
"Uhugh...!!!" Hana memuntahkan darah segara yang begitu banyak lalu ia mengubah semua darah itu menjadi air yang menempel di seluruh tubuhnya.
Sihir air itu langsung menyembuhkan kembali kondisi Hana dengan sempurna sampai ia harus berjaga-jaga dengan sihir petir yang dapat menghancurkan organ tubuhnya.
Semua aliran listrik Regulus terasa seperti mengarah seluruh organ tubuh untuk menghentikan fungsinya, sekali saja mengenai jantung atau sarafnya maka Hana tidak bisa menjamin untuk selamat.
Hana menyerang kembali dengan mengangkat air lautan di sekelilingnya lalu mengubahnya menjadi ombak yang mencoba untuk menabrak tubuh Regulus.
Regulus menghantam semua ombak itu menggunakan senjatanya lalu mengubahnya menjadi aliran listrik besar di atasnya yang berbentuk tombak panjang, ia mulai melepaskannya ke arah Hana.
Hana mengangkat kedua lengannya, menciptakan hiu besar yang berhasil melahap sihir itu, dan membawanya menuju dasar lautan untuk menghapus semua sihir tersebut.
Hana muncul di hadapan Regulus selagi melakukan satu putaran yang di campur dengan sihir gelombang air, Regulus tersenyum karena tubuhnya dilindungi dengan aliran listrik yang mendorong semua sihir itu.
Regulus mencoba untuk menghantam wajah Hana tetapi ia menerima satu tendangan sampai dirinya terdorong ke belakang.
Hana muncul di belakang Regulus dengan lengan kanannya yang diselimuti dengan air berbentuk Leviathan, tetapi Regulus berhasil menghantam perutnya sampai ia terdorong ke belakang.
Regulus muncul tepat di atas Hana lalu ia menghantam perutnya sampai mengalirkan semua aliran listrik ke dalam tubuhnya sampai Hana menjerit kesakitan karena sihir listrik yang dimiliki Regulus cukup menyakitkan.
Regulus menghantam Hana sampai masuk ke dalam lautan, kemudian ia menjebak tubuh Hana di dalam gumpalan listrik yang mengandung magnet di dalamnya agar ia tidak bisa melarikan dirinya.
Setelah itu, Regulus mendorongnya ke depan lalu mengendalikan gumpalan listrik yang saat ini sedang menjebak Hana di dalamnya, ia mulai menghantam tubuhnya beberapa kali.
Lautan itu sekarang sudah dipenuhi dengan aliran listrik volt dan watt tinggi sampai Hana hanya bisa meringis kesakitan, mencoba untuk melarikan diri tetapi sulit untuk di lakukan.
Regulus mencoba untuk menghantam tubuh Hana menuju batu-batuan runcing yang mengandung aliran listrik tinggi tetapi Hana melepaskan sihir dorongan air yang mampu menciptakan pusaran besar di dalam lautan itu.
Regulus mengangkat alisnya sehingga tubuhnya mulai terbawa arus oleh pusaran itu sampai tubuhnya menerima beberapa serangan dari Hana lalu mengakhirinya dengan menghantam wajah Regulus sampai terdorong ke belakang.
Hana menahan Regulus dengan mengubah air lautan di hadapannya menjadi tangan besar yang menghantam punggung Regulus sampai terpental menuju Hana.
Hana melakukan putaran yang mampu menciptakan pusaran dan ombak besar di dalam lautan itu sampai mengumpulkan semua kekuatan penuhnya ke dalam satu tendangan yang akan ia lakukan.
Hana menendang wajah Regulus yang berada tepat di hadapannya, menyebabkan semua giginya hancur sampai rahangnya patah, efek dari tendangan itu juga menyebabkan ombak besar sampai menciptakan tsunami besar yang melanda kerajaan terdekat.
Meko yang berada di atas pulau bisa melihat lautan dipenuhi dengan ombak besar dengan pusaran yang begitu mengerikan, sekali saja masuk ke dalam pusaran itu maka tidak ada jaminan untuk selamat.
Hana yang berada di dalam lautan itu melakukan pusaran lainnya sampai ia menghantam wajah Regulus, menyebabkan mata kanannya hancur begitu saja
Regulus menyadari Hana memiliki potensi yang begitu besar karena mampu menghancurkan bagian kepalanya, rahangnya hancur sampai ia tidak bisa menggerakkan mulutnya.
Mata kanannya juga hancur sampai ia tidak bisa melihat, Hana masih belum selesai karena ia menggunakan wilayah di sekelilingnya sebagai sumber kekuatan dan kecepatan sementara.
__ADS_1
Hana menghantam perut Regulus, dan melepaskan sihir air berbentuk paus yang membawa dirinya ke depan sampai menelannya.
Hana mengangkat lengan kanannya lalu menciptakan garpu besar yang terbuat dari air, setelah itu ia melemparnya ke arah Regulus tetapi ia berhasil menghancurkan serangan itu menggunakan Nunchucks.
Regulus berubah menjadi petir ungu lalu ia mengalirkan seluruh tubuhnya dengan listrik sampai kecepatannya melampaui cahaya yang berada di tingkatan paling atas.
Regulus melaju ke depan lalu menghantam seluruh tubuh Hana menggunakan dua Nunchucks yang terbuat dari petir, Hana tidak bisa melakukan apapun kecuali menerima kesakitan dari sengatan listrik itu.
Regulus menghantam kepala Hana sampai menghancurkan kerangkanya, kemudian Regulus mengangkat kakinya lalu melepaskan petir besar yang menyambar tubuh Hana sampai ia terdorong ke depan.
Hana memunculkan sayap Leviathan yang menciptakan pusaran lebih besar lagi sampai seluruh luka yang ia terima berhasil di sembuhkan berkat air lautan yang ia ubah menjadi air murni dengan efek pemulihan cepat.
Hana mulai melancarkan beberapa sihir pusaran angin yang mencoba untuk menjebak Regulus, tetapi ia menghindari semua serangan itu dengan tubuhnya petirnya yang mulai mendekat.
Regulus muncul di hadapan Hana lalu melepaskan petir besar melalui kakinya, tubuh Hana sempat di lindungi dengan zirah Leviathan sebelum sihir itu mengenai tubuhnya.
Hana langsung menebas wajah Regulus menggunakan pedangnya sampai ia terdorong ke belakang, tubuh Hana mulai memancarkan cahaya biru tua sampai tubuhnya mulai diselimuti dengan zirah Leviathan.
"... ..." Hana menggunakan zirah Leviathan tingkatan paling rendah karena ia melakukannya secara bertahap atau listrik itu bisa saja menghancurkan zirahnya secara langsung.
"Sesuai dengan apa yang aku harapkan..." Luka Regulus kembali pulih ketika tubuhnya menerima aliran listrik.
"...jangan khawatir, Hana. Aku akan menandingi penambahan kekuatan Leviathan mu dengan ini!!!"
Tubuh Regulus mulai di sambar petir yang muncul di atas langit hitam, tubuhnya mulai mengeluarkan aura ungu yang dicampur dengan warna hitam sehingga petir dan kilatnya berubah menjadi hitam.
Regulus muncul tepat di belakang Hana lalu melancarkan beberapa pukulan yang mengenai punggungnya, Hana hanya bisa diam karena ia tidak bisa merasakan apapun.
"Zirah Leviathan berada di tingkatan yang berbeda... aku sendiri mengetahui bagaimana cara menempuh jalan menuju pintu terdekat!" Hana menusuk perut Regulus lalu menghantamnya ke depan.
Regulus kembali menyerang dari depan dengan mengayunkan kedua senjatanya itu tetapi Hana menusuk perutnya lebih dalam lagi sampai mengeluarkan semua darah itu menggunakan pedang airnya.
Hana melakukan sebuah putaran lalu ia menendang perut Regulus dan menebas wajahnya beberapa kali dengan kecepatan yang di bantu oleh pusaran air di sekelilingnya.
Hana menendang perut Regulus lalu menghantam dagunya sampai ia terdorong keluar dari lautan, kemudian ia mulai melakukan serangan kombinasi menggunakan pedangnya.
Hana menebas wajah Regulus lalu menendang perutnya menggunakan lututnya, setelah itu ia mulai menghantam puncak kepala Regulus menggunakan kenop dari pedang itu sampai ia terdorong masuk kembali ke dalam lautan.
Hana mengangkat kedua lengannya sehingga menghabiskan semua air lautan yang ia lihat, ia mengubah air yang sudah di kumpulkan itu menjadi ombak besar yang menghantam tubuh Regulus.
Regulus menerima luka yang begitu perih dan menyakitkan, sebagian dari air itu masuk melalui lubang hidung, telinga, dan mulutnya sampai seluruh tubuhnya juga mulai memar.
Regulus bangkit lalu menciptakan beberapa petir melalui kedua kakinya, setelah itu ia melepaskannya ke arah Hana tetapi dirinya berhasil menghindari semua serangan itu dengan mudah.
__ADS_1
Regulus mengepalkan tinju kanannya lalu ia melepaskan petir yang berbentuk tinju ke arah Hana, Hana dengan cepat membalasnya menggunakan tinju Leviathan yang berhasil memakan sihir itu.
Leviathan itu langsung menabrak tubuh Regulus dengan kecepatan yang melebihinya, tabrakan itu membuat Regulus merasa kesakitan tetapi ia berubah menjadi petir yang mulai menabrak tubuh Hana beberapa kali.
Hana tidak merasakan apapun karena semua aliran listrik itu di tahan oleh zirah Leviathan yang dapat mengubah segala serangan sihir menjadi durabilitas yang jauh lebih besar lagi.
Regulus muncul di belakang Hana dengan kedua tapaknya yang menciptakan Nunchucks listrik besar, ia mencoba untuk menghantam tubuh Hana tetapi naga Leviathan muncul di dalam tubuhnya sampai menangis senjata petir itu ke atas.
Hana menjentikkan jarinya sampai menyebabkan hujan badai yang begitu besar di sekeliling wilayah itu sampai membuat ombak di lautan bertambah semakin tidak stabil sehingga menyebabkan tsunami yang menyebar menuju kerajaan lainnya.
Semua air hujan itu terasa sangat menyakitkan bagi Regulus bahkan ia terkejut ketika melihat sebagian dari kulitnya berlubang hanya karena menerima tetesan hujan badai itu.
Regulus mencoba untuk membatalkan hujan badai itu menggunakan petir yang ia keluarkan melalui awan hitam itu tetapi naga Leviathan muncul di dalam lautan sampai menabrak tubuhnya.
BAAAMMMM!!!
Regulus memegang kepala Leviathan itu sehingga tubuhnya mulai membesar sampai menonjolkan beberapa urat, kemudian ia melempar naga itu kembali ke dalam lautan.
Regulus berubah menjadi petir lalu ia menabrak tubuh Hana sampai terhempas ke belakang dengan punggungnya yang menerima luka bakar dari kecepatan petir itu.
"Legend's Ultra Boost ya...? Sialan... aku tidak memiliki celah untuk membunuh Legenda sepertinya." Ungkap Hana yang mulai memikirkan sebuah rencana sebelum kekuatannya kalah telah karena kemampuan alami Ancient Legenda.
Regulus mencoba untuk menyerang Hana tetapi tubuhnya langsung terjebak di dalam gelembung yang menghentikan semua sihir dan pergerakannya.
Hana merapatkan giginya lalu melakukan pusaran ombak besar yang meningkat ke atas, setelah itu ia menendang wajah Regulus sampai mengupas daging dan kulit di sebelah kirinya.
BAAAMMMMM!!!
Hana bisa melihat setengah dari wajah Regulus menunjukkan kerangkanya yang retak, ia tidak menyangka akan menyebabkan kerusakan yang begitu besar kepada Regulus.
Hana menghantam tubuh Regulus dengan ombak yang ia kendalikan, setelah itu ia mengontrol air lautan untuk menabrak tubuh Regulus dengan ombak yang menyengat tubuhnya beberapa kali.
Regulus mencoba untuk berubah menjadi petir lagi tetapi tubuhnya terjebak di dalam gelembung sehingga Hana menyambut dirinya dengan serangan lain menggunakan kedua pedangnya.
Hana terus menebas perut Regulus tanpa henti lalu memasukkan kedua pedang air itu ke dalam perutnya untuk mengambil semua darah dan organ yang di milikinya.
Hana melakukan putaran pusaran gelombang lainnya lalu menendang lengan kanan Regulus sampai mengeluarkan suara tulang patah yang keras.
Seekor Leviathan terlepas melalui perut Hana sampai menembus perut Regulus lalu membawa dirinya ke belakang sampai menabrak wilayah pantai.
ZBAAASSSHHH!!!
Hana mendarat di atas pasir lalu melihat Regulus bangkit dengan tubuh yang dipenuhi luka, perutnya memiliki lubang besar sampai menjatuhkan banyak sekali darah dan usus.
__ADS_1
"Dengan luka fatal seperti ini... aku masih bisa hidup!"
"Inilah kelebihan dari Ancient Legend...!!!"