Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 658 - Pesta Permainan


__ADS_3

"Hmph... Hahaha! Ini bagus, ternyata dengan satu Holy Corpse yaitu tangan Zangges... Aku sudah dapat merancang sebuah rencana." Kata Zenzaku sambil menatap lengan Zangges yang sudah terbiasa dengan tubuhnya.


"Apa yang akan kau lakukan dengan tangga Zangges, Ayah...? Apakah kau akan melakukan semuanya sendirian?" Tanya Zangetsu.


"Aku akan melakukannya sendiri... dengan tangan Zangges, aku dapat mengabulkan apapun bahkan mengembalikan sejarah kuno."


"Reinkarnasi... pemberian kekuatan... dan tentunya menghabiskan mereka semua satu per satu." Zenzaku menatap semua alam semesta dan ia tersenyum jahat.


"Satu Holy Corpse... apa yang terjadi jika aku mendapatkan lebih dari satu? Satu saja sudah sangat terlarang..."


"Aku hanya harus membiasakan lenganku ini dengan lengan Zangges, baiklah... bersiaplah." Zenzaku kembali membiasakan lengan Zangges dengan melakukan beberapa latihan.


"Di saat waktunya tiba... aku akan melakukannya sendiri!"


***


"Gwahhhh..." Hinoka mengejar Koizumi yang terus melarikan diri karena ia sudah merasa tidak nyaman bermain dengan sepupunya yang selalu memberi kecupan yang berlebihan.


"Guuuu! Guuuu!!!" Koizumi mulai marah kepada Hinoka untuk menjauh karena ia tidak ingin menerima pelukan atau ciuman lagi, seperti biasa sikap dingin Rokuro keluar lagi.


"Waahhh! Mwaaahhh!" Hinoka ikut marah juga sehingga terjadi perdebatan antara kedua bayi Legenda yang dapat mengendalikan realitas dan waktu.


Sikap dingin Rokuro di dalam Koizumi terlihat dan sikap amarah Hinoka mulai keluar sampai mereka terus saling berdebat dan mencubit pipi satu sama lain.


"Apa yang sedang mereka lakukan?" Tanya Kou yang sempat melihat Hinoka dan Koizumi saling mencubit pipi dan menggigit tangan.


"Mereka sedang bermain dengan cara bayi Legenda, biarkan saja... nanti juga mereka akan kelelahan." Kata Honoka yang mulai mengurus beberapa meja.


"Benar juga, kita harus tetap fokus untuk menyiapkan pesta itu." Kou kembali bekerja, membiarkan Hinoka dan Koizumi berkelahi cara Legenda bayi yaitu saling menggigit dan mencubit.


Koizumi mengangkat tubuh Hinoka sampai mengejutkan Haruka yang sempat melihat, "Koizumi...! Turunkan, tidak boleh bersikap jahat kepada sepupumu!"


"Muu... eeyaa..." Koizumi menurunkan tubuh Hinoka dan ia hanya bisa tertawa, sepertinya mereka masih menikmati waktu bersama berduaan.


"Bayi Legenda memang cukup unik ya... masih bayi dengan umur beberapa hari sudah bersikap seperti berandalan." Kata Akina yang baru saja tiba, ia ingin bertemu dengan keponakannya juga.


"Koizumi~" Panggil Akina.


"Awkiwna..." Koizumi merangkak kepada Akina lalu memeluk dirinya lalu ia bangkit untuk mengangkat Koizumi tinggi dan ternyata ia bisa merasakan beban ketika menggendongnya.


"Yo, sudah lama tidak bertemu!" Shira memukul punggung Arata dan Haruki pelan di bagian punggungnya sampai mereka menatap Shira yang mengenakan pakaian setengah robek.


"Kenapa kau datang dengan Kisetsu yang setengah robek itu...?" Tanya Haruki selagi memasang tatapan datar.


"Aku baru saja selesai latihan tentunya dan kebetulan ingin beristirahat seperti biasanya." Shira mulai menciptakan cahaya yang memperbaiki Kisetsu yang ia kenakan.


Shira melihat banyak sekali orang berdatangan untuk menikmati pesta reuni seperti biasanya, ia datang hanya untuk bertemu dengan teman-temannya karena satu hal.


"Arata, Haruki, apakah kalian pernah mendengar istilah tentang lomba atau pertandingan?" Tanya Shira selagi mengeluarkan sebuah catatan.


"Tentu saja kami tahu, apakah kau memiliki sesuatu yang menarik?" Tanya Haruki.


"Hmmm... pesta reuni ini, Kou bilang bisa melakukan apapun asalkan dapat membawa hiburan dan kesenangan untuk kita masing-masing." Shira melempar sebuah koin ke atas lalu ia menangkapnya.


"Di antara kedua koin ini, aku sudah menentukan dua permainan yang cukup menyenangkan." Shira tersenyum, ia mencoba untuk membuka koin itu tetapi berhenti ketika Kou berbicara di atas panggung.


"Bisakah aku mendapatkan perhatian kalian semua?" Tanya Kou sehingga semua teman dan keluarganya mulai menatap dirinya.


"Aku mengundang kalian semua datang untuk berpesta dan bersenang-senang selagi menikmati berbagai macam permainan yang sangat unik."


"Untuk sekarang sampai malam nanti, mari kita bersenang-senang!!!" Kou mengangkat lengan kanannya dan mereka semua langsung bersorak keras karena tidak sabar untuk bermain bersama.


"Akina... kamu datang sendirian? Asuka... tidak bersamamu?" Tanya Arata karena ia masih tidak menerima fakta bahwa adiknya mencintai seorang gadis.


"Iya, aku sendirian. Asuka dan Yuri sedang melaksanakan tugas penting, aku tidak di larang ikut olehnya jadi kembali mengunjungi Yuusuatouri saja." Akina terkekeh.

__ADS_1


Kou mulai meminta beberapa pelayan untuk mengambilkan beberapa hadiah agar semua peserta yang mengikuti pesta permainan ini bisa bertambah semangat.


"Kou! Aku sudah menemukan permainan yang cukup menyenangkan...!" Kata Shira selagi membuka koin yang ia tutup.


Permainan pertama adalah [Russian Roullete], mereka semua terlihat kebingungan dengan permainan itu kecuali Shira dan Haruka yang pernah mendengarnya.


"Aku tidak menyangka Legenda sepertimu akan mengetahui permainan Manusia..." Kata Haruka.


"Di mata mereka bukan permainan melainkan bunuh diri." Jawab Shira sehingga ia mengeluarkan sebuah batang emas dan mengubahnya menjadi sebuah senapan.


"A-Apakah aman...? Terlihat sangat berbahaya, kau bisa saja terbunuh..." Kata Kou, Shira menggelengkan kepalanya lalu ia mencoba sekali memainkan permainan tersebut.


"Jadi peraturannya mudah... hanya perlu menarik pelatuk, isi dari senapan ini enam peluru dan salah satunya mengandung peluru asli yang bisa menembak---"


BAMMMM!!!


Senapan itu menembakkan peluru emas yang menembus kepala Shira, ia sudah mendapatkan keberuntungan yang buruk ketika satu tarikan sudah mampu menembakkan peluru itu.


"Itu sangat berbahaya...! Apakah kamu terluka?!" Tanya Kou yang mulai menatap kepala Shira terlihat baik-baik saja.


"Tenang saja, kita Legenda... mana mungkin peluru biasa dapat melukai kita." Shira mengambil peluru emas yang sudah hancur itu.


"Aku tidak mengalirkan peluru itu dengan sihir karena dapat membahayakan pemain... untuk sekarang main dengan cara manusia saja." Shira memberikan senapan itu kepada Kou.


"Kalau begitu permainan pertama...! Russian... Roullete...? Ada yang mau bermain?!" Tanya Kou selagi mengangkat senapan itu dan sebagian dari mereka tidak mau.


"Sesuai dengan perkataan Shiratori Shira tadi... permainan ini tidak berbahaya kok." Kou menunjuk dirinya dengan senapan itu dan Shira langsung merebutnya.


"Kou... kau tidak boleh mencobanya, bisa saja peluru itu malah melukaimu."


"E-Ehh... iya, lupa. Aku bukan Legenda sepenuhnya."


"Kalau begitu, orang yang berhasil selamat dari Russian Roullete akan mendapatkan 1 juta Legend's Diamond!" Tawar Kou dan sebagian dari mereka langsung menaiki panggung.


"Dengan syarat~ yang kalah harus di dandan dengan krim, satu krim di wajah mereka setiap permainan yang mereka mainkan gagal." Kata Kou, mereka semua tidak begitu keberatan karena ingin mendapatkan uang itu.


Kou melihat banyak sekali orang yang tidak mengikuti karena mereka lebih memilih untuk terhibur melainkan merasa ketakutan mencoba permainan seperti itu yang terdengar berbahaya.


"Baiklah, aku akan memulainya duluan..." Shira mengambil senapan itu lalu ia menunjuk kepalanya dan menarik pelatuk itu, tidak ada satu pun peluru yang keluar.


"Ahhh... jadi seperti permainan berdasarkan keberuntungan ya..." Arata yang duduk di sebelah Shira mulai mengambil senapan tersebut lalu menunjuk kepalanya, ia menarik pelatuk sehingga kepalanya langsung tertembak.


"Sialan..." Arata telah kalah dan Kou langsung mengoles sebuah krim di wajahnya sebagai hukuman kekalahan.


Selanjutnya, Haruki, dan ia masih memiliki keberuntungan. Kemudian Shizen mencoba dan senapan itu langsung menembak dirinya yang mengartikan dia telah kalah.


Tersisa tiga Legenda lagi, Yuuna mengambil senapan itu lalu menarik pelatuknya dan ia berhasil selamat, kemudian Shira mengambil senapan itu dan menarik pelatuknya sehingga menembakkan peluru itu.


"Sialan! Aku sudah sangat dekat...!!!" Shira merapatkan giginya, merasa kesal karena ia kalah sampai wajahnya di oles dengan krim sekarang.


"Hanya aku dan Yuuna sekarang..." Haruki memutar senapan itu lalu menarik pelatuknya dan ia berhasil terselamatkan lagi oleh keberuntungan.


Yuuna mulai mencobanya dan ia juga selamat sampai mereka berdua terus mendapatkan keamanannya karena keberuntungan itu sehingga putaran terakhir.


Yuuna mulai pasrah ketika mengetahui Haruki selamat, ia mulai menarik pelatuknya pelan-pelan sampai senapan itu menembakkan peluru yang mengenai kepalanya.


"Aku kalah..." Yuuna menghela nafasnya dan ia menerima krim di wajahnya lagi.


Haruki bangkit dari atas kursi lalu ia mengangkat kedua lengannya selagi menunjukkan tanda damai, itu artinya dia adalah Legenda yang sangat beruntung di antara mereka.


"Aku telah mengalahkan Shiratori Shira dan Shimatsu Arata dalam segi keberuntungan...!!!" Haruki mengangguk penuh rasa bangga sampai Shira dan Arata hanya bisa memasang tatapan datar.


"Selamat, Shichiro Haruki! Telah memenangkan permainan Russian Roullete!" Kou bertepuk tangan sehingga semua orang juga mulai melakukan hal yang sama.


"Kou! Adu panco...! Adakan adu panco secepatnya!" Seru Arata.

__ADS_1


"Ehh? Baiklah, kita lanjutkan ke pertarungan selanjutnya dengan hadiah satu juta Legend's Diamond lagi...!"


Permainan selanjutnya telah di mulai kali ini bertema adu panco, banyak sekali orang yang mengikuti permainan itu tetapi mereka langsung panik ketika berhadapan dengan Arata yang sudah siap menggunakan lengan kirinya saja.


Kou menyiapkan besi berbentuk kubus besar, bisa di bilang besi tersebut adalah besi kuat yang Kou temukan selama ini tetapi mungkin masih ada yang jauh lebih kuat.


Kou menggunakannya untuk berjaga-jaga agar bangsa Legenda tidak sengaja menghancurkannya, mengetahui ketiga Legenda itu, ia sendiri yakin bahwa besi itu akan hancur dalam waktu yang dekat.


"Kou, mau mencoba bermain adu panco denganku sebagai pembukaan?" Tanya Honoka.


"Oi, apa yang kamu katakan?" Haruka langsung terkejut mendengar Honoka menantang Kou yang tidak memiliki kekuatan murni apapun untuk bertarung.


Honoka duduk di atas kursi lalu ia menempati sikutnya di atas besi itu dan bersiap adu panco dengan adik kecilnya untuk melakukan tes terhadap kekuatannya.


"Kekuatan tidak di larang ya, asalkan berdasarkan murni." Ucap Kou, ia duduk di hadapan Honoka lalu menggenggam erat tapak tangannya itu.


"Kamu terlihat gugup, Kou."


"Iya... ini pertama kalinya aku bermain adu panco." Kou terkekeh, di dalam hatinya ia sudah memiliki niat untuk mengontrol pikiran Honoka agar ia bisa kalah.


Melawan dirinya dengan kekuatan murni bukanlah cara yang baik jadi ia menggunakan kekuatan murninya saja karena Honoka sendiri menantang dirinya mungkin hanya untuk berpura-pura kalah.


"Aku belum pernah melakukannya loh... mungkin aku langsung kalah." Kata Kou dengan tatapan sedih.


"Tenang saja! Mari kita mulai...!"


"Bersiaplah..."


"...mulai---" Kou dengan sekuat tenaga mencoba untuk menjatuhkan lengan Honoka tetapi tidak bisa, ia sudah berpikir dua kali dan mencoba untuk tidak menggunakan pikiran itu.


"Kamu kesulitan---" Honoka tiba-tiba kalah ketika Kou mulai fokus sampai ia sendiri tiba-tiba tercengang dengan kekuatan murni yang bangkit seketika.


"A-Aww... aku tidak menyangka kamu akan memiliki kekuatan murni yang muncul tiba-tiba." Honoka mulai menggerakkan lengannya yang terasa keram seketika.


"Kakak baik-baik saja?" Tanya Kou.


"Ya, tidak buruk. Pembukaan telah di mulai, selanjutnya!" Kata Honoka karena ia tadi hanya ingin melakukan pemanasan terlebih dahulu dan semuanya berjalan lancar.


Banyak sekali orang yang ingin mengikuti permainan adu panco itu sehingga Kou mulai menaikkan harga pemenang agar bisa membuat mereka bersemangat.


Kou mulai mengambil sebuah kotak kecil yang berisi nama peserta, semua peserta itu mengikuti permainan tersebut sampai ia harus mengambil dua kertas agar kedua peserta yang berhadapan bisa merasa adil.


Kou mengeluarkan kertas yang memiliki nama Haruka dan Rokuro, kebetulan yang cukup mengejutkan sampai mereka menganggap adu panco ini mengandung unsur suami melawan istri.


"Wah, aku sudah lama sekali tidak bermain adu panco loh..." Haruka menempatkan sikutnya di atas besi lalu ia memegang tangan Rokuro.


"Haruka... walaupun kau istriku, aku tidak akan menahan diri." Rokuro tersenyum serius sehingga Koizumi mulai mengeluarkan dukungan suara untuk mereka semua.


"Yang kalah harus bermain dengan Koizumi selama 1 Minggu penuh... tanpa menikmati waktu istirahat sedikit pun karena dirinya yang membutuhkan perhatianku." Ancam Haruka karena ia sudah 2 hari penuh menghabiskan waktu dengan Koizumi.


"Aku terima...!"


"Bersiap..." Kou mulai menyentuh tangan mereka.


"Mulai!" Kou mengangkat lengannya sehingga lengan Haruka langsung membanting lengan Rokuro sampai mengenai besi itu dan membuatnya retak.


"... ...!" Rokuro dikejutkan dengan kekuatan murni Haruka yang meningkat sangat drastis sampai ia tidak menyangka hal itu akan terjadi.


Semua orang tercengang melihat Haruka memenangkan pertandingan itu, mereka seharusnya sadar kekuatan murni Rokuro jauh lebih besar, Arata dan Ophilia bahkan tercengang ketika melihatnya.


"Kekuatan apa ini...? B-Bagaimana bisa... s-sakit..." Rokuro melihat tinju kanannya itu mulai memerah karena menghantam besi terkuat itu cukup keras.


"Inilah hasil latihan kehidupan..."


"...mengurus anak selama 48 jam lebih yang penuh dengan semangat dan nakal." Haruka tersenyum serius

__ADS_1


"Semoga beruntung, suamiku~ satu Minggu penuh!"


__ADS_2