Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 743 - Terangkat menjadi Pemberontak Asli


__ADS_3

"Shinobu..." Ophilia menatap Shinobu yang terus menolaknya dengan lembut sampai ia yakin bahwa dirinya terlihat seperti menahan rasa kesedihannya.


Namun, Shinobu bersikap layaknya seperti biasa yaitu bahagia dan polos, tidak ada gunanya untuk terus bersedih dan menangis karena semua itu tidak akan pernah bisa mengubah dunia yang selalu ia inginkan.


Shinobu membuka kantong berlian itu lalu menghitungnya sehingga mendapatkan satu juta berlian dari Arata, ia terkejut seketika karena bukunya ia jual tidak terlalu mahal.


"A-Apakah kamu yakin, paman...? Membeli semua jurnal itu dengan satu juta berlian Legenda... mahal sekali..." Kata Shinobu.


"Tidak apa, ambil saja sebagai imbalan atau ucapan terima kasih atas kerja kerasmu dan Kou." Arata berjalan pergi untuk menyiapkan sebuah hidangan.


Shinobu menundukkan kepalanya kepada Ophilia lalu ia mengambil kantong itu dan menyimpannya di dalam saku, ia awalnya ingin pergi tetapi Ophilia menghentikan dirinya.


"Jangan pergi dulu ya, cuaca masih hujan... jika kamu memaksakan dirimu maka kamu juga akan sakit sampai membuat Kou khawatir."


"Mm... Baiklah... s-semoga saja Mama sembuh ketika aku membeli obatnya..." Shinobu duduk sopan selagi menunggu hujan untuk berhenti.


Ophilia terus memperhatikan dirinya tanpa henti, entah kenapa kedua matanya berkaca-kaca melihat gadis 4 tahun akan bersikap kuat dan mandiri seperti itu tanpa menunjukkan kelemahan besar seperti menangis.


Perut Shinobu bersuara seketika sampai mengejutkan dirinya bersama Ophilia, "Uwahhh...! Anuuu... itu tadi... Ummm...."


"Ma-Maaf..." Shinobu menundukkan kepalanya dengan pipi yang memerah sampai membuat Ophilia terkekeh pelan lalu ia memberi dirinya sebuah elusan di bagian kepalanya.


"Arata sedang menyiapkanmu sebuah hidangan untuk makan kok, tenang saja."


"E-Ehh... kalau begitu, aku bayar..."


"Tidak usah, diskon bagi seorang Legenda pekerja keras akan mendapatkan hidangan gratis."


Shinobu tidak memiliki pilihan lain selain menerimanya ketika mendengar tawaran yang masuk akal, ia hanya bisa mengangguk lalu memegang erat pakaiannya karena merasa malu.


"Kamu belum makan, Shinobu?"


"Mm... sejak pagi aku hanya bisa ngemil saja... lagi pula aku tidak bisa pulang sampai membelikan obat itu untuk Mama..." Jawab Shinobu.


Lagi-lagi perkataannya itu menusuk dada Ophilia sampai ia mencoba sekuat mungkin untuk tidak menangis, padahal bukan ia yang merasakan semua kesakitan dan penderitaan itu melainkan Shinobu.


Namun, Ophilia sendiri yang bisa merasakan semua penderitaan itu sampai ia mencoba untuk menahan air matanya, tidak lama kemudian Arata datang dengan dua hidangan pembuka dan penutup.


"Silakan makan yang banyak, Shinobu... jika masih kurang maka jangan segan untuk memintanya." Kata Arata.


Shinobu memasang tatapan yang berbinar-binar melihat hidangan ikan bakar yang terlihat begitu lezat bahkan hidangan penutupnya itu marshmallow dengan taburan madu dan karamel, semuanya membuat perutnya terus bersuara.


"S-Selamat makan...." Shinobu mulai menikmati semua hidangan itu begitu cepat karena kebiasaan keturunan Shiratori yang makan sangat cepat sehingga perut mereka akan terasa kenyang lebih cepat juga.


Arata juga sudah membungkus bubur hangat untuk Kou agar ia bisa memakannya dan merasa lebih baik dari sebelumnya, Shinobu menundukkan kepalanya kepada Arata untuk berterima kasih.


"Shinobu, bolehkah aku menanyakan sesuatu kepada dirimu?" Tanya Arata.


"Mmm?"


"Siapa yang melukai dirimu separah ini...? Ekormu terlihat lebih pendek dari biasanya bahkan telingamu juga saja..." Kata Arata sambil menyentuh telinga kiri Shinobu yang masih terasa sakit.


"Z-Zodiac Crusaders... tapi... anuu... paman Arata tidak perlu mengurus mereka..." Kata Shinobu.


Ketika mendengar nama Zodiac Crusaders, Arata sudah mengenalnya tetapi ia tidak mengurusinya karena Koizumi terus mendapatkan misi itu untuk membasmi mereka semua sampai habis lalu mencari tahu identitas sang penyihir yang mereka turuti.


Koizumi pernah menceritakannya kemarin ketika ia melihat lambang aneh, ternyata selama ini Zodiac Crusaders tetap berlanjut walaupun sejak dulu pernah gugur karena perang besar melawan iblis.

__ADS_1


Kemungkinan besar Zodiac Crusaders akan terus berlanjut sesuai dengan keturunan atau warisan yang diberikan sampai dirinya juga ingin turun tangan tetapi Koizumi duluan yang melarangnya termasuk Shinobu.


"Sudah aku bilang beberapa kali Kakek, jangan mengurusi masalah yang dapat aku selesaikan."


Terdengar suara Koizumi yang berasal dari pintu masuk, mereka semua mengalihkan pandangannya kepada Koizumi yang datang bersama Hinoka dan kedua temannya itu.


Shinobu baru saja ingat bahwa hari ini ia telah melewati latihan bersama mereka lagi karena suatu urusan penting yang harus di lakukan, Hinoka mulai mendekati Shinobu lalu memberi dirinya elusan di kepala.


"Te-he~ tidak perlu takut kok~ kami mengerti kenapa kamu tidak ikut latihan karena Tech sendiri yang melapornya..." Hinoka duduk di sebelah Shinobu.


"Mmm..." Shinobu mengangguk dengan ekspresi kecewa sampai ia melihat Konomi mulai menempati sebuah botol yang dapat menyembuhkan bekas lukanya.


"Jika kamu kesulitan seperti ini, seharusnya kamu memberitahu kami, Shinobu. Dengan semampunya kami akan membantu." Ucap Konomi.


"I-Itu benar..." Kata Ako.


"A-Aku tidak ingin merepotkan kalian semua... urusan yang aku miliki adalah urusan yang seharusnya aku laksanakan sendiri tanpa menyusahkan orang lain." Jawab Shinobu.


Arata menatap Koizumi yang mulai mengeringkan kepalanya menggunakan sihir Crimson yang ia jadikan api kecil, "Kakek, kentang gorengnya tolong..."


"Tunggu sebentar, Koizumi. Kau sejak itu berjanji sebagai seorang pemberontak untuk mengurusi Zodiac Crusaders bukan?"


"Ya..."


"Bukti apa yang kau miliki agar bisa membuatku percaya? Jika kau tidak mampu mengurusinya maka biarkan aku saja yang turun tangan---" Arata terkejut ketika melihat Koizumi mengeluarkan sebuah jam pasir.


Jam pasir itu mulai berputar untuk menjatuhkan kembali semua pasir di dalamnya, Arata bisa melihat banyak sekali arwah yang ia jebak di dalam sana agar mereka tidak bisa beristirahat dengan tenang di alam kematian.


Setiap pasir itu sudah terkumpul di bagian bawah maka jam tersebut akan berputar sampai pasir itu kembali berjatuhan, siklus itu tidak akan pernah bisa berhenti, itulah kenapa arwah yang Koizumi rasakan akan terus menderita.


"Dengan menggunakan [Time Eater] lalu menyimpannya di dalam jam pasir, aku setidaknya bisa melakukannya walaupun membutuhkan waktu."


"Semua waktu kehidupan Legenda sampah itu akan terus terjebak di dalamnya... kebetulan aku sudah membunuh kesatria zodiak Aries di dalam sini." Koizumi mengocok jam itu sampai menunjukkan arwah Mories yang menjerit keras.


Melihatnya saja sudah cukup untuk memenuhi rasa percaya Arata, mengetahui Koizumi juga sudah menjadi seorang pelatih untuk kedua saudara dan sepupu itu membuat dirinya mulai berpikir kembali.


Mungkin sudah saatnya untuk mengangkat jabatan Legenda seperti mereka yang bisa disebut petarung sebagai pemberontak asli yang akan menerima berbagai macam tugas dan misi sulit untuk masa depan Yuusuatouri.


Koizumi masih bisa di bilang sebagai pemberontak tetapi ia masih dalam proses latihan dan pengawasan sehingga Arata sudah melihat kelayakan besar di dalam dirinya.


Arata mulai mengeluarkan sebuah lencana di dalam sakunya lalu ia mendekati Koizumi, "Koizumi... karena aku bisa di bilang sebagai pemberontakan tingkatan akhir."


"Aku mengangkat dirimu menjadi seorang pemberontak asli yang siap untuk melaksanakan misi apapun." Arata mulai memasangkan lencana itu di dada Koizumi sampai memancarkan cahaya merah.


Lencana itu berubah menjadi lambang yang menempel di tubuhnya, lambang yang menyatakan bahwa Koizumi telah terangkat menjadi pemberontak pertengahan yang dapat melakukan misi sulit apapun.


Melihat Koizumi yang sudah terangkat menjadi pemberontak asli membuat dirinya tersenyum lebar sampai ia memeluk Arata erat.


"Kakek... terima kasih karena sudah mau mempercayai diriku..."


"Sama-sama, kalau begitu kita rayakan pengangkatan jabatanmu dengan hidangan yang kamu sukai---"


"Tunggu sebentar... karena aku sudah menjadi pemberontak asli maka aku sudah bisa memilih timku sendiri, bukannya begitu?" Tanya Koizumi kepada Arata.


Arata langsung mengingat tentang keempat Legenda yang Koizumi latih, mereka memiliki potensi yang meyakinkan bahwa suatu saat nanti kelima gadis Legenda itu akan menciptakan tim pemberontak yang mematikan.


"Untuk keempat Legenda yang di latih oleh Koizumi, kalian pantas untuk menjaga anggota tim dirinya agar bisa menjalankan misi sulit bersama..." Arata mulai menepuk kedua bahu mereka satu per satu lalu memberi lencana itu.

__ADS_1


"Kalian resmi menjadi pemberontak yang akan mengikuti Koizumi." Arata resmi mengangkat mereka menjadi pemberontak di umur yang cukup kecil tetapi tidak ada yang mustahil bagi bangsa Legenda.


Mereka langsung merasa senang seketika tetapi tidak untuk Shinobu karena ia sendiri tidak bisa bertarung sama sekali sejak di culik, untungnya Koizumi mulai memeluk Shinobu dan berjanji kepada dirinya.


"Aku akan terus melatih dirimu agar bisa bertarung menjadi seorang Legenda yang layak." Koizumi memberi Shinobu sebuah kecupan di kening.


"Mmm! Koneko... akan berjuang!" Shinobu membalas pelukan itu sampai membuat Hinoka iri karena tidak mendapatkan pelukan dari kedua sepupunya.


"Hehhhhh... aku juga ingin di peluk..." Hinoka mengulurkan kedua lengannya.


"Tidak mau... kamu sudah besar."


"Buuuuuuu...!"


"Hahaha, biarkan mereka seperti itu saja, Hinoka. Kau ingat?" Tanya Konomi sehingga Hinoka mengangguk lalu ia tersenyum lebar ketika melihat Shinobu kembali termotivasi.


"Kalau begitu, atas pengangkatan jabatan kalian menjadi pemberontak asli maka kalian tentunya memerlukan Kisetsu khusus sebagai seorang pemberontak." Ophilia berjalan pergi.


Ia mengambil lima Kisetsu yang sudah di persiapkan ketika Arata mengetahui Koizumi akan melatih kedua sepupu dan saudaranya menjadi seorang pemberontak yang akan menjalankan berbagai macam misi.


Ophilia membawa semua Kisetsu itu lalu memberikannya kepada mereka satu per satu, "Kisetsu hitam... cocok untuk dikenakan para pemberontak ketika menjalankan misi."


""Waahhh~ Terima kasih, Tante Ophilia!"" Seru semua gadis itu yang mulai melihat Kisetsu itu satu per satu.


"Semuanya memiliki ukuran pas yang dapat kalian kenakan." Kata Ophilia yang melihat Koizumi memasang ekspresi kecewa ketika melihat Kisetsu yang ia dapatkan berwajah merah dengan sedikit kehitaman.


"Aku menginginkan Kisetsu hitam tetapi kenapa mendapatkan yang merah...?" Tanya Koizumi.


"Ahhh... aku baru saja ingat bahwa pemberontak yang juga sudah pasti memiliki pemimpin, kamu cocok untuk menggunakannya, Koizumi~"


"Tidak mungkin... aku tidak begitu cocok menjadi seorang pemimpin yang mengandung anggotanya menuju kemenangan."


"Pemimpin yang pantas tentunya memiliki otak cerdas sampai bisa membantu kami dengan semua hal yang ia ketahui..." Koizumi menatap Shinobu sehingga mereka juga mulai menatap dirinya juga.


"Walaupun aku memiliki pengalaman yang lebih besar, setidaknya aku dapat membagikannya kepada Shinobu yang belajar begitu cepat sampai ia cocok untuk menjadi pemimpin."


"Fuuueehhhh!? A-A-Aku...?!" Wajah Shinobu memerah seketika sampai ia menunjuk dirinya sendiri dengan ekspresi panik bahwa ia belum siap untuk melakukannya.


"Shinobu ya~ benar-benar... apa yang dikatakan Koizumi cocok, seorang pemimpin harus cerdas dan baik dalam merancang strategi." Ophilia tersenyum.


"Siapa yang setuju Shinobu menjadi pemimpin dalam pemberontakan ini?" Tanya Koizumi yang mulai mengacungkan lengannya.


"Aku~ Koneko cocok sekali~" Seru Hinoka selagi mengangkat lengannya.


"Tentunya aku juga setuju karena dia berhasil memecahkan semua teka-teki yang aku berikan tanpa masalah." Kata Konomi sambil mengangkat lengannya juga.


"Shinobu, s-semangat ya..." Ako tersenyum lalu mengangkat lengannya juga sehingga mereka semua setuju untuk menjadi Shinobu sebagai pemimpin pemberontak.


"Fuuueehhhh... m-mustahil..."


"Mustahil... aku tidak bisa..." Shinobu menggelengkan kepalanya dengan pipi yang terus memerah.


"Mustahil..."


"Tidak mustahil kok, justru kami juga memerlukan banyak pelajaran darimu, Shinobu. Mohon kerja samanya." Kata Konomi.


""Mohon kerja samanya!""

__ADS_1


"Fuuueehhhh..."


__ADS_2