
Acara pernikahan berakhir dengan sangat baik, semua tamu yang di undang menikmati semua acara dan kegiatan yang ada termasuk dengan permainan-nya dimana tidak ada pemenang karena panggung telah hancur oleh kelima orang yang berhasil mengambil kunci tersebut. Pesta pernikahan berakhir ketika tengah malam tiba dan mereka semua akan melanjutkan kehidupan mereka yang selanjutnya.
Keseharian yang terlihat selalu biasa setiap saat, tetapi Shira dan Megumi berbeda karena mereka akan menikmati malam pertama mereka ditambah dengan bulan madu yang cukup menyenangkan karena Korrina memberi mereka hadiah sebuah tiket yang mampu membawa mereka mengelilingi seluruh tempat yang ada di Touri.
Saluran TV Korrina sekarang sudah ia tingkatkan dimana sekarang terdapat berita yang berasal dari Yuutouri termasuk indonesia, sepertinya ia bisa melihat bahwa satu kota yang bernama [Jakarta] itu telah dilanda oleh sebuah banjir yang cukup besar sampai ia mulai berpikir bahwa banjir itu bisa saja disebabkan oleh seseorang yang memiliki sihir air besar.
"Sungguh menakutkan... Apakah banjir itu disebabkan oleh Manusia...?" Korrina mengambil sebuah tempe di atas piring-nya lalu dimakannya, "Mmmmm~ Enak~~~"
Tidak ada lagi teman-teman Korrina yang ingin melakukan aktivitas bersama karena mereka sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, berbeda dengan Korrina yang tidak memiliki pekerjaan apapun kecuali mengasuh kedua anak-nya yaitu Haruka dan Honoka, kedua anak lainnya yaitu Rexa dan Agfi pergi untuk memperluas ilmu di akademi terdekat kota Ghisaru.
Korrina mulai mengangkat Honoka lalu tersenyum sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat konyol hingga Honoka tertawa terbahak-bahak, "Sepertinya aku memang sangat menikmati hari-hari biasa dengan mengasuh anak-anakku...!"
Honoka telah resmi menjadi salah satu anggota dari keluarga Comi, Korrina sekarang sudah mengganti marga-nya menjadi Comi karena arti dari Ghifari itu sudah cukup tercantum di dalam nama Comi dan anak yang baru saja di adopsi oleh Korrina sekarang bisa disebut sebagai anak kandung-nya berkat sistem dan teknologi yang mengubah DNA-nya.
DNA dan Gen-nya sekarang telah mendominasi DNA dan Gen Korrina sendiri, darah Honoko sekarang telah dipenuhi dengan darah Comi yang mengartikan bahwa dia telah menjadi anak dari keluarga Comi secara sepenuhnya, ia cukup bekerja keras melakukan eksperimen itu sampai beberapa teknologi yang ia buat mulai tidak berfungsi.
Pintu bel berbunyi dan Korrina bisa mendengar-nya, "Aku datang..." Kata Korrina sambil menempati Honoka di atas kepala-nya lalu ia menghampiri pintu rumah dan membukanya... Seseorang yang menekan pintu bel ternyata Akina yang datang berkunjung.
"Yo, Korrina."
"Ahh! Akina, aku tidak menyangka bahwa kau akan datang dan berkunjung ke rumah-ku..." Korrina menyambut Akina dengan hangat hingga ia membawa-nya ke ruang tamu, sebuah teh sudah disiapkan ketika ia menyuruh Tech, Akina tercengang ketika melihat Tech dengan wujud Android.
__ADS_1
Mungkin karena mendapatkan beberapa pengetahuan dari semesta Xuusuatouri, Korrina mampu menciptakan sebuah Android dengan sistem Tech, wujud dari Android itu terlihat seperti seorang pembantu gadis yang siap untuk melayani siapapun. Akina cukup terkesan bahwa Korrina akan membuat sebuah Android sendirian tanpa meminta bantuan siapapun.
"Silahkan menikmati teh hangat ini, Akina." Kata Tech.
"Wahhhh... Aku tidak akan menyangka bahwa kau akan menciptakan sebuah Android yang sama canggih-nya seperti di Xuusuatouri." Mata Akina terbinar-binar ketika melihat Android Tech.
"Ahahaha... Membutuhkan beberapa waktu, proses-nya juga lama..." Jawab Korrina sambil mengusap-usap pipinya dengan pipi yang merona karena ciptaan-nya bisa dipuji sebesar itu oleh satu orang dan itu membuat dirinya malu.
Mereka mulai saling berbicara dengan beberapa topik dan pembahasan yang cukup panjang, Akina sempat bermain dengan Honoka yang terlihat pemalu sampai bayi itu merangkak masuk ke dalam baju Korrina lalu memunculkan kepala-nya di atas belahan dada Korrina dengan ekspresi yang terlihat malu.
Ketika topik pembicaraan sudah habis, Akina sekarang mengingat sesuatu... tujuan dirinya datang ke tempat itu adalah untuk memberikan sebuah formulir kepada Korrina. Ketika Korrina mengambil formulir tersebut lalu membaca-nya, ia sekarang sadar bahwa formulir itu memiliki informasi tentang sebuah akademi yang benar-benar tidak laku dan kurang popular.
"Aku mengenal seseorang yang mendirikan sebuah akademi, dulu-nya akademi ini sangatlah popular dan cukup memberi pendidikan atau ilmu yang penting kepada murid-muridnya... Tetapi semua itu berubah ketika akademi lainnya bermunculan dimana-mana dan setiap kepala akademi memiliki tawaran yang baik hingga murid baru lebih memilih untuk masuk ke akademi lain itu." Kata Akina sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.
"Yuzu... Dulu ketika aku kecil, ibu-ku memasukkan diriku ke dalam akademi itu hingga aku mempelajari banyak hal... Yah, soal fasilitas dan guru seperti-nya benar-benar kurang sampai murid-murid baru lebih memilih akademi yang memiliki fasilitas yang sangat baik... Bukan hanya penjual saja yang bersaingan tetapi kepala akademi juga harus bersaingan demi mendapatkan peringkat lima..." Korrina mulai mengetahui-nya.
"Sepertinya akademi Yuzu terpaksa harus dihancurkan jika tidak masuk peringkat lima besar tahun ini, aku sudah melihat berita tentang kelima akademi yang berada di peringkat lima besar... Sangat bagus dan juga cukup menarik murid-murid baru." Korrina memegang dagu-nya, ketika melihat akademi yang pernah mengajar-nya beberapa hal akan dihancurkan, dia tidak memiliki pilihan lain selain membantu-nya.
"Sepertinya kita harus membantu akademi Yuzu untuk kembali bangkit, ini adalah nostalgia untuk semua orang yang pernah masuk ke dalam akademi tersebut!!!" Korrina mulai mengambil formulir itu lalu ia mengangkat kedua tangan-nya ke atas sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.
Akina tersenyum lebar ketika melihat teman dekat-nya memang akan selalu bersikap seperti biasanya yaitu saling membantu satu sama lain, dia tidak pernah menolak bantuan apapun dari orang-orang di sekitarnya dan ia juga tidak meminta imbalan apapun.
__ADS_1
Seluruh populasi Touri mungkin saja sudah melupakan kisah perjuangan Korrina Comi ketika melawan Shinku karena Korrina lah yang memberitahu seluruh populasi Touri untuk tidak terlalu membuat dirinya sebagai seseorang yang penting bagi mereka karena ia sendiri ingin hidup seperti Legenda biasa.
Beberapa menit kemudian, Korrina dan Akina tiba di dalam ruangan kepala akademi Yuzu, kepala akademi itu sangat terkejut ketika melihat sesosok Legenda legendaris datang untuk menghadapi dirinya sendiri. Ia bangkit dari atas kursi dan hampir saja menundukkan kepala-nya tetapi tidak bisa ketika Korrina menunjuk-nya lalu mengontrol tubuhnya menggunakan aura Crimson.
"Jangan menundukkan kepala-mu kepadaku. Aku hanya Legenda biasa, bu... Lagipula aku dulu adalah murid-mu." Korrina tersenyum lebar sampai membuat kepala akademi itu terharu ketika melihat murid yang dulu ia pernah ajarkan menjadi sesosok Legenda yang sangat legendaris.
"Aku tidak akan menyangka bahwa murid yang dulu-nya sangat aktif dan tegas akan menjadi sesosok Legenda yang menyelamatkan Touri... Aku sungguh bangga untuk bisa mengajari-mu beberapa hal yang penting, Korrina..." Kata kepala akademi itu sambil mengusap air mata-nya.
"J-Jangan bersikap berlebihan seperti itu, bu Reslaine... A-Aku tidak menyangka akan menyelamatkan Touri loh--- Kau malah menangis...!!!" Korrina melebarkan matanya ketika melihat Reslaine yang menangis sampai menciptakan kedua air terjun sendiri.
Akina dan Korrina harus menenangkan Reslaine, ketika kepala akademi itu tenang... Mereka mulai mendiskusikan tentang akademi Yuzu yang akan dihancurkan jika tidak meraih kembali peringkat lima besar. Reslaine terlihat tercengang ketika Korrina ingin membantu diri-nya dengan menjadi seorang guru yang akan mengajar anak-anak di akademi Yuzu.
"Tolong, bu Reslaine...! Aku ingin bisa mendapatkan pengalaman untuk menjadi seorang guru yang hebat seperti dirimu dan aku juga ingin membangkitkan kembali akademi yang pernah mengajari diriku dengan beberapa hal." Kata Korrina.
Reslaine semakin terharu ketika mendengar perkataan itu dari Korrina, Akina melakukan hal yang sama dimana ia seorang malaikat juga ingin menjadi seorang guru yang dapat mengajari murid-murid tentang beberapa hal serta membantu akademi Yuzu untuk kembali bangkit.
"Kalian... Tentu, aku akan menerima kalian menjadi guru."
Reslaine menerima mereka berdua menjadi guru baru dari akademi Yuzu, ketika mereka ingin memulai pengajaran... Sebuah layar virtual muncul tepat di depan wajah Korrina yang menunjukkan Tech sedang membuka sebuah surat, setelah itu Tech memberitahu kepada Korrina bahwa surat itu adalah surat pernikahan lain-nya.
"Korrina, sepertinya surat ini berisi tentang surat pernikahan Arata dan Ophilia."
__ADS_1
"Ada yang menikah lagi...!?"