Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1001 - Permulaan


__ADS_3

...Yuusuatouri: Boundless...


...Begin!...


Bertahun-tahun lamanya...


Setiap penghuni... berjuang agar bisa mencapai sesuatu yang lebih tinggi agar mereka bisa bebas dari yang dinamakan sebagai perbudakan.


Perbudakan yang dilakukan oleh seorang Dewi penghakiman bernama Zephyra, semua penghuni layer terpaksa menerima tantangan dari dirinya untuk memperlihatkan kelayakan dan perjuangan mereka.


Semua itu adalah sebuah tes dan penghakiman yang dilakukan oleh dirinya, dia menamakannya sebagai Ragnarok... yang bertahan adalah yang layak... yang gugur adalah yang lemah...


Mereka yang bertahan sampai titik akhir dalam Ragnarok adalah pemenang... dan Zephyra menganggap mereka sebagai makhluk menyenangkan, tidak untuk mereka yang sudah kalah.


Siapa tahu... siapa tahu apa yang ia lakukan kepada penghuni yang telah kalah dalam Ragnarok tetapi masih bisa menghembuskan nafasnya...


Zephyra yang seharusnya terkunci dalam singularitas yang Zangges sediakan telah berhasil lepas karena ulah dari Eldritch... sesosok peliharaan yang sudah ia buat cukup lama.


Semuanya berhasil dijinakkan oleh dirinya sampai salah satu sudah berniat akan membebaskan dirinya kembali agar penghakiman dapat diturunkan.


Dan sekarang adalah harinya dimana ia dapat bekerja sebagai Dewi penghakiman terhadap dua layer yang sudah memuncak tinggi sampai tidak lama lagi akan menginjak transcend menuju puncak yang tidak terikat dengan layer tak terhitung dan tak terbatas itu.


Semua perjuangan yang dilakukan oleh Touriverse dan Kountraverse yang memuncak layer tertinggi... memiliki cerita masing-masing yang berbeda...


Sejarah dan alur waktu yang tak terbatas serta tak terhitung terus berlanjut... dimulai dari sudut pandang yang bernama Shiratori Shira, mencoba untuk menghentikan konflik itu.


Semua sejarah sudah tercatat... dan membuka kemungkinan yang tak terbatas...


Arc 1 - The King of Legend


"Hah... Hah... Hah..." Shira mulai mengusap bibirnya lalu ia menatap Rionald yang memasang ekspresi kesal ketika dirinya dipermalukan oleh seorang Legenda rendahan.


"Menghabiskan waktu...? Hanya untuk membiarkan bangsa Neko Legenda hidup begitu saja?" Tanya Rionald.


"Apa yang kau maksud dengan menghabiskan waktu jika kau akan mati sebentar lagi, Rionald..." Shira memunculkan aura cahayanya.


Arc 2 - Tournament of Solicitation


"Ini adalah pertarungan yang menentukan siapa terkuat..." Arata memutar kedua pedangnya selagi berhadapan dengan Haruki.


"Tidak perlu terburu-buru, aku baru saja berhenti melakukan pemanasan ketika melihat dirimu yang sudah mengulurkan waktu terlalu lama." Haruki menunjuk Arata menggunakan pedangnya.


Arc 3 - The Attack of Demons


"Kau memang orang bodoh yang sangat keras kepala, Shiratori Shira..." Ucap Rxeonal yang menerima luka cukup dalam di bagian perutnya karena pukulan dari Shira.


"Aku akan mengakhiri kehidupanmu...!!! Hampir sama seperti yang aku lakukan kepada alam semestamu itu!"


"Jika kau bisa menghancurkan alam semesta itu dengan mudah, kau belum bisa disebut sebagai seseorang yang kuat jika tidak bisa melukai Legenda sepertiku, Rxeonal." Jawab Shira.


Arc 4 - Fake Dimension & The Omni-God


"Kau perlu menerima penderitaan sama yang kami rasakan dalam jutaan abad lamanya...!"


"Korrina Comi, kau tidak akan pernah merasakannya...! Apa yang aku rasakan menghadapi semua masalah dalam duniaku sendiri!" Seru Komi keras.


"Apa maksudmu...? Apa hanya dengan menghadapi sedikit masalah sudah membuatmu kesal seperti itu!?"


"Memangnya kau pantas mengganti posisi kami hanya karena muak dengan masalah yang menimpa dunia palsuku itu, hah!?" Seru Korrina keras.


"Kau sudah siap untuk menerima hukuman dariku, Shira...?" Tanya Zangetsu.


"Sayang sekali, aku awalnya sudah berpikir untuk menyimpan yang terbaik di titik akhir... tetapi tidak ada tantangan yang dapat menekan diriku melainkan kau."


"Baiklah, mungkin aku perlu melawan dirimu dengan semua kekuatan yang aku punya." Jawab Shira yang mulai menggunakan Light of Hope tingkatan tak terbatas.


Arc 5 - The Grand God of Time


"Kau datang sejauh ini hanya untuk menyelamatkan seorang gadis yang sudah mempermainkan hukum waktu?" Tanya Kuharu.


"Bukan tentang hukum waktu... dia tetap teman kami yang sangat berbahaya, dan aku tidak akan bisa membiarkan dirinya mengalami penyakit berbahaya itu." Jawab Minami.


"Aku akan membawa kubus waktu itu..."


"...lalu menjebak dirimu di dalam!"


Arc 6 - The Return of Solicitation


"Apakah kau sudah siap untuk menerima kekalahan lainnya, Shiratori Shuan?" Tanya Rokuro.


"Mungkin kau harus mengatakan hal tersebut kepada dirimu sendiri karena sekarang aku sudah meningkat jauh lebih hebat dibandingkan sebelumnya..." Jawab Shuan.


"Kalau begitu maju...!"

__ADS_1


""Shiratori Shuan/Shimatsu Rokuro!!!""


Arc 7 - Mystical Creature Bamushigaru


"Babi kampung, seberapa jauh harapan dirimu untuk tetap membantumu berdiri menghadapiku yang sudah bersatu dengan Bamushigaru?" Tanya Zoiru.


"Harapan...? Apa yang aku butuhkan hanyalah harga diriku sebagai bangsa Legenda..."


"...jika aku kalah dan menyerah tanpa melakukan sebuah perlawanan maka aku lebih memilih untuk mati dibandingkan mengetahui harga diriku yang sudah hancur!" Jawab Minami.


Arc 8 - The Power of Holy Corpse


"Satu-satunya harapan terakhir untuk keturunan kita adalah gadis itu... dia yang tidak bisa aku bunuh karena ternyata semua itu adalah kebenaran bahwa dirinya dapat menghentikan hasrat membunuh." Ucap Shukaku.


"Kau hanya perlu menjaga dirinya dan melatih dirinya sebisa mungkin agar ia mau berkembang secara setengah..."


"...aku yakin Shinobu Koneko pasti akan belajar dan mencari tahu seterusnya sendirian jika kau sudah mendidiknya dengan benar sejak awal."


Arc 9 - Zodiac Crusaders


"Aku sudah mempercayaimu, Leon..." Shinobu melempar Keris itu ke arah dirinya untuk meminta Leon mengakhiri dirinya dengan senjata tajam itu.


"Maka dari itu... setidaknya buatlah diriku bisa percaya padamu jauh lebih tinggi lagi dibandingkan sekarang."


"Hanya dengan mengangkat Keris itu kau mengakhiri diriku maka kau sudah pasti bisa menggapai kemenangan..."


"Aku tidak akan bisa dibodohi dengan permintaanmu itu, semua pilihanku berdasarkan keadilan dan pilihan dalam hatiku!"


Arc 10 - The Witch Legend


"Bukannya rasa sakit itu terasa begitu nikmat ketika kau terus di siksa...!?" Aerith hanya bisa tertawa ketika menerima banyak sekali siksaan dari Shinobu.


"Kau... Kau sudah menghancurkan Tech..."


"..aku tidak akan... aku tidak akan memaafkan dirimu!!!"


Arc 11 - The God of Elemental


"Untuk apa kalian menghalangi jalan kebenaran...!? Beritahu aku, apakah kalian masih menerima perbudakan ini dari seorang Dewa segalanya yang bernama Zangetsu!?"


"Dengan menciptakan sebuah kepercayaan akan Dewa dan Dewi untuk seluruh bangsa Legenda maka semua harapan dan kepercayaan yang menghasilkan kekuatan besar pada kami..."


"...akan membantu kita para Dewa untuk membebaskan perbudakan ini dari seorang Dewa sialan yang bernama Zangetsu!" Seru Demetrio keras.


Arc 12 - Crystal of Catastrophe


"Dengan kekuatan kita seluruh umat Manusia bersatu...!!! Kita pasti bisa mengalahkan seluruh bangsa yang sudah menurunkan derajat umat Manusia!"


"Ayo! Ikutlah bersamaku, umat Manusia...!!! Kita semua bersama akan kembali menaikkan derajat itu dengan memunahkan bangsa Legenda dan bangsa asing lainnya...!!!"


"Sudah..."


"...tidak ada kesempatan lagi."


"Kesabaranku terbatas akan suatu hal..."


"...aku akan..."


"...memusnahkan umat Manusia!" Seru Shinobu.


Dan sekarang... waktu penghakiman telah dimulai, kedua layer yang menginjak tingkatan paling tinggi akan memasuki tahap baru untuk masa depan mereka.


Ragnarok.


...


...


...


...


"Tetapi sekarang sejarah mengerikan akan kembali terulang...!" Seru Korrina keras sampai mengejutkan mereka semua karena ia terdengar sangat serius sekarang.


"Mortal yang pernah menyaksikan kejadian itu akan merinding!"


"Para Dewa akan berkeringat dingin!"


"Hari dimana perang akbar akan dimulai!"


"Perang yang bisa menewaskan setengah populasi yang ada di alam semesta...!"


"Perang yang melibatkan seluruh ras dan penghuni...!"

__ADS_1


"Nama perang itu adalah..."


"...Ragnarok!"


Ophilia memasang ekspresi ketakutan seketika sampai mereka langsung mengalihkan pandangannya kepada dirinya yang bergetar ketakutan sampai ia berlutut di atas tanah karena keduanya yang melemas seketika.


"Ophilia...! Ada apa...?!" Chloe membantu dirinya untuk berdiri lalu ia dikejutkan dengan ekspresi Ophilia yang begitu ketakutan sampai kedua matanya tidak menunjukkan apapun kecuali kekosongan.


"Ragnarok...?" Yuuna memiringkan kepalanya karena ia sendiri tidak pernah mengetahui sejarah kelam itu.


"Apakah kalian bisa melihat dan merasakannya...? Bukti yang ditunjukkan oleh Ophilia, murni akan ketakutan dan keputusasaan." Kata Korrina.


"Ragnarok adalah perang akbar yang mengakibatkan kedua layer untuk saling berperang sampai mati..."


"...tujuannya tidak jauh berbeda dari perang biasa yaitu bertahan hidup." Kata Ophilia yang berbicara selagi menahan ketakutannya.


"Kita adalah teman masa kecil..."


"Aku dan Ophilia sudah merasakan perang Ragnarok sebanyak dua kali, sejak kecil dan berumur sudah dewasa..."


"...itulah kenapa aku dan Ophilia bisa disebut sebagai Ancient Legend yang sudah hidup terlalu lama sampai kembali merasakan sejarah itu untuk ketiga kalinya."


"Kami sudah kehilangan banyak sekali teman dan sesosok yang dekat sejak peperangan itu, mungkin sekarang kita juga akan menghasilkan sesuatu yang sama." Ucap Korrina yang terlihat pasrah.


Dirinya tidak perlu mengatakan apapun kecuali menjelaskan sedikit penjelasan tentang Ragnarok yang berkaitan tentang perang, hanya saja mereka tidak merasakan ketakutan yang sama dengan Korrina dan Ophilia.


"Hugh..." Ophilia menutup mulutnya sendiri karena pikirannya yang hilang kembali muncul, tetapi kali ini mengingatkan kembali seluruh kejadian di Ragnarok.


"Korrina... aku mohon, beritahu aku bahwa itu adalah sebuah lelucon yang sangat buruk." Ophilia bangkit lalu ia memegang erat kedua bahu Korrina dengan ekspresi ketakutan.


"Kau pikir aku pergi jauh mengunjungi berbagai macam layer hanya untuk mengatakan sebuah lelucon menyebalkan itu?" Tanya Korrina.


"Ophilia... ratusan tahun lamanya aku tidak bertemu dengan kalian, dan kau pikir aku akan bercanda begitu saja." Korrina memasang ekspresi kapok karena ia sendiri menyesal untuk pergi.


"Sejujurnya aku sangat menyesal untuk melaksanakan tugasku pergi menuju lapisan layer luar dari Touriverse hanya untuk mencegah Ragnarok..."


"...tetapi semua yang aku lakukan hanya menghabiskan waktu saja, jika saja aku berhasil masuk ke dalam ruangan ketiadaan yang memperlihatkan batu takdir itu."


"Mungkin aku sudah kembali mengembangkan Touriverse menjadi lebih baik lagi." Korrina mulai menepuk punggung Ophilia untuk memenangkan dirinya.


"Kita pasti bisa menetapkan kemenangan itu, tidak seperti dulu..."


"...kita memiliki banyak petarung hebat dari seluruh alam semesta yang ada."


Ophilia merasa sedikit tenang lalu ia memeluk Korrina erat, "Zoiru sudah tidak bersama kita lagi."


"... ...!" Korrina memasang ekspresi kaget.


"Zoiru...?!"


"Ya, dia sudah mati..."


"Mati...!?"


"Justru dia yang sudah membawa kita menuju puncak kemenangan berkat bantuan dari pasukan Oather dan Bamushigaru!" Kata Korrina dengan ekspresi yang kaget.


"Kau tidak mengerti, Korrina..."


"...sejak kamu pergi dalam waktu yang lama, Touriverse tidak menjadi sesosok hal yang baik dalam pandanganmu! Semuanya kacau dan berantakan sejak kepergian dirimu..."


"...semua itu memburuk ketika Zoiru kembali hanya untuk membangkitkan Bamushigaru yang akan punah karena kekurangan makanan untuk perutnya!"


"Dia memutuskan untuk memakan segala hal yang terdapat di dalam Touriverse, tetapi... ia berhasil dihentikan, entah ia masih hidup atau tidak tetapi Shiratori Minami berhasil mengurusinya." Ophilia menunjuk ke atas.


Korrina menoleh ke atas lalu ia melihat sebuah pohon emas, "Itu adalah kuburan anakku... itu adalah sebuah tanda kehormatan yang ia tinggalkan karena sudah menghentikan Bamushigaru."


Korrina langsung menatap Megumi yang menurunkan kedua telinganya karena mengingatkan kematian Minami, "Ada apa dengan Minami...?"


"Dia sudah gugur... gugur dalam pertarungan melawan Zoiru, dia menghabiskan semua nyawanya untuk menumbuhkan pohon emas sebesar itu lalu membawa Zoiru pergi entah kemana."


Korrina hanya bisa diam lalu ia mencoba untuk tetap tenang dengan mengambil rokok yang tersisa di dalam saku bajunya, "Sayang sekali..."


"...turut berduka cita untuk anakmu, Megumi." Korrina mendekati Megumi lalu ia mengusap kepalanya untuk menenangkan dirinya.


"Seharusnya aku tidak membahas tentang hal itu, lebih baik aku perlu mengetahui semua informasi baru yang terdapat di dalam Touriverse..." Korrina menggigit rokoknya pelan lalu ia menyalakannya.


"Sebelum itu..."


"...aku ingin bertemu dengan anak-anakku, dimana mereka?"


Ketika Korrina membicarakan tentang ketiga anaknya itu, mereka hanya bisa memasang ekspresi kaget dan berpikir cara agar bisa menjelaskan sesuatu yang cukup menyedihkan untuk dirinya ketahui.


"Soal itu..."

__ADS_1


__ADS_2