Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 517 - Semangat Seperti Dirinya


__ADS_3

"Peserta Kou sepertinya masih bisa melanjutkan pertarungan!" Seru Jorgez, membuat para penonton bersemangat untuk melihat Kou dapat melakukan apa saja.


"Aku tidak bisa melihatnya, Kou yang malang..." Megumi menutup kedua matanya.


"Di saat-saat seperti ini, seharusnya Korrina bisa melihat penerusnya menjadi Legenda hebat yang tidak akan menyerah." Ucap Shira yang sedang menatap Kou, ia berharap bisa melihat sesuatu yang baru darinya.


"Bukannya dia dulu sangat tidak terkalahkan karena The Mind, kenapa sekarang ia tidak menggunakannya...? Aku bahkan sampai tidak diberi kesempatan untuk menyerang sejak itu..." Ungkap Shira.


Futabi maju ke depan lalu ia menendang Kou tetapi kali ini ia dikejutkan dengan sebuah tangan putih yang melindunginya, Kou masih tetap terdorong ke belakang tetapi dengan posisi berdiri.


"Apa itu tadi...?! Apakah salah satu hantumu lagi!?" Seru Futabi sehingga ia menghindari beberapa serangan dari Kouko yang kembali bangkit.


Dengan kecepatan listriknya, ia mulai menendang Kouko mundur lalu melepaskan petir besar yang mampu menghempas Kouko keluar dari arena, Kou mulai menghapus darah yang keluar melalui mulutnya.


"Terimalah batasan dan kekuranganmu itu... Lebih baik menyerah sebelum menerima sengatan listrik yang besar!" Seru Futabi.


"Kekurangan ku...? Omong kosong!" Kou mengepalkan kedua tinjunya lalu ia mengangkat lengan kanannya sehingga sebuah lengan putih mulai muncul di belakang lengannya.


Lengan putih itu memunculkan sebuah Keris yang memancarkan aura Crimson, membuat Futabi bisa merasakan tekanan yang sangat besar bahkan sampai membuat dirinya merinding seketika.


"Apa ini...?! Kenapa aku merasakan kekuatan besar!? Sebelumnya aku tidak merasakan apa-apa darinya!" Ungkap Futabi, ia melepaskan beberapa petir emas ke arah Kou.


Keris itu langsung menghancurkan semua sihir itu menjadi udara biasa, Kou mulai menunjuk ke depan sehingga Keris tersebut melesat maju dan menyebabkan pipi kanan Futabi terbuka seketika.


"Aaaagggghhh!!!" Darah mengalir keluar melalui luka di pipinya itu.


"Mama... Kak Haruka... Kak Honoka... sudah saatnya aku tumbuh, bersikap layaknya seperti kalian yang sangat hebat." Kou mula memasang ekspresi serius, mencoba untuk mengontrol Astral di belakangnya.


"Aku adalah penerus Mamaku sendiri, itu artinya aku harus terus mencoba dan berjuang seperti beliau! Membuat masa depan jauh lebih baik...!"


"...aku ingin menjadi seperti Mama dan tentunya kedua kakakku!" Kou mulai menunjuk ke depan sehingga Keris itu terlepas ke arah Futabi, ia mulai menghindari serangan tersebut lalu melepaskan petir besar ke arah Kou.


Petir itu terhempas ke atas langit sebelum mengenai tubuh Kou, hal itu disebabkan karena tangan putih di belakang Kou. Dengan melihat Kou masih bertahan seperti itu, membuat Honoka merasa lega seketika.


"Grrrggghhh!!! Sialan kau!!!" Futabi melepaskan beberapa petir ke arah Kou sehingga tubuhnya mulai diselimuti dengan aura putih, Kouko muncul kembali dan ia memegang erat Keris itu sekarang.


Futabi melebarkan matanya ketika melihat seorang gadis bertudung sedang menjaga Kou dari belakang, jantung Futabi berdetak cepat dan merasa takut seketika melihat wajah di balik tudung itu.

__ADS_1


"Aku akan memenangkan pertarungan ini! Sebagai seorang Legenda, aku akan tetap berjuang demi mengalahkan kekurangan ku juga...!"


"Kouko!" Seru Kou keras sehingga Kou melesat maju ke arah Futabi yang mulai melarikan diri selagi melepaskan sihir petir ke arah Kouko yang menghindari semua serangan tersebut.


"Sial...! Kenapa semua seranganku tidak mengenai dirinya sekarang!?"


"Sepertinya peserta Kou dapat mengontrol objek apapun bahkan sampai membuat pedang itu terasa seperti menyerang musuhnya...! Sungguh ngeri!" Seru Jorgez keras.


Futabi melesat ke arah Kou sehingga ia terhempas ke belakang sebelum mengenai Kou, ia dikejutkan dengan keberadaan seorang gadis di belakang Futabi yaitu Korrina yang menunjuk dirinya.


"Ratu Touriverse itu...!?" Futabi melebarkan matanya sehingga punggungnya menerima satu serangan dari Keris tersebut, menyebabkan dirinya terjatuh d atas tanah.


"Ini adalah kekuatanku... Walaupun aku penuh kekurangan, setidaknya aku memiliki Kouko untuk bertarung demi melindungi diriku dan pikiranku sendiri!" Seru Kou, ia mulai mengepalkan kedua tinjunya lalu menunjuk Futabi.


"Kouko!!! Sekarang!"


Kouko melancarkan beberapa serangan Keris yang mampu melukai seluruh tubuh Futabi bahkan sampai membuat dirinya tidak bisa melakukan apapun kecuali pasrah.


Kekuatan dan sihirnya mendadak tidak berfungsi ketika menerima satu tebasan tadi, Kouko terus menyerang dirinya sampai ia melakukan satu putaran lalu mengakhirinya dengan menghantam perut Futabi sampai ia terjatuh dari atas arena.


"Hah... Hah... Hah..." Kou dipenuhi dengan keringat karena ia sendiri merasa lelah bertarung sambil disaksikan oleh banyak orang.


"Pe... Per... Pertarungan yang sungguh mengerikan!!! Peserta Kou telah memenangkan ronde lima hanya dengan menggunakan Keris untuk menjatuhkan!!!" Seru Jorgez keras.


Semua penonton langsung bersorak keras dan bertepuk tangan karena merasa puas melihat kehebatan Kou bertarung tanpa menggerakkan tubuhnya.


Shira bersama yang lainnya langsung lega ketika melihat Kou berhasil memenangkan pertarungan, jika di pikirkan kembali ia memang mirip seperti Korrina dalam segi strategi dan semangat.


"Hahaha... Apa yang aku harapkan, seharusnya dari awal aku mempercayai dirinya." Kata Ophilia.


"Hahhhh... Kou, kau membuat diriku khawatir saja." Kata Honoka selagi menepuk dadanya yang terasa sedikit sakit.


Kou mulai melambaikan kedua lengannya kepada para penonton lalu ia berjalan pergi bersama Kouko yang mulai masuk kembali ke dalam tubuhnya, Keris yang dipegangnya menghilang seketika.


Kou ketika masuk ke dalam ruangan peserta langsung mendapatkan beberapa sambutan dari temannya yang memberikan dirinya sebuah kejutan yaitu pelukan.


"Kou~ Tadi kamu hebat sekali untuk bisa bertahan." Kata Mitsuki.

__ADS_1


"Itu benar... Ternyata meminta bantuan Kou dapat memperbaiki keadaan ya, untungnya kamu masih punya Keris itu." Ucap Minami.


Teman-teman mulai melakukan perayaan kecil, Shuan dari jauh tersenyum bangga kepada pacarnya sendiri bahwa ia dapat melakukannya berkat bantuan dari Kouko dan semangatnya.


"Sepertinya Kou masih bisa melanjutkan pertarungan ini asalkan ia tidak berlebihan dalam menggunakan pikirannya." Kata Asriel.


"Aku harap Kou nanti bisa bertemu dengan Kakakku, aku ingin melihat pertarungan seperti apa yang terjadi nanti." Rokuro menyilangkan kedua lengannya lalu ia menatap keluar, melihat Morgan mulai mengumumkan sesuatu.


"Karena sudah terlalu larut dan malam, pertandingan selanjutnya akan di lanjut besok sampai pembukaan pertandingan kedua...! Saya harap para peserta bisa beristirahat dengan tenang hari ini."


Hari pertama telah berakhir begitu saja, pertarungan yang cukup menghibur dan menebarkan akan di lanjut besok pagi, para penonton langsung bergegas memesan sebuah penginap di kota permohonan.


***


Turnamen permohonan terus berlanjut dengan lancar tanpa mengalami kendala apapun bahkan Shuan bersama teman-temannya terus mengalami kemenangan.


Untuk sekarang tidak ada yang kalah karena mereka selalu mendapatkan musuh yang tidak begitu menantang sehingga 3 hari ini sudah terlewati dan turnamen sudah memasuki akhir dari tahap pertandingan 2.


Haruka menghentikan waktu lalu menendang musuhnya sampai ia terjatuh dari atas arena, ronde terakhir di menangkan oleh Haruka sehingga ia dapat melanjutkan pertandingan 3.


2 pertandingan lagi dan mereka akan memasuki semi final, Haruka kembali menuju tempat penonton dan melihat Morgan mulai berdiskusi soal pertandingan selanjutnya yang mulai serius dan sengit.


"Pertandingan ketiga akan di mulai sekarang juga..." Kata Haruka, ia menatap ke atas layar.


"Kakak, sepertinya kita akan bertemu di semi final nanti jika kita bisa memenangkan pertandingan tiga sampai lima, jangan sampah lengah." Kata Honoka.


Haruka tersenyum serius, "Ahh... Menarik juga untuk bisa bertarung denganmu di semi final nanti, aku sangat menantikannya."


"Pertandingan yang kedua telah berakhir, sekarang kita akan memasuki pertandingan yang ketiga! Hari ini masih tersisa 3 ronde sebelum beristirahat dan kemungkinan besok kita akan memasuki pertandingan 4 dan 5."


Semua penonton bersorak keras, merasa tidak sabar pertarungan apa saja yang akan terjadi selanjutnya. Kedua peserta kuat sebentar lagi akan saling berhadap dan tentunya akan menjadi sebuah pertarungan yang dapat menghibur para penonton.


Rokuro melihat bagian dirinya sebentar lagi, ia akan melawan temannya itu yang bernama Bakuzen dan itu cukup mengejutkan karena ia menantikan pertarungan yang sebenarnya.


"Rokuro, sepertinya kita akan bertarung lebih awal, aku tidak akan kalah dengan mudah melawan dirimu."


"Aku juga... Mari kita bertarung dengan penuh kekuatan tanpa harus menahan diri."

__ADS_1


"Terdengar menyenangkan..."


__ADS_2