
"Semua Grimoire yang dia serap... melahirkan sesosok Dewa yang konon katanya sudah kuno... Grand God of All Elementals..." Shinobu mulai berbicara dengan tatapan ketakutan.
Kelahiran dari dewa segala elemen dalam era sekarang cukup berbahaya dan menakutkan, mereka tidak bisa melakukan apapun kecuali melanjutkan pemberontak mereka untuk menghentikan Demetrio.
"Sial...! Dia ini tidak ada habisnya...!" Koizumi mengepalkan kedua tinjunya, merasa sangat kesal sampai ia ingin sekali mencoba untuk menghajar Demetrio yang sudah terangkat menjadi Dewa baru.
"Benarkah itu...!? Akan aku hancurkan kau berkeping-keping sekali lagi...!!!" Seru Anastasia keras yang melesat maju menuju arah Demetrio.
Demetrio hanya bisa diam, memasang tatapan yang tidak terlihat tertarik sama sekali melihat mereka semua masih tetap melanjutkan memberontak hanya untuk mempertahankan sesuatu yang sementara bagi mereka sendiri.
Anastasia melancarkan satu pukulan yang langsung menembus pinggang Demetrio, tubuhnya sudah terbuat dari unsur elemen yang berbeda sampai ia dapat mengubahnya semaunya termasuk menjadi angin yang tidak bisa disentuh sama sekali.
Anastasia melirik ke belakang lalu ia melancarkan banyak sekali serangan menuju dirinya, Demetrio tidak perlu menghindar karena serangan fisik Anastasia yang mengandung Lenergy tidak cukup kuat untuk menembus tubuh anginnya.
"Kemampuan suara yang kau gunakan sebelumnya mulai berubah menjadi sesuatu yang tidak berguna ketika kau tidak mampu mengenai diriku dengan beberapa serangan, 'kan?"
"Brengsek!!!" Anastasia terus melancarkan banyak sekali serangan menuju arah dirinya tetapi Demetrio hanya bisa menguap ngantuk karena pukulan yang dilepaskan dirinya lemah sekali.
"Anastasia! Dia mungkin sudah memiliki segala kekuatan elemen yang dapat ia gunakan menjadi mematikan...!!!" Peringat Hinoka.
"Jika kita terus mengulur waktunya maka dia bisa saja kehilangan semua kekuatan [Crystallized] yang dimiliki oleh sihir tanahnya!" Kata Ako.
"Tidak... percuma saja... Demetrio adalah pemimpin dari segala kandidat dan Dewa elemen, melihat dirinya menerima semua dasar elemen sekaligus mengartikan kekalahan kita."
Ketika Shinobu berbicara seperti itu, ekspresi mereka terlihat begitu ketakutan sampai tidak bisa mengatakan apapun, biasanya ia tidak pernah menjelaskan informasi mengerikan seperti itu.
Demetrio menyentuh wajah Anastasia lalu mengubahnya menjadi batu sampai ia tidak menyerang sama sekali, setelah itu melemparnya menuju daratan tetapi Koizumi melompati waktu untuk menyelamatkan dirinya.
"Hahaha! Menakjubkan...! Jadi ini kekuatan yang pernah merajalela dulu ya...! Aku sekarang adalah Demetrio, The Grand God of Elemental...!"
Demetrio melayang ke atas langit lalu melebarkan kedua lengannya sampai menjatuhkan banyak sekali meteor yang mengandung God Lenergy bersamaan dengan elemen berbeda.
Mereka semua mulai menghindarinya , Koizumi sempat menghentikan waktu hanya untuk membawa Anastasia serta Konomi ke tempat yang lebih aman agar mereka tidak perlu berurusan lagi dengan Demetrio.
Ketika waktu berjalan, Demetrio muncul di hadapan Koizumi sampai tidak memberikan dirinya kesempatan apapun karena wajahnya langsung menerima satu pukulan dengan semua elemen yang ia kerahkan.
"Urghh...!!!"
Koizumi menghentikan waktu lalu ia melancarkan satu tendangan yang mengenai pinggangnya itu, tetapi serangan yang ia lakukan malah berefek kepada kakinya yang membeku dan mengeras menjadi tanah sampai obsidian.
Waktu kembali berjalan dengan wajah Koizumi yang menerima banyak sekali hantaman dari kedua tinju Demetrio, ia mengepalkan tinju kanannya lalu menghantam kepala Koizumi cukup keras sampai ia terjatuh.
Wajahnya mengeluarkan banyak sekali darah yang menetes di atas tanah itu, ia melirik ke atas lalu melihat Demetrio yang menunjuk dirinya dengan banyak sekali pusaran elemen yang mengelilingi kedua lengannya.
Tubuh Koizumi tertekan sampai kedua kakinya menempel dengan tanah, pandangannya menyaksikan gabungan elemen yang membentuk bola energi sampai meluncur ke arah dirinya.
"Jika kau mati... apakah artinya aku sudah mencabut baterai dari jam dinding?" Tanya Demetrio yang mengeluarkan sebuah lelucon kecil sehingga terjadi ledakan dahsyat di depannya.
__ADS_1
"Koizumi...!" Ako melihat Koizumi yang menerima semua serangan itu, efeknya tidak begitu mematikan karena ia sempat berpikir cepat untuk menggunakan sihir Greed agar bisa mempelajari sihirnya.
Koizumi terjatuh di atas tanah dengan kondisi yang terluka parah tetapi ia sempat mengambil sebuah botol pemulihan dari Konomi yang tersimpan dalam saku Kisetsu nya itu.
"Hmm... menarik, mengombinasikan semua sihir dasar dari elemen menghasilkan daya kekuatan besar yang cukup untuk membunuh dirimu ya." Demetrio mengira Koizumi sudah mati karena dia tidak bergerak sama sekali.
"Ini lebih buruk dari yang aku duga..." Shinobu mulai berbicara selagi menghancurkan kutukan yang Anastasia terima karena ia masih membutuhkan sihir dukungannya.
"Jika dia sudah menguasai segala unsur elemen maka peringatan yang kedua sudah pasti akan aktif..." Ketika Shinobu berbicara seperti itu, Demetrio bertepuk tangan lalu membelah dimensi di sebelahnya.
"Yuusuatouri sudah memasuki yang namanya zaman batu atau bisa kau bilang dengan [Stone Age], hanya saja planet Legenia terlihat kebal dari peringatan kedua kutukan batu."
"Sungguh hebat, hanya dengan terangkat menjadi Dewa agung baru, tubuhku bereaksi dengan sendirinya untuk mengutuk seluruh planet dan alam semesta menjadi batu agar mereka mau mempercayaiku...!!!"
"Sekarang!!!" Seru Shinobu keras sehingga Hinoka dan Ako melesat menuju arah Demetrio lalu menyerang dirinya dari arah yang berbeda tetapi Demetrio berhasil menahannya.
Demetrio menahan pedang milik Ako lalu mengubahnya menjadi batu, setelah itu ia melancarkan satu tendangan yang mengeluarkan banyak sekali angin yang membakar punggung Ako seketika.
Serangan itu dilanjutkan dengan Demetrio yang menendang wajah Hinoka sampai mereka berdua terpental ke belakang, Demetrio mengangkat kedua lengannya memunculkan gelombang lahar yang melesat menuju arah Hinoka.
Gelombang lahar itu melepaskan banyak api yang bertambah besar karena mendapatkan dukungan dari pelepasan angin melalui embusan nafasnya, Hinoka menciptakan ledakan yang mencoba untuk melindunginya.
Namun, Demetrio melepaskan sambaran petir melalui jarinya yang meledakkan gelombang lahar itu bersamaan dengan apinya sampai menghancurkan pertahanan Hinoka lalu memberikan dirinya luka yang sangat dalam.
Ako berhasil menangkap kedua kakinya tetapi Demetrio melepaskan bola energi angin ke depan yang memperbesar sampai menarik Ako ke dalamnya, kemudian Demetrio reaksi elemen dengan melepaskan api ke dalam pusaran angin bulat itu.
Demetrio melepaskan kristal es tajam ke depan yang mengenai kaki Ako sampai melepaskan es lainnya di atas tubuhnya yang menjatuhkan banyak sekali es tajam yang membekukan tubuhnya di atas tanah.
"Aku tidak akan... membiarkanmu... menjebak dan mengancam semua orang yang menginginkan kebebasan...!!!" Ako membidik tubuh Demetrio lalu melepaskan banyak sekali panah ke arahnya.
Demetrio mengangkat jarinya ke atas sampai tembok es berhasil menahannya, "Heh... kau belum sadar kalau aku sengaja membiarkanmu hidup? Kalian ini masih menjalani proses hukuman siksaan karena berbuat dosa pada Dewa!"
Hinoka melempar banyak sekali granat kepada Demetrio yang panjang meledak, ledakan itu mulai Hinoka kendalikan dengan mengunci tubuhnya itu sampai ia tidak bisa bergerak sama sekali.
Kedua kaki Demetrio juga membeku karena Ako yang melepaskan suhu ekstrem, "Nobu...!!! Sekarang...!!!"
Shinobu muncul tepat di belakang Demetrio dengan mulutnya yang sudah mengumpulkan banyak sekali energi cahaya yang akan ia lepaskan dalam jarak dekat dengan dirinya itu.
"Shining Justice...!!!" Shinobu melepaskan gelombang emas yang besar dan tebal kepada Demetrio sampai ia mulai menahannya hanya menggunakan tapak kanannya itu.
Gelombang itu mulai menembus tangannya sampai mengenai seluruh tubuhnya, Shinobu melepaskan ruangan monster yang memperbesar serangan sihir itu sampai melukai Demetrio lebih jauh lagi.
"HAHHHH!!! ROAAAGGHHHH!!!" Shinobu terus melepaskan raungan keras yang memperbesar gelombang cahaya itu sampai menghalangi tubuhnya lalu gelombang itu terbang keluar dari planet Legenia sampai mengenai dua planet tak berpenghuni lalu menghancurkannya.
Kehancuran itu kembali pulih sampai kedua planet tak berpenghuni yang sudah berubah menjadi batu itu kembali semula karena kekuatan Golden Sunshine, terjadi ledakan yang sangat dahsyat juga di hadapan Shinobu.
Gelombang tadi tidak bisa menahan tekanan dan kekuatan penuh yang Shinobu lepaskan, ia terpental ke belakang karena dorongan dari ledakannya sendiri termasuk dengan semua orang yang saat ini masih berlindung.
__ADS_1
"Huft... Huft... Huft..." Tubuh Shinobu melemas sampai ia melihat asap emas di depannya menipis lalu menunjukkan Demetrio yang mengalami kehancuran di sebelahnya itu.
"Kau masih bisa mengejutkan diriku ya, Shinobu Koneko... sungguh gadis yang cerdik dan bersemangat, aku tidak sabar untuk memberikan dirimu hadiah karena sudah melukaiku sejauh ini." Demetrio tersenyum puas.
Demetrio kembali memunculkan bagian tubuhnya yang sudah hancur menggunakan semua unsur elemen, setelah itu lengannya bertambah panjang karena sihir tanahnya itu sampai tapaknya menusuk dada Shinobu lalu mengeluarkan kedua paru-parunya.
"Gahhhh...!!!" Shinobu memasang tatapan mati seketika, Demetrio menarik keluar kedua paru-parunya itu lalu menginjaknya sampai ia menumbuhkan akar yang menusuk-nusuk tubuhnya lalu memisahkannya.
Shinobu kembali hidup dengan empat nyawa tersisa, wajahnya saat ini berada di atas kaki Demetrio sampai ia tersenyum luas membayangkan bahwa saingan utamanya yang bernama Shinji bersujud parahnya.
"Jadi ini rasanya membunuh seorang Shiratori ya... sungguh kepuasan yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata, jangan mati dulu ya..." Demetrio menginjak kepala Shinobu sampai ia menjerit kesakitan.
"Aku ingin mendengarkan teriak anak kecil itu... karena sudah mempermalukan diriku, biarkan aku yang memberikan gambaran neraka---" Demetrio menoleh ke belakang, melihat Ako melancarkan pedang besarnya itu.
Semua serangan yang Ako berikan kepada Demetrio tidak memberikan efek apapun karena daya tahannya yang sudah bertambah semakin keras dan kuat, tubuh Ako langsung terbelit dengan akar yang muncul dari punggungnya.
Setelah itu Demetrio membakar tinjunya dengan api yang ia hantam ke wajah Ako, setelah itu melepaskan listrik yang mengenai kakinya sampai api yang membakar tubuhnya langsung meledak.
"Aku bisa melakukannya...!!! Berbagai macam reaksi elemen yang diperkuat oleh God Lenergy, sungguh menakjubkan...!" Demetrio merasa sangat puas dan senang bahwa ia bisa menepati janjinya sekarang.
"Aku kira bangsa Legenda akan mendapatkan kekuatan tambahan ketika mereka mengamuk, tetapi semua itu masih belum cukup di hadapan Dewa Demetrio!"
"Dasar brengsek...!!!" Hinoka memasang tatapan kesal lalu ia menciptakan bola energi ledakan melalui kedua tapaknya agar ia bisa meledakkan tubuh Demetrio menjadi berkeping-keping.
Demetrio menghantam daratan sehingga terjadi guncangan besar yang mampu menciptakan sebuah arena besar agar mereka semua tidak bisa melarikan diri atau meminta bantuan kepada siapa pun..
Perisai yang ia pasang itu terbuat dari angin yang dapat mendorong mereka kembali atau mungkin memotong tubuhnya jika terus memberontak keluar, sekarang Demetrio bisa menikmati pandangan putus asa mereka semua.
Demetrio melepaskan dorongan besar menuju arah Shinobu yang mencoba untuk melawan lagi, ia bisa merasakan Hinoka muncul di belakang Demetrio dengan beberapa serangan yang langsung dilancarkan.
Namun, Demetrio hanya memerlukan satu jari yang mampu melepaskan pusaran angin bulat yang mengenai perut Hinoka sampai mendorongnya ke belakang, setelah itu melepaskan sambaran petir di campur api yang meledakkan tubuhnya.
Hinoka kembali bangkit dengan tatapan yang sangat kesal, "Aku tidak memiliki pilihan lain selain meledakkan planet sialan ini...!!! Dasar Dewa yang brengsek, aku akan meledakkan tubuhmu menjadi kepingan kecil...!!!"
Hinoka menyelimuti jarinya dengan semua kekuatan ledakan terakhir, ia mengangkatnya lalu mencoba untuk menyentuh tanah, tetapi...
Dada Hinoka langsung mengenai satu serangan gelombang lahar yang menembus punggungnya sampai menghancurkan dadanya itu, jarinya menyentuh tubuhnya sendiri sehingga ia terjatuh di atas tanah dengan kedua mata yang terlihat mati.
"Kau tidak boleh macam-macam lagi dengan realitas, kekuatan seperti itu hanya pantas dimiliki oleh Dewa, sekarang kau mati saja..." Kata Demetrio.
Semua gadis pemberontak sudah kalah, tidak ada harapan lagi untuk mereka karena kekuatan Demetrio yang sangat mengerikan karena gabungan dari segala unsur elemen serta kepercayaan dari semua pengikut elemen juga.
"Hahaha...!!!
"Hahaha!!! Ini dia...!!!"
"Hidup Dewa Demetrio...!!! Aku yang akan menyelamatkan..."
__ADS_1
"...dunia ini!!!"