Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 395 - Restoran


__ADS_3

Liburan musim sejuk masih terus berlanjut dengan perayaan baru yang selalu datang setiap hari, hari keluarga baru saja selesai dua hari yang lalu dan sekarang telah masuknya hari diskon untuk seluruh belanjaan termasuk restoran yang sangat mewah milik Arata, restoran-nya sudah pasti akan sibuk karena seluruh pelayan yang ia miliki pergi untuk berlibur dan menikmati perayaan musim sejuk seperti ini. Hanya Hana saja yang dapat membantu orang tuanya sedangkan Rokuro tidak karena ia terlalu sibuk menghabiskan waktu bersama Haruka.


Ketika restoran sudah buka saja Hana sudah kewalahan dengan kedatangan para pelanggan yang sudah tidak sabar untuk mencicipi seluruh makanan Arata yang mengalami diskon besar-besaran, hari perayaan diskon ini berjalan selama lima hari ditambah lagi dengan perayaan lainnya seperti hari ulang tahun kedatangan Legenda pertama yang tinggal di semesta Yuusuatouri. Musim sejuk adalah musim liburan dan musim yang dipenuhi dengan kesibukan bagi pedagang atau pemilik restoran.


Semua Legenda mengunjungi tempat yang berbeda untuk menghabiskan waktu dengan memakan makanan yang lezat dan bergizi, Hana terus mundar-mandir untuk menulis pesanan dan membawakan pesanan bahkan ia sendiri dipenuhi dengan keringat dan ingin sekali memarahi Rokuro karena tidak mau membantu, pada akhirnya semua makanan restoran Shimatsu sudah habis sebelum pukulan sepuluh. Hana merasa lega tetapi tubuhnya terasa sangat lemas, Ophilia dan Arata mendapatkan banyak penghasilan sehingga semua penghasilan itu mungkin akan mereka belikan bahan-bahan yang berjumlah besar.


"Kerja bagus, Hana, ini Mama kasih uang." Ophilia mendekati Hana lalu ia memberi dirinya uang yang cukup banyak sehingga ia kembali bersemangat lalu berterima kasih kepada Ophilia.


"Musim sejuk benar-benar hebat ya... Aku tidak menyangka semua pelanggan akan datang dan menghabiskan semua bahan masakanku ini, menyusahkan sekali, setidaknya kita mendapatkan banyak penghasilan untuk membeli bahan-bahan masakan besok." Arata menghitung semua uang itu lalu ia berencana untuk meminta Hana membeli semua bahan itu, ia menempati beberapa kertas yang berisi dengan tulisan yang banyak lalu ia memberikan semua uang yang pas untuk membeli semua bahan tersebut.


"Hana, bisa bantu lagi? Belikan semua bahan ini untuk besok, jika masih ada bahannya mungkin kita akan buka lagi sore."


"Hehhhh...?! Lagi...!? Bukannya melelahkan, Papa, musim sejuk itu sangat melelahkan dan bahkan Rokuro tidak membantu sama sekali karena ia terlalu menikmati waktunya untuk bersenang-senang bersama Haruru!" Ophilia langsung tersenyum ketika mendengarnya, mungkin Hana iri melihat Rokuro yang sudah pacar sedangkan dirinya yang lebih tua tidak memiliki seorang laki-laki yang ia cintai atau menarik perhatian dirinya.


"Wah, wah, Hana, jangan-jangan kamu juga menginginkan seorang pacar untuk menemani dirimu di saat musim sejuk seperti ini...?"


"Entahlah... tetapi aku juga ingin merasakan pengalaman dari berpacaran. Apakah Papa dan Mama akan mengijinkan diriku untuk berpacaran?"


"Jelas lah, adikmu yang tidak menurut kepada Papa saja diijinkan untuk berpacaran bahkan ia memiliki tipe gadis yang begitu besar. Anak Korrina... Itu artinya garis darah Shimatsu akan tercampur dengan garis darah Comi." Kata Arata sambil membersihkan seluruh peralatan masaknya.


"Itu benar... evolusi baru untuk keturunan Phoenix, Shimatsu, Comi, dan Ghifari. Ahh! Aku tidak sabar cucuku nanti seperti apa ya? Mungkin akan jauh lebih kuat dari siapapun, bukannya begitu, Arata?" Tanya Ophilia.


"Mungkin..." 

__ADS_1


"Sepertinya semua teman-temanku yang laki sudah memiliki pasangannya tersendiri... aku sudah terlambat dan bahkan tidak begitu baik dalam menjalani sebuah hubungan seperti pacar atau semacamnya... aku juga tidak tertarik menjadi seorang pelakor, lebih baik hidup tenang saja menjadi seorang Legenda layak yang bekerja demi mendapatkan uang untuk masa depannya." Hana mulai menulis sesuatu di kertas-nya dan ia menunjukkan kepada Arata dan Ophilia.


Mereka terkejut ketika melihat Hana menginginkan pelayan lainnya untuk bekerja lagi di restoran itu agar ia memiliki banyak tangan yang dapat membantu dirinya, mencari pelayan baru dan membuka lowong pekerjaan baru pasti banyak Legenda yang tertarik untuk memiliki pekerjaan pelayan di restoran mewah ini. Arata memegang dagu-nya lalu ia mendiskusikan-nya bersama Ophilia sebentar dan mereka setutu.


"Kami setuju saja sih tetapi membuka lowong pekerjaan baru memiliki persyaratan jika kamu yang memintanya, Hana." 


"Apa... syaratnya...?"


***


Hana menghela nafas panjang, pada akhirnya ia harus mencari sendiri siapa yang ingin bekerja di restoran-nya karena menerima pelayan yang tidak kenal akan berjalan cukup sulit karena Arata sendiri tidak menerima orang asing, itulah kenapa dia hanya memiliki pelayan yang layak untuk bisa melayani seluruh pelanggan sampai nyaman. Hana mengunjungi Comi's Corporation yang menyediakan pasar besar dimana bahan mereka tidak akan habis karena seluruh pekerja Co. Corp mengumpulkan seluruh bahan dan barang setiap hari tanpa di jeda sedikitpun berkat bantuan Tech dengan teknologi-nya.


"Jika dipikirkan kembali... Rokuro sudah pasti tidak akan karena terlalu sibuk membagi waktu dengan Haruru yang saat ini sedang mengalami urusan yang sulit menghadapi Kou, ia sendiri bahkan tidak ingin kami mengunjungi Kou untuk melihat kondisinya... malang sekali Haruru..." Hana mulai melihat seluruh catatan yang memiliki tulisan tentang seluruh bahan dan barang yang harus ia beli, semuanya ia berhasil beli dengan hasil pikirannya dipenuhi dengan teman-temannya, ia bingung harus mengajak siapa.


"Honoka ya... apa ia bisa...?" Hana mulai membayangkan Honoka ketika menggunakan pakaian pelayan yang berwarna merah muda.


"Selamat datang, pelanggan setia... apakah anda menginginkan makanan yang dapat menghangatkan dirimu...? Atau anda lebih memilih pelayan yang ingin menghangatkan dirimu...?" Honoka mulai memegang dagu Hana.


"Honoka... lebih pantas menjadi laki-laki sepertinya tetapi ia perempuan... jika dia laki-laki, mungkin aku tertarik dengannya." Hana terkekeh lalu menepuk kepala-nya beberapa kali, mencoba untuk melupakan sikap Honoka yang terlalu romantis kepada para gadis, bukan hanya dirinya saja yang korban tetapi seluruh perempuan sudah pernah di goda oleh Honoka dengan tatapan-nya yang romantis itu.


Kebetulan seseorang yang dipikirkan oleh Hana berada tepat di hadapannya, Honoka yang sedang berbicara dengan pemilik toko daging, mungkin stok-nya sudah habis dan ia meminta para pelanggan yang memesan daging untuk menunggu sampai truk dari Comi's Corporation datang. Hana juga sadar bahwa dirinya harus menunggu lebih lama lagi untuk berbelanja, setidaknya ia bisa berbicara dengan Honoka tetapi kebetulan juga ia melihat Mitsuki, Marie, dan Asriel yang sedang berbelanja juga.


"Kalian ternyata berbelanja juga ya." Hana mulai menyambut Mitsuki, Marie, dan Asriel. Honoka langsung merasa senang ketika melihat Hana ternyata selama ini pelanggan yang setia juga untuk berbelanja di pasar Co.Corp.

__ADS_1


"Ahh, Hana, selamat pagi. Sepertinya kamu bekerja keras ya hari ini sampai memesan banyak bahan... aku dengar restoran Ayahmu terjual habis ya karena diskon besar-besaran ini." Kata Mitsuki.


"Awalnya aku juga ingin mengunjungi restoranmu tetapi Mitsuki bilang bahwa banyak pelanggan yang sudah menunggu di luar sampai menciptakan antrian yang begitu panjang. Tidak ada pilihan lain selain menunggu di lain hari, aku yakin para pelanggan akan berkurang hari ke hari, mungkin?" Tanya Marie.


"Tidak... semakin hari, semakin banyak pelanggan yang berdatangan. Semakin sibuknya diriku bahkan Adikku tidak ingin membantu, ia lebih memiliki untuk menghabiskan waktu." Ketika Hana mengatakan itu, Honoka langsung merapatkan kedua tapaknya seperti meminta maaf kepada Hana, selama ini Rokuro selalu berada di rumahnya untuk menjaga Haruka dalam merawat Kou yang masih belum bangun.


"Maaf ya, Hana... sepertinya Haruka yang menyeret dirinya... bahkan Rokuro sendiri juga memaksa untuk tetap berada di sisinya agar aku bisa melakukan aktivitas lain seperti mengurus pasar ini. Semuanya aman sekarang, mungkin aku akan menyuruh Rokuro pulang." Kata Honoka.


"Tidak perlu... aku sudah memiliki ide yang sangat baik untuk kita laksanakan bersama-sama. Kalian membutuhkan pekerjaan kan? Pekerjaan yang memberi kalian banyak gaji, aku tahu tempatnya dan itu adalah restoranku yang saat ini membuka lowong pekerjaan khusus untuk temanku saja... Mitsuki dan Asriel, kalian pasti tertarik untuk bekerja bukan? Terutama lagi menjadi seorang pelayan yang menyediakan makanan untuk para pelanggan!" Hana menunjuk Mitsuki dan Asriel, Marie dan Honoka tidak begitu tertarik sepertinya tetapi mereka juga ingin melakukan pekerjaan itu, hanya untuk membantu Hana yang kesibukan.


"Ehh...? Apakah benaran restoran Shimatsu sedang membuka lowongan pekerjaan ya...? Aku tertarik... terutama dengan kostum pelayan yang kau kenakan itu terlihat lucu Hana." Mitsuki mengangguk sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat tertarik, Asriel mulai memikirkan kembali tentang menjadi seorang pelayan dan ternyata itu tidak buruk juga karena ia tidak memiliki pekerjaan apapun di rumahnya, hari ini kebetulan ia di ajak oleh Mitsuki dan Marie untuk berbelanja bersama dan Chloe menyuruh Asriel untuk membeli bahan makan malam juga.


"Asalkan kamu memberi diriku gaji yang pas untuk kebutuhan maka aku terima saja. Pengalaman yang baru juga untuk menikmati pekerjaan sebagai seorang pelayan di dalam restoran yang begitu mewah dan terkenal." 


"Syukurlah, kalian sangat membantu diriku! Aku sekarang bisa istirahat sebentar secara bergantian, selama ini aku selalu kelelahan ketika bekerja karena hanya aku saja yang tersisa sebagai seorang pelayan." Hana terkekeh.


"Kalau begitu aku juga ingin mencoba, Hana." Honoka tersenyum.


"Ehh?! Kenapa?"


"Aku tidak menerima gaji tetapi aku ingin..."


"...Arata membayarku dengan semua hidangan madu yang ada!"

__ADS_1


__ADS_2