Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 224 - Pilihlah Sesuatu yang Dapat Dipercayai


__ADS_3

"Virra... telah tiada...!?" Rianna melebarkan mata-nya ketika melihat Virra yang berbaring di atas kasur dengan sebuah selimut yang menghalangi tubuh-nya, Korrina memberitahu mereka semua dengan ekspresi yang putus asa bahwa ia tidak bisa melakukan apapun... Virra benar-benar terbunuh karena ulah dari Komi yang menusuk leher-nya sehingga menyebabkan pendarahan yang besar.


Rianna menghampiri Virra lalu ia memegang lengan-nya erat sambil menangis tersedu-sedu, bukan hanya Rianna yang sedih tetapi seluruh kakak dan adik-nya menangis ketika melihat Virra yang terbunuh begitu saja oleh Mama mereka sendiri. Ketika melihat mereka semua menangis, Haruka hanya diam di pintu masuk sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat bersalah.


Semua kejadian ini terdapat di kedua mata-nya yang menggunakan kemampuan untuk melihat masa depan, ia tidak bisa melakukan apapun untuk mengubah-nya bahkan memberitahu siapapun kecuali Honoka hanya akan mengubah masa depan hingga menciptakan [Paradox]. Honoka mendekati Haruka lalu ia menepuk punggung-nya.


"T-Tidak... ada... cara lain, kakak..." Kata Honoka pelan.


"Aku tahu... semua ini benar-benar salahku... aku adalah inti dari semua masalah dan konflik yang ada, seharusnya aku tidak menggunakan cara bercabang seperti ini..." Haruka menutup wajah-nya untuk menyembunyikan rasa kesedihan dan penyesalan yang ia rasakan, Honoka ikut menangis ketika melihat Haruka yang sudah lama menahan semua rasa kesakitan dan kesedihan yang ia rasakan.


Korrina menghela nafas-nya kesal, perbuatan Komi benar-benar melewati batas... dia harus bisa dihentikan secepat mungkin sebelum ia melakukan sesuatu yang jauh lebih buruk lagi. Ia kembali bekerja untuk menciptakan sihir yang terbuat oleh diri-nya dengan melalui kecerdasan serta kedua buku sihir yang ada di dalam diri-nya, ia terus bekerja tanpa henti dengan bantuan dari Tech juga.


"... ..." Korrina berhenti bekerja ketika ia merasakan sesuatu yang janggal di dalam diri-nya, entah kenapa ia tidak bisa merasakan keberadaan Mortem... biasa-nya ia sering merasakan-nya berkat dari Grimoire of Crimson yang ada di dalam diri-nya, firasat buruk lainnya melanda diri-nya... sebelah penglihatan-nya mulai menunjukkan jasad tubuh Mortem.


Korrina duduk di atas kursi untuk memastikan penglihatan satu-nya lagi yaitu mata kiri-nya, mata kanan-nya ia pejamkan sehingga diri-nya tiba-tiba berada di dalam sebuah ruangan kosong... terlihat banyak sekali sirkuit sihir yang berwarna hijau tua dimana-mana, ia bisa melihat jasad Mortem dan itu membuat diri-nya terkejut setengah mati.


"M-Mortem...?" Ungkap Korrina, ia ingin sekali berbicara tetapi ia hanya akan menarik perhatian anak-anaknya, lagipula ia dapat melihat jasad Mortem karena detik-detik sebelum kematian Mortem... ia melepaskan satu aura Crimson lalu mengubah-nya menjadi sebuah penglihatan bagi Korrina karena dia sudah pasti akan sangat sensitif dengan sihir Crimson apapun.


"I-Ibu... m... maa... aaf.... kan... aku..." Mortem mulai berbicara, ia masih bisa berbicara karena ia terus mengubah sihir dan Lenergy-nya menjadi sumber kehidupan agar detik-detik kematian-nya bisa bertambah hanya untuk berbicara kepada Korrina terakhir kali-nya.


"Aku... aku... be... benar... menyesal.... s... su...dah... me...menjadi.... an...ak.... j...a....hat..."


Korrina mendengar banyak sekali ucapan permintaan maaf dari Mortem, atas semua perbuatan yang telah ia perbuat di mulai dari raja Rxeonal termasuk dengan perang antar semesta, di saat konflik baru dan jauh lebih berbahaya muncul... Mortem memutuskan untuk meminta maaf, melihat luka-nya saja, Korrina bisa yakin bahwa Mortem dibunuh oleh Komi sejak mereka terakhir kali bertemu di Kamitouri.

__ADS_1


"... ..." Korrina hanya bisa diam, merasakan perasaan yang jauh lebih kesal bahkan benci kepada sesosok diri-nya yaitu Komi.


"K... ke...ma... tian...mu... mem...bu...ka... mata...ku... bah...wa.... cara....cara.... yang... a...ku...laku...kan... i..tu...sa...lah... ha...nya... un...tuk... mem...bu...at...mu...baha...gi...a..."


"a...aku... me...laku...kannya.... ha...nya...untu...k...i...bu... sadar....untuk...membuat....ibu...bahagia...eternal...sepertiku...memiliki...cara...yang...aneh...a...aku...ingin....diperhatikan...."


"...tolong....ja...ngan...lu...lupakan...tuju...an...mu...ibu...aku...minta...maaf....sekali lagi...lindungi...lah...semuanya...."


Air mata mengalir keluar dari kedua mata-nya ketika mendengar anak-nya yang dulunya sangat jahat dan membenci diri-nya mampu membuat Korrina terharu seperti itu, ia benar-benar sudah berubah sejak kematian diri-nya dalam melindungi Touri dan mengalahkan Shinku. Kata-kata terakhir Mortem kepada Korrina adalah "Hiduplah"... tubuh Mortem mengering hingga berubah menjadi partikel merah.


"... ..." Korrina memejamkan kedua mata-nya lalu menahan diri untuk tidak menangis, "... ..." tubuh-nya bergetar lalu ia menyentuh meja untuk melampiaskan kesedihan-nya dengan menepuk meja beberapa kali menggunakan jari-jarinya.


***


"Lebih baik kalian menyerah saja...!!!" Seru Komi keras hingga telinga mereka mengeluarkan banyak sekali darah, menyebabkan mereka langsung mati karena kehabisan darah. Tujuan Komi datang hanya untuk mengumpulkan beberapa Manusia yang dapat melakukan teknologi dan sistem dengan baik.


Burung garuda tiba-tiba menyerang Komi dan ia langsung menghindari semua serangan itu dengan cepat lalu menghancurkan garuda tersebut dengan satu tatapan, seorang Manusia berhasil menyelamatkan beberapa manusia yang terluka dan selamat. Manusia lain-nya melempar sebuah flashbang yang mampu membutakan mata Komi untuk sesaat.


"Arrgghhh...!!! Apa ini...!?"


"Makarov, hati-hati! Kau tahu dia ini memiliki kekuatan yang sama dengan Korrina!?" Seru Andrian yang mulai mengumpulkan seluruh Manusia yang masih bertahan, Makarov membutuhkan beberapa waktu untuk bertahan melawan Komi sehingga ia memanggil sebuah pesawat untuk menurunkan sebuah zirah [Juggernaut] yang digabung dengan zirah lain-nya yaitu [Goliath].


"Mari kita lihat... ciptaan yang dibuat oleh Korrina, apakah benda seksi ini akan mengalahkan dirimu!?" Makarov tersenyum jahat lalu ia mengeluarkan senjata senapan gatling untuk mengeluarkan banyak sekali peluru [Anti-sihir] di dalam-nya, Komi melihat setiap peluru yang ia keluarkan dari senjata itu mengandung energi dan tekanan yang cukup berbahaya.

__ADS_1


"Hooooo... Sepertinya kau adalah salah satu manusia yang membuat-ku cukup tertarik...!!!" Komi menciptakan dinding Sacred yang sangat besar untuk menahan semua peluru tersebut hingga ia terkejut ketika semua peluru tersebut mampu menghancurkan-nya serta menyerap seluruh aura.


Komi melesat menuju arah Makarov tetapi zirah yang sangat berat itu tiba-tiba ia alirkan Mana untuk menambahkan kecepatan gerak-nya, Komi awal-nya hampir saja melayangkan satu serangan tetapi Makarov berhasil mengubah kedua senjata-nya untuk menembakkan beberapa granat flashbang yang mampu menghalang penglihatan Komi.


"Arggghh...!!! Lagi-lagi sihir itu...!!!" Flashbang yang dilepaskan oleh Makarov itu berbeda karena terdapat beberapa aura Sacred di dalam-nya hingga cahaya tersebut mampu membuat mata Komi menjadi buta untuk beberapa saat, ia tidak dapat beradaptasi karena setiap pancaran cahaya yang mengenai kedua matanya... sihir-nya mendadak tidak bisa digunakan.


"Banyak celah...!!!" Zirah Makarov mengeluarkan banyak sekali senapan gatling yang mengeluarkan banyak sekali peluru [Anti-Magic], semua peluru itu mengenai Komi, tidak sempat untuk melukai-nya hanya saja terdapat beberapa goresan di tubuh-nya yang mampu membuat diri-nya merasakan sakit sedikit demi sedikit.


"Kau benar-benar membuat-ku kesal...!!!" Komi melepaskan dorongan yang besar di sekitar-nya hingga mendorong Makarov mundur lalu terjatuh di atas tanah, tetapi Makarov segara bangkit karena dorongan yang keluar dari punggung-nya... ketika ia bangkit, Makarov melihat Komi berada tepat di hadapan-nya.


"Haaahhhhhh!!!" Komi menghantam tubuh Makarov hingga zirah-nya langsung hancur menjadi kepingan kecil lalu ia terlempar ke belakang dengan ekspresi yang terkejut, zirah yang dibuat oleh Korrina dari berbagai bahan serta sihir bisa hancur dengan mudah oleh satu hantaman.


"Zirah yang cukup baik... aku bisa merasakan keberadaan Sacred di dalam-nya, hebat sekali---" Terlihat beberapa bambu runcing yang melesat menuju arah Komi dengan kecepatan suara tetapi ia berhasil menghindari semua bambu runcing tersebut dengan mudah lalu menghancurkan-nya dengan satu tatapan.


"Ck... Dia benar-benar kuat." Aditya baru saja datang lalu ia siap-siap untuk mengeluarkan senapan-nya tetapi Komi muncul di hadapan-nya sehingga ia mengangkat kedua lengan-nya untuk menghantam wajah Aditya, tekanan Komi mampu membuat Aditya tidak bisa bergerak sama sekali.


"S-Sial---"


Baammmmm...!!!


Aditya terlempar ke belakang ketika seseorang baru saja menahan serangan-nya itu, Komi tersenyum jahat ketika melihat lawan lain-nya datang hanya untuk membuat diri-nya tertarik serta bersemangat untuk menciptakan kehancuran yang jauh lebih hebat lagi dari sebelum-nya. Arata baru saja tiba dan berhasil menyelamatkan Aditya dari serangan yang langsung membunuh-nya.


"Kau..."

__ADS_1


"...akan aku bunuh!" Kedua mata Arata memancarkan cahaya merah dan muncul-lah lambang [Wrath].


__ADS_2