Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 895 - Potensi Sebesar Apa yang Kau Simpan dalam Cahaya itu?


__ADS_3

"Baiklah, Shinobu Koneko...!!! Waktu bermain sudah selesai!!!" Demetrio melancarkan lengan kanannya ke depan sampai ia menangkap wajah Shinobu yang begitu kecil di genggamannya.


"Semua pion itu sudah musnah, baguslah... apa yang aku ingin sebentar lagi dapat digunakan, setidaknya berikan aku waktu untuk mengolah kembali semua kekuatan yang aku punya."


"Kepercayaan tanah sudah kembali stabil bahkan melebihi ekspektasi yang aku miliki, aku ingin menantang dirimu sekarang...!!!" Demetrio melempar Shinobu menuju daratan tetapi ia mulai melakukan backflip ke belakang.


Golden Moon mulai berputar di lengan kiri Shinobu sedangkan Golden Sun di tangan satunya lagi, kekuatan cahaya emas yang berhasil ia pelajari sampai diolah kembali menjadi kekuatan tambahan Golden Sunshine.


Tidak seperti kekuatan asli dari Golden Moon atau Golden Sun dimana cahaya mereka akan bersinar menyesuaikan bulan serta matahari asli, Shinobu menggunakannya sebagai peningkatan terhadap serangan fisik dan cahayanya.


Kedua bola itu terus bersinar emas keputihan sampai Demetrio tidak bisa melihatnya, tidak ada wujud yang dapat ia lihat melainkan cahayanya saja yang mulai berputar mengelilingi pergelangan tangannya.


"Tidak aku sangka makhluk rendahan seperti Neko Legenda akan menghancurkan berbagai macam batasan sampai memberikan dirimu jalan menuju kekuatan cahaya yang tak ada batasnya sama sekali."


"Mengejutkan... ketika aku dulu melihat Neko Legenda, kekuatan mereka terbatas dengan perasaan amarah mereka yang dapat memicu kebangkitan dari Beast Neko Legenda."


"Pikiranmu memang terbuka lebar, kau sungguh jenius menangani berbagai macam kekurangan dan batasan yang menghalang jalanmu." Demetrio tersenyum, melihat Shinobu melakukan kuda-kuda bertarung.


"Ayo kita mulai, Demetrio."


"Baiklah, Shinobu Koneko."


Koizumi yang masih dalam proses pemulihan dari jauh melihat sepupu kecilnya akan melawan seorang pemimpin atasan dari semua Dewa elemen itu, bisa dibilang Demetrio masih terlihat percaya diri.


"Akhirnya sekarang akan benar-benar dimulai..." Koizumi mulai berbicara selagi duduk di atas tanah dan bersandar di balik batu.


"Nasib Yuusuatouri--- tidak... nasib seluruh alam semesta ini akan ditemukan melalui pertarungan seperti ini, jika kau kesulitan maka aku dengan senang hati akan menggantikan posisimu."


Ketika Shinobu menggerakkan lengan kanannya, Demetrio bisa merasakan satu serangan yang mengenai bahunya itu tetapi ia tidak tahu itu apa karena serangannya begitu cepat sampai ia perlu waspada.


"Sama dengan yang aku alami ketika melawan Shinji... kecepatannya sungguh mengerikan, apa yang mengerikan dari Shiratori adalah kecepatan mereka yang kemungkinan bisa membunuh dan mengakhiri segalanya tanpa bermain-main..."


"...serangan cahayanya itu, sudah tidak bisa di lihat dengan mata... serangan tak kasat mata yang harus aku perhatikan agar tidak mengenal bagian vital." Demetrio menyimpan semua kekuatan tambahan yang ia dapatkan di belakangnya.


Shinobu terus menggerakkan kedua lengannya, diam-diam melancarkan serangan cahaya yang tak kasat mata sampai menyentuh tubuhnya beberapa kali lalu memberikan luka yang menyakitkan setiap ia membiarkan serangan itu mengenainya terlalu lama.


Demetrio mulai merasa frustrasi sekarang, serangan cahaya itu sudah mengandung tekanan yang sempat meretakkan tulang rusuknya, ia mulai melakukan posisi pertahanan sampai menghalangi semua serangan cahaya.


"Shinobu? Sedang menyerang... kecepatan itu tidak bisa terbayangkan tetapi..." Kedua jarum jam di mata Koizumi mulai berjalan lambat sampai ia bisa melihat setitik kecil cahaya seperti partikel yang menyerang Demetrio.


"Jika aku membiarkannya begitu saja... aku yakin diriku akan menerima kesulitan yang sama dengan Demetrio dimana cahaya itu bergerak sangat cepat dan tak terlihat."


"Sepertinya Nobu meninju dengan sangat cepat untuk menembakkan serangan cahaya yang tak terlihat." Kata Nobu yang baru saja tiba di lokasi Koizumi selagi menggusur Konomi.


"Apa yang terjadi dengan Konomi?" Tanya Koizumi yang melihat Konomi tidak siuman sama sekali, ia menyentuh lehernya untuk mencari urat nadinya dan untungnya ia masih bisa merasakannya.

__ADS_1


"Terlalu jauh menghancurkan batasan dapat menyebabkan tubuh kita tidak stabil, itu yang Kakak alami saat ini... untuk sekarang dia akan baik-baik saja jika kita lindungi." Kata Ako.


"Serangan yang menyedihkan...!" Kata Demetrio sampai ia menjatuhkan meteor besar dari atas langit tetapi Shinobu melakukan beberapa backflip ke sebelah kanan untuk menghindari meteor dan tekanan yang ia lepas.


Demetrio mengalihkan pandangannya kepada Shinobu lalu melempar banyak sekali meteor ke arah dirinya, Shinobu memasang tatapan tajam sehingga ia melompat-lompat di setiap meteor itu sampai jaraknya sudah sangat dekat dengan Demetrio sekarang.


Demetrio sempat menahan pukulan Shinobu karena ia bisa mengetahui kapan dirinya akan menyerang, dengan bantuan dari pengalaman melawan pengguna cahaya terkuat juga seperti Shinji.


Demetrio memasang tatapan kaget ketika Shinobu melakukan frontflip ke depan sampai melewati tubuhnya itu, ketika Demetrio melirik ke belakang satu tendangan mengarah kepada dirinya sampai mengenai dadanya itu.


"Ugh...!!!" Shinobu mulai berbalik lalu melancarkan pukulan beruntun, Demetrio menahan semua itu dengan menumbuhkan perisai batu yang diperkuat kandungan God Lenergy.


Koizumi melihat pergerakan tinju yang Shinobu kerahkan tidak bisa di lihat, rasanya kedua lengannya menghilang begitu saja tetapi yang ia ketahui adalah pukulan yang dihabiskan selama satu detik bisa saja menembus ratusan.


"Golden Sunshine... kelincahannya tidak buruk, hanya saja kau mengalami kekurangan dalam segi kekuatan!" Demetrio menangkap kedua tinju Shinobu lalu mengubahnya menjadi batu.


Shinobu terkejut ketika melihatnya, kedua kakinya juga berubah menjadi batu karena sihir yang dimiliki oleh Demetrio, "Aku hanya harus membuatmu tidak bisa bergerak sama sekali...!"


Demetrio maju ke depan lalu melancarkan satu tendangan yang melemparnya ke belakang, Shinobu mulai menghilang begitu saja seperti cahaya yang terhalang oleh awan dimana cahaya itu menghilang tanpa jejak.


"... ..." Demetrio tersenyum lalu menoleh ke belakang dimana Shinobu sudah berdiri selagi memasang tatapan serius.


"Kau juga bisa mengubah sesuatu menjadi batu ya... kutukan seperti itu sangat berbahaya." Bagian batu yang berada ditubuhnya itu mulai menerima tempelan Golden Leaf yang menghancurkan sihir yang mengubah dirinya menjadi batu.


"Untungnya Golden Leaf dapat menetralkan serangan seperti ini... memindahkannya ke dalam daun emas itu sendiri bagaikan wadah yang menyedot sesuatu berbahaya..." Batin Shinobu.


Demetrio mengeluarkan banyak sekali aura coklat yang mengguncangkan planet Lemia sampai daratannya mulai bergetar lalu mengangkat banyak sekali batu yang mengarah kepada Shinobu.


Shinobu melompati setiap daratan lalu pandangannya fokus dengan langit-langit yang menjatuhkan ribuan meteor kepada dirinya, kecepatan jatuh meteor itu cukup cepat dan mengerikan.


Untungnya Hinoka datang untuk menghancurkan semua meteor yang hampir saja menindih Koizumi bersama kedua temannya itu, "Kita harus mencari tempat yang aman...!"


"Kalian mundurlah lebih jauh!" Peringat Shinobu kepada teman-temannya sehingga tubuhnya mulai dikelilingi dengan nota lagu yang Anastasia lepaskan sebagai sihir peningkatan.


"Terima kasih, Anastasia... kalian semua berlindung sekarang juga!"


"B-Baiklah, bertarung lah sekuat tenaga dan jangan khawatir soal planet ini!" Peringat Hinoka yang dapat mengubah kehancuran planet melalui ledakan menjadi planet pulih.


Mereka semua mulai pergi dari wilayah itu, mencari tempat yang cocok agar bisa melihat pertarungan yang saat ini sedang terjadi.


Shinobu yang mulai melepaskan pembakaran melalui kedua tapaknya melesat maju menuju arah Demetrio dengan cahaya yang berkumpul banyak sekali melalui mulutnya.


Kedua pupil Shinobu mulai terarah ke sebelah kanan karena ia mendengar pergerakan kecil yang dapat dirinya dengar menggunakan telinganya yang begitu tajam.


Penciumannya juga dapat merasakan perubahan termasuk dengan pikiran seseorang yang ia deteksi pindah ke sebelah dirinya, Shinobu langsung melompat ke atas dan melakukan putaran yang membantu dirinya terbang ke sebelah kanan.

__ADS_1


"Shining Sunshine...!!!" Shinobu melepaskan gelombang cahaya yang sangat besar dengan jarak pendek, jarak itu terbatas dengan daya kekuatan serta ukuran dari sihir itu.


Untungnya Demetrio berhasil mengangkat kedua lengannya ke atas sampai menciptakan tembok besar yang menahan serangan itu, tatapannya yang terlihat puas melihat Shinobu mengetahui perpindahan tanahnya.


Ditambah lagi, ia memang tidak bisa ditipu menggunakan tanah liat yang sudah ia simpan di atas gunung itu, selama ini dia tahu kapan Demetrio akan berpindah dengan tanah, batu, atau sesuatu yang berkaitan dengan sihir tanah tersebut.


"Tajam sekali ya... sungguh mengejutkan bahwa aku akan mendapatkan pengalaman baru ketika melawan Neko Legenda, yang aku ketahui lebih menyebalkan adalah sembilan nyawa itu!"


"Trik apapun yang kau lakukan... semua itu sudah Koneko ketahui dari pengalaman sendiri!" Shinobu melebarkan mulutnya sehingga Demetrio mengubah tubuhnya menjadi logam yang menahan serangan cahaya itu.


"Apa Koneko bertambah kuat sekarang?" Tanya Hinoka.


"Sulit untuk mengatakannya... aku tidak bisa membaca Lenergy yang dia simpan, mungkin semuanya sudah bersatu dengan cahaya yang tidak mengandung sihir sama sekali."


Demetrio memasang tatapan kaget ketika melihat Shinobu menghilang begitu saja dengan tubuhnya yang menipis, Demetrio melompat ke atas lalu mereka menyambut satu sama lain dengan serangan yang mengenai satu sama lain.


Shinobu melancarkan satu pukulan yang berhasil Demetrio tangkap, banyak sekali batu-batuan kecil serta noda tanah yang mengenai tubuhnya, ia dapat melihat dan mengetahui kapan dia akan menyerang dirinya.


Tendangan yang dilakukan oleh Shinobu juga berhasil Demetrio tahan, hanya saja ia dikejutkan dengan Shinobu yang menggerakkan kepalanya ke depan sampai menabrak dadanya itu.


"Agh---" Shinobu melompat ke depan lalu melancarkan satu tendangan yang mendapatkan dukungan dari pembakaran zirah teknologi di bagian betis untuk menambah tekanan, kekuatan, dan kecepatan.


Demetrio menggunakan sihir tanah untuk mengubah noda tanah di tubuhnya menjadi batu besar yang membesar melebihi meteor sampai menekan tubuhnya itu lalu membawa dirinya menuju daratan.


Karena Demetrio berada di bawah Shinobu, itu hanya memberikan dirinya kesempatan emas untuk melepaskan serangan cahaya itu dengan menggerakkan kedua pukulan nya sampai tidak terlihat lagi.


Apa yang bisa di lihat itu seperti pancaran cahaya yang masuk ke dalam jendela, semua serangan itu mengenai tubuh Demetrio sampai satu detik juga sudah terasa jutaan serangan mengenainya.


"Hnggghhhh...!!!" Demetrio terus menarik Shinobu untuk mendekati dirinya selagi menahan semua kesakitan yang ia rasakan dari serangan cahaya itu.


Mereka mulai saling mendekati satu sama lain dari atas langit, dengan waktu yang tepat mereka melancarkan satu serangan yang mengenai dada satu sama lain.


"Uckk!!!" Shinobu terpental ke atas langit karena pukulan Demetrio terasa seperti jutaan planet menabrak tubuhnya sedangkan untuk Demetrio sendiri, serangan tadi bisa menembus isi tubuhnya.


Mereka menghilang menggunakan kecepatan yang sama lalu mendarat di atas tanah selagi melancarkan banyak serangan yang terus beradu sampai menggetarkan daratan tanpa henti.


"Sepertinya Nobu dan Demetrio seimbang..."


"Tidak juga... Shinobu sudah jelas lebih cepat." Jawab Koizumi yang tidak bisa terlalu lama mengikuti kecepatannya itu.


"Jadi dia bisa menang?" Tanya Ako.


"Demetrio masih terlihat percaya diri... aku yakin dia menyimpan sesuatu yang lebih mengerikan, bukannya dia adalah Dewa yang selalu memiliki rencana alternatif?"


"Benar juga..."

__ADS_1


"...semoga Shinobu bisa mencegahnya."


__ADS_2