Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1055 - Semoga Beruntung


__ADS_3

Arata dan Haruki sempat melihat Ophilia dan Mitsuki yang sedang bekerja sama melawan seorang Myrmidon yang memiliki fisik dan seni bela diri mematikan sampai satu pukulannya sudah cukup untuk membunuh mereka.


Setiap serangan Ogun mengandung hukuman mati, sekali saja mereka terkena serangan itu maka takdir kematian mereka akan berhitung mundur secepat mungkin sampai menginjak angka nol.


"Ophilia..." Arata melihat Ophilia yang sedang menunggangi Phoenix untuk menyerang Ogun dari jarak tertentu agar ia tidak menerima serangan mematikan apapun darinya.


Ophilia bisa merasakan tatapan dari jarak jauh yang mulai menarik perhatiannya ke belakang, "Arata, semoga beruntung!"


Mitsuki yang sedang fokus mengarahkan tombak itu menuju kepala Ogun sempat melihat Haruki juga yang mengacungkan jempolnya untuk memberikan semangat.


Arata dan Haruki langsung terpisah karena pertarungan Beast Mecha Neo dan Gildritch melawan Anacondrai dan Beast Kitsuna yang berhasil menggunakannya seisi ruangan dari ketiadaan sampai kedua Legenda itu juga disambut dengan ras asing lainnya.


Ogun mulai menghela nafasnya ketika melihat kedua gadis Legenda itu terus mengulurkan waktunya agar ia tidak bisa membantai pasukan Touriverse menggunakan seni bela diri yang memastikan.


"Kalau begitu, seni bela diri kematian akan menentukan siapa yang bisa lolos dari perhitungan waktu takdir kematian." Ogun membuka kacamata hitamnya yang selalu ia gunakan lalu ia mulai melakukan sedikit pemanasan.


"Tidak ada lagi kekalahan, kau yang mengendarai Phoenix mengingatkan diriku akan Zoiru yang sudah meratakan populasi Kountraverse sampai berjumlah ratusan..." Ogun mengulurkan lengannya ke depan sampai melepaskan tinju yang menghancurkan Phoenix itu.


Mitsuki melihat Ophilia hampir saja menerima serangan Ogun yang memukul wajahnya, tetapi serangannya berhasil dihentikan oleh dirinya yang sudah melepaskan banyak sekali tembakan Railgun.


"Decagrammaton Order: Yesod Antimaterie Erdbeben!" Mitsuki melepaskan kemampuan sihir penghancur yang sangat dahsyat dimana ia menembakan sebuah bola anti-Matter terkompresi tinggi dan berkekuatan besar yang telah dilapisi oleh Sephira Ether dan energi Sephira gelap ke daratan.


Bola tersebut akan menembus daratan untuk sesaat dan akan menciptakan sebuah ledakan yang kekuatannya sulit untuk diukur yang menyebabkan daratan berguncang dengan sangat hebat dan langsung runtuh seketika yang dapat memakan lawan sebanyak mungkin.


Ogun hanya perlu menarik nafas dalam-dalam lalu ia melancarkan satu pukulan ke depan sampai menghilangkan kemampuan Mitsuki dalam sekejap sehingga mengejutkan dirinya.


"Kultivasi dan seni bela diri kematian membantu tubuh ini... semua serangan yang aku lakukan untuk mengabaikan segala sihir dan kemampuan, maupun itu benda hidup atau mati..."


"...kepalan tinju ini akan memberikan hukuman mati, benda mati akan menghilang dan benda hidup akan meninggalkan cangkangnya tanpa nyawa...!" Ogun melihat Ophilia mengeluarkan beberapa kartu untuk membangkitkan berbagai macam makhluk sihir yang menyerang dirinya.


Ogun mulai mengangkat kedua lengannya lalu melakukan kuda-kuda petinju sampai ia berhasil menghantam semua makhluk itu sampai hancur keping-keping.


"K-Kuat sekali..." Ophilia mencoba untuk mundur tetapi punggungnya tertahan oleh sebuah pelindung dimana ia bisa melihat aura oranye yang berbentuk seperti ring atau arena boxing.


"... ...!"


"Ophilia!" Seru Mitsuki yang melihat Ogun sudah berada di hadapannya dengan kepalan tinju yang hampir saja mengenai wajahnya.


Ophilia menghindar serangan itu berkat bantuan dari instingnya, jantungnya mulai berdetak sangat cepat sampai tubuhnya melemas seolah-olah ia tahu kematian memang sudah mendekat ketika Ogun hampir saja meninju dirinya.


"Fuhhhh..." Ogun menarik nafas dalam-dalam lalu ia melihat Mitsuki muncul di hadapan Ophilia hanya untuk menahan semua pukulan yang berjalan secara beruntun itu.


Ophilia melebarkan matanya ketika melihat Ogun melepaskan banyak sekali pukulan sampai ia dapat melihat jutaan tinju di sekitar tubuhnya itu menyerang Mitsuki sekaligus yang menahannya menggunakan tombak itu.


"A-Aku mengingatnya... Myrmidon, mereka memanglah ras paling mengerikan kedua di Kountraverse karena dikatakan seni bela diri kematian yang mereka pelajari mengabaikan sihir, konsep, dan kemampuan apapun." Batin Ophilia.


"Ogun adalah salah satu dari guru mereka... itu artinya dia lah yang sempat melukai Zoiru sejak itu sampai ia dimakan oleh Bamushigaru hanya untuk berlindung."


"Keabadian atau inti kehidupan yang berada di dunia atau ruangan lain akan tetap terkena ketika pukulannya itu berhasil mengenai musuhnya." Ophilia menumbuhkan sayap Phoenix lalu ia memunculkan zirahnya juga.


"Soaring Phoenix...!!!" Ophilia melompat ke atas lalu melepaskan gelombang api yang berhasil mementalkan Ogun ke belakang sampai ia memiliki beberapa luka bakar.

__ADS_1


Karena terlalu fokus menyerang, ia lupa untuk menahan serangan apapun yang mencoba untuk mendatangkan dirinya, tetapi Ogun memiliki cari ampuh yang membantu dirinya pulih cepat yaitu menusuk kulitnya dengan jarum tipis.


"Salah satu barang yang berkaitan dengan kultivasi..." Kata Ophilia.


Ogun melihat Ophilia melepaskan cahaya merah yang mencoba untuk mengulur waktu sampai Mitsuki mengumpulkan kekuatan penuh untuk mengakhiri Ogun secepat mungkin.


Ogun melihat Ophilia membangkitkan banyak sekali pasukan makhluk sihir replika yang terus menyerang dirinya, ia juga perlu berhati-hati dengan Phoenix yang akan menembakkan banyak sekali gelombang api neraka.


Ophilia menjentikkan jarinya sampai semua makhluk sihir itu menabrak Ogun lalu melepaskan ledakan yang besar sehingga ia terpental ke belakang lalu melihat Mitsuki mendatangi dirinya.


"Hraaahhhhh...!!!"


"Decagrammaton Order: Daath Integral Assault!!!" Mitsuki mengerahkan semua kekuatannya sampai titik akhir lalu ia menggunakan sebuah kemampuan bertempur yang mana akan melancarkan tebasan beruntun ke arah musuh.


Serangan itu juga berguna untuk melemahkan pertahanan lawan maupun menciptakan efek kerusakan yang begitu besar baik ke arah lawan yang menjadi target hingga area di sekitarnya sampai menghancurkan pelindung arena yang dipasang oleh Ogun.


Area serangan ini memiliki cakupan yang luas dan kecepatan serangan yang sangat cepat melebihi kecepatan cahaya seolah-olah waktu bergerak sangat lambat bagi penggunanya.


Setiap tebasan tidak akan menimbulkan bekas sayatan tetapi menciptakan sayatan yang begitu dalam dimana semua energi lawan langsung diserap secara instan dalam hitungan sepersekian detik.


"Sekarang kesempatanmu...!!! Lari...!!!" Teriak Mitsuki keras yang mulai kehilangan banyak Lenergy dan kekuatan karena ia melepaskan semuanya dalam serangan tersebut.


"Legends..."


"...NEVER DIES!!!"


"A-Apa...?!" Ophilia baru saja diperintahkan untuk lari tetapi ia tidak bisa meninggalkan seorang rekan bertarung sendirian.


Ophilia mulai mengarahkan sihir menuju arah Ogun yang terus menerima serangan itu dari Mitsuki sampai bajunya langsung robek, "Mereka terlalu dekat...!"


"... ...!!!" Serangan Mitsuki mendadak berhenti ketika melihat Ogun memperbesar semua ototnya itu sehingga ia mengepalkan tinjunya yang menonjolkan banyak urat sampai auranya membentuk tengkorak kematian.


Terdapat tulisan kematian di tapak kanannya itu, "Sekarang, waktu itu akan aku hentikan... waktu dimana kau tidak bisa menghembuskan nafas lagi, Fist of Endless Path."


"... ...!!!" Mitsuki merapatkan giginya lalu ia mengerutkan dahinya selagi menaikkan pertahanannya sehingga pukulan yang Ogun lepaskan memotong kedua lengannya itu sampai tinjunya mengenai dadanya.


Pandangan Mitsuki langsung memutih sehingga semua organ di dalam tubuhnya hancur sampai kesakitan berjalan secara instan seperti tidak mengetahui bahwa kesakitan itu ada atau tidak, "A-Ack..."


Mitsuki sebenarnya memiliki kemampuan pasif dimana tubuhnya mendapatkan kekuatan keabadian dimana ia tidak dapat mati maupun merasakan luka apapun dan hanya bisa dilukai ketika konsep Sephira Ether terganggu


Tetapi Fist of Endless Path yang dilakukan oleh Ogun jauh lebih mutlak sampai menghancurkan semua konsep yang ada pada Mitsuki termasuk dengan seluruh kekuatan dan Lenergynya sampai lenyap.


Pandangan yang Mitsuki lihat putih sekali sampai ia melihat Asriel membelakangi dirinya bersama kedua putrinya yaitu Konomi dan Ako langsung menoleh ke belakang dengan sebuah senyuman yang diperlihatkan.


"Maaf... kan... aku... anak-anak..." Mitsuki langsung terjatuh di atas tanah tanpa nyawa sedikit pun sehingga tubuhnya langsung menghilang sampai mengejutkan Ophilia.


"... ...!!!" Ophilia memasang tatapan yang terlihat kaget, ia mulai merapatkan giginya selagi memasang tatapan mengancam kepada Ogun yang sudah membunuh temannya sendiri.


"Mitsuki...!!! Brengsek kau, Ogun...!!!" Teriak Ophilia keras sehingga tubuhnya melepaskan banyak sekali api yang dihasilkan dari Phoenix sampai ia mulai menumbuhkan pedang yang terbakar.


Perasaannya bisa dibilang masih takut tetapi harga dirinya sebagai bangsa Legenda tetap membantu dirinya untuk berjuang dan menghentikan Ogun sebelum dirinya membantai pasukan lain.

__ADS_1


"LEGENDS NEVER DIES!!!" Seru Ophilia keras yang mulai melesat maju menuju arah Ogun lalu melancarkan banyak sekali tebasan menggunakan pedangnya itu.


Ogun menahannya menggunakan lengan kanannya itu sampai mengeluarkan banyak darah lalu ia dapat melihat Ophilia sudah berada di hadapannya dengan tatapan mengancam.


Satu tebasan mulai Ophilia lepaskan tetapi berhasil ditahan oleh Ogun menggunakan jarinya, ia mencoba untuk menyerang Ophilia yang langsung berputar di atas langit lalu menendang wajahnya itu.


Ogun mulai menahan semua serangan itu menggunakan jarinya lalu ia melancarkan satu tendangan sampai Ophilia terhempas ke belakang dengan mulut yang mengeluarkan banyak darah.


"Aku tidak akan membiarkan dirimu berkeliaran lalu membantai mereka semua...!!!" Teriak Ophilia keras yang kembali maju dengan kekuatan dan Lenergy penuh.


Ogun melancarkan satu pukulan yang berhasil Ophilia tahan sehingga matanya terbuka lebar ketika melihat pukulannya itu mulai meretakkan pedangnya sedikit demi sedikit sampai ia mulai mengerahkan semua tenaganya.


Ophilia melompat ke belakang lalu ia menarik nafas dalam-dalam dan mengikhlaskan semua perasaan yang ia rasakan, "Legends never dies... Legends never dies... Legends...!!! NEVER DIES!!!"


Ophilia muncul di hadapan Ogun sampai ia sempat tidak melihat pergerakannya itu, ia awalnya sudah mengayunkan pedangnya itu tetapi ia mengubah formasi dengan berputar lalu menendang wajah Ogun sampai ia terpental ke belakang.


Ophilia terus mengatakan itu tanpa henti selagi bertarung karena ia percaya waktu kehidupannya masih panjang, dirinya masih ingin melihat masa depan yang misterius itu.


Ophilia terus menipu Ogun tanpa henti dengan melakukan serangan yang dijadikan sebagai tumbal sampai kedua kakinya mulai mencekik leher Ogun lalu ia melempar dirinya ke arah lain.


Ophilia muncul di sebelah Ogun dengan sebuah putaran yang dilanjutkan oleh tebasan tetapi Ophilia berhasil menghindarinya dengan menunduk lalu berguling ke belakang.


Ogun melebarkan matanya ketika pandangannya memperlihatkan Ophilia yang melebarkan kedua sayapnya dengan pedang yang mengarah menuju lehernya itu.


Ogun melompat ke atas lalu mereka melancarkan satu serangan pengakhiran sampai kedua petarung itu mulai mendarat saling membelakangi, "... ..."


Ophilia melihat zirah Phoenix itu hancur sampai dadanya memiliki bekas pukulan yang mengeluarkan banyak sekali asap, serangan Ogun berhasil mengenai dirinya tetapi tidak untuk pedangnya yang patah karena menyentuh tubuh Ogun.


"Apa... aku sudah... melakukan tugasku dengan baik...?" Ophilia berlutut di atas tanah karena ia sudah tidak memiliki kendali terhadap tubuhnya tetapi pedangnya itu tertancap di atas tanah sampai membantu dirinya untuk tetap berlutut.


Pandangan Ophilia memutih lalu ia bisa melihat naga Leviathan Hana di atas langit yang sedang melawan Anacondrai, "Maaf..."


"...semuanya..."


"Arata... maaf..."


"...Hana... aku tidak bisa..."


"Koizu... mi... lanjutkan... tekad seorang Phoenix..."


"...Korrina... teruslah hidup... tanpaku..."


"...aku... waktuku... tidak bertahan lama..."


"...semoga..." Ophilia menghembuskan nafas terakhirnya selagi melihat Arata yang sedang melawan pasukan Zerdian.


"...beruntung." Ophilia mulai menghilang dalam keadaan berlutut.


Ogun mulai mengerutkan tubuhnya lagi menjadi kurus kerempeng, "Aku berhasil mengalahkan seorang veteran dalam medan perang..."


"...usaha kalian bukanlah hal yang tidak berguna, Legenda."

__ADS_1


[Phoenix Ophilia - Gugur]


[Hayami Mitsuki - Gugur]


__ADS_2