
"Aku merasakan kekuatan tak terbatas dari tujuh dosa besar... warna auramu yang melambangkan banyak dosa dengan simbol di dada serta perutmu itu." Zoiru menurunkan kedua lengannya.
Ia bisa merasakan keseriusan akan mulai sekarang juga, pertarungan yang menentukan nyawa dan kehidupan, ia sendiri tidak begitu yakin akan menang melawan Kuro.
"Aku harap kau dapat membuatku puas dan tentunya... menghentikan diriku sebelum Bamushigaru bangkit dari tidurnya itu." Zoiru memperbesar auranya.
"Ya... bersiap saja... aku akan memasukkan dirimu dan peliharaan itu ke dalam kematian abadi agar kalian dapat menghabiskan waktu bersama-sama." Kuro memegang erat kedua pedangnya lalu ia melakukan kuda-kuda berpedang.
"Dosa tidak akan pernah hilang dan habis, semua penghuni sudah pasti akan berbuat dosa tanpa kesadaran itu... termasuk ke dalam kemampuan dan sihir yang tidak memiliki batas yaitu dosa."
"Dosa bisa di hitung tetapi perbuatan dosa tidak karena semua penghuni setiap alam semesta tidak akan jauh luput dalam membuat satu pun dosa dalam satu hari atau satu jam." Kata Kuro dengan suaranya yang sangat dalam.
"Dosa akan selalu ada... dosa akan selalu di balas dendam siksaan... dan semua dosa ini tak terbatas. Kau juga pasti sering berbuat dosa sejak kecil dan semua itu menjadi kekuatan bagiku!"
BAAAAMMMM!!!
Zoiru memuntahkan darah hitam melalui mulutnya, ia sudah menahan serangan Kuro menggunakan pedang dan lengannya sampai berhasil menahan pedang itu tetapi tekanan yang di lepaskan pedang itu terasa seperti menghantam perutnya.
Zoiru sekian lamanya merasakan kesakitan lagi bahwa kecepatannya tadi sungguh tidak terduga, tidak ada lagi yang dapat melihat Zoiru dan Kuro, mereka telah menghilang karena kecepatan yang sangat tinggi itu.
Hanya Kou yang dapat melihatnya menggunakan mata surganya, ia hanya bisa melaporkan status terhadap pertarungan mereka yang sedang berjalan.
Perang tentunya masih berjalan dan seluruh pasukan Bam Bam itu dapat melakukan pembelahan diri sehingga menciptakan pasukan yang lebih banyak lagi untuk memakan bangsa Legenda.
Zoiru terus memperkuat kedua lengannya selagi menahan dorongan serangan pedang Kuro yang terus di dorong sampai seluruh tubuhnya bersama pedangnya itu terus melepaskan dorongan dan tekanan yang menghantam sekujur tubuh Zoiru lagi dan lagi.
Tubuh Zoiru mengeluarkan banyak darah hitam dan itu membuat dirinya tersenyum penuh dengan rasa hormat untuk bisa bertarung melawan pemilik atau pencipta dari tujuh dosa besar.
"Cukup mengerikan... sangat kuat...!" Kata Zoiru sambil menahan terus dorongan pedang itu yang mengandung banyak tenaga melalui tubuh Kuro.
Kou bisa melihat tubuh Kuro dan Zoiru mengandung dorongan besar yang saling mendorong satu sama lain, pandangannya seperti melihat dua gelombang saling mendorong satu sama lain.
"HAAAAARRRGGGGHHHH!!!" Kuro untuk pertama kalinya melepaskan suara tinggi untuk meningkatkan seluruh kekuatannya sehingga menekan kedua lengan Zoiru sampai ia mulai kesulitan untuk menahannya.
"C-Ck...!" Zoiru mengerutkan dahinya, tubuhnya mulai terkupas sampai menunjukkan dagingnya yang berwarna hijau.
Zoiru tidak dapat menahannya lagi dan akhirnya Kuro berhasil mendorongnya mundur sehingga punggung Zoiru membuka celah dimensi yang mampu mengantar mereka berdua ke masa yang berbeda.
Dorongan pergerakan Kuro yang terus melaju ke depan sambil mendorong Zoiru mampu menciptakan celah dimana-mana, mereka bertarung sambil memasuki masa yang berbeda-beda sampai Kou tidak bisa melihatnya lagi.
Kuro dan Zoiru masuk ke dalam masa alternatif, ia menusuk perutnya menggunakan kedua pedang itu sampai Zoiru terhempas ke belakang menuju alam semesta dan mendarat tepat di sebuah planet.
Pendaratannya mampu melepaskan tekanan dan dorongan yang langsung menghancurkan seluruh alam semesta sekaligus, saking kuatnya Kuro sendiri tidak sengaja menghancurkan masa alternatif itu.
__ADS_1
"Masa alternatif itu palsu... aku yakin menghancurkannya tidak akan memberikan efek apapun... aku hanya harus berhati-hati untuk tidak mengunjungi dunia asli atau masa depan." Ungkap Kuro.
Kuro melesat maju ke depan dan mengayunkan kedua pedangnya dengan kekuatan penuh, Zoiru berhasil mendorongnya sehingga ia kembali terdorong ke belakang selagi menahan kedua pedang itu menggunakan lengannya.
Kuro terus menekan Zoiru sampai terdorong ke belakang dan menabrak setiap planet sampai menyebabkan ledakan karena gabungan dari tekanan mereka yang bersatu.
Setiap alam semesta hancur begitu saja bahkan masa alternatif itu mulai retak yang mengartikan keberadaan mereka terlalu bahkan sampai membuat masa alternatif itu mengalami proses kehancuran yang dahsyat.
Kou bisa melihat celah besar di hadapannya mengeluarkan banyak dorongan yang dapat membunuh siapa pun, untuknya ia bersama seluruh bangsa Legenda aman karena mendapatkan berkah surga.
"Kou!? Apa yang terjadi di luar sana?!" Tanya Shizen.
"Kuro dan Zoiru baru saja menghancurkan satu masa alternatif hanya dengan melepaskan kekuatan yang tidak jauh dari kekuatan penuh... mereka masih tahapan awal tetapi sudah menghancurkan apapun di sekelilingnya." Kata Kou.
"Satu masa alternatif itu sama dengan yang asli loh, angkasa tanpa batas dan tentunya banyak alam semesta yang terletak dimana-mana. Dengan mudahnya mereka menghancurkan itu..." Perkataan Kou membuat Ophilia tercengang.
Kuro dan Zoiru masih terus bertahan, hanya Kuro saja yang melakukan beberapa serangan sedangkan Zoiru menahannya dengan tatapan yang terlihat tertekan tetapi perasaannya terasa cukup menyenangkan.
Kuro melakukan serangan kombinasi yang membuat retakan masa itu semakin besar, serangan yang tak bisa di ukur lagi dengan angka terlepas selama satu detik, lima detik berakhir dan Zoiru menerima serangan yang tak ter bayangkan.
"HANCURLAH BERSAMA MASA INI, DEWA AGUNG!!! Kuro mengayunkan kedua pedangnya yang mampu membelah tubuh Zoiru menjadi dua sampai menciptakan ledakan dahsyat dengan skala satu masa yang menyebabkan kehancuran tiada henti.
"Kuro menghancurkan masa itu ternyata... tidak ada risiko apapun karena masa alternatif itu palsu." Kou melihat Kuro terbang keluar dari dalam celah yang masih terbuka itu.
"Apakah dia berhasil?" Tanya Ophilia.
"Kekuatan dosa tanpa batas ya..
tebasan tadi membombardir diriku bersama masa alternatif itu... sungguh menakjubkan... inikah potensi asli Mortal...?" Kata Zoiru dengan tubuh yang kembali membentuk.
"Jika terus menerima serangan itu maka Kuro bisa saja menebas hapus kemampuan pemulihan, keabadian, dan reinkarnasi itu." Zoiru menatap kedua tapak tangannya.
"Tetapi dewa agung sepertiku memiliki banyak cara dan rencana... semuanya memiliki jalan alternatif seperti masa yang aku tempati saat ini..." Zoiru kembali memunculkan aura hijau sehingga ia melihat Kuro di depannya.
"Aku harus segera menghindari serangan yang dia buat, menahan diri di tahap ini masih cukup baik... kekuatanku akan muncul ketika dia benar-benar lawan yang tak terkalahkan." Ungkap Zoiru.
"Bisa bertarung langsung dengan sang pencipta dari tujuh dosa besar memang kesempatan yang langka! Baiklah, aku akan bermain denganmu sekarang, Kuro." Tubuh Zoiru bertambah besar.
Tubuhnya menonjolkan banyak urat bahkan dada di bagian perutnya mulai menambah dan terus membesar sehingga urat lainnya menonjol di dalam urat tersebut.
"Kau menganggap diriku remeh... ternyata memang sulit juga." Kuro mulai berbicara sambil memutar pedangnya.
"Dengan kekuatan seperti tadi, kau hanya membalasnya dengan kekuatan seperti itu? Kau memang berbeda dari yang aku bayangkan... pembatas di dalam tubuhmu banyak sekali..." Kuro memejamkan kedua matanya.
__ADS_1
"Ini adalah tahapan untuk membangkitkan potensi Bamushigaru yang sudah hilang karena penyakit yang ia idap sejak itu, aku mencoba membangkitkan itu...!" Suara Zoiru melepaskan raungan Bamushigaru sekarang.
Kuro terkejut seketika bahwa ia bisa mendengar jelas suara Bamushigaru yang sangat mengerikan, kedua tatapan Zoiru bertambah panjang bahkan taringnya juga.
"Kau mendapatkan kekuatan seratus kali karena bantuan dari Bamushigaru, hubungan kalian ketat sekali... dan aku benci kau menganggap diriku remeh." Kuro mengerutkan dahinya, merasa kesal.
"Kuro... kau bisa menjadi latihan yang hebat. Luka yang kau berikan kepadaku itu tadi sangat menyangkutkan bahkan kau menghancurkan diriku di dalam masa alternatif yang sedang mengalami kehancuran besar..."
"...kau memang hebat." Zoiru tersenyum serius, apa yang ia inginkan telah terpenuhi dari Kuro.
Kuro mulai menendang udara lalu melesat ke arah Zoiru yang melayang mundur dengan tatapan serius, Kuro melesat mengelilingi Zoiru dengan kecepatan penuh bahkan sampai menarik seluruh alam semesta dan menghancurkannya.
Zoiru yang berada di tengah putaran itu hanya bisa diam, memasang tatapan serius karena kekuatan yang mereka lepaskan sudah jauh dari Omni, kekuatan yang melebihi istilah dari Outerverse juga.
Zoiru melebarkan kedua matanya melihat Kuro melakukan serangan dari setiap arah, "Kau memang mengerikan soal kecepatan dan kekuatan...!!!"
Aura Oath Zoiru mulai menebal lalu menyelimuti tubuhnya untuk menahan semua serangan dari segala arah yang menyebabkan masa itu retak lagi dan lagi.
Aura Oath tidak dapat menahan semua serangan itu sehingga tubuhnya menerima beberapa serangan yang sangat mematikan sampai tubuhnya terus hancur lagi dan lagi.
Proses pemulihan Zoiru berjalan dengan cepat tetapi ia masih bisa merasakan kesakitan dahsyat itu, serangan yang tidak akan pernah berhenti sama masa alternatif yang mereka tempati hancur.
"Sialan... aku benar-benar... di tekan...!!!" Zoiru tidak bisa melakukan apapun, dirinya terus menerima serangan dari Kuro tanpa henti.
Zoiru mencoba untuk meledakkan tubuhnya tetapi pikirannya mengalami penolakan, Kou membantu Kuro dari jauh dengan menggunakan The Mind agar Zoiru bisa tetap diam seperti itu tanpa melakukan apapun.
"G-Gawat...!" Zoiru merapatkan giginya, melihat Kuro berada tepat di hadapannya dengan kedua pedangnya yang memancarkan aura besar, aura yang membentuk bilah pedang lebih besar dan panjang.
"RASAKAN INI, ZOIRU!!!" Seru Kuro keras sehingga ia melakukan tebasan penuh kekuatan yang mengenai tubuhnya sampai menciptakan kehancuran besar di sekelilingnya.
Tebasan tadi terhempas ke depan sampai membuka banyak celah yang memindahkan semua serangan itu ke dalam masa alternatif berbeda lalu menghancurkannya.
Tubuh Zoiru yang sudah menerima serangan dahsyat tadi langsung hancur menjadi kepingan kecil sehingga Kuro melakukan perpindahan dan meninggalkan masa itu yang akan hancur lagi.
Kuro muncul di hadapan Kou lalu ia menutup celah besar di hadapannya agar Zoiru bisa terjebak di dalam siklus masa yang terus menyediakan banyak kehancuran dan ledakan.
"Hah... Hah... Hah..." Kuro terlihat kelelahan karena serangan tadi menghabiskan seluruh tenaganya.
"Berhasil...? Kamu menghentikan dirinya...?" Tanya Kou dengan tatapan kaget.
"Ya... Zoiru terjebak di dalam masa ke masa alternatif yang terus hancur karena tebasan yang aku lepaskan tadi." Tubuh Kuro melepaskan banyak uap dan asap merah karena terlalu berlebihan melepaskan kekuatan.
"Apakah kita menang...?" Tanya Ophilia.
__ADS_1
Kuro terdiam, "Aku tidak yakin..."
"...Entahlah."