Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 98 - Level Yang Berbeda


__ADS_3

Sambil berbaring di atas tanah, Arata perlahan-lahan memaksakan tubuhnya untuk bangun agar ia bisa melihat Yusa yang saat ini masih pingsan. Arata menatap iblis tersebut dengan tatapan yang terlihat serius lalu ia mulai melayang dan berencana untuk pergi meninggalkan-nya karena dia harus segera pergi dan menyusul Kizura sebelum mereka pergi meninggalkan dirinya sendirian.


"Sepertinya kau mampu bertahan cukup baik..." Terdengar seorang pria yang mulai berbicara di belakang Arata dan itu membuat dirinya segera memanggil kembali pedang amarah-nya lalu melemparnya menuju arah pria itu.


"Whoa..." Dengan cepat pria itu menghindari serangan pedang yang berputar menuju arah-nya, Arata menatap wajah pria tersebut dan wajahnya tidak terlihat begitu asing karena dia pernah melihatnya.


"Ternyata kau... Shichiro Haruki..." 


Ternyata pria yang berbicara tadi adalah Legenda yang bernama Haruki, dirinya juga sama-sama terjebak di dalam semesta Zuusuatouri. Untungnya Haruki datang tepat waktu, ia segera membalut luka Arata dan memulihkan-nya dengan pelan, Arata tidak bisa bertarung untuk sementara karena dia membutuhkan istirahat penuh yang dapat memulihkan seluruh tubuhnya.


"Apakah penyergapan iblis itu menyeret-mu menuju semesta Zuusuatouri...?" Tanya Arata.


"Begitulah, untung-nya aku mengenal seorang iblis yang tidak memiliki takdir seperti iblis yang kau lawan itu. Dia tidak memihak Rxeonal bersama dengan rencana-nya yang tidak logis. Iblis yang aku maksud itu bernama Vier, dia saat ini sudah mengumpulkan banyak sekali iblis yang ingin sekali menghentikan perbuatan Rxeonal yang sudah melampaui batas." Jawab Haruki.


Arata dan Haruki bisa merasakan beberapa tulang runcing mulai melayang di belakang mereka, tulang-tulang runcing itu berjumlah jutaan dan mereka bisa merasakan keberadaan seorang iblis yang sama kuat-nya seperti Yusa. Haruki melirik ke belakang dan menarik kedua pedang-nya lalu melakukan serangan bertubi-tubi untuk menghancurkan semua tulang-tulang itu.


"Serahkan pasukan elit Rxeonal satu ini kepada-ku..." Haruki bisa mengetahui iblis yang menyerang-nya karena dia pernah bertemu dengan dirinya bersama Vier.


"Sepertinya aku benar-benar harus beristirahat dulu..." Arata mengangguk.


Haruki menghancurkan semua serangan tulang-tulang berduri itu yang mengepung dirinya bersama Arata, untungnya Haruki menggunakan kemampuan-nya yang bernama [Cavalries of the Thousand Blade Strike] dimana ia membuat serangan seribu tebas yang mampu menghancurkan semua tulang-tulang runcing itu sampai habis.


Haruki maju menuju arah iblis itu selagi melancarkan beberapa serangan ke arah semua tulang-tulang runcing tersebut, saat sudah semakin dekat Haruki membatalkan serangan sihir iblis tersebut dengan melempar pedang-nya tetapi Iblis itu melompat dan berhasil menghindari serangan-nya itu.


"Tadinya kau mahir dalam melarikan diri, tetapi sekarang kau ingin melawan-ku ya, parasit Legenda..." Iblis itu mulai berbicara.

__ADS_1


"Zaiken...? Apakah itu nama-mu, sepertinya aku sudah tidak memiliki niat apapun untuk melarikan diri karena tempat ini sebentar lagi akan menjadi kuburan-mu." Haruki menarik kembali pedang yang ia lempar dan setelah itu ia mulai bersiap siaga bertarung sampai mati melawan iblis yang bernama Zaiken.


"Sepertinya teman satu-mu itu dapat mengalahkan seorang iblis yang sudah menciptakan banyak sejarah di semesta ini, aku cukup terkesan tetapi... setelah aku berhasil mengalahkan-mu maka aku akan menghabiskan Legenda yang saat ini sedang beristirahat." Zaiken tersenyum dengan sangat jahat, kedua tinju-nya mulai diselimuti dengan tulang-tulang keras yang sangat kasar.


Zaiken melancarkan dorongan besar menuju arah Haruki, dia terkena dorongan itu sampai dirinya terseret ke belakang mencoba untuk mengendalikan keseimbangan tubuh-nya yang terganggu. Kedua kaki Haruki mulai terjebak di dalam tulang keras yang tidak bisa dihancurkan dengan mudah, seluruh tubuh Haruki melepaskan aura negatif yang mampu membuat tulang itu berubah menjadi debu hitam.


Haruki menghentakkan kaki-nya dan membuat daratan yang injak langsung mengeluarkan air lahar, ia bergerak maju menuju arah Zaiken dan melancarkan beberapa serangan. Untungnya Zaiken menyambut kembali serangan tersebut sampai mereka mulai saling bertukar serangan tanpa ada satupun serangan yang mengenai diri mereka masing-masing.


Senjata mereka terus berbenturan, tetapi semua itu berubah ketika Haruka menggunakan kemampuan pedang-nya lagi. [Blade of Downfall], ia menggunakan kemampuan tersebut sampai menggagalkan serangan Zaiken yang hampir saja mengenai dirinya sendiri, pada akhirnya Haruki yang pertama untuk bisa melukai Zaiken dengan menebas tubuh-nya lalu menendang-nya mundur.


Setelah itu Haruki menggunakan kemampuan lain yang bernama [Suppressed Blade Shot] dimana ia menembak bilah pedang-nya dengan menekan suara lesatan tembakan-nya, bilah yang tembak itu mampu menusuk tubuh Zaiken sampai darah mulai mengalir keluar dari bekas luka-nya.


"Kau tidak buruk juga, parasit..."


"Bukan aku yang buruk tetapi cara bertarung-mu lah yang buruk, kenapa raja itu memilih-mu menjadi seorang pasukan elit jika kemampuan-mu itu sesampah ini..." Ejek Haruki.


Ketika Zaiken mencoba untuk menyerang, Haruki muncul di depannya dan menghantam perut-nya menggunakan sihir yang bernama [White Hole] sampai Zaiken terseret beberapa meter ke belakang. Untungnya Haruki menggunakan [White Hole] yang berukuran kecil, jika dia menggunakan yang berukuran besar maka Zaiken pasti akan terserah ke belakang sampai kembali menuju istana Rxeonal.


Haruki tidak menyia-nyiakan kesempatan [White Hole]-nya, ia segera muncul di depan Zaiken dan menyerang-nya secara habis-habisan menggunakan kedua pedang-nya yang bergerak cukup cepat sampai ia sempat menggunakan dua kemampuan secara bersamaan yaitu [Blade of Downfall] dan [Cavalries of the Thousand Blade Strike].


Zaiken tidak bisa melakukan apapun bahkan ia tidak sempat untuk menunjukkan kemampuan-nya kepada Haruki, ia mulai mengalami pendarahan yang cukup besar disekitar tubuhnya, Haruki tidak ingin bermain-main dengan musuhnya apalagi ras iblis yang dapat bertambah kuat disetiap pertarungan terus berlanjut.


Zaiken berhasil bebas dari serangan Haruki yang cukup menyakitkan dengan menendang perutnya sampai Haruki terdorong ke belakang, Zaiken melancarkan sebuah pohon besar yang terbuat dari tulang, mencoba untuk menusuk seluruh tubuh Haruki dengan pohon tersebut. Haruki bisa merasakan sihir tersebut, ia segera terbang ke atas dan meluncurkan lima buah bola sihir berukuran besar yang berwarna merah.


Bola-bola sihir itu langsung menghancurkan pohon tulang tersebut, membuat Zaiken tercengang karena insting Haruki sangat sensitif seperti iblis. Haruki terbang menuju arah Zaiken dan Zaiken segera menciptakan beberapa tembok tebal yang terbuat dari tulang, tembok-tembok itu tidak akan menghentikan Haruki karena dia segera melakukan sembilan serangan yang mengabaikan pertahanan apapun, nama dari kemampuan itu adalah [Ravaging Pierce].

__ADS_1


"Dasar keras kepala...! Kenapa Legenda seperti-mu tidak lelah karena sudah melakukan semua kemampuan berpedang--- Uwaggghhh...!!!" Haruki menyayat wajahnya, menyebabkan Zaiken terpental ke belakang dan tergeletak di atas tanah.


"Sebenarnya aku ingin menghabisi-mu, iblis... Tetapi aku mengetahui banyak hal tentang dirimu dari seorang iblis yang aku kenal, sepertinya hukuman belum memperlakukan-mu dengan benar ya..." Haruki berpikir untuk bersenang-senang sebelum pergi meninggalkan wilayah itu bersama Arata.


Haruki menginjak perut Zaiken cukup dalam dan ia segera menghantam kedua lengan-nya menggunakan kenop pedang-nya yang cukup keras sampai membuat tulang-tulang Zaiken hancur. Zaiken berteriak kesakitan ketika tulang-tulangnya remuk karena Haruki menyiksa-nya dengan pelan sampai mulutnya dimasuki bubuk mesiu yang dapat membuat dirinya meledak.


Arata tidak menyangka untuk melihat Legenda polos seperti Haruki dapat melakukan penyiksaan yang terlihat menyakitkan, Yusa terbangun seketika mendengar suara teriakan Zaiken yang sangat keras. Yusa mencoba untuk bangun dan melihat rekan-nya yang disiksa habis-habisan oleh Haruki.


"Zaiken...?"


Haruki mengangkat kedua lengan-nya dan menghancurkan tengkorak Zaiken menggunakan kedua kenop pedang-nya sampai Zaiken meneriakkan suara yang sangat keras. Haruki tersenyum jahat mendengar jeritan Zaiken yang menggema di sekitar wilayah tersebut sampai ia bisa merasakan keberadaan iblis lainnya yang datang menuju wilayah itu untuk membantu Zaiken dan Yusa.


Haruki memutarkan kedua pedang-nya lalu melepaskan kedua tangan Zaiken dari tubuhnya dengan menusuk-nya menggunakan kedua bilah pedang-nya. Haruki memasukkan kembali kedua pedang-nya ke dalam sarung-nya lalu ia mencekik leher Zaiken dan wajahnya terlihat ketakutan karena siksaan tadi mampu membuat dirinya trauma.


"Apakah sakit rasanya...? Ahh, kau pasti sudah terbiasa karena kau pernah melakukan-nya kepada semua iblis atau ras yang pernah kau temui." Haruki melempar Zaiken menuju arah Yusa.


ZBASSSSHHH!!!


Seorang iblis yang memiliki tiga tanduk muncul dan mengangkat tubuh Zaiken, Arata dan Haruki melebarkan matanya ketika melihat iblis yang datang itu terlihat seperti seorang Legenda yang mereka kenal.


"Bukannya dia..." Arata mulai berbicara.


"...si tukang ramen itu...?" Haruki terlihat kebingungan.


"Lemah." Iblis itu melempar Zaiken menuju arah Yusa sehingga mereka berdua sama-sama tergeletak di atas tanah, tidak bisa menggerakkan tubuh mereka masing-masing karena tenaga yang sudah habis.

__ADS_1


"Aku akan mengurus-nya disini, bersiaplah kalian para parasit untuk merasakan pukulan sang iblis yang mematikan..."


"...Naoki Souya!" Kedua mata Naoki memancarkan kegelapan yang mampu membuat tubuh Arata dan Haruki merinding.


__ADS_2