Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 251 - Rencana Terakhir


__ADS_3

2nd Cour - Arc of Komi


Semua ini dimulai beberapa bulan yang lalu, tetapi semua masalah dan ancaman yang terus bermunculan ini terasa seperti selama-nya dan tidak pernah akan berhenti... walaupun satu bulan itu cukup pendek tetapi masalah yang kita hadapi saat ini mampu membuat kita melupakan hari dan waktu. 


Author: LegendaNgawur


Sesuatu yang terdengar enteng, tetapi semua itu tidak bisa dibayangkan. Kembaran-ku bernama Komi Comi telah datang... hanya untuk membalas dendam tentang dunia-nya yang selalu saja dipenuhi dengan konflik dan ancaman, dia masuk ke dimensi ini untuk bertarung dengan-ku hingga pada akhir-nya kita menciptakan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan.


Ruangan kemustahilan... tercipta jika dua Vanish saling beradu dan bertemu, sekali terdapat seseorang yang masuk ke dalam ruangan itu maka dia akan diberkahi dengan sesuatu yang terdengar mustahil, setelah kita keluar dari ruangan itu... kedua semesta Touri kita masing-masing terbelah menjadi dua hingga bersatu... menciptakan inti Touri yang baru dan jauh lebih besar.


Yuusuatouri: A New Life Being a Legend.


Semua tujuan itu berubah ketika ia mengetahui inti semesta Touri yang baru... tujuan-nya bukan hanya balas dendam tetapi ia memilih untuk menciptakan sebuah dunia yang baru... sebuah dunia dimana ia berkuasa dan mengendalikan semua-nya... karena tingkah-nya... dia sudah membunuh banyak populasi termasuk membasmi seluruh dewa dan dewi yang bertugas di [Kamitouri].


Sampai sekarang... Haruka dan Okaho mengetahui beberapa rencana yang Komi buat, salah satu-nya ia mendapatkan sebuah buku sihir yang sangat bahaya dan juga menguntungkan untuk seseorang yang ia menguasai sesuatu... buku yang berpotensi untuk membangkitkan seluruh populasi yang sudah mati dan hilang, semua yang dibangkitkan... hanya akan bertunduk kepada seorang pemilik dari buku sihir tersebut.


Rencana lain-nya adalah... ini cukup menyedihkan, dia menciptakan seorang Legenda sempurna menggunakan DNA Shira dan Shinra, bukan hanya mereka berdua tetapi Komi menambahkan beberapa DNA dan kekuatan untuk Legenda tersebut dengan membunuh suami-nya sendiri dan bahkan putri-nya sendiri.


Semua DNA yang tergabung itu... hanya ilmuan jenius dari Yuutouri dan Xuusuatouri dapat membangkitkan seorang Legenda sempurna yang bernama [Shiratori Hirato]. Dia telah menciptakan kehancuran abadi baru... masalah yang lebih rumit dibandingkan dengan Rxeonal, bukan hanya Shiratori Hirato tetapi dia telah membangkitkan sesuatu yang seharusnya sudah mati...


Sesuatu yang seharusnya dihentikan... cara menghentikan-nya adalah takdir kematian itu sendiri, Komi telah memiliki banyak kekuatan... bahkan ia juga sudah menguasai sihir Necromancer yang dapat mengontrol seluruh energi kehidupan termasuk Touri sendiri...


Setelah berdiskusi selama berhari-hari bersama teman-temanku dan seseorang yang dapat kita percayai... kita mendapatkan sebuah rencana. Rencana untuk menghentikan Komi dan seluruh rencana-nya, aku sudah tidak bisa lagi merasakan keberadaan Haruka dan Okaho, itu artinya mereka seperti-nya kalah dan penyebab-nya tidak jauh lagi energi kehidupan yang menyerap energi mereka berdua sampai habis.


Rencana yang kita ciptakan sepertinya terlambat... semua ini kembali berjalan ketika kita semua pertama kali bertemu dengan Komi, ya... kekalahan dan kehancuran... berlutut kesakitan dan kelelahan melawan musuh-musuh yang sangat kuat dan setara satu level di bawah Komi, hampir tidak ada harapan apapun...


***

__ADS_1


Komi menyilangkan kedua lengan-nya, ia menatap inti semesta yang satu ini dipenuhi dengan ledakan dimana-mana... sepertinya ritual yang ia lakukan berhasil dan ritual itu adalah...


"Hahahahaha...!!! Hahahahahahahaha!!!" Komi tertawa terbahak-bahak lalu ia melirik ke belakang dan melihat sepuluh orang yang sedang berlutut kepada diri-nya sendiri, kedua mata mereka dipenuhi dengan warna hijau bahkan tubuh mereka sendiri diselimuti dengan hijau kegelapan serta terdapat cincin hitam di atas kepala mereka yang menandakan mereka dihidupkan secara paksa.


Di punggung mereka masing-masing terdapat sebuah cincin besar serta simbol di tengah-tengah cincin tersebut, hampir sama seperti Komi tetapi Komi jauh lebih berbeda karena simbol yang berada di tengah cincin-nya itu melambangkan [Segalanya]. Crimson, Sacred, Scarlet, Void, Stardust, Vortex, Abyss, Oath, Eternal, dan Nether...


Sepuluh sihir yang sangat kuno... sepuluh sihir yang bisa disebut sebagai [Ancient Magic], Komi telah membangkitkan sepuluh orang yang telah menciptakan Grimoire itu sendiri serta orang pertama yang menjadi pemilik dari Grimoire yang mereka ciptakan masing-masing, rencana Komi telah berjalan cukup baik sehingga ia menyuruh Dewa kuno Abyss dan Dewa kuno Nether untuk menyerang Touri dengan pasukan mereka yang keluar melalui buku sihir mereka masing-masing.


"Sepertinya rencana-ku yang satu ini berjalan cukup baik... itu artinya aku hanya harus menjalankan rencana terakhir-ku, rencana yang sudah pasti akan membawa diri-ku menuju puncak kemenangan...!" Komi mengepalkan kedua tinju-nya sambil menunjukkan senyuman yang terlihat jahat.


"Sebelum itu aku harus mengenal nama kalian..." Komi menatap mereka semua hingga kedua mata-nya memancarkan cahaya merah yang mengartikan ia mencoba untuk mengumpulkan beberapa informasi dari mereka semua.


[Ananke Ghifari - Ancient God of Crimson]


[Konami Comi - Ancient Goddess of Sacred]


[Oni Selene - Ancient Goddess of Void]


[Judas Dustinum - Ancient God of Stardust]


[Xetrox Xetrov - Ancient God of Vortex]


[Abysnia'en - Ancient Goddess of Abyss]


[Mozoik Seigan - Ancient God of Oath]


[Eternio Eien'o - Ancient God of Eternal]

__ADS_1


[Ignatia - Ancient Goddess of Nether].


"Baiklah... Sepertinya kita sudah siap..." Komi tersenyum jahat lalu ia berjalan keluar untuk melihat kondisi Touri yang saat ini dipenuhi dengan kehancuran, tetapi sayang sekali... Komi masih bisa merasakan banyak sekali keberadaan seseorang yang pernah melawan diri-nya bahkan ia sempat ragu-ragu... apa yang Korrina coba rencanakan sekarang? Melihat semua kehancuran yang sudah tidak bisa lagi ditangani.


Termasuk perbuatan dari seorang dewi yang bernama Ignatia, api-nya bisa disebut sebagai api yang sangat kuat hingga api itu sendiri tidak terdapat di semesta Touri sendiri melainkan di inti semesta lain-nya yang bernama [Palouce], api yang tidak dapat dipadamkan karena api itu hanya akan terus bertambah kuat jika seseorang mencoba untuk memadamkan-nya... ditambah lagi Ignatia sudah mengubah beberapa daratan menjadi daratan yang berbeda.


Daratan dimana api tidak akan pernah bisa padam serta daratan yang dapat membuat pergerakan seseorang menjadi lambat... daratan itu juga bahkan dapat menciptakan sebuah monster penghancur yang sangat mengerikan, Komi hanya perlu mengandalkan Ignatia sehingga ia menyesal karena tidak menghidupkan beberapa dewa-dewi kuno yang memiliki sihir dari luar Touri.


"Baiklah... sudah saatnya kalian melakukan tugas kalian masing-masing---"


"Sepertinya masa depan yang kita lihat benar-benar mutlak untuk dihentikan... jika kita mencoba untuk menghentikan-nya maka  buku sihir itu sudah pasti akan membunuh kita hingga mengubah kita menjadi kering... sekali itu terjadi maka kau akan mendapatkan kesempatan kemenangan untuk selama-lamanya." Suara yang Komi terdengar itu terdengar sangat tidak asing sehingga ia langsung melirik ke belakang untuk melihat tubuh Haruka dan Okaho yang tiba-tiba berubah menjadi debu.


"Apa yang kita lihat benar-benar jauh dari imajinasi kita... keberadaan yang terasa asing... juga mengerikan, kau sendiri membawa seseorang asing yang berasal dari luar semesta. Cukup menyebalkan dan cukup menakjubkan..." Okaho dan Haruka menampakkan diri mereka di depan mereka semua hingga Komi dan yang lain-nya langsung terkejut ketika melihat Okaho dan Haruka yang berada di wujud dewasa-nya serta mereka menggunakan pakaian dewi kuno untuk membuat mereka semua sadar.


"I-Itu...!? Anak dari Jikanaru Mertiana...!" kata Mozoik, semua dewa-dewi kuno itu sudah jelas mengenal mereka berdua karena mereka awal-nya berasal dari masa kuno tetapi mereka melarikan diri hingga memutuskan untuk tinggal di masa sekarang bersama Comi hingga menjadi keturunan Comi itu sendiri.


"Tidak perlu berbicara seperti itu... aku sudah muak mendengar nama dari marga tersebut, aku bukan lagi Jikanaru Haruka... aku bukan seorang dewi kuno lagi karena aku sekarang adalah seorang mortal yang akan melindungi semesta yang sudah kakek-ku ciptakan." Haruka mengepalkan kedua tinju-nya.


"Cukup menyedihkan... kau benar-benar menyia-nyiakan kesempatan-mu untuk menjadi dewi kuno waktu... kau memiliki banyak potensi dengan sihir waktu-mu, kau sendiri bahkan cucu dari pencipta sendiri. Tetapi... Zangetsu sudah melihat banyak sekali masa ke masa dan dunia ke dunia bahwa kau sangat berbahaya..." Kata Eternio.


"Benar sekali... jadi ini Haruka yang Zangetsu lihatkah? Berpihak kepada seorang mortal... melindungi sesuatu yang seharusnya tidak dilindungi oleh dewi kuno... melanggar semua keseimbangan yang ada..." Kata Abysnia'en.


"Kakak... jangan dengarkan mereka... tidak ada yang memiliki kewajiban atau hak untuk memilih jalan hidup-mu sendiri." Okaho mencoba untuk menenangkan Haruka yang terlihat kesal, kedua jarum jam bergerak cepat yang mengartikan... dia mencoba untuk menghancurkan pembatas yang dapat menunjukkan seluruh kekuatan asli-nya.


"Ternyata Okaho ya... Sama bodoh-nya seperti Haruka sepertinya, kau menggunakan kekuatan hebat itu demi keinginan-mu sendiri... menjadi salah satu dari Haruka." Xetrox menyilangkan kedua lengan-nya, Komi menahan tawa-nya melihat mereka semua merendahkan Haruka dan Okaho yang seharusnya tidak berpihak kepada keadilan, seharusnya mereka bersikap netral.


"Tutup mulut kalian...!!!" Okaho melepaskan dorongan yang besar hingga mereka terdorong sedikit sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Ternyata kau benar-benar Okaho..."

__ADS_1


"Menarik sekali..."


__ADS_2