Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 445 - Listrik


__ADS_3

Hana melebarkan matanya lalu ia mulai menendang tubuh Minami ke depan, setelah itu ia melirik ke belakang dan menahan satu serangan gelombang petir yang mengenai kedua lengannya.


Hana tercengang ketika kekuatan listrik itu mulai menyebar di seluruh tubuhnya bahkan sampai mengalir di setiap anggota tubuhnya dan mencoba untuk menyakiti dirinya dari dalam.


"Grrgghh...!!!" Hana memejamkan kedua matanya lalu ia menggunakan sihir [Leviathan Armor] untuk melindungi tubuhnya dengan sisik naga Leviathan.


Serangan listrik mulai beradu dengan zirah yang dikenakan oleh Hana, pada akhirnya semua listrik itu mulai diselimuti dengan gelembung yang melayang ke atas langit dan perlahan-lahan listrik di dalamnya berubah menjadi air.


"A-Apa...?! Sihir air...?! Informasi yang aku baca sejak itu...! Kau tidak memiliki sihir air sama sekali di informasi yang aku baca!!!"


Whiterice menancapkan kedua besinya di atas tanah lalu ia mengeluarkan besi lainnya untuk menghantam kedua besi itu sehingga sihir listrik yang berada di dalam dirinya mulai membesar ketika mendengar suara yang begitu bising.


Menyebabkan dirinya mengeluarkan sihir listrik area yang begitu terang, listrik berwarna emas bahkan sampai menyilaukan mata Hana.


"Sepertinya gedung informasi tidak selalu menjual informasi yang benar...!!!"


"Sialan, jika kau memiliki sihir air maka aku akan mencoba untuk menyambar dirimu dengan listrik dan air yang kau ciptakan, listrik jika di campur dengan air maka efeknya akan bertambah sangat kuat!"


Whiterice terus menghantam besi-besi itu sampai tubuhnya melepaskan petir yang menghancurkan hutan di sekitarnya, membuat beberapa murid di sekitar wilayah itu tercengang ketika melihat suara petir yang keras.


Petir itu mulai melesat ke atas dan membakar daun-daun pohon hutan sehingga menyebabkan kebakaran hutan yang besar.


Hana melirik ke belakang dan melihat Minami yang kesakitan, ia sampai melakukan garukan kecil di tubuhnya yang menyebabkan cakarnya itu mengupas kulitnya bahkan sampai merobek dagingnya.


Hutan adalah sumber kekuatan Minami dan jika hutan itu hancur maka ia akan menerima kesakitan di dalam tubuhnya untuk sementara.


"Mi... Minami..."


"Aku akan melepaskan langsung kekuatan penuh yang aku miliki untuk mengalahkan dirimu, Shimatsu Hana!!! Persiapkan dirimu...!!!"


"Aku menyerap seluruh energi murid yang mengikuti ujian ini dan mengubahnya menjadi sumber listrik yang dapat memperkuat kekuatan dan sihirku ini.


"Kau pasti akan langsung mati ketika menerima satu serangan ini!!!"


Whiterice menancapkan besi lebih banyak lagi di sekitarnya sehingga besi panjang yang berbentuk tongkat mulai mengelilingi dirinya, setelah itu ia mulai menghantam semua besi itu sambil berputar seperti angin topan.


"K-Kekuatan yang besar sekali... g-gila... apakah dia...?! Tidak mungkin dia bawahan dari kelas 3D! Pasti pemimpin! Aku yakin itu!!!"


Hana terus menahan semua tekanan kekuatan yang dilepaskan oleh Whiterice, listrik itu terus memaksa masuk ke dalam tubuh Hana dan memberi dirinya sedikit rasa nyeri ketika terkena sambar oleh petir.


"Ck... Mengubah energi sihir seluruh murid menjadi sumber listrik untuk dirinya...?!"


"Ras Beast seperti dirinya... gi-gila...!" Hana melihat Whiterice maju ke depan lalu ia mengayunkan kedua besi emasnya itu yang sudah dialirkan dengan sumber listrik besar.

__ADS_1


Dengan cepat Hana menyelimuti kedua lengannya dengan air yang mengandung dosa [Envy].


Mereka mulai saling bertukar serangan dan listrik itu sempat tertahan oleh air yang dimiliki oleh Hana.


Di saat itulah ia harus membuang semua air yang sudah terkena listrik itu tetapi tidak bisa karena semua listrik yang berada di dalam gelembungnya mulai melukai tubuhnya sampai meninggalkan luka tebas.


"Grgh...!"


Serangan Whiterice begitu cepat karena sumber listrik di dalam dirinya yang begitu besar sehingga Hana tertekan dan menerima satu serangan hantam dari besi itu yang membuat dirinya terlempar jauh ke belakang bahkan sampai terlihat oleh murid lainnya.


Murid yang berada di Hana mulai tersambar dengan listrik yang menyelimuti tubuhnya.


Whiterice bergerak seperti listrik dan melihat Hana mencoba untuk menyingkirkan semua listrik itu tetapi terlambat karena ia berhasil melakukan serangan lainnya yang mengenai perut Hana sampai ia memuntahkan darah yang banyak melalui mulutnya.


"Hueegghhhh...!" Hana mengenai gunung besar di belakangnya bahkan sampai menyebabkan gunung itu terbelah menjadi dua, listrik yang berada di dalam tubuh Hana mulai menyebar dan menyebabkan kebakaran hutan lainnya.


Untungnya Hana masih bisa bertahan karena di dalam tubuhnya ia sempat menciptakan gelembung air untuk menyerap seluruh serangan listrik itu jika tidak maka jantungnya bisa saja hancur ketika menerima serangan tadi yang sangat mematikan.


"Heh... apakah kau melihatnya, Hana? Ras Beast memiliki tekad bertarung besar, latihan yang aku lakukan selama ratusan tahun telah memberi diriku hasil kekuatan listrik yang begitu besar."


"Berlatih di cuaca yang ekstrem ketika petir sambil memegang besi tajam yang dapat mengundang sambaran petir...!!! Memberi diriku hasil yang memuaskan!!!" Seru Whiterice keras.


"Aku akan membuat dirimu, gosong...!!! Hana!!!"


Whiterice melompat menuju arah Hana dan mencoba untuk melancarkan beberapa serangan lagi tetapi tubuhnya langsung diselimuti dengan gelombang besar.


"Gelembung...!? Percuma saja...!!! Listrikku akan menembus dan menghancurkan gelembung ini...!!!" Whiterice tersenyum jahat.


Ia mencoba untuk melepaskan kekuatan listrik yang besar melalui tubuh dan besi yang ia pegang tetapi Hana hanya bisa bangkit lalu berjalan pergi meninggalkan Whiterice yang sudah terjebak di dalam gelembung tersebut.


"Kau mau ke mana---" Whiterice tercengang ketika lidahnya merasakan air yang terasa sangat asin bahkan sampai membuat kedua matanya perih.


Ia baru saja sadar Hana mengumpulkan seluruh air yang dimiliki oleh lautan sekarang dengan menggerakkan kedua lengannya tadi sekarang semua air laut itu masuk ke dalam gelembung yang diciptakan oleh Hana.


Menggantikan air biasa menjadi air lautan yang mulai membesar sampai membuat listrik yang berada di dalam tubuh Whiterice dan senjatanya mulai terpisah.


Air laut dapat menghantarkan listrik jadi semua listrik yang berada di dalam tubuh Whiterice mulai dipindahkan ke dalam lautan oleh Hana yang memisahkannya dengan cepat.


Whiterice bisa melihat gelembung itu mulai melepaskan gelombang air yang melesat menuju arah lautan, tubuh Whiterice mulai tertarik dari arah yang berbeda karena tubuhnya sudah bersatu menjadi listrik.


Hana mulai meminta maaf kepada ikan-ikan yang berada di laut karena mereka semua pasti akan mati terkena sambar listrik itu.


"A-Aku lupa...!!! Kita...!!! Kita...!!! Kita...!!! dekat dengan air lautan...!!! Jika saja...!!!"

__ADS_1


"...Jika saja kau tidak memiliki sihir air...!!! Aku pasti menang...!!!"


"Kau terlalu percaya diri... serangan yang kau berikan kepadaku hanya membuat tubuhku mengalami pemanasan yang cukup baik." Hana tersenyum serius sehingga tubuh Whiterice terbelah menjadi dua.


Seluruh listriknya terserap habis karena sudah menyebar di dalam lautan. Hana melihat tubuh Whiterice yang terbelah menjadi dua.


Sepertinya ia tidak sengaja membunuhnya tetapi tubuhnya kembali bergabung ketika ia merasakan cahaya dari [Golden Nature].


"Ahh..." Hana melirik ke belakang dan melihat Minami baik-baik saja, Hana menunjukkan senyuman yang terlihat sangat bersyukur.


"Minami... kamu baik-baik saja..."


"Ya, untuk sekarang, musuh yang kita lawan cukup kuat juga. Aku tidak menyangka sihir listrik memiliki kekuatan yang mengerikan seperti---"


Minami melebarkan matanya ketika melihat Whiterice menghilang begitu saja, pendengaran mereka mulai dikejutkan dengan suara deringan bel dimana suara Morgan mulai terdengar sekarang.


"Pemimpin dari kelas 3D telah gugur, itu artinya seluruh murid dari kelas 3D akan dikeluarkan dari akademi!" Ucap Morgan.


Hana dan Minami terkejut ketika mendengarnya bahwa Hana baru saja mengalahkan pemimpin dari kelas 3D, tersisa empat kelas lagi dari angkatan ketiga.


Hana masih tidak bisa mempercayai apa yang baru saja ia dengar, ujian baru saja di mulai dan ia sudah mengeluarkan seluruh murid dari kelas 3D dengan mengalahkan pemimpinnya.


"Wah, hebat juga pemimpin kami! Hana, aku tidak menyangka kau langsung mengalahkan dirinya."


Minami mulai menepuk punggung Hana beberapa kali, merasa bangga bahwa Hana sepertinya mengetahui pemimpin dari kelas 3D dengan mudah.


"A-Aku... aku tidak menyangka murid yang tadi aku lawan adalah pemimpin dari angkatan 3D."


"Hehhhh...? Justru bagus lah, kita mendapatkan poin yang besar jika mengalahkan seorang pemimpin bahkan sampai mengeluarkan satu kelas."


"Mari kita lihat poin itu bersama-sama dengan yang lainnya."


Minami tersenyum lalu ia meraih tangan Hana untuk mengajak dirinya pergi kembali ke tempat persembunyian mereka dan Hana masih penasaran dengan Minami yang masih selamat, ia terlihat biasa saja seperti tidak terjadi apa pun.


"Minami..."


"Iya?"


"Apakah masih sakit? Kamu menerima serangan listrik Whiterice dalam jumlah yang begitu besar."


"Masih sakit... Tapi berkat Golden Nature, aku dapat bertahan sedikit demi sedikit."


"Tenang saja, aku sekarang baik-baik saja karena gelembung air yang memindahkan seluruh sihir listrik di dalam tubuhku."

__ADS_1


"Begitu ya..." Hana tersenyum.


"...syukurlah."


__ADS_2