Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 703 - Akar Kehidupan


__ADS_3

"Roots ya... kalau tidak salah Kou bilang bahwa akar kehidupan Ancient Legenda berada di tempat yang berbeda dan tersembunyi." Rokuro menatap Regulus dengan raut wajah serius.


"Tidak jauh dari tubuhnya itu yang sudah abadi... walaupun abadi, dia masih tetap merasakan kesakitan yang mampu membuatnya menjadi lebih kuat lagi."


"Kalau tidak salah arwahnya kemungkinan bisa di jadikan sebagai akar kehidupan itu... aku masih merasa bingung harus mulai dari mana." Rokuro merapatkan giginya kesal karena ia melihat Regulus mulai mendekat.


"Baiklah, pendosa... kalian akan membayar semua perbuatan kalian akibat menantang sang Kaisar." Regulus mengepalkan kedua tinjunya yang sangat besar.


Regulus berubah menjadi petir lalu ia muncul tepat di belakang mereka semua, menyebabkan tubuh yang mereka rasakan menerima sengatan yang mampu melumpuhkan tubuh mereka untuk sementara.


"Aggghhhh...!!!" Asriel berlutut di atas tanah selagi memegang perutnya, ia bisa merasakan aliran listrik yang begitu besar di dalam tubuhnya.


"B-Brengsek... sejak kapan dia...?! Kecepatannya melampaui cahaya... aku tidak memiliki kesempatan apapun untuk melihatnya!" Kata Shuan selagi memegang erat dadanya yang terasa sakit.


"Hehehe... Hahaha...!!! FUHAHAHAHAHA!!! TERNYATA AKU MASIH BISA BERKEMBANG LEBIH JAUH DENGAN KEKUATAN PRIMAL LEGEND!!!" Regulus melepaskan tawa yang begitu keras.


"Menakjubkan! Ini benar-benar sempurna... kaisar Regulus Khan, akan menghukum mereka yang melakukan banyak dosa sampai tidak mengetahui posisi mereka di hadapanku."


"Jangan senang dulu, Regulus... sekuat apapun dirimu, kami juga tetap bangsa Legenda yang masih bisa berkembang...!!!" Rokuro memunculkan sebuah sabit lalu ia melesat penuh kecepatan ke arah dirinya.


Regulus saat ini membelakangi Rokuro tetapi ia bisa merasakan gerakan yang begitu cepat di belakangnya, Regulus tersenyum jahat sampai berubah menjadi petir lagi.


Punggung Rokuro menerima sambaran listrik sampai menyebabkan luka berlubang yang mengeluarkan banyak darah segar, ia juga tidak sempat untuk menyerap tubuh Regulus yang berubah menjadi petir.


"Grrgghh..." Rokuro terjatuh di atas tanah lalu ia mengalihkan pandangannya kepada Regulus yang sedang menatap kedua tapak tangannya.


"Tubuhku bergerak sesuai keinginan... insting seekor hewan terasa begitu kuat sampai aku bisa terus bertambah kuat lagi dan lagi...!!!"


Shuan memancarkan cahaya emas yang begitu besar lalu ia terbang ke atas dan melesat lebih kecepatan ke arah Regulus sehingga ia sempat melihat tapaknya mulai mengarah kepada Shuan.


"... ...!!!" Tubuh Shuan langsung menerima aliran listrik yang begitu besar sampai ia seret dan di banting ke atas daratan oleh Regulus yang mengendalikan semua aliran listrik di dalam tubuhnya.


Shuan kembali bangkit lalu ia melesat maju, dan melancarkan beberapa pukulan tetapi aliran listrik yang berada di dalam kedua lengannya itu mulai Regulus kendalikan sampai serangannya terus meleset.


"D-Dia membelokkan semua serangan, Shuan..." Kata Hana yang melakukan beberapa observasi agar mencari jalan untuk menghentikan dirinya yang cukup kuat.


Regulus menunjuk Shuan menggunakan kedua tapak tangannya lalu ia memutarkan kedua tubuhnya sampai ia terjatuh tepat di belakangnya dengan kedua lengannya yang terus bergetar kesakitan.


"Shiratori Shuan... aku tidak menyangka keturunan Shiratori akan jatuh ke sesuatu yang busuk dan rendah seperti Neko Legenda..."


"...kau tidak berdaya sekarang, dan aku cukup terkejut melihat dirimu memiliki kekuatan cahaya sebesar itu." Regulus yang terus berbicara memberikan Shuan sebuah kesempatan untuk mengisi sihir di dalam mulutnya.


"Apakah kau sudah siap untuk menyampaikan pesan sang Kaisar kepada seluruh Neko Legenda yang sudah bertemu dengan---" Regulus melebarkan matanya ketika Shuan membuka mulutnya lebar.


Mulutnya melepaskan gelombang emas yang berhasil menembus dadanya sehingga menyebabkan ledakan emas yang begitu di atas langit, Shining Justice yang Shuan lepaskan hanya meninggalkan lubang besar di dalam dadanya itu.


Regulus hanya bisa tersenyum lalu mengeluarkan beberapa listrik yang menciptakan sihir regenerasi untuk dirinya sampai lubang di dadanya kembali menumbuhkan daging dan organ tubuh yang baru.


"Kau memang abadi ternyata... bukan sekedar keabadian bisa tetapi kau memiliki akar kehidupan yang membantu dirimu untuk tetap bertambah kuat..." Shuan merapatkan giginya kesal.


"Kau sepertinya sudah mengetahui rahasia kehidupan dari bangsa Ancient Legenda, percuma saja... kau tidak akan pernah menemukan Roots yang kalian inginkan."


Regulus menunjuk Shuan, Rokuro, dan Asriel menggunakan kedua tapaknya sampai tubuh mereka mengeluarkan peti suci yang melayangkan tubuh mereka sampai berhasil di kendalikan dengan mudah.


"Baiklah... mari kita saksikan tubuh Ancient Legenda ini dengan tambahan potensi penuh dari Saint dan kealamian dari seorang hewan yaitu gorila...!!!"


"Ucckkk...!!!" Asriel mencoba untuk menghindari semua aliran listrik yang mengendalikan tubuhnya itu tetapi ia tidak dapat melakukan apapun.


Rokuro yang menggunakan dosa Greed mencoba untuk menyerapnya tetapi aliran listrik malah terlepas keluar lagi sehingga menciptakan jumlah yang lebih banyak sampai mengupas kulitnya satu per satu.


Tubuh Regulus mulai memunculkan banyak petir hitam yang besar sehingga sihir itu perlahan-lahan membesar sampai membuat Regulus tersenyum puas.


"HWAAGHHH!!!" Regulus menjerit keras sampai meledakkan tubuh bersama wilayah di sekelilingnya dengan petir yang sangat besar sampai menyambar kemana-mana.


Rokuro, Shuan, dan Asriel terpental ke belakang dengan kulit mereka yang sudah terkupas sebagiannya sampai daging mereka mulai tertebas, mengeluarkan darah yang segar.


Ledakan tadi mampu menciptakan lebih banyak aliran listrik di dalam planet Legenia sehingga Regulus bertambah semakin kuat, ia melihat ketiga Legenda itu berbaring di atas tanah dengan kondisi yang terluka parah.


"Sempurna... Ini terlalu sempurna!!! Luar biasa...!!! Kekuatan penghancur sang Kaisar...!!! Ini dia...!!! Ini yang selama ini aku inginkan!!!" Regulus merentangkan kedua lengannya sampai mengumpul petir yang lebih banyak dari atas langit sampai menyambar tubuhnya.


"Lihatlah, pendosa...!!! Apakah kalian tidak menyadari betapa indahnya Kaisar seperti diriku ini...?!" Tanya Regulus yang terlihat begitu senang sampai mereka semua hanya bisa diam, mencoba untuk bangkit kembali.


"Dewa dan Dewi yang mengawasi di semesta Kamitouri...! Mereka semua sudah tidak dibutuhkan lagi jika keberadaanku yang begitu suci dan agung masih bisa di rasakan oleh semua orang...!!!"


"Setiap makhluk hidup yang tidak berakal dan tidak menyembah diriku berhak menerima hukuman yaitu kemusnahan...!!!" Regulus mengangkat kedua lengannya sampai semua petir yang ia kumpulkan mulai menyambar daratan beberapa kali.

__ADS_1


"Golden Earth...!!!" Shuan menghantam bumi emas di atas daratan sampai menciptakan tumbuhan besar yang mampu menyerap semua serangan petir itu, mengubahnya menjadi bibit.


"HAHAHAHAHAHAHA!!!" Regulus terus tertawa terbahak-bahak sampai semua petirnya itu mulai menyerap ke arah yang berbeda sampai ke luar angkasa untuk mengenai bangsa Legenda yang berada di planet lain.


Shuan muncul tepat di belakang Regulus sampai ia mulai melirik ke belakang, "Oi, Regulus...! Hentikan seranganmu itu yang membabi-buta. Bertarung lah melawanku satu lawan satu!"


"Hanya kau? Sepertinya masih terdapat bangsa Neko Legenda yang belum memahami situasi." Regulus terus tertawa terbahak-bahak melihat Neko Legenda sepertinya masih ingin bertarung.


Shuan melancarkan beberapa serangan menggunakan kedua tinjunya tetapi Regulus menghindari semua serangan itu sampai membiarkan Shuan melakukan apapun yang ia inginkan.


Sekali saja Regulus menghindari maka aliran listrik di dalam tubuhnya akan berpindah kepada Shuan sampai melukainya secara pelan-pelan sampai sebagian fungsi dari tubuhnya hilang.


Regulus mulai mendorong wajah Shuan menggunakan tapaknya yang langsung menyengat wajahnya sampai dipenuhi dengan darah, Shuan merapatkan giginya lalu ia melihat Regulus mengangkat sebuah palu berwarna hitam yang terbuat dari petir.


Shuan mulai menghindari semua palu itu tetapi Regulus menciptakan lebih banyak palu yang langsung ia lempar kepadanya sampai kecepatan palu itu terbantu dengan kilat.


Tubuh Shira mengenai tabrakan palu itu sebanyak dua kali, sebagian dari tulangnya sampai remuk karena tekanan yang dimiliki oleh palu itu cukup besar sampai tidak bisa di ukur dengan mudah karena akan terus meningkat.


"Palu itu adalah hukuman bagi bangsa Neko Legenda tidak berguna sepertimu... kalian sangat berbahaya dan bar-bar ketika amarah itu sudah tidak bisa di kendalikan..."


"...lebih baik mati saja bersama seluruh palu ini yang dapat menghukum dirimu sampai menjadi daging yang datar!" Regulus tersenyum jahat karena ia semakin menikmati kekuatan yang dimilikinya.


Kedua mata Shuan memancarkan cahaya yang emas sampai ia melepaskan sebuah bola emas yang melesat ke depan sampai menghancurkan setengah dari tubuh Regulus karena tarikan yang terkandung di dalamnya.


"... ...!?" Regulus tercengang ketika melihat setengah dari tubuhnya hancur karena bola emas yang melewati tubuhnya itu.


Rokuro melihat Shuan akhirnya menggunakan kekuatan dari Neutron itu dalam waktu yang cukup lama, pertarungan ini sepertinya hanya bisa di menangkan dengan strategi kerja sama tetapi ia bersama Asriel memerlukan rancangan rencana.


Shuan sempat mengatakan kepada mereka bahwa dirinya bersedia untuk mengulurkan waktu kapan pun karena ia masih memiliki sembilan nyawa tersisa untuk di gunakan.


"Kau... kekuatan apa itu...?" Tanya Regulus selagi mengerutkan kedua dahinya.


Shuan tidak menjawab karena ia tidak akan memberitahu dirinya kekuatan cahaya yang memiliki tekanan dan tarikan tinggi di dalamnya sampai cukup untuk mengulurkan waktu.


Shuan mendorong Regulus menggunakan tapaknya sampai ia terhempas ke belakang karena menerima dorongan yang begitu kuat sampai Shuan muncul tepat di hadapannya.


Shuan melancarkan beberapa serangan yang mampu mengenai tubuhnya sampai membuat Regulus merasa kesal karena ia berhasil di lampaui lagi oleh kekuatan cahaya yang misterius itu.


Shuan memanjangkan cakarnya lalu ia mencangkel kedua mata Regulus sampai menginjak perutnya itu cukup keras, Regulus terjatuh di atas daratan sampai menciptakan lubang yang begitu besar.


Shuan mendarat di atas tanah lalu ia mengepalkan kedua tinjunya, ia melirik ke belakang untuk melihat keadaan, sepertinya terkendali karena ia bisa melihat Hana sedang mendiskusikan sesuatu.


Kedua tangan Regulus muncul dari dalam daratan, ia mulai memegang erat kedua kaki Shuan, "Kau tidak akan bisa lari lagi dengan cahaya---"


Regulus melebarkan matanya ketika melihat kedua lengannya menghilang seketika karena Shuan yang menghapusnya menggunakan cahaya dari Neutron.


"Kau kelupaan tanganmu, Regulus." Shuan memunculkan kembali kedua tangannya itu lalu ia mengubahnya menjadi partikel cahaya yang merasuki tubuhnya.


Shuan menendang wajahnya ke depan lalu ia membuka mulutnya lebar tetapi Regulus mulai mengamuk sampai kedua matanya mulai memerah, tubuhnya berubah menjadi petir yang melesat ke dalam mulut Shuan.


"HUGGGGHHHH!!!" Semua organ di dalam tubuh Shuan seketika hancur sehingga lubang-lubang mulai bermunculan di sekujur tubuhnya, mengeluarkan listrik hitam sampai Regulus membentuk tubuhnya di dalam tubuh Shuan.


ZBAASSSHHHH!!!


Tubuh Shuan hancur seketika, nyawanya telah hilang satu sampai semua sisa tubuhnya berubah menjadi partikel cahaya yang membentuk kembali wujudnya.


"Hah... Hah... Hah..." Regulus mengepalkan kedua tinjunya, merasa kesal karena ia tidak sempat bereaksi melihat kecepatan petir tadi.


"Apa ini...? Hanya itu saja kekuatan yang kau miliki, Neko Legenda!?" Tanya Regulus dengan tatapan kesal karena sejak awal dirinya hanya bermain dengan Shuan tetapi sekarang ia mulai serius.


"Makhluk Neko Legenda seperti dirimu tidak akan pernah bisa bebas dari hukuman sang Kaisar... kau akan mendapatkan hukuman yang jauh lebih buruk di bandingkan yang lain!!!"


"Tingkah laku dirimu yang sudah menyentuh Kaisar secara sembarangan dengan kedua tangan motormu itu adalah tindakan yang tidak bisa di maafkan!!!"


Tubuh Regulus melepaskan lebih banyak petir yang mulai menciptakan sihir petir dengan bentuk tinju sampai menghantam wajah Shuan karena ia tidak sempat melihat kemunculan petir itu.


"HUGGHHH!!!" Shuan terhempas ke belakang dengan setengah kulit di wajahnya yang terkupas sampai menunjukkan dagingnya yang mengeluarkan darah.


Semua petir itu mulai membentuk tinju dan kaki yang melakukan tendangan sampai mengenai Rokuro dan Asriel karena mereka sedang fokus merancang rencana.


Hana berubah menjadi air lalu ia masuk ke dalam daratan untuk menggunakan waktu yang ia miliki sebagai pemulihan tubuhnya itu agar ia dapat membantu mereka dengan rencana yang baru saja di diskusikan.


Semua petir itu terus menabrak tubuh Shuan, Rokuro, dan Asriel tanpa henti sampai mereka tidak bisa melakukan apapun karena aliran listrik di dalam tubuh mereka terus mengendalikan anggota tubuhnya.


Rokuro merasa kesal sampai ia mencoba untuk menyerap semua petir itu menggunakan Greednya tetapi semua listrik yang sudah di serap itu malah terlepas keluar lagi sampai menyambar tubuhnya.

__ADS_1


"AAAARRRGGGHHHH!!!" Teriak Rokuro keras sampai ia berlutut di atas tanah dengan tubuh yang mengeluarkan banyak sekali darah.


Regulus menarik tubuh Shuan untuk mendekat lalu ia menendang perutnya sampai ia terhempas ke depan lalu menerima sambaran petir yang mampu membawa dirinya mendekati kepadanya.


Regulus mulai menendang tubuh Shuan sampai ia terdorong menuju sambaran petir lainnya yang membawa dirinya mendekat kepada Regulus.


Shuan menerima semua tekanan petir itu sampai nyawanya mulai hilang satu per satu karena serangan yang di lakukan Regulus cukup fatal karena aliran listrik yang masuk ke dalam tubuh sampai menghancurkan semua organ-organnya.


"GAAAHHHHH...!!!" Shuan memuntahkan banyak darah dari mulutnya sampai ia tidak memiliki solusi lain untuk menghentikan serangan yang berjalan selamanya.


"Terkutuklah kau, dasar bangsa Neko Legenda rendahan...!!! BERAPA KALIPUN AKU MENGHAJARMU, KEMARAHANKU TAKKAN PERNAH BISA TERLAMPIASKAN...!!!"


Regulus menendang kepala Shuan sampai hancur sehingga ia hanya memiliki 5 nyawa tersisa, dengan cepat Asriel melepaskan suhu yang begitu dingin sampai mengubah semua sihir listrik Regulus menjadi es.


Shuan terjatuh di atas tanah, dan Rokuro mulai muncul tepat di atas Regulus lalu memotong lehernya menggunakan sabitnya itu sehingga kepala Regulus terjatuh seketika.


"... ...!?" Rokuro memasang tatapan kaget ketika melihat kepalanya kembali terbentuk sampai ia mulai mencekik leher Rokuro sampai jarinya menusuk ke dalam kulitnya itu.


"GWAGGGHHH!!!"


"Dan bagaimana denganmu, tikus pendosa yang rakus?! Apakah kau sudah siap untuk bersujud di hadapanku!?"


"Kau salah mengatakan ini kepada orang yang tidak mengenal apa arti dari raja dan dewa...!!! Aku adalah keturunan Shimatsu...! Putra dari Shimatsu Arata!!!" Rokuro mencoba untuk memukul tubuh Regulus agar ia bisa melepaskan cekikan itu.


"Walaupun... aku harus berhadapan dengan kehancuran...! AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMBUANG SEMUA HARGA DIRIKU!!!" Rokuro sempat menyerap semua listrik itu lalu mengubahnya menjadi sumber ledakan yang begitu besar.


BAAAAMMMMMM!!!


Regulus terdorong ke belakang karena ledakan yang mendadak itu, ia merapatkan giginya kesal dan melihat Rokuro berlutut di atas tanah, mencoba untuk memulihkan semua luka yang ia terima.


Asriel muncul tepat di belakang Regulus tetapi wajahnya langsung di cengkam sampai ia terbanting di atas tanah, Regulus menunjukkan wajah kesal karena Legenda seperti Asriel dapat mengubah sihirnya menjadi es, dan itu bukanlah hal yang baik.


"Kalian pikir sang Kaisar seperti diriku akan memberikan hukuman mati secara langsung!? Aku akan menunjukkan kepada kalian semua siksaan yang sakitnya tak tertahankan!!!"


Regulus mulai menghantam wajah Asriel beberapa kali menggunakan kedua tinjunya yang diselimuti dengan petir suci dan hitam sampai mengupas kulit wajahnya itu.


Regulus menginjak perut Asriel sampai ia menjerit keras sampai mengeluarkan jumlah darah yang sangat banyak melalui mulutnya itu.


Regulus langsung menendang dirinya ke depan sampai Asriel menabrak tubuh Rokuro yang baru saja bangkit, Regulus mengangkat lengannya ke atas sampai menciptakan palu petir yang sangat besar.


"Be... berakhir sudah..." Ucap Shuan yang tidak bisa menggerakkan tubuhnya, ia mencoba untuk menciptakan Golden Earth tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama.


"Sungguh merepotkan... Aku rasa harus melenyapkan seluruh wilayah ini dari kehidupan, tidak ada gunanya aku mengurusi Legenda keras kepala seperti kalian---"


Regulus melebarkan kedua matanya sampai mulutnya mulai ia kembungkan sampai mengeluarkan banyak darah yang terus keluar dari mulutnya, kedua lubang hidung dan telinganya juga bahkan ikut mengeluarkan darah yang tidak bisa berhenti.


"Tepat waktu..." Rokuro tersenyum serius ketika melihat Hana yang berdiri di belakangnya selagi menunjuk tubuh Regulus menggunakan kedua lengannya yang memancarkan cahaya biru.


Hana terus mempercepat aliran darah Regulus sampai jantungnya tidak dapat menampung semua itu, jantungnya langsung pecah sampai memenuhi dalaman tubuhnya dengan darah yang mulai memecahkan organ tubuh lainnya.


Tubuhnya tidak bisa menampung semua darah itu sampai ia mengeluarkannya juga melalui pori-pori kulitnya itu.


Pukulan Leviathan yang menembus perutnya itu sempat meninggalkan beberapa air di dalam tubuhnya jadi ia dapat mempercepat aliran darah Regulus semaunya.


"A-APAAGGGHHH!!! YANG KWAAGGGHHH... LAKUKAAGGGHHH...!!!" Regulus tidak bisa melakukan apapun karena sihirnya ikut kacau karena darah yang terus memenuhi tubuhnya itu.


Sihir air Hana yang berada di dalam tubuhnya bahkan terus menambah sampai menyerap semua aliran listrik itu agar ia tidak bisa mengubah wujudnya menjadi petir lagi untuk melarikan diri.


"AKULAH...!!! SATUUGGHH... SATUNYAAGGGHH... KAISAAAAAGGGHHH...!!!"


"HANYAAGGHH... SATUUGGHH... KAISAAGGGHHH... YAAAGGGHH... DI BUTUUGGHH... KAAGGNN..."


"AKUUUGGHHH... ADALAAAAGGHHH... SOLUSI... DARIIGGHH... SEGALAAGGGHHH... MASALAAGGGHHHHHH!?!"


"Broken Atmosphere!!!" Asriel menciptakan serangan area efek dimana udara di daerah sekitar Regulus membeku seketika sampai ia tidak bisa mengeluarkan suara apapun sekarang.


Regulus sempat berhalusinasi dan tidak bisa berkonsentrasi untuk mengendalikan aliran listrik yang dapat menyelamatkan dirinya. Asriel mampu bergerak bebas dan mengubah dirinya menjadi es untuk mempersempit pergerakan musuh.


"Golden Earth!!!" Shuan menciptakan bumi emas yang mengeluarkan akar emas, semua akar itu langsung mengikat tubuh Regulus agar ia tidak bisa menghindar serangan Rokuro.


Rokuro memutarkan sabitnya sampai kedua matanya menunjukkan lambang Greed, ia melompat ke atas lalu membelah tubuh Regulus menjadi dua sehingga bilah sabitnya itu mulai menyerap semua sihirnya sampai habis.


"Tamatlah riwayatmu...!!!" Rokuro terus menghancurkan tubuh Regulus menggunakan sabitnya sampai tidak menyisakan apapun karena ia menggunakan Greed untuk menyerapnya.


"...Regulus!!!"

__ADS_1


__ADS_2