Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1011 - Perang Akbar


__ADS_3

Ketiga Legenda legendaris itu memasuki ruangan rapat dimana mereka bisa melihat istri mereka masing-masing yang sedang menunggu kedatangan mereka untuk mengikuti rapat kecil.


"Maaf untuk mengganggu kalian dalam melatih cucu-cucuku, tetapi aku ingin menjelaskan sesuatu yang bisa dibilang buruk." Korrina duduk di atas kursi kerja Shinobu.


"Kau sudah mengetahuinya ya?"


"Begitulah, cukup mengejutkan anak-anakku akan menikah dengan anak kalian tanpa izin dari seorang mertua sepertiku."


"Tetapi mereka bilang bahwa mereka sendiri sudah mendapatkan restu dari dirimu, Korrina... apakah kau tidak terikat dengan surga?"


"Tunggu... apa...?" Korrina memasang ekspresi bingung lalu ia menggelengkan kepalanya karena mereka kembali membahas topik yang tidak penting.


"Lebih baik kita bahas sesuatu yang lebih penting dulu dibandingkan hal tersebut, mungkin kalian tidak pernah mendengar hal yang begitu mengerikan dibandingkan konflik yang sudah terjadi di Touriverse."


"Kalian bisa dibilang sebagai warisan dari generasi yang lumayan modern karena orang tua kalian lah yang mengikutinya sejak jutaan abad lamanya."


"Mungkin hanya aku dan Ophilia saja yang merasakan hal tersebut sebanyak dua kali, dan mungkin ini adalah yang ketiga kalinya kita akan merasakan sesuatu yang mengerikan."


"Dengan semua perubahan yang harus kita terima dan pembawa dalam sebuah tempat pengorbanan dimana populasi akan berkurang secara drastis..." Korrina bangkit dari atas kursi.


"Kita membutuhkan banyak bantuan dan kekuatan yang bisa kita dapatkan di dalam Touriverse untuk menjalani..."


"...Ragnarok!"


"Apa?!" Terdengar suara Kuro yang langsung mengambil alih tubuh Arata ketika mendengar perkataan yang sangat sensitif tentang sejarah kelam.


Sejarah kelam yang sudah menjatuhkan banyak sekali korban sampai semua orang terpaksa harus melupakannya agar tidak tertekan dengan beban serta kekhawatiran dari Ragnarok.


Mendengar kembali nama tersebut membuat Kuro bergetar di tubuh Arata seketika sampai ia langsung berlutut di atas lantai, "Kuro, kau juga pasti merasakannya bukan...?"


"Dulu aku tidak mengenal dirimu sama sekali, tetapi kau pasti memiliki pengalaman dengan Ragnarok bukan?" Tanya Korrina yang mendekati Kuro untuk membantu dirinya berdiri.


"Hei, Ragnarok itu apa?" Tanya Shira dengan ekspresi penasaran karena ia sendiri tidak memiliki satu pun pengetahuan yang dinamakan sebagai Ragnarok.


"Sejarah kelam yang mengerikan... para Dewa menyebut sebagai perang akbar dimana seorang Dewi penghakiman akan memunculkan kehadirannya sebagai sebuah tanda-tanda peperangan besar." Kata Korrina.


"Biarkan aku jelaskan kepada kalian semua tentang Ragnarok, semua itu berawal dari seorang Dewi penghakiman yang bernama Zephyra..."


"...dia tinggal di dalam singularitas nya sendiri yang dipenuhi banyak sekali hal yang dapat menghibur dirinya, tetapi hiburan yang sangat ia sukai adalah catur untuk memperbaiki seluruh penghuni yang ada dalam dunia."


"Mungkin ini cukup mendadak tetapi kalian tidak pernah tahu bahwa dunia yang kita duduki ini memiliki keluasan tak terbatas sama sekali..."


"...bukan hanya Touriverse yang bisa dibilang sebagai pembatas karena di luar Touriverse terdapat sebuah layer, dalam setiap layer mengandung unsur dunia yang sama dengan kita Touriverse."

__ADS_1


"Saat ini kita Touriverse berada di layer yang paling tertinggi sampai sebentar lagi kita hanya membutuhkan waktu sampai memuncak lebih tinggi sehingga tidak terikat dengan layer ini."


"Ragnarok adalah hari dimana setiap layer saling merebut ras untuk memindahkannya ke dalam layer yang lebih rendah..."


"...layer yang berada di bawah kita bisa dibilang sebagai Kountraverse karena perjalanan panjangku adalah menjelajahi semua layer sampai tiba di Kountraverse."


"Aku memiliki alasan tersendiri untuk pergi lama dan jauh sekali... semua itu karena aku ingin mencegah yang dinamakan sebagai Ragnarok dengan membunuh seekor Eldritch di singularitas pertama."


"Eldritch itu dapat menghapus konsep apapun termasuk memberikan kebebasan untuk segala hal yang terkunci di dalamnya termasuk Zephyra yang sekarang sudah mendeklarasikan Ragnarok ketiga."


"Tetapi sekarang peraturan sudah diubah, ini bukan lagi tentang para Dewa saling merebut ras melainkan mereka mencoba untuk mengambil alih layer yang lebih tinggi..."


"...entah apa yang coba Zephyra pikirkan tetapi dia adalah gadis ****** yang sangat licik sampai mengubah peraturan seenaknya!" Korrina menendang meja di depannya karena ia sulit sekali melawan Dewi sepertinya.


Penjelasan Korrina tentang layer dan Ragnarok dapat dimengerti oleh mereka semua termasuk Kuro yang menyadari dirinya tidak menjelaskan sesuatu yang lebih mengerikan dibandingkan rebutan Layer itu.


"Itukah masalah baru yang perlu kita selesaikan?" Tanya Haruki.


"Hampir sama seperti turnamen dan peperangan biasa ya, kalau begitu---"


"Kau tidak akan pernah mengerti hal yang mengerikan dari Ragnarok..." Kuro mulai berbicara untuk menjelaskan sisi buruk dari Ragnarok lainnya untuk mewakili Korrina yang sedang memikirkan sesuatu.


"Touriverse sudah merasakan Ragnarok sebanyak dua kali, dan peperangan akbar itu bisa dibilang sudah menjatuhkan banyak sekali korban yang tak terhitung tanpa sebuah kalkulasi apapun..."


"...semua orang bertarung dan berperang demi keselamatan serta pertahanan posisi mereka dalam layer itu, Zephyra yang mengendalikan kita semua seperti pion catur."


"Banyak sekali korban yang berjatuhan sejak itu... Touriverse dan Kountraverse telah kehilangan seperempat dari penghuni setiap Ragnarok selesai."


Korrina menunjukkan gambaran dari Ragnarok menggunakan ilusinya sampai menyebabkan seisi ruangan menerima yang dinamakan sebagai ketakutan sampai tubuh Shira merinding seketika melihat peperangan yang luas itu.


"Tidak ada kata untuk melarikan diri, kita semua hanyalah sekedar pion bagi Zephyra yang perlu bertarung dalam Ragnarok untuk saling menunjukkan kelayakan menepati layer yang lebih tinggi..."


"Sejak Ragnarok yang pertama, aku bersama Ophilia mengalami perpindahan secara instan menuju ruangan ketiadaan dimana banyak sekali penghuni Touriverse dan Kountraverse yang saling berhadapan."


"Mungkin karena dulu aku tidak pernah berurusan dengan Dewa atau Raja maka aku tidak mengetahui apapun yang sedang terjadi di hadapanku..."


"...tetapi semuanya berubah ketika Zephyra menjelaskan semuanya, Dewa Touriverse juga sejak itu tidak mengatakan apapun karena ia pikir terdapat jalan keluar yang dapat menghindari Ragnarok."


"Pada akhirnya, kita semua terpaksa untuk berperang... banyak sekali korban yang berjatuhan sampai aku tidak bisa membayangkan betapa mengerikannya Ragnarok itu..."


"...intinya kau tidak bisa lari karena Zephyra akan memindahkan seluruh pengunjung ke dalam ruangan ketiadaan itu hanya untuk bertarung demi memperebutkan sesuatu."


"Ragnarok pertama dan kedua berhasil Touriverse menangkan hanya berdasarkan keberuntungan serta bantuan dari Zoiru bersama Bamushigaru yang berhasil memakan banyak sekali penghuni Kountraverse."

__ADS_1


Mereka semua memasang ekspresi kaget ketika mendengar nama Zoiru, "Dia membantu Touriverse...!?"


"Kalian tidak akan pernah mengetahui kebenaran dari Zoiru, dialah yang sudah membantu kita semua untuk menduduki layer tertinggi..."


"...dia adalah teman masa kecilku juga, hanya saja ketika ia kembali aku tidak sempat bertemu dengan dirinya untuk membahas tentang hal ini."


"Dia sudah mati, tetapi hal tersebut tidak bisa khawatirkan terlalu lama karena mengandalkan seseorang terlalu berlebihan hanya akan menghambat kita dalam perang akbar ini."


Shira dapat merasakan keringat dingin mengalir dari wajahnya sampai ia langsung mendekati Korrina, "Apa yang terjadi untuk mereka yang menolak untuk bertarung...?"


"Mereka yang menolak untuk bertarung dan mencoba melarikan diri dalam ruangan tersebut akan berubah menjadi ketiadaan yang artinya Zephyra menghapus eksistensinya..."


"Ragnarok diberi batas waktu selama satu jam, dan satu jam itu bisa dibilang lama jika kita bergerak secara 0 detik di dalam ruangan ketiadaan itu, Shira..."


"...kau tidak bisa melihat seseorang yang penting karena banyak sekali jumlah penghuni dari kedua layer yang saling bertarung demi bisa bertahan."


"Semua orang yang mati tidak bisa kita lihat dalam peperangan karena Zephyra langsung menyingkirkannya, kita akan melihat siapa yang bertahan dan gugur pada saat Ragnarok selesai..."


"Mungkin kalian tidak bisa merasakan betapa mengerikannya Ragnarok karena baru saja mendengarnya..."


"...pengalaman atau pandangan tentang perang itu juga tidak bisa aku perlihatkan dengan jelas, tetapi kalian yakin akan menganggap Ragnarok sebagai hal enteng ketika melihat Kuro ketakutan?" Tanya Korrina.


Mereka langsung menatap Arata yang saat ini dikendalikan oleh Kuro karena ia sendiri bisa dibilang sangat sensitif ketika seseorang membahas Ragnarok, perang akbar yang sangat mengerikan.


Chloe dan Megumi juga menyadari Ophilia terus menutup mulutnya sendiri sampai terdengar suara tangisan pelan yang ia keluarkan karena ingatannya tertuju langsung kepada Ragnarok.


Pengalaman yang sangat mengerikan sampai ia tidak mau merasakannya lagi untuk ketiga kalinya karena dua perang Ragnarok saja sudah cukup untuk memberikan trauma yang begitu besar.


"Apakah kamu baik-baik saja, Ophilia?" Tanya Chloe yang langsung mengelus kepalanya pelan-pelan agar bisa menenangkan dirinya.


"Sudah ya... sudah, mari kita bekerja keras agar bisa selamat dan menenangkan Ragnarok." Ucap Megumi sambil menepuk punggungnya beberapa kali.


"Maaf... aku benar-benar tidak bisa membahas hal ini lebih lanjut lagi, aku akan menyerahkan sisanya kepada Arata saja." Kuro berhenti merasuki tubuhnya.


Arata hanya bisa memasang ekspresi ketakutan karena ia sendiri pernah mendengar sejarah tentang Ragnarok dari Kuro sendiri, bisa dibilang ia tidak ingin merasakan apa yang sudah dirasakan oleh penghuni Kuno.


Haruki dan Shira menatap satu sama lain lalu memasang ekspresi serius, "Kalau begitu kita hanya perlu menemukan sebuah solusi untuk mencegah Ragnarok."


"Sudah aku bilang beberapa kali bukan?"


"Perjuangan kita tidak ada bandingannya dengan layer di luar sana... tujuan utama kita hanya perlu menjaga Touriverse dari segala kekacauan dan masalah yang ada."


"Sedangkan untuk Ragnarok, kita hanya sekedar pion yang dipaksa untuk melakukan keinginan egoisnya itu dengan bertarung secara mati-matian..."

__ADS_1


"...apakah kalian ingin mendengar sesuatu yang lebih menyakitkan?" Tanya Korrina kepada mereka semua yang langsung menatap dirinya.


"Tidak ada yang namanya kedamaian abadi...!"


__ADS_2