Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1032 - Gunakan Waktu dengan Efektif


__ADS_3

Korrina tanpa menghabiskan waktu lainnya langsung meraih tapak kaki Zephyra hanya untuk menjilatinya agar ia bisa mendapatkan tambahan waktu untuk menyiapkan segalanya sebelum Ragnarok di mulai.


"Wah, wah, ternyata kau selama ini memang anjing penurut yang pantas untuk menerima apapun ya..."


"...teruslah seperti itu."


Brimgard hanya bisa memasang ekspresi kecewa ketika melihat Dewi Touriverse rela mengorbankan harga dirinya dengan melakukan hal yang melakukan di hadapan mereka semua demi bisa mendapatkan tambahan waktu.


"Kenapa dia menjadi seperti itu... sama saja ia menerima perbudakan itu." Ucap Shira yang menatap Korrina dengan ekspresi khawatir.


Beberapa menit kemudian, Zephyra langsung menendang wajah Korrina sampai ia kembali tiba di takhtanya dengan ekspresi murka, "Bagaimana, Zephyra?"


"Tentu saja, Korrina Comi... kau sudah menjadi anjing kampung yang penurut, itu artinya aku bisa menambahkan waktu persiapan satu bulan dari sekarang untuk kalian semua!"


Zephyra menyatakan waktu persiapan telah menerima tambahan menjadi satu bulan, mereka semua setidaknya dapat merasakan kelegaan karena bisa mempersiapkan semuanya secara seratus persen.


"Kenapa kau rela mengorbankan harga dirimu hanya untuk menambahkan waktu persiapan...? Satu Minggu saja sudah cukup." Arata mulai berbicara.


"Dengar aku sudah tidak peduli lagi dengan yang dinamakan sebagai harga diri atau hal berkaitan dengan bangsaku sendiri..."


"...semuanya sudah hilang sampai aku singkirkan karena yang bisa diriku pedulikan saat ini adalah menang dan bertahan tanpa harus memegang harga diri secara terus menerus."


"Sudahlah, aku tidak ingin membicarakan tentang hal itu lagi... intinya aku memang Dewi yang tidak memiliki harga diri dan pendirian sama sekali jika mau menjadi budak di hadapan Zephyra."


Korrina mengatakannya dengan ekspresi kesal karena ia sudah menerima setiap perkataan apapun dari pihaknya sendiri, tetapi yang paling penting adalah mereka mendapatkan tambahan waktu.


"Dengan ini aku menyatakan tahapan kedua Ragnarok telah di mulai, tahapan untuk mempersiapkan segalanya agar bisa berperang dengan sengit di tahapan ketiga!" Zephyra bangkit dari atas takhtanya.


Dengan mengacungkan kedua lengannya, seluruh Dewa dan Dewi langsung menghilang sampai kembali menuju tempat mereka sendiri untuk mendiskusikan tentang Ragnarok ketiga tanpa harus memperlihatkan rasa takut lagi.


"Korrina." Panggil Shira.


"Apa...?"


"Kita akan melakukan semua ini bersama, seperti dulu lagi tanpa harus berpisah..." Shira mengulurkan tinju kanannya ke depan.


"...jika kita semua berpecah belah lagi maka kesempatan menang akan berkurang, karena kau telah sepenuhnya pulang sekarang kita bisa bekerja sama seperti biasanya."


"Itu benar, rasanya kami memang membutuhkan bimbingan dirimu dan tentunya strategi yang selalu kau buat tidak pernah akan mengecewakan diriku sama sekali." Arata mengulurkan tinju kanannya ke depan.


"Berjanjilah kepada kami bahwa kau tidak akan pergi jauh lagi, setelah Ragnarok selesai maka kita pasti akan mengurusi Endless Cycle dan mencoba untuk menjelajahi dunia yang melampaui layer." Haruki mengulurkan tinjunya juga.


Korrina memasang ekspresi kaget ketika melihat mereka masih menerima dirinya walaupun ia sudah mengorbankan segalanya demi bisa menjalankan apa yang ia inginkan dengan baik.


"Teman-teman, terima kasih." Korrina tersenyum lalu ia menarik leher menggunakan lengannya hanya untuk pelukan bersama.

__ADS_1


"Oi, sempit sekali...!"


"Kalian memanglah ketiga Legenda legendaris yang dapat aku andalkan sampai titik akhir... semoga keberuntungan masih berpihak kepada kita untuk memenangkan Ragnarok."


""Ya!""


Dua portal muncul di belakang kedua pihak agar Brimgard dan Korrina bisa pergi kembali menuju layer mereka untuk mempersiapkan semuanya sebelum Ragnarok di mulai.


"Kalau begitu sampai jumpa, kedua Dewa dan Dewi layer..."


"...aku menantikan perang Ragnarok terbesar sepanjang masa di yang ketiga ini." Zephyra tersenyum lalu ia mulai mengatur kembali dunia ketiadaan itu agar bisa menciptakan perang yang lebih menarik lagi.


"Korrina Comi." Panggil Brimgard


Korrina bersama yang lainnya langsung menoleh ke belakang hanya untuk melihat Brimgard, "Kenapa kau rela mengorbankan harga dirimu sebagai bangsa Legenda untuk menambahkan batas waktu?"


"Karena... yang aku pedulikan saat ini adalah kemenangan dan sisanya bertahan sampai titik dimana kita semua bisa menikmati kedamaian abadi, Everlasting Peace."


"Tetap saja, kau adalah bangsa Legenda yang dipenuhi dengan kebanggaan atas tujuan dan harga dirimu sendiri..."


"...kau mengecewakan diriku untuk memperlihatkan kelemahan terbesar di hadapanku, tidak ada tanda ketangguhan yang dapat aku lihat darimu ketika kau rela mengorbankan semuanya."


"Aku tidak peduli, teruslah membicarakan hal negatif tentang diriku, aku tidak akan memberikan kepedulian diriku kepada mereka..."


"...aku hidup dan menggunakan tubuh Legenda ini sesuai dengan apa yang aku inginkan, tidak seperti ketiga Legenda legendaris ini aku hanya sekedar Legenda yang menerima namanya saja!"


"...aku harap kita menjadi Ragnarok yang ketiga ini sebagai pengakhiran dari segalanya, aku sudah muak dengan yang dinamakan sebagai berperang." Ucap Korrina.


"Satu bulan dari sekarang, waktu dari dunia kita berjalan sangat beda tetapi kita akan selalu siap dalam segi apapun berkat tradisi yang dilakukan oleh Zerdians!"


Beberapa menit kemudian, mereka semua melangkah masuk ke dalam portal itu sampai membawa mereka kembali menuju ruangan istana itu dimana beberapa orang sedang menunggu kedatangan mereka.


"Syukurlah, kalian pulang dengan selamat..." Ucap Chloe yang melihat mereka berempat terlihat baik-baik saja tanpa memiliki bekas luka apapun di tubuhnya sendiri.


"Tahapan pertama dari Ragnarok telah selesai, sekarang kita berada di tahapan kedua yaitu mempersiapkan semua yang kita butuhkan demi bisa menghadap Ragnarok..."


"...satu bulan dari sekarang sebelum Ragnarok dimulai dimana kita semua akan mengalami perpindahan menuju ruang ketiadaan yang kemungkinan Singularitas ciptaan Zephyra sendiri."


Di dalam ruangan itu terhadap Ophilia, Chloe, dan Megumi yang terus menunggu dengan sabar, "Kita sudah pergi berapa lama?"


"Satu jam."


"Sepertinya ruangan ketiadaan itu hanya mempercepat waktu yang ada di luar sana, sekarang aku mulai khawatir dengan apa yang akan Zephyra rencanakan dengan batasan waktu."


Korrina mulai menjelaskan semua peraturan Ragnarok kepada mereka semua, satu bulan sudah bisa dibilang cukup untuk melaksanakan latihan, merancang barisan, dan strategi sepenuhnya.

__ADS_1


Korrina menyalakan rokoknya lalu ia mulai melihat sekeliling untuk mencari Shinobu yang sudah menghilang, "Apakah Koneko sudah bergerak dan mencoba untuk memberitahu ras lainnya...?"


"Shinobu tadi sempat mengatakan sesuatu tentang merekrut mereka yang dekat dengan kita semua, lebih baik kita mengajak beberapa orang yang dekat terlebih dahulu saja."


"Gadis yang cerdas... kalau begitu kita perlu berbicara dengan ras lainnya yang sudah dikenal agar bisa membahas Ragnarok bersama lalu mengumpulkan seluruh ras satu per satu sampai membentuk kembali pasukan Touriverse yang bersatu!"


"Kalau begitu, kita perlu berbicara dengan seseorang yang dekat dengan kita dulu..." Korrina menatap Arata yang menyadari mereka seketika menoleh kepada dirinya.


"Ada apa?"


"Ahh... adikku ya..."


***


Shinobu dan teman-temannya kebetulan berada di Xuusuatouri hanya untuk melakukan sentuhan terakhir dengan semua Mecha-Neko bersama Yuri yang selalu bersedia untuk membantu dirinya.


"Proses sedang dilakukan, kita hanya perlu menunggu selama satu Minggu maka semuanya akan menjadi kesempurnaan untuk seluruh pasukan Mecha-Neko." Ucap Yuri.


"Koko datang sejauh ini untuk memperbaiki Mecha Neko sampai sempurna, apakah Koko tidak ingin membicarakan apapun dengan Yuri?" Tanya Yuri kepada Shinobu yang sedang melihat catatan.


"Fueh? Membicarakan apapun...?"


"Yuri sudah membantu Koko untuk menyempurnakan Mecha Neko menggunakan semua peralatan teknologi canggih yang ada di Xuusuatouri..."


"...jika kita selalu bersama maka semua teknologi ini dapat Koko miliki, jadi kapan kita akan selalu bersama dengan menjalankan kontrak pernikahan." Yuri mengeluarkan sebuah kertas.


"Ehhh!? Apa maksudnya dengan itu!?" Seketika Ako merasa cemburu dengan apa yang ia dengar, sebagian dari mereka juga merasakan hal yang sama dimana Shinobu tidak bisa dimiliki oleh seseorang sendirian.


"Kontrak? Koneko tidak mengerti." Shinobu seperti biasanya memperlihatkan sisi polos alami karena tidak begitu mengerti tentang pernikahan atau cinta.


"Koko hanya perlu menandatangani kertas ini baru kita bisa menikmati setiap hari bersama tanpa ada satu pun orang yang bisa memiliki dirimu..."


"...banyak sekali teknologi yang bisa kamu gunakan untuk menciptakan pasukan Android atau robot lainnya bahkan Cyborg untuk membuat Koko menjadi lebih keren." Ucap Yuri yang terus mendekati kertas tersebut.


"Jangan, Nobu! Kau tidak boleh dimiliki oleh siapapun kecuali diriku!" Seru Ako yang langsung menarik Shinobu lalu memeluk dirinya agar ia tidak dimiliki oleh Yuri.


"Kenapa Ako mencoba untuk melawan? Rasa cinta kami tidak akan pernah bisa dipatahkan dengan mudah..." Yuri mencoba untuk merebut Shinobu tetapi Koizumi langsung memisahkan mereka semua.


"Akan lebih baik jika kita fokus dengan tujuan utama, dilarang dengan sembarangan mencoba untuk memiliki Shinobu sendirian karena dia adalah milik kita semua." Koizumi mengelus kepala Shinobu lalu membisiki telinganya.


"Apakah kamu ingin membahas tentang Ragnarok kepada Yuri agar ia bisa mempersiapkan pasukan robot malaikat lainnya...?" Tanya Koizumi.


"Soal itu Koneko memang sudah berniat untuk memberitahu dirinya, tetapi ia pasti akan berpikir bahwa semua itu hanya perang biasa yang dapat diselesaikan dengan robotnya."


"Dia cukup naif ya... tetapi sangat membantu dalam segi pasukan karena semua asistennya adalah seorang robot yang sangat canggih dan menuruti perintahnya."

__ADS_1


Shinobu mengangguk lalu ia mendekati Yuri untuk membahas tentang Ragnarok, "Yuri, alasan aku datang sejauh ini sampai meminta diriku untuk menyempurnakan Mecha Neko adalah..."


"...Ragnarok."


__ADS_2