Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 458 - Kedua Tatapan dengan Tekanan


__ADS_3

"Sialan...!" Shuan mencoba untuk menyerang murid itu tetapi Minami menghentikan dirinya dengan menciptakan pohon emas yang sangat besar untuk memperingati dirinya agar tidak mendekati.


"Shucchi, sekali kau melewati pohon itu maka nyawa yang kau miliki akan hilang satu, kau mengerti? Keselamatanmu selanjutnya tidak bisa Kakak jaminkan." Ucap Minami dengan tatapan tajam.


Shuan bisa mengerti apa yang coba ia maksud, murid satu ini benar-benar berada di tingkatan yang jauh lebih berbeda di bandingkan dirinya.


Tekanan yang terasa begitu kuat bahkan dorongannya saja sudah mampu membuat dirinya merinding ketakutan untuk sementara.


Minami bisa merasakan tubuhnya seperti tertahan dengan sesuatu tetapi ia mengangkat ekornya sehingga ia melepaskan cahaya besar yang mampu mendorong mundur murid di hadapannya.


"... ..." Minami hanya bisa menatap murid itu dengan tatapan serius, ia mencoba untuk mempermalukan keturunan Shiratori dengan menyombongkan kekuatan yang ia miliki.


"Kemampuan tadi cukup menakjubkan, tekanan di dalam tubuh itu sudah cukup untuk membunuh siapapun yang aku kenal jika mereka lengah..."


Minami menatap kedua tapaknya yang dipenuhi dengan darah karena ia tidak sengaja terkena tekanan yang dilepaskan oleh murid itu.


Pikirannya saat ini sedang menghadapi banyak masalah besar, dirinya yang memiliki pengalaman besar soal pertarungan dan berbagai macam kemampuan sudah cukup untuk memperingati tubuhnya untuk tidak melakukan pergerakan ceroboh.


Ia hanya bisa belajar dari kesalahan dan peringatnya tadi sudah cukup untuk membuat Shuan terdiam, ia hanya bisa memperhatikan di belakang pohon emas itu dengan tatapan kesal.


Murid itu melirik kepada Shuan, "Apakah kau mengerti, Shiratori Shuan? Kau adalah seorang laki-laki, sudah pastinya kau akan menjadi penerus yang pantas untuk Ayahmu sendiri."


"Lebih baik kau menyerahkan diri kepada rasa takut itu, aku merasakan jelas bahwa kau merinding ketakutan... Melakukan sedikit pergerakan saja maka kau bisa mati, aku hanya memperingatinya saja karena nyawa itu penting." Kata murid itu.


"Ck... Apa yang kau mau dari kami...?!"


Minami memukul ke depan melepaskan sesuatu yang tidak bisa di lihat oleh siapapun, murid berjubah itu bahkan sempat terkejut melihat kemampuan Minami yang cukup mematikan juga.

__ADS_1


Ia baru saja menyerang dengan pelan tetapi serangan itu mengenai dirinya tepat di bagian dada karena ia sempat membuka kancing bajunya untuk melihat bekas pukulan yang berwarna emas.


"Aku hanya ingin memperingati dirimu juga... Aku tidak menyukai seseorang yang sombong dan songong, mengingatkan diriku yang dulu." Minami merapatkan giginya karena ia tidak menyukai sikap murid itu.


"Aku tidak peduli kekuatan sebesar atau sekuat apapun itu tetapi jika pemiliknya memiliki mulut besar bahkan ego yang besar, aku ingin sekali membunuhnya." Minami mencoba untuk menghampiri Shuan tetapi ia terus berpindah tempat.


Perpindahan itu bisa ia sadari, ia terus berhadapan dengan murid itu tanpa henti, salah satu kemampuan yang cukup menyulitkan bahwa Minami saat ini merasa sangat lelah karena ujian itu.


"Opini yang bagus Minami, aku suka..." Minami melawan semua tekanan itu dengan melepaskan cahaya lagi, ia mencoba untuk mendekati dirinya tetapi ia mengalami perpindahan lagi dan lagi.


Murid itu mengerutkan dahinya dan Minami melebarkan matanya sehingga terjadilah aduan tekanan yang cukup besar di hadapan mereka semua, pergerakan yang di lakukan murid itu cukup kuat tetapi Minami sendiri sudah menguasai alam dan cahaya jadi ia bisa melawan balik.


Hasilnya tubuh mereka menerima beberapa serangan dan luka yang cukup dalam, Shuan tidak bisa melihat apapun, hanya tekanan dan dorongan yang begitu kuat seperti tinju yang dilepaskan ke arah wajah.


Murid itu meludah darah ke bawah lalu menginjaknya bahwa Minami terus-menerus menyerang dirinya dari belakang sedangkan ia mampu melukai perut Minami sampai ia memuntahkan darah dengan wajah biasa saja.


Minami juga berharap bahwa teman-temannya tidak datang pada saat waktu yang kurang tepat karena murid di hadapannya ini memiliki kemampuan yang begitu mengerikan sampai ia membutuhkan waktu untuk mempelajarinya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mencari informasi tentang dirinya dan ia sendiri yakin bahwa murid berjubah itu pasti yang mencari dirinya.


Minami mencoba untuk tidak membahasnya dengan murid itu karena ia tidak ingin salah juga, Shuan hanya bisa melihat dengan ekspresi yang kesal karena harga dirinya sebagai seorang Legenda hancur begitu saja ketika dikalahkan oleh sebuah dorongan yang cukup kuat dan mampu menghancurkan organ tubuhnya itu.


Minami menerima beberapa serangan lagi tetapi semua serangan itu terlempar ke atas langit dan menyebabkan ledakan yang tidak memiliki suara sama sekali, ledakan itu mampu membuka lebar sebuah celah yang berwarna hitam, jika saja tadi Minami tidak melawan maka tubuhnya akan terbelah menjadi beberapa bagian karena dorongannya itu.


Ia berlatih cukup lama bersama Shira jadi ia sudah terbiasa menggunakan tubuh cahaya yang tidak di sentuh oleh siapapun kecuali dirinya sendiri, murid itu juga tidak mengeluarkan perkataan apapun dan Minami senang mendengarnya karena ia tidak menyukai seseorang yang selalu mengatakan sesuatu yang berkaitan dengan sampah.


"Sepertinya setiap tahapan kau lewati... kau benar-benar sesuai dengan gambaran yang aku bayangkan, Shiratori Minami. Walaupun kau seorang gadis Neko Legenda, kau lebih pantas menjadi penerus Shiratori Shira!" 


Shuan bertambah semakin kesal ketika mendengar perkataannya itu, ia mulai menatap Minami yang memperingati dirinya untuk tidak melakukan apapun atau dia akan mati dengan satu pergerakan saja, Minami beberapa kali memberitahu dirinya untuk tetap tenang, jangan sampai amarah dari Neko Legenda mempengaruhi tubuhnya yang tidak memiliki kontrol sama sekali.

__ADS_1


"Aku tidak mengerti siapa sebenarnya dirimu ini... lokasi yang kita tempati ini memiliki batasan untuk merasakan keberadaan seseorang sepertinya, apa yang kau mau dari kami?"


"Aku hanya ingin melihat sebesar apa kemampuan yang kalian miliki... hasilnya tidak begitu mengecewakan, aku hanya ingin membuat kalian bersiap-siap saja untuk nanti karena semua yang kau rasakan hanya celah dari kekuatan yang aku miliki." Murid itu mundur beberapa langkah ke belakang dan Minami mengerutkan dahinya.


Bam!


Terjadi kehancuran yang begitu besar di hadapan mereka, lagi-lagi kehancuran itu cukup fatal dan hanya mengenai daratan, apa yang membuat itu menakutkan adalah kemampuan yang digunakan oleh murid itu tidak memiliki suara apapun jadi hampir seperti kemampuan untuk seorang pembunuh yang ingin membunuh secara diam-diam.


"Kemampuan yang begitu hebat... jika saja aku tidak berpindah tempat maka aku sudah mati..." Murid itu sontak kaget ketika mendengar suara Minami tepat di belakangnya, dengan cepat ia mulai menghantam wajahnya sampai ia terdorong ke belakang dan tinju Minami mulai terbakar lalu berubah menjadi cahaya emas.


"Orang seperti dirimu sangat membuatku kesal karena terlalu memamerkan kekuatannya, ditambah lagi jika sikap yang songong itu keluar... sangat-sangat membuat diriku kesal, bisa dibilang aku menerimanya jika kau mendapatkan semua kekuatan itu dengan usahamu sendiri..." Minami meraba tinjunya karena ia merasa keram seketika memukul wajah murid itu.


Murid itu hampir saja menginjak kepala Minami tetapi ia membalikkan keadaan dengan mencekik lehernya lalu menghantamnya di atas daratan dengan tatapan yang terlihat kesal, murid itu tidak menyangka kecepatan Minami masih bisa meningkat jauh lebih tinggi lagi dibandingkan sebelumnya.


"Aku ingin melihat wajahmu... melihat wajah sombong itu tentunya..." Minami mencoba untuk membuka penghalang kepalanya tetapi tubuh murid itu mulai mengeluarkan aura kegelapan yang lepas ke depan dan menembus tubuh Minami sehingga murid itu berdiri tepat di belakangnya.


"Sudah di mulai ya... kalau begitu, bersiaplah Minami." Murid itu melepaskan dorongan dan tekanan yang besar sampai melempar Minami ke atas langit dan mengeluarkan dirinya dari dalam akademi itu, Shuan tercengang ketika melihatnya dan ia sekali melakukan sesuatu tetapi tubuhnya masih belum bisa ia gerakkan untuk sesaat.


"Shiratori Shuan... kau berada di tingkat yang jauh lebih bawah di bandingkan diriku jadi aku menyarankan dirimu untuk tidak melakukan apapun, urusan ini hanya terkait dengan Ayah dan Kakakmu itu jadi aku akan membebaskan diri---" Murid itu melebarkan matanya ketika tubuhnya menerima beberapa serangan yang tidak terlihat begitu saja.


"Sepertinya dia benar-benar lawan yang tangguh..." Ungkap Murid itu sehingga ia terlempar ke belakang dan mengenai pohon emas yang Minami ciptakan di belakang murid tersebut.


Terlihat cahaya emas muncul di hadapan Shuan dan cahaya itu kembali membentuk Minami yang sedang melakukan sedikit pemanasan, "Dia melarikan diri..."


"Bagaimana bisa kau tahu?" 


Minami menarik sesuatu menggunakan jari telunjuknya sehingga jubah itu mulai tertarik ke arah dirinya, ia menatap jubah tersebut dan merasakan beberapa kekuatan dan energi menakutkan di dalamnya, sampai sekarang ia masih belum mendapatkan jawaban yang ia inginkan.

__ADS_1


"Aku harus secepatnya melapor kepada Papa..."


__ADS_2