Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 866 - Kartu As seorang Dewa


__ADS_3

Demetrio bersama seluruh kandidat berkumpul dalam satu tempat, menjelaskan berbagai macam informasi penting tentang kelima pemberontak itu bahwa mereka pantas untuk dihentikan.


Semuanya dibagi dengan tugas yang berbeda-beda, sebagian dari Saint juga mendapatkan tugas dari Demetrio untuk menahan para pemberontak sebelum mereka mengetahui kartu as yang selalu disimpan.


"Marina dan Daria sudah dalam perjalanan... dalam waktu dekat maka kita sudah pasti bisa melihat wajah mereka, kita hanya perlu waspada soal kelima gadis itu."


"Admon, dengan semua Grimoire yang hancur... apakah kau yakin rencana terakhir ini dapat memperbaiki semuanya?" Tanya Lucia.


"Tentu saja... sebelum itu aku ingin memberitahu kalian tentang berita yang sangat penting." Demetrio menatap mereka semua lalu ia menarik nafas dalam-dalam.


Planet Lemia mulai berguncang sampai para kandidat memasang tatapan kaget ketika melihat kedua kaki Demetrio dilapisi dengan tanah liat yang menyebar sampai memenuhi tubuhnya itu.


"Sudah aku duga... ternyata memang kau." Pyro tersenyum serius ketika melihat batu itu mengeluarkan aura coklat dengan elemen tanah yang besar sampai meretakkan tanah tersebut.


Tanah yang retak itu hancur sampai menunjukkan Demetrio dengan pakaian Dewanya itu, aura coklatnya bergerak begitu mulus yang mengartikan bahwa dia adalah seorang Dewa.


Dewa yang menunjukkan identitas aslinya dan melepaskan semua pembatas yang ia selalu tahan, sebuah cincin coklat muncul di punggungnya juga sampai menjatuhkan banyak tanah yang berubah menjadi auranya.


"Mungkin di saat-saat seperti ini, tidak ada lagi yang namanya rahasia... selama ini aku tidak terjebak karena sempat melakukan reinkarnasi dengan tubuh wadah itu."


"Wadah yang sudah terbiasa dengan sel dan juga semua kekuatan Dewaku... aku memutuskan untuk menyembunyikannya dari kalian karena Dewa-dewi lainnya pasti akan merasa iri."


"Yang paling penting adalah... semuanya sudah kembali, sebentar lagi." Demetrio menatap kedua tapaknya lalu ia mengepalkannya beberapa kali bahwa ia sudah mulai terbiasa dengan kekuatan dewa itu.


"Karena sihirmu itu berdasarkan tanah... bukannya kau bisa menciptakan ras yang berupa Manusia atau Legenda? Itulah kenapa kau bisa melakukan reinkarnasi dengan mudah." Kata Beval.


"Ada benarnya... aku hanya merasa tenang sekarang bahwa Realm of Earth masih utuh, dengan membuka dimensi itu lalu menggabungkannya dengan Yuusuatouri atau suatu wilayah maka..."


"...tidak ada lagi yang namanya Mortal berlagak seenaknya, mereka akan tahu arti dari bersyukur dan meminta ampun kepada seorang pencipta yang sudah menciptakan semua ini." Demetrio berjalan menuju meja besar.


Sebuah gelembung yang menunjukkan gambar dari kelima pemberontak itu, "Mereka adalah generasi baru... masa berjalan begitu cepat sampai aku tidak menyangka gadis remaja seperti mereka akan menghentikan rencanaku."


"Seharusnya gadis secerdas Shinobu Koneko tahu bahwa siapa yang sudah menciptakan semua ini...? Siapa yang menjadikan hal tersebut menjadi kenyataan?"


"Tentu saja bukan kau."


Demetrio memasang tatapan kaget ketika Shinobu menjawab perkataannya tadi, kandidat lainnya juga ikut kaget karena tatapan Shinobu yang sedang melihat secara langsung kepada mereka semua.


"Yang menciptakan semua ini bukan kau... apa yang kau lakukan hanya membantu, dan mengaku bahwa kau sudah melakukan semua ini sendirian dengan penuh kebanggaanmu sebagai seorang Dewa."


"Seharusnya kau bisa melihat dirimu di hadapan cermin, kau hanya menumpang nama dan julukan sebagai seorang Dewa."

__ADS_1


"Jika kalian ingin menyebut diriku sebagai seorang Legenda yang tidak memiliki kepercayaan... itu benar, apa yang aku percayai hanyalah surga." Shinobu menutup bukunya.


"Lagi pula, untuk apa jumlah Dewa dan Dewi sebanyak ini...? Semakin waktu berjalan semakin busuk mereka bertambah, seperti makanan yang dibiarkan." Shinobu bangkit dari atas kursi lalu memasang tatapan kesal.


"Aku bisa percaya seorang Dewa... tetapi dewa yang aku percaya sudah jelas beliau yang menjadikan semua ini sebagai kenyataan, Dewa Zangges." Kata Shinobu.


"Setelah keguguran beliau... rasanya percuma untuk mempercayai seorang Dewa yang tetap menjadi keturunan Zangges, maupun itu dewa baik... dia tetap aku anggap sebagai Mortal, tidak lebih."


"Sebutlah aku sebagai Legenda sesat dan munafik... Dewa dan Dewi seharusnya tidak melibatkan orang tidak bersalah dalam masalah seperti ini."


"Semua yang gugur... aku akan mempertanggung jawab kan kematian mereka dengan memberi kalian semua pelajaran bahwa memaksa seseorang untuk masuk ke dalam kepercayaan bukanlah sebuah pilihan!"


"Hari ini... entah siapa yang akan menyerang duluan." Shinobu tersenyum polos kepada mereka lalu ia menjentikkan jarinya sampai gelembung itu pecah dan mengenai wajah Demetrio.


Demetrio memasang tatapan geram, keningnya mulai berurat sampai giginya langsung di rapatkan, musuh utamanya mendadak berubah menjadi Shinobu yang tidak bisa dibiarkan begitu saja.


"Shinobu Koneko...!" Demetrio menghancurkan meja di hadapannya dengan tekanan aura yang ia lepaskan, mereka semua memasang tatapan kaget karena tekanan itu terasa sangat kuat.


"Dia memang tidak bisa diremehkan begitu saja, apakah kau tidak pernah melihat dunia di luar sana sebelum makhluk sihir yang bernama Bamushigaru menyerang?" Tanya Erion.


Demetrio menoleh ke belakang, melihat Beval dirasuki oleh Erion karena ia ingin membahas tentang sesuatu dengan dirinya yang memiliki dendam besar kepada seorang Mortal karena sudah meremehkannya.


"Erion... mungkin karena aku terlalu sibuk dengan mengurusi planet ini tetapi aku ingin seorang gadis yang bernama Kou Comi."


"Itu benar... dia adalah gadis yang paling mulai dan sering membantu orang kesusahan, setiap alam semesta menerima kebaikan dirinya."


"Kita sendiri tidak sadar bahwa dirinya bersikap sungguh netral kepada semua orang sampai tidak tahu kita adalah kandidat yang menginginkan Legenda untuk mempercayai Dewa."


"Namun, semua itu sulit sekali karena mereka percaya kepada ratu Touriverse yang sudah memberikan banyak kebahagiaan kepada mereka semampunya..."


"...kita sendiri tidak sadar dan merasa dendam, itu karena dia sudah menjaga kedamaian itu dalam waktu yang lama sampai Bamushigaru muncul, mengaitkan semua ini dengannya bersama seluruh temannya."


Demetrio hanya bisa diam, entah kenapa dia dulu tidak melakukan semua ini secepat mungkin, itu semua karena Kou yang sudah memberikan banyak kebahagiaan kepada seluruh alam semesta.


Di tambah lagi, ia pernah secara langsung bertemu dengannya yang berniat untuk membantu menyiapkan banyak barang dan teknologi yang dapat membantu planet ini untuk maju.


Kebaikannya itu mirip sekali dengan bidadari, melihatnya saja membuat Demetrio menghormati dirinya sampai titik Bamushigaru menyerang dan semua orang mengetahui sebuah fakta bahwa kebangkitan dirinya di sebabkan oleh Kou bersama yang lainnya.


"Kepercayaan itu tidak bisa dijaga dalam waktu yang lama, begitu ya. Aku tidak sempat membantu mereka semua karena... pembawa sialnya adalah mereka sendiri."


"Kau tidak ingin membantu... kita semua juga tidak karena Dewa Zangetsu yang meminta kita untuk tetap diam dan tidak berurusan dengan mereka."

__ADS_1


"Setelah kehancuran yang disebabkan oleh Bamushigaru, tekad itu muncul... membangkitkan kembali kepercayaan Dewa lalu menjaminkan banyak keselamatan."


Demetrio memasang tatapan serius, "Memang tidak ada yang bisa dipercayai... Kou Comi saja pada akhirnya menusuk kita dari belakang bahwa dia sudah menyebabkan banyak korban berjatuhan."


"Kau tahu? Gadis yang kau benci tadi... memiliki rambut emas dan satu-satunya ras Neko Legenda yang masih bertahan adalah putri dari Kou Comi."


Demetrio yang tidak mengetahui fakta itu langsung kaget, apa yang ia ketahui hanyalah dirinya keturunan Shiratori berdasarkan warna rambutnya yang emas dan bersinar seperti matahari.


"Tidak mungkin... itulah kenapa dia sangat pintar, ternyata putri dari Kou Comi... brengsek...! Aku tidak menyangka gen Comi dan Shiratori akan menyatu ke dalam tubuh gadis itu."


"Apakah kamu akan mengulangi kesalahan yang sama...? Shinobu sempat memberimu kesempatan untuk berubah dan mengubah semuanya sesuai dengan jalannya bukan?"


"Tidak. Itu artinya aku sudah melenyapkan harga diriku sendiri, aku sudah tidak bisa membiarkan keselamatan apapun kepada tangan yang salah."


"Semakin banyak pengikut yang mempercayai dewa maka semakin besar kekuatan kita sampai mendapatkan banyak tambahan walaupun sudah menerima kekuatan tak terbatas."


"Kau ingin tahu sesuatu, Erion?"


"Apa itu?"


"Melepaskan makhluk sihir elemen kita... aku yakin semuanya akan menunduk kepada kita, menjaminkan keselamatan kepada kita semua sampai kekuatan yang kita peroleh sudah cukup untuk menyingkirkan para pemberontak."


"Sejak era kebangkitan kembali kerajaan yang terjadi beberapa tahun ke belakang... pemberontak mulai lahir dimana-mana sampai tujuan mereka hanyalah memberontak demi kedamaian yang mereka pandang."


"Pemberontak tidak memiliki siapa pun melainkan tujuan yang mereka pandang benar karena mereka semua tidak selalu bersatu sebagai seorang tim."


"Sama halnya dengan pengikut raja... apa yang mereka inginkan adalah kekuasaan terhadap wilayah agar bisa menuruti perintah raja."


"Kita sebagai Dewa menginginkan kepercayaan dan sembahan yang memberikan kita kekuatan... kekuatan untuk menjaga kedamaian itu agar tidak ada yang bisa kita kalahkan."


"Aku mengerti dengan tujuan hidup ini... masa depan baru yang bisa aku lihat, masa depan yang akan bertambah semakin hancur karena perselisihan."


"Semua..."


"...maupun itu ras yang sama dan beda..."


"...memiliki kepercayaan terhadap Dewa... memberontak... menuruti perintah raja..."


"...sejak kelahiran era baru untuk Yuusuatouri dan tentunya menyebar semua seluruh alam semesta." Demetrio memasang tatapan yang mengancam seketika.


"Semua perselisihan dan perang ini... yang lemah bisa berkuasa... yang kuat bisa melemah... yang akan bertahan hanyalah mereka dengan harga diri dan tekad kuat untuk terus melanjutkan hidup dan memecahkan misteri."

__ADS_1


"Serta labirin dari Touriverse... dan seluruh alam semesta di luarnya yang tidak memasuki perbatasan dari Touriverse."


"Kita semua adalah musuh..."


__ADS_2