
"Zoiru...! Dia kembali...!" Haruki terkejut ketika melihat Zoiru datang, kali ini ia tidak melepaskan aura atau dorongan apapun sehingga tidak ada satu pun dari mereka dapat merasakan dirinya itu.
"Terima kasih sambutannya, Haruki." Kata Zoiru.
"Kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku bisa kembali hidup... tetapi jauh lebih baik karena kalian sekarang sangat lah lemah, tidak bisa merasakan diriku." Zoiru duduk selagi melayang lalu ia mengangkat kakinya ke atas seperti raja.
"Semuanya karena sumpah Oath tentunya... aku sudah menyadari kesalahanku untuk menjadikan Ophilia sebagai pembangkit dari Bamushigaru..."
"...untungnya diriku tidak bodoh dan mudah menyerah seperti Zangetsu yang hanya bisa teriak ketakutan. Aku tentunya mencari cara lain untuk membalikkan keadaan kalian juga..." Zoiru menunjuk keningnya sendiri.
"Ketika Shira dan kedua keledai lainnya mencoba untuk menghancurkan segel jantung yang menjebak Ophilia, aku melarikan diri dari medan perang untuk bertemu dengan teman lama."
"Teman lama itu adalah dewa agung Stardust yang bernama Riziel... dia baru saja berhasil membangkitkan Starmonigaru dan mereka..."
"...telah hidup dengan tenang di dalam perutku ini, sungguh lezat." Zoiru menepuk perutnya, melihat tatapan putus asa dari seluruh penghuni karena mereka tidak bisa bergerak sama sekali.
"Beruntungnya diriku, aku mendapatkan kembali tubuhku ini... yang sangat sempurna dan seperti biasanya untuk melaksanakan sumpah."
"Tetapi Bamushigaru sepertinya tidak... itu artinya aku harus melanjutkan sumpah yang ia inginkan yaitu memakan banyak hidangan alam semesta." Zoiru memasang tatapan kesal.
"Intinya adalah... aku masih bisa membangkitkan Bamushigaru tentunya." Zoiru menjentikkan jarinya sehingga Bamushigaru dengan ukuran kecil muncul di belakang Shira.
Zoiru menarik Bamushigaru lalu ia memegangnya erat, "Ukurannya juga sudah aku perkecil... dan tentunya, dia tidak bisa melanjutkan sumpah itu."
"Dengan memakan Bamushigaru... maka aku akan menjadi satu dengan dirinya secara sempurna atau sebutan kalian adalah bergabung." Zoiru mulai menggigit tubuh Bamushigaru.
Mereka semua tercengang ketika mendengar Zoiru akan bergabung dengan Bamushigaru, mereka mencoba sekuat mungkin untuk bergerak dan melakukan sesuatu tetapi tidak bisa.
Zoiru menghabiskan tubuh Bamushigaru dan ototnya mulai bertambah besar sampai kulitnya terganti dengan sisik naga milik Zoiru yang di selimuti oleh tulang hijau juga.
"Kematian sudah tiba... dan aku berjanji, semuanya akan terasa menyakitkan sebelum kalian masuk ke dalam perut ini!" Zoiru tersenyum serius lalu ia melepaskan jeritan keras untuk melepaskan semua kekuatan itu.
Kekuatan yang ia terima dari Bamushigaru sangat besar sehingga aura hijau langsung terlepas dari tubuhnya, menyebabkan guncangan dahsyat di sekelilingnya sampai menghancurkan semesta Touriverse di belakangnya.
Kekuatan yang ia lepaskan mampu membunuh semua pasukan Touriverse satu per satu, tidak ada yang selamat, suara yang terdengar hanya teriakan putus asa dan penderitaan
Tubuh mereka mengeluarkan banyak sekali organ tubuh dan darah yang terus keluar dengan pelan, mereka semua menangis kesakitan dan mati dengan cara yang sadis walaupun hanya merasakan aura dan kekuatan Zoiru.
Shira memasang tatapan yang terlihat sangat ketakutan kali ini ketika melihat wajah Zoiru mulai berubah menjadi naga berbentuk Bamushigaru bahkan ukurannya juga ikut bertambah.
Dua tanduk hijau besar tumbuh melalui keningnya dan ia juga langsung menumbuhkan ekor yang sangat panjang, duri hijau tajam mulai bermunculan di belakang punggungnya.
Zoiru telah bergabung dengan Bamushigaru, sumpah yang di miliki Bamushigaru akan di laksanakan oleh Zoiru sekarang juga yaitu dengan memakan semua alam semesta, masa, dan dimensi.
"GROOOOAAAAGGGHHHHH!!!" Zoiru melepaskan raungan naga sampai meledakkan kepala hampir seluruh pasukan Touriverse, kepala mereka meledak sampai leher mereka mengeluarkan banyak darah dan organ tubuh.
Tulang di dalam tubuh mereka langsung keluar secara paksa, menjadikan mereka sebagai mayat yang sudah di hancurkan dengan serangan yang tidak perlu menyentuh sama sekali.
"Nikmatilah waktu terakhir kalian..." Suara Zoiru terdengar sangat mengerikan sekarang, dengan suaranya saja sudah cukup untuk mengeluarkan organ mereka melalui telinga dan mulut.
"Gawat... ini benar-benar gawat..." Tubuh Shira terus bergetar ketakutan, tidak tahu harus apa karena ia sendiri tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menandingi dirinya.
"Siapa pun... tolong... aku..." Terdengar suara Kou yang mencoba untuk meminta bantuan.
"Tolong... Hugghhh...!!!" Kou memuntahkan lebih banyak dari lagi melalui mulutnya itu.
__ADS_1
Shuan bisa melihatnya dan ia langsung merasa sangat kesal melihat Kou terluka sangat parah, "Ahh... Kou..."
"Kou...! Tenang lah, nak, aku akan mencoba sebisa mungkin untuk menyelamatkanmu!" Kuro melepaskan kekuatan maksimal untuk bergerak lalu ia mencoba memeriksa kondisi dirinya.
"Biarkan aku---" Kuro melebarkan matanya, tubuhnya bertambah semakin merinding.
"...dia sudah mati."
"...terlambat, Kou sudah... mati..." Kuro mengepalkan kedua tinjunya.
Keheningan muncul seketika, mengetahui berita yang sangat buruk dimana Kou sudah gugur ketika menerima serangan laser tadi, terlambat adalah kata yang tepat dan tidak resolusi untuk menyelamatkannya.
"Kou..." Shuan meneteskan beberapa air mata melalui kedua matanya lalu ia merapatkan giginya sehingga kedua matanya berubah menjadi merah.
"ZOIRUUUUU!!! BRENGSEK KAU!!! AKU TIDAK AKAN MEMAAFKAN DIRIMU...!!!" Shuan menggunakan kekuatan maksimal dari Golden Solar System: Golden Neutron Ascension lalu ia melancarkan satu bola neutron ke arah dirinya.
Zoiru memakannya menggunakan mulutnya dan ia langsung merasa puas ketika merasakannya, ia bisa melihat Shuan melaju cepat ke arah dirinya.
"RAAAAAAUUGGGHHH!!!"
Zoiru tersenyum, tubuh Shuan hancur seketika sampai seluruh tulangnya mulai patah dan seluruh tubuhnya juga mengalaminya perputaran ke arah yang berlawanan.
"AAAAHHHHHHHH---" Shuan menjerit keras dan Zoiru mulai mencekik lehernya lalu memakan seluruh tubuhnya menggunakan mulutnya itu.
Shira melebarkan matanya ketika melihat Shuan baru saja di makan oleh Zoiru dengan tiga gigitan, tubuhnya dipenuhi dengan darah bahkan ia mulai menarik tubuh Kou.
Zoiru memasukkan tangannya ke dalam lubang di perutnya lalu ia mulai menjadi Kou sebagai boneka tangan.
"Tolong... Selamatkan Touriverse! Aku ratu Touriverse ternyata cukup bodoh untuk terbunuh pertama, ahh... Aku penyakitan!"
"Dasar keledai kampung...! Kalian sangat lemah, bukan ancaman lagi... bukan kepuasan lagi! Bersiaplah untuk masuk ke dalam kandang kalian semua, keledai!!!" Zoiru menurunkan tangannya.
Sebagian dari pasukan Touriverse memuntahkan banyak organ tubuh ketika Zoiru menurunkan kedua lengannya itu, ia segera memakan semua mayat yang sudah mati itu dengan satu lahap.
Shira, Haruki, dan Kuro hanya bisa diam, apa yang mereka rasakan adalah ketakutan terbesar mereka ketika melihat Zoiru memakan semua penghuni Touriverse satu per satu.
Zoiru juga sampai menyiksa mereka semua sebelum merasakan kehidupan selanjutnya yaitu di dalam perutnya, Minami segera melakukan beberapa evakuasi kepada sebagian orang yang dapat ia selamatkan.
"Hana... Aku mohon jangan ikut campur... aku tidak ingin kehilanganmu!" Minami mendorong Hana ke dalam celah emas yang ia buat.
"Minami, aku tidak mau---" Celah itu tertutup rapat dan Hana berada di situasi yang aman untuk sekarang karena berlindung bersama penghuni lainnya.
"HAAARRRGGGHHH!!!" Shizen memaksimalkan seluruh kekuatannya lalu ia maju ke depan, mencoba untuk meledakkan tubuh Zoiru tetapi ia berhasil menghindar semua serangan itu selagi memakan sisa mayat yang ia lihat.
"Jangan mengganggu!" Zoiru menghantam kepala Shizen sampai hancur lalu ia membuka mulutnya lebar untuk memakan tubuhnya dengan sekali telan.
Yuuna mencoba untuk bertarung tetapi Zoiru menghantam perutnya menggunakan tanduknya itu sampai punggung meledak, mengeluarkan banyak organ sampai Zoiru memakan dirinya juga.
"Kuro..." Haruki menghampiri Kuro, ia memasang tatapan serius bahwa dirinya akan bertarung demi melindungi keluarganya yang sudah pergi dan berlindung.
"Ya... Ayo..." Kuro memegang erat kedua pedangnya lalu ia bersama Haruki maju ke depan untuk menyerang Zoiru secara bersamaan.
Semua serangan itu berhasil di tahan oleh ekor Zoiru dan jari telunjuknya itu sampai ia merasa bosan bertarung dengan bakteri seperti mereka yang sangat amat lemah.
Zoiru menendang perut Haruki sampai ia memuntahkan banyak darah lalu ia menendang wajah Kuro sampai tengkoraknya retak.
__ADS_1
Zoiru menunjuk Kuro lalu melepaskan beberapa laser hijau melalui jarinya sehingga Kuro menahan semua serangan itu tetapi ia masih menerima beberapa kerusakan yang cukup menyakitkan.
Haruki muncul di belakang lalu ia menebas punggung Zoiru tetapi serangan itu tidak mempan sama sekali sampai tubuhnya menerima beberapa tusukan dari duri di punggung Zoiru.
"HUGGHHH...!!!" Haruki tidak memiliki kesempatan lain tetapi ia baru saja berhasil mengulurkan waktu untuk Kuro menjebak tubuh Zoiru di dalam rantai yang mencoba untuk menarik dirinya ke World of Sins.
Zoiru menutup rapat celah yang Kuro buat lalu ia di sambut oleh Shira yang muncul tepat di hadapannya dengan melepaskan ledakan big bang cahaya melalui kedua tapaknya itu.
BAAAAMMMMMMM!!!
"HAAAARRRGGGGGHHHH!!!" Shira meningkatkan seluruh kekuatannya semaksimal mungkin sehingga terjadi ledakan cahaya yang sangat dahsyat sampai memulihkan luka Kuro dan Haruki.
Serangan tadi itu cukup efektif, semua tulang yang melindungi tubuh Zoiru sudah hancur tetapi ia berhasil menumbuhkan lagi sehingga semua tulang itu menusuk perut Kuro dan Haruki lalu menarik mereka untuk mendekat.
Haruki dengan cepat melakukan serangan kombinasi menggunakan kedua pedangnya untuk menebas punggung Zoiru tetapi ia tidak mampu menyebabkan kerusakan.
Pada akhirnya, tulang yang menusuk tubuh Haruki mulai menyebar di seluruh tubuhnya sehingga kerangkanya hancur dan semua organ tubuh di dalamnya itu terpaksa keluar karena tulang yang menyebar itu.
Tulang itu menarik Haruki sampai ia bisa melihat Zoiru membuka mulutnya lalu melahap semua tubuhnya sampai habis, Kuro dan Shira terkejut melihatnya.
Tidak ada ampun sama sekali, mereka tidak sempat menyerang bahkan Kuro sampai kewalahan ketika melawan Zoiru yang benar-benar sempurna dan tidak terkalahkan.
Zoiru mencoba untuk membunuh Shira tetapi ia langsung menghantam wajah Kuro dan memindahkan dirinya ke tempat lain lalu ia memasukkan mulutnya ke dalam mulut Zoiru.
"Light Incarnation...!!!" Seru Shira keras sehingga cahaya terlepas keluar melalui mulut Zoiru sampai membentuk Haruki, dengan cepat Shira menendangnya mundur sampai ia mengalami perpindahan juga.
"Pilihan yang cukup buruk, Shiratori Shira..." Kata Zoiru sehingga ia mulai mencekik leher Shira tetapi ia bisa melihat Shira memegang erat lengannya.
Shira melepaskan cahaya melalui kakinya untuk memindahkan Minami juga ke tempat lain, untuk sekarang ia menyelamatkan seseorang yang dapat memperbaiki situasi.
Shira mempercayai Minami sehingga ia sendiri sudah merasa yakin bahwa dirinya tidak akan bisa melanjutkan pertarungan dengan kekuatan yang tertinggal jauh.
Zoiru menghantam dada Shira sampai tinjunya menembus punggungnya, Shira langsung memuntahkan banyak sekali darah dan organ tubuh yang sudah hancur melalui tubuhnya.
Shira mulai menghantam dan menendang perut Zoiru beberapa kali dengan tenaga yang melemah, ia masih mencoba untuk berjuang.
"Ayolah, Shiratori Shira... Apakah kau akan menghibur diriku lagi?" Tanya Zoiru.
Shira hanya diam dengan tatapan yang terlihat wajah, ia berada di situasi sekarat, "Oi, oi, oi... jangan sekarat di hadapanku seperti itu!!!"
Zoiru menarik usus Shira lalu ia mencekik lehernya menggunakan usus itu sendiri sehingga Shira berdiri tegak dan memejamkan kedua matanya, menerima takdirnya untuk sekarang.
"Megumi... Shuan..."
"...Minami... aku percaya kau pasti tahu solusinya..." Ungkap Shira sebelum ia di makan oleh Zoiru dengan tiga gigitan dan ia langsung menelannya.
"HAAAAARRRRRGGGGHHHH!!!" Zoiru membuka mulutnya lebar, semua mayat dan pasukan di sekelilingnya terisap oleh mulut di bagian atas dan perutnya sampai ia belum merasa kenyang.
"Tubuh Shiratori Shira ternyata lezat juga...!!!"
"Waktunya menikmati hidangan lain...!!!" Zoiru mulai memotong celah di sebelahnya dan ia masuk ke dalam tempat perlindungan dimana ia melihat Kuro, Haruki, dan yang lainnya sedang berlindung.
"Lebih banyak makanan...!!!"
"Kematian telah tiba, keledai kampung...!!!"
__ADS_1