
Arata, Haruki, dan Shizen menahan aura yang terlepas dari tubuh Zangetsu, aura-nya itu mampu melukai mereka sedikit demi sedikit dan memiliki dorongan besar yang mampu untuk melempar mereka keluar dari semesta Touri. Aura yang tadi-nya menyelimuti Zangetsu tiba-tiba hilang dan mereka bertiga sekarang memiliki kesempatan untuk menyerang diri-nya.
"Tadi adalah cuplikan kekuatan asli-ku... sayang sekali, tubuh masih belum sempurna dan terbiasa!" Mereka bertiga melesat menuju arah Zangetsu dengan bersamaan, Zangetsu muncul tepat di belakang mereka bertiga lalu ia menendang Arata sehingga ia terlempar ke belakang dan mencoba untuk melanjutkan serangan lain-nya tetapi gagal ketika Shizen melepaskan ledakan yang mampu mendorong mereka semua ke belakang.
Mereka kembali bergerak menuju arah Zangetsu dan melancarkan beberapa serangan, Zangetsu menahan semua serangan itu dengan mudah karena kedua lengan-nya saat ini diselimuti dengan aura hitam yang sangat pekat. Serangan mereka mulai bertambah kuat dan semakin cepat sehingga Zangetsu tersenyum penuh dengan kepuasan ketika menahan semua serangan itu.
Zangetsu menahan serangan Haruki lalu ia menghantam wajah-nya sampai ia terlempar ke belakang, Zangetsu menghantam wajah Arata menggunakan sikut-nya lalu ia menendang wajah Shizen sehingga mereka terlempar ke belakang. Zangetsu menatap Haruki lalu ia mencoba untuk mendekati-nya tetapi Arata melempar tujuh pedang-nya ke arah Zangetsu sehingga ia langsung mengeluarkan dorongan besar yang mampu mementalkan pedang-pedang tersebut.
Zangetsu menatap ke depan dan melihat Haruki yang sedang mengisi kekuatan-nya untuk meluncurkan [Chaos Vengeance] lagi, di sisi lain-nya juga terlihat Shizen yang sudah mengumpulkan seluruh kekuatan-nya dan menandakan sebuah simbol ledakan di bawah Zangetsu sehingga mereka berdua dengan bersama menggunakan sihir tersebut.
Baaaammmmmm...!!!
Terjadi ledakan dan guncangan yang sangat dahsyat sehingga Zangetsu masih bertahan dan meluncurkan satu serangan tinju ke arah Haruki, untungnya ia bisa melihat serangkai serangan-nya itu dan berhasil menghindar-nya, jika tidak maka ia akan terjebak dalam serangan bertubi-tubi milik Zangetsu. Walaupun dia berhasil menghindari serangan itu, ia melihat Zangetsu yang menghampiri sehingga Shizen mendorong Haruki dan serangan yang dilancarkan Zangetsu mengenai tubuh Shizen.
"Grggghhh!" Zangetsu melebarkan kedua mata-nya ketika ia melukai Shizen, ia malah terlempar ke belakang karena ledakan yang berasal dari dalam tubuh-nya itu, sekarang Zangetsu mengerti... tubuh Shizen diselimuti dengan kemampuan yang dapat menciptakan ledakan jika dia terluka seperti tadi.
"Rasa sakit itu tidak terasa... kau hanya membuat rasa sakit itu menjadi ledakan untuk-ku." Shizen tersenyum.
Haruki bergerak ke depan lalu mengayunkan kedua pedang-nya dan menggunakan seni berpedang-nya, Zangetsu menahan semua serangan itu dengan kedua lengan-nya yang diselimuti dengan aura-nya sendiri... Haruki sempat terkejut karena semua serangan yang ia lakukan itu tidak mempan tetapi mampu untuk melukai-nya sedikit demi sedikit.
Haruki masih belum berhenti menyerang karena kecepatan serangan yang bertambah berkali-lipat sekarang sehingga mereka berdua terus mundur ke belakang dan mengenai beberapa asteroid yang terdapat di belakang Zangetsu. Arata tiba-tiba muncul di belakang-nya dan Zangetsu menoleh ke belakang.
__ADS_1
"Jangan alihkan pandangan-mu dariku!!!" Haruki mencoba untuk menusuk jantung-nya tetapi Zangetsu menangkis kedua pedang-nya itu ke atas sehingga ia menghantam dada Haruki menggunakan sikut-nya lalu ia menendang wajah-nya sampai ia terlempar ke atas dengan kecepatan kasat mata sampai Arata sendiri tidak melihat-nya dia bergerak.
Sekarang bagian Arata yang mulai mengayunkan ketujuh pedang itu secara bersamaan, Zangetsu menahan semua serangan itu sambil merapatkan gigi-nya karena serangan yang ia rasakan ini cukup menyakitkan dan menyusahkan diri-nya... bekas luka Haruki ditambah serangan Arata hanya semakin memperburuk kondisi-nya.
Arata mundur ke belakang dan Zangetsu mulai mengejar-nya tetapi Shizen meluncurkan sihir ledakan yang berjumlah banyak sampai ia melompat ke belakang untuk menghindari serangan itu. Haruki kembali datang dan saat ini ia melesat menuju arah Zangetsu lalu ia mengayunkan kedua pedang-nya secara bersamaan sehingga Zangetsu langsung menahan serangan itu menggunakan jari telunjuk-nya.
"Grrghhh...!!! Sialan!"
"Serangan-mu itu... hanya akan membuat tubuh-ku terbiasa!!!" Tinju kanan Zangetsu mulai diselimuti dengan aura hitam pekat dan ia langsung menghantam perut Haruki sehingga ia langsung diselimuti dengan aura hitam dan gelombang hitam mulai terlepas di sekujur tubuh-nya, menyebabkan diri-nya terlempar ke belakang lalu tidak bisa bergerak untuk sesaat.
"Haruki...!" Arata melihat Haruki yang kalah ketika menerima serangan fatal tadi, ia segera melesat menuju arah Zangetsu dengan cepat... ia sudah menggunakan segala cara tetapi cara itu hanya akan bertahan sekali karena Zangetsu bisa melawan-nya kembali dengan sihir yang dia miliki, pengalaman-nya benar-benar luas soal pertarungan.
Zangetsu menangkis semua pedang itu sehingga Arata langsung memunculkan God Slayer yang mampu meninggalkan luka tebas besar di dada-nya, "AGGGHHHH!!! SIAL KAU!!! BAGAIMANA BISA KAU MEMILIKI SENJATA ITU!?" Zangetsu terdorong ke belakang dengan luka tebas lurus di dada-nya yang mulai mengeluarkan darah yang mengalir deras.
"Kau ternyata...!!! Memiliki gelar God-Slayer, aku menghormati-mu!!!" Zangetsu melancarkan satu pukulan ke atas sehingga ia berhasil menghancurkan gelombang tersebut, Arata melebarkan kedua mata-nya sehingga Zangetsu mulai melepaskan dorongan tinggi yang mampu membuat pedang yang ia pegang terlempar ke belakang.
"Mustahil...!!!" Arata merapatkan gigi-nya sehingga Zangetsu melancarkan satu pukulan lain-nya yang mengenai tubuh-nya, ia terlambat karena sekali ia terkena serangan tersebut maka ia akan terjebak di dalam serangan bertubi-tubi yang mampu melempar-nya mundur menuju perbatasan Touri.
Serangan bertubi-tubi itu berakhir ketika Arata menciptakan sebuah barrier di tubuh-nya, ia mendarat di atas asteroid dan tubuh-nya masih terasa lemas... kedua kaki-nya merinding dengan tiba-tiba sampai kedua lengan-nya terasa sangat kaku. Zangetsu ini benar-benar terus bertambah kuat sampai mereka tidak melihat celah apapun walaupun sudah melukai kedua lengan-nya.
Zangetsu mulai menghampiri Haruki dan Arata yang masih memulihkan diri tetapi ia tiba-tiba merasakan sebuah sentuhan, ia menoleh ke belakang dan melihat Shizen yang sedang memasang sihir ledakan tepat di belakang punggung-nya, "Ciluk ba!" Shizen langsung mengaktifkan sihir ledakan itu hingga menyebabkan daya ledakan yang sangat besar, ledakan itu bisa terlihat oleh kedua belah pihak yang sedang bertarung.
__ADS_1
"Ledakan-nya... hebat juga, seperti-nya kita berhasil membuat Zangetsu sibuk." Haruki tersenyum.
"Ya..." Jawab Arata yang mulai menatap ke depan, asap-asap hitam masih menghalangi Zangetsu dan Shizen yang tiba-tiba terlempar keluar dari dalam asap tersebut. Sihir ledakan yang ia pasang tadi mampu membuat Zangetsu kesal sehingga ia melepaskan dorongan lain-nya, Shizen menatap ke depan dan melihat punggung Zangetsu yang gosong.
"Ini adalah proses latihan-ku!" Shizen tersenyum.
Zangetsu menatap Shizen dengan tatapan yang mengancam, "Kau akan membayar-nya!!! Kau mengubah kulit punggung-ku menjadi hitam!!!" Zangetsu melesat menuju arah Shizen dan Shizen segera melepaskan beberapa ledakan melalui kedua mata-nya tetapi semua ledakan itu tidak mampu melukai Zangetsu sama sekali dan ia langsung disambut oleh Arata bersama dengan Haruki yang mampu meninggalkan luka tebas di wajah-nya.
"Arrrgghhhh!!!" Zangetsu melompat ke belakang, "Kita melihat celah...! Ayo, gunakan kesempatan ini untuk mengakhiri-nya!" Seru Arata.
""Ya!!!""
Zangetsu sekarang menatap mereka bertiga dengan ekspresi yang terlihat tenang, aura hitam yang berlapis itu kembali muncul secara permanen sekarang. Itu bukan pertanda yang baik tetapi Legenda seperti mereka tidak akan pernah menyerah sedikitpun, Shizen meluncurkan satu sihir ledakan tetapi kedua mata Zangetsu bersinar merah dan mampu menghancurkan-nya.
Zangetsu melebarkan kedua matanya ketika melihat Arata dan Haruki langsung menyambut diri-nya dengan serangan kombinasi mereka sendiri, tetapi semua serangan itu dapat mudah ditahan oleh Zangetsu tetapi Haruki berhasil menendang kaki-nya sehingga Arata menebas wajah Zangetsu sampai ia terlempar ke belakang, auranya sempat tidak berguna karena Arata menggunakan Logic Breaker
Mereka bertiga bergerak menuju arah Zangetsu lalu melancarkan beberapa serangan yang sudah tidak lagi mampu melukai Zangetsu, saat ini tubuhnya diselimuti dengan aura hitam dan ia langsung melebarkan kedua matanya hingga aura yang menyelimutinya mulai menyebar dan mampu mendorong mereka ke belakang.
Aura hitam itu langsung melukai mereka, luka itu terasa seperti serangan yang bertubi-tubi dan pada akhirnya mereka kalah, tubuh mereka terasa keram dan tidak bisa digerakkan.
"Hahahahahaha!!! Tubuhku bisa mengetahui isi hatiku!!! Huahahahahahaha!!! Serangan apapun yang akan kalian coba selanjutnya, aku bersama tubuh ini sudah siap untuk menerimanya!!!"
__ADS_1
Shira terlihat kesal ketika Zangetsu berhasil mengalahkan mereka semua, "Sialan..."