Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 393 - Merasa Bersalah


__ADS_3

Shuan tiba-tiba merasakan cairan yang menyengat hidungnya, ia tidak bisa tidur dengan tenang karena mengkhawatir kondisi yang bertambah semakin parah, ia memaksakan kedua matanya untuk terbuka sehingga ia dikejutkan dengan bantal yang berwarna merah bahkan darah yang menetes dimana-mana.


"... ...!?" Shuan terkejut ketika melihat Kou yang sedang melukai dirinya sendiri, kedua tapak tangannya dipenuhi dengan darah bahkan seluruh tubuhnya dipenuhi dengan garis kutukan tersebut, Shuan secara refleks mencoba untuk menghentikan dirinya dengan menarik kedua lengannya tetapi tenaganya seketika bertambah semakin kuat.


"Kou! Apa yang kau lakukan...!? Hentikan! Oi! Hentikan, sialan!!!" Seru Shuan keras, jari-jari mulai melukai kedua lengannya karena tenaga dan kekuatan besar yang ia miliki, Shuan langsung mengamankan dirinya di atas kasur sehingga ia melihat seluruh garis kutukan itu menyebar dimana-mana sampai menyelimuti seluruh tubuhnya.


Melihat gejala yang sangat buruk seperti ini, kutukannya kambuh dimana Kou tidak mampu mengontrol kedua tangannya untuk tidak melukai dirinya yang benar-benar merasa sangat kesakitan, efek dari Crimson Disease itu seperti bakteri merugikan yang mencoba untuk memakan sesuatu tetapi kali ini penyakit itu hanya membuat seseorang yang sudah mengidapnya mencoba untuk membunuh dirinya sendiri karena tidak bisa menahannya kesakitan-nya itu.


Kou bahkan tidak bisa teriak atau mengatakan apapun, intinya ia merasa kesakitan sampai Shuan berkeringat lalu berteriak keras untuk memanggil dan membangunkan seluruh orang yang berada di kamarnya itu, teriakan Shuan bisa terdengar dan membuat Honoka segera masuk ke dalam kamar lalu dikejutkan dengan kutukan Kou yang kambuh tanpa sebab.


"Apa yang terjadi, Shuan!?" Honoka mulai mendekati Kou dan ia tidak menyangka efek dari kutukan itu akan bertambah karena tubuhnya yang sudah dipenuhi dengan garis merah itu, ia mulai meminta Shuan menghubungi Haruka dengan cepat karena ia akan menahan Kou untuk tidak melukai dirinya lagi.


Shuan dengan cepat menghampiri Shira dan Megumi untuk meminta mereka menghubungi Haruka, Minami masuk ke dalam ruangan lalu ia melihat Kou yang sedang menjerit kesakitan tetapi jeritan itu tidak dapat di dengar oleh siapapun, melihatnya saja sudah cukup bagi Minami untuk mengerti tentang kondisi yang ia hadapi sekarang jauh lebih menyakitkan.


Kou merasakan kendala kutukan itu selama 5 menit, kemudian ia kembali berbaring di atas kasur dengan suhu tubuh yang terasa sangat panas. Kedua lengan Honoka dipenuhi dengan luka yang sudah berdarah karena cengkraman kasar Kou, Crimson Disease mampu memberikan kekuatan besar yang sudah cukup untuk membunuh seseorang hanya dalam satu garukan saja atau tidak jari yang mencoba untuk menusuk-nusuk kulit sampai menembus daging.


Honoka mengepalkan kedua tinjunya, tidak bisa menerima fakta bahwa jantung yang Kou miliki tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi. Tanda tadi itu sudah cukup untuk menunjukkan sebuah fakta bahwa ia akan mengalami gagal jantung dalam waktu yang dekat, jantung Kuharu tidak akan bisa menahan kehidupannya karena sudah lima tahun ia membantu Kou untuk tetap hidup.


"Mama... Kapan kau akan pulang... Kondisi Kou bertambah parah... Tidak ada lagi jantung yang dapat menggantikan jantung miliknya... Ia juga terlalu baik karena tidak ingin menerima jantung dari siapapun..." Honoka mulai menangis karena lelah menunggu, tidak ada obat atau cara untuk menyelamatkan dirinya kecuali menggantikan jantungnya itu tetapi Kou selalu saja menolak tawaran jantung siapapun karena jantung adalah inti kehidupan seseorang, Kou juga memperdulikan kehidupan yang lainnya karena jantung itu.


Minami hanya bisa diam dengan kedua telinganya yang menurun, tidak ada yang bisa ia lakukan juga, rasa salahnya bertambah lebih dalam lagi ketika Kou baru saja memperlihatkan tanda ancaman terhadap kehidupannya, mungkin satu tahun lagi adalah waktu kehidupan terakhirnya.


"Honoka... Maaf... Aku tidak bisa melakukan apapun untuk membantu dirinya..."

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Minami. Bukan urusan penting bagimu kok, tugasku sebagai Kakaknya seharusnya menjaga dirinya karena tubuh Kou tadi baru saja memperlihatkan tanda yang begitu aneh... Bisa dibilang aku baru saja melihat tanda tadi untuk pertama kalinya." Honoka menghapus air matanya, berharap bahwa Haruka akan mengatakan sesuatu yang positif tentang kondisi yang Kou alami saat ini.


Harka datang lebih cepat, kali ini ia terlihat begitu khawatir. Ia datang bersama Rokuro dan Shuan, Haruka langsung memeriksa kondisi Kou dan ia terkejut sampai ia tidak mengeluarkan sedikit perkataan karena kondisinya lebih parah dari sebelumny, garis keturunan itu sudah menyebar di seluruh tubuhnya dan Haruka mulai menyentuhnya sehingga gadis kutukan itu mengandung sihir Crimson yang besar.


"Kou..." Haruka memeriksa kondisinya lebih lanjut untuk melihat waktu kehidupan yang Kou miliki, Haruka melebarkan matanya ketika mengetahui waktu kehidupannya yang tersisa.


"Ada apa, Kakak!? Apakah kau berhasil mengetahuinya...?! Sampai Kapan Kou akan bertahan!?" Honoka mendekati Haruka lalu ia memegang kerahnya sehingga melihat ekspresi Haruka yang begitu murka dan sedih, hanya air mata yang mengalir keluar melalui kedua matanya.


"Tiga bulan..." Perkataan Haruka mengejutkan semua orang yang berada di dalam rumah Shira, Shuan tidak bisa mempercayai apa yang baru saja ia katakan.


Bukan hanya Shuan saja tetapi Minami terlihat begitu murka dan putus asa, tidak tahu harus melakukan untuk teman yang pernah ia sakiti sebelumnya. Rokuro juga sama terkejutnya dengan Shira dan Megumi.


Honoka sudah pasti tidak bisa menerimanya, ia juga tidak dapat melakukan apapun kecuali mengeluh tetapi keluhan itu berhenti ketika ia melihat Kou yang sedang tertidur begitu damai, melihatnya yang tertidur pulas seperti itu membuat Honoka sadar bahwa tiga bulan adalah waktu yang terbatas untuk dirinya.


"Tidak mungkin... Ini seharusnya tidak terjadi...! Lakukan sesuatu, Kakak! Gunakan kekuatan waktumu!!! Cepatlah...!!!" Seru Honoka keras, tiga bulan itu terasa begitu cepat dan bahkan mereka sudah mengingat kapan kehidupan Kou akan berakhir, mengingatnya saja sudah cukup untuk membuat mereka merasa sedih.


"Ini bukan salah siapapun kok, tenang saja... Memang sudah seperti ini, kutukan Comi. Hanya yang kuat dapat bertahan sedangkan yang lemah hanya bisa mati, tubuh Kou terlalu lemah jadi kutukan itu mudah sekali untuk mempengaruhi dirinya." Kata Haruka dengan wajah yang mencoba untuk terlihat biasa saja tetapi Honoka terus memegang kerah bajunya sambil menatap Haruka kesal.


"Aku bilang cepat gunakan kemampuan waktumu itu...!!! Undurkan-lah waktu atau semacamnya... Lakukan sesuatu... Aku mohon..." Hanya Honoka satu-satunya Legenda yang tidak menerima fakta tentang kehidupan Kou yang akan berakhir dengan cepat, fakta itu cukup menyakitkan karena tidak ada yang bisa mereka lakukan kecuali mencari jantung yang ingin Kou terima.


"Sudah seperti ini, Honoka... Fisiknya terlalu lemah... Tidak bisa lagi menahan kutukan itu lebih lanjut lagi... Terjadi begitu cepat dan mungkin saja ini takdir yang sudah tertera dalam batu takdir." Haruka mulai mendekati Kou lalu menyelimuti tubuhnya dengan selimut, sebentar lagi ia akan pergi pulang dan menjaga Kou sampai kondisinya kembali pulih.


"Ini bukan salah siapapun... Intinya tidak ada kesalahan yang pantas untuk disalahkan kepada seseorang. Sudah takdir, setidaknya kau harus belajar menerima sebuah takdir dan menjalaninya dengan baik..."

__ADS_1


"...jangan sampai kita membuat Kou merasa musim yang berbahaya bagi dirinya. Musim sejuk adalah musim penyakit bagi dirinya jadi kita harus berhati-hati, mari kita pulang sekarang juga, Honoka." Haruka mulai mengeluarkan beberapa pakaian hangat untuk ia kenakan kepada Kou, Honoka terkejut ketika mendengar Haruka yang begitu putus asa dalam membantu Kou, sangat langka bagi dirinya untuk tidak memiliki rencana demi menyembuhkan kondisi Kou.


"A-Apa yang kau katakan, Kakak?"


"Aku yakin kita memiliki cara lain untuk mengurangi gejala kutukan dan kemunculan penyakitnya itu... Seperti biasanya kita hanya perlu menunggu proses sampai waktu kehidupan yang kau lihat itu berubah menjadi fakta yang benar dimana Kou akan hidup untuk selama-lamanya." Honoka memaksakan satu senyuman di wajahnya karena ia memiliki harapan tinggi tentang takdir Kou.


"Sudah cukup, Honoka!!! Tidak ada yang bisa kita lakukan selain menunggu hari itu... Kou tidak ingin merepotkan kita semua bahkan memaksa dirinya untuk menerima sebuah jantung juga sulit sekali!"


"Apa yang kau katakan, Kakaaaaak...? Sebenarnya apa yang kau coba katakan, hah!?" Suara Honoka terdengar begitu emosional sekarang.


"Aku akan melakukan apapun untuk menyembuhkan kondisinya bahkan jika aku harus mengorbankan diri, aku berjanji ingin melakukan apapun untuk memperbaiki dirinya...!!!" Hanya Honoka yang masih berbicara sedangkan yang lainnya diam karena tidak bisa melakukan apapun kecuali menerimanya terutama Shuan.


"Shuan, kamu kan kekasihnya! Pasti kamu juga ingin membantu Kou bukan!?" Tanya Honoka dengan senyuman yang ia paksa, Shuan terlihat murung dan bersalah bahkan ia tidak tahu harus apa ke depannya ketika mengetahui kehidupan pasangannya yang begitu singkat.


"Kenapa... Kenapa tidak ada yang mau membantu...!? Kalian tidak peduli kepada Kou ya... Tidak... Kemana Mama?! Kemana Mama, kita membutuhkan Mama lebih dari apapun untuk Kou!!!" Honoka mulai mengamuk bahkan ia ingin melakukan sesuatu tetapi tidak bisa, pada akhirnya Minami mencoba untuk menghentikan amarahnya dengan menahan kedua lengannya sampai Honoka melihat wajah tidur Kou yang terlihat begitu damai dan tenang.


Melihatnya saja membuat kesedihan Honoka bertambah semakin parah, air mata mengalir deras melalui kedua matanya, "Kou..."


"Apakah kita harus menunggu tiga bulan untuk melihat dirinya mati, Kakak...!?" Honoka menatap Haruka dengan wajah sedihnya tetapi Haruka memandang keluar dengan ekspresi yang terlihat kesal.


"Apakah kita akan membiarkan semua ini terjadi...?! Mengetahui kematian Kou begitu cepat, aku tidak ingin semuanya terjadi begitu cepat... Tiga bulan itu sangat singkat loh...! AKU TIDAK MENERIMANYAAAA...." Honoka berteriak dicampur dengan tangisan yang tidak bisa ia hentikan begitu saja.


"Sudah cukup, Honoka. Kita pulang, sekarang juga." Haruka menggendong tubuh Kou lalu ia berjalan keluar dari kamar itu.

__ADS_1


"Tunggu, Kaka---" Honoka terjatuh dan kesedihannya bertambah semakin parah, melihat Kakaknya juga tidak bisa melakukan apapun semakin memperburuk keadaan, ia hanya bisa teriak sambil menangis tanpa henti.


"Aaaahhhhhhhhhh...!"


__ADS_2