuanya memiliki risiko itu tersendiri.


Efek terlalu lama di Zuusuatouri membuat dirinya menumbuhkan sebuah perasaan yang begitu dekat dengan bangsa Iblis itu.


Awalnya dia sudah menjalani apapun secara netral tetapi ketika planet yang pernah ia awasi hancur, semuanya tidak bisa ia terima begitu saja karena semua iblis yang ia temui sudah bagaikan teman dan keluarga baginya.


"...dua!" Zoiru mengangkat jari telunjuknya yang menciptakan aura hijau yang siap untuk di jadikan sebagai serangan laser.


Jika Kizura meninggalkan Zuusuatouri begitu saja maka ia telah mengkhianati Yusa, semua yang ia lakukan sejak awal terasa tidak berguna ketika ia tidak memiliki cukup kekuatan untuk melawannya.


Kizura terus berpikir keras sampai ia tidak memiliki pilihan lain, walaupun rasanya sakit, ia sudah di suruh beberapa kali oleh Kuro untuk segera pergi sebelum menjadi makanan bagi Zoiru.


"Baiklah, sialan...!"


Tubuh Kizura melepaskan kobaran api lalu ia melepaskan gelombang besar ke atas langit sehingga dirinya terpaksa untuk mundur dan mencoba untuk tidak berurusan dengannya.


"Aku akan kembali." Ucap Kizura sampai tubuhnya menghilang bersama seluruh kobaran api yang ia lepas.


"Ternyata pilihan yang cukup baik, Kizura." Perkataan Zoiru menunjukkan dirinya menghormati Kizura yang sudah mau menuruti perkataannya.


Zoiru mulai melayang ke atas langit lalu menatap planet yang sudah hancur itu.


"Bamushi!" Zoiru menunjuk semua serpihan planet itu lalu ia menyelimutinya dengan aura Oath, setelah itu ia memperkecilnya dan menariknya.

__ADS_1


Semua serpihan planet itu sudah berubah menjadi gumpalan hijau yang dapat di jadikan sebagai hidangan pertengahan terakhir untuk Bamushi.


"Ini hidangan pertengahan terakhirmu, Bamushi..."


__ADS_2