
Shinobu melangkah ke depan, setiap langkahan yang menyentuh daratan langsung menumbuhkan rumput emas serta bunga matahari yang mekar sampai membuat Demetrio memasang tatapan kesal.
Demetrio melihat tatapan Shinobu yang terlihat tenang sekarang sampai ia tak terpengaruh dengan ketakutan itu.
Tetapi bagi dirinya itu adalah ancaman seorang Monster, jiwa dan alam sadarnya bahkan sampai mendengar suara raungan dari Beast Neko Legenda yang sempat menakutkan dirinya.
"Jangan mendekat---" Demetrio melebarkan matanya ketika melihat Shinobu sudah berada di sebelahnya selagi memegang erat pergelangan tangan Demetrio yang terbuat dari tubuh Golem.
"Koneko akan merusakmu..." Perkataan itu membakar amarah Demetrio sampai ia melancarkan beberapa serangan kepada dirinya yang bergerak tak kasat mata karena tubuhnya menipis seperti cahaya.
Shinobu melihat Demetrio menyambut dirinya dari depan lalu melancarkan satu pukulan yang berhasil ia tahan menggunakan tapak kanannya sampai pukulan itu meleset mengenai wajahnya.
Hanya dengan melancarkan serangan balik menggunakan tinju kanannya, Demetrio langsung terpental ke belakang dengan tubuh Golem nya yang retak, ia melirik ke belakang lalu melihat Demetrio memasang tatapan kesal.
"Apa yang kau lakukan sekarang...?! Bagaimana bisa...!?! Dasar brengsek...! Bocah tengil sialan, yang akan melindungi kedamaian itu adalah aku sendiri!!!" Demetrio memperbesar tubuh Golem itu lalu ia melesat menuju arah Shinobu yang menumbuhkan bunga dari jarinya.
Ketika Demetrio mencoba untuk melakukan serangan lainnya, secara refleks Shinobu menangkis semua serangan itu menggunakan tapaknya yang menjatuhkan banyak partikel emas sampai membentuk bibit yang menempel pada tubuhnya.
Demetrio menggunakan semua sihirnya yang ia kombinasikan sampai menghasilkan reaksi berbeda, tetapi Shinobu terus menahannya tanpa bergerak sedikit pun dari posisinya karena pola serangan Demetrio dapat ia tebak.
"Raaahhhhhh!!!" Demetrio terus melepaskan banyak sekali pukulan yang mengandung berbagai macam elemen berbeda di dalamnya sampai ia melancarkan satu tendangan ke arah Shinobu.
Semua tendangan itu langsung tertahan oleh akar emas yang tumbuh dari punggungnya, semuanya terus menahan itu sampai di belakang Shinobu terjadi banyak sekali kehancuran karena reaksi elemen yang dilakukan oleh dirinya.
Serangan Demetrio terus ditahan oleh Shinobu sampai tidak memberikan efek apapun kepada tubuhnya melainkan wilayah yang bertambah sangat kacau karena serangan yang dilakukan Demetrio.
Shinobu menentukan ketepatan waktu yang pas untuk menyerang bahkan celah yang ia lihat dapat ia gunakan sebagai serangan yang sangat fatal, untuk sekarang ia akan menahan serangan Demetrio yang ia serap menjadi Lenergy murni.
Setiap serangan yang berhasil ia tahan atau tangkis meluaskan Lenergy murni di dalam tubuhnya karena akan yang berada pada dirinya memiliki reaksi tertentu akan bahaya atau serangan.
Banyak sekali penghasilan kekuatan dan Lenergy tambahan yang ia terima ketika menahan semua serangan Demetrio, semua itu berjalan sementara dan akan hilang ketika ia melakukan serangan yang mengenai musuhnya.
Itulah alasan kenapa Shinobu menahan serangannya dulu, Shira bisa melihat pergerakan Shinobu bertambah semakin mulus bahkan kekuatan alam yang ia dapatkan berbeda dengan Minami.
Demetrio mengangkat lengan kanannya yang membesar dan memanjang lalu ia melancarkan serangan yang menjalar luas ke depan tetapi Shinobu sudah menghilang tanpa jejak di hadapannya.
Demetrio menoleh ke sebelah kanan, melihat Shinobu yang memasang tatapan tenang dengan hawa menakutkan di sekitarnya karena tambahan kekuatan dari Beast Neko Legend.
"Tapi... bagaimana kau... bagaimana kau bisa menghindar dan menahan semua itu seperti permainan anak kecil!?" Tanya Demetrio.
__ADS_1
"Tidak perlu memikirkan banyak hal... aku sudah menghafal berbagai macam pola serangan dari pengalamanku sendiri."
"Apa...?!"
"Tubuhku bertindak selayaknya cahaya yang akan terus menyinari dunia... cahaya yang tak dapat di sentuh... serta dengan kealamian dari alam yang akan terus bertahan..."
"...itulah kenapa serangan yang kau berikan padaku terus aku tahan dan hindari, jika di tahan maka reaksi dalam alam sudah muncul sedangkan jika aku menghindar maka itu cahaya dari dalam tubuhku."
"Pikiranku ini sangat tenang... hampir seperti alam yang begitu hijau tanpa ada gangguan... pikiranku juga bersinar akan pengetahuan untuk mempelajari musuh yang menghalangiku."
Shinobu membicarakan sesuatu yang tidak bisa Demetrio mengerti seketika, pikirannya mulai berputar sampai ia sadar bahwa Shinobu tidak pernah menggunakan The Mind lagi yang mengartikan dia semakin dipermalukan dengan kekuatan biasanya itu.
"Berhenti bicara omong kosong, dasar kutubuku...! Apa yang kau katakan tidak akan bisa bertahan sampai titik akhir...!" Demetrio melepaskan banyak sekali kekuatan dan aura dengan warna yang berbeda sampai terus membesar tanpa henti.
"GRAAAGGGHHHHH!!!" Demetrio melepaskan semua kekuatan dan auranya karena merasa dipermalukan oleh seorang gadis yang memiliki rupa seperti anak kecil.
"Kali ini itu Demetrio... dia mengumpulkan kekuatan penuh lagi!" Kata Anastasia yang merasa khawatir seketika sampai ia tidak bisa bergerak karena tekanan dari God Lenergy milik Demetrio.
Shinobu melihat kobaran api yang mengelilingi areanya sampai membakar rumput emas yang ia tumbuhkan hanya dengan langkahan, ia juga bisa melihat sihir lainnya keluar dari dalam tubuhnya itu.
Shinobu hanya bisa menghembus nafas pelan-pelan lalu melakukan kuda-kuda bertarung sampai ia kebetulan melihat Demetrio melesat maju menuju arah dirinya lalu melancarkan beberapa serangan yang berhasil ia hindari dengan tak kasat mata.
Shinobu mengepalkan tinju kanannya yang memancarkan cahaya emas, cahaya itu tidak bisa di lihat oleh siapa pun kecuali dirinya karena terlalu cerah.
Sikut kanannya mengeluarkan pembakaran yang dibantu oleh zirah teknologi itu lalu ia menggunakan semua kekuatan alami yang ia dapatkan ketika berhasil menahan serangan apapun.
"GOLDEN...!!!" Shinobu melesat ke atas sampai perut Demetrio tertarik menuju pukulan Shinobu yang ia lepaskan.
Demetrio mendadak tidak bisa melihat Shinobu karena kecepatannya terlalu berlebihan untuk ia lihat.
"...Overdrive!!!"
Pukulan itu meluncur cepat menyetarai nol detik sampai mengenai perut Demetrio cukup dalam dan keras sampai menghancurkan tubuh Golem nya itu hingga menyebabkan guncangan yang sangat besar di seluruh alam semesta.
Guncangan itu menyebabkan mereka semua menutup mata dan menahan dorongan yang dihasilkan dari pukulan itu, sekali pukulan itu mengenai seseorang maka akan terjadi ledakan cahaya cerah yang tidak bisa mereka lihat.
Shira sendiri bahkan sempat menghalang pandangannya karena serangan tadi terlihat sangat kuat dan mematikan, ia hanya bisa tersenyum bangga bahwa dia sudah siap mendapatkan latihan paling sulit darinya.
Demetrio terpental ke atas langit, menunjukkan kembali tubuh aslinya dimana sebelah wajahnya yang sudah tertebas oleh Keris itu mulai memunculkan daun yang membentuk tubuhnya dengan kulit tanah liat.
__ADS_1
"Sempurna... jika kau bertambah kuat sampai titik ini maka aku tidak akan kalah, Shinobu. Pada saat kita bertarung lagi maka aku akan mencoba untuk mengalahkan kekuatan barumu itu..." Batin Koizumi.
Demetrio terjatuh di belakang Shinobu dengan tatapan yang terlihat kesakitan bahkan perutnya meninggalkan luka bekas dari pukulannya tadi, tubuhnya kembali pulih sendiri sedikit demi sedikit.
"Kau sekarang sadar bahwa kekuatan Dewa masih bisa dilewati oleh seorang Mortal bukan...? Tidak, yang lebih mudah dimengerti itu adalah langit di atasnya lagi..."
"...maupun kau berkuasa atau memiliki kekuatan sebesar itu maka aku akan mencoba untuk melampauinya dengan usahaku sendiri tanpa mengandalkan nama atau julukan seperti raja serta Dewa."
Demetrio bangkit dari atas tanah dengan tatapan yang terlihat kesakitan, ia mulai menutup bekas pukulan yang mengeluarkan banyak darah seperti air terjun.
Wajahnya juga terlihat lelah akan kesakitan yang dia rasakan, harga dirinya sudah pasti hancur berkeping-keping karena kekuatan segala elemen itu kalah oleh seorang Legenda dengan kealamian cahaya serta alam.
"Apa kau mulai merasa paham rasa sakit dan penderitaan dari semua orang yang kau paksa lalu bunuh...? Apa kau lahan semua perasaan itu sekarang?" Tanya Shinobu.
Demetrio memasang tatapan kaget karena ia harus membawa-bawa hal yang akan memicu amarahnya sendiri, "Kalau begitu aku akan menjawabnya dengan baik jika kau mau memberikan---"
"Aku tentunya merasakan semua itu, aku bahkan sampai mendengar jeritan orang-orang yang aku bunuh..."
"...semua perasaan seperti itu juga sejak kecil aku sudah merasakan betapa menyakitkan penderitaan itu, lagi pula kematian sudah menjadi hal yang biasa bagiku."
Ketika Shinobu berbicara seperti itu Demetrio tercengang ketika melihat sesosok berjubah di belakang dengan rupa tengkorak, "Mungkin kematian akan muak dengan kehadiran diriku nanti..."
"...mungkin suatu saat nanti, apakah kau pikir dengan membunuhku akan benar-benar membunuh diriku?" Tanya Shinobu sampai membuat Demetrio memasang tatapan yang sangat kesal.
"Diam...!!! Berani-beraninya kau menceramahiku! Kau kiri dirimu itu Dewa yang lebih berkuasa dariku?"
"Aku bukan dewa, tapi aku hanya mortal yang berhasil menghancurkan harga diri dan egomu itu bukan? Mungkin semua itu disebabkan karena kekuatan semua unsur elemen."
"Asal kau tahu...!!! Aku tidak takut dengan apapun, yang aku takutkan adalah satu yaitu kegagalan diriku sampai tidak sempat menepati janji semua pengikutku itu...!!!"
"Aku adalah Demetrio, seorang Dewa segala elemen yang menjanjikan kedamaian dan keamanan abadi untuk semua pengikutnya...!!!" Seru Demetrio keras sampai daratan mengeluarkan banyak sekali air lahar.
Awan hitam juga mulai bermunculan sampai menjatuhkan banyak tetesan hujan tajam dengan sambaran petir yang mencoba untuk menyerang Shinobu tetapi meleset, arus angin juga bertambah kuat sampai menggerakkan rambut emas dan Kisetsu nya itu.
Shinobu bisa melihat banyak sekali batu terangkat di sekitarnya sampai membentuk meteor besar, akar-akar juga melesat keluar dari dalam daratan dan bergerak seperti tentakel gurita.
Sebuah kristal es muncul di kedua kaki Demetrio yang menjalar luas menuju arah dirinya sampai melewati banyak sekali letusan api, "Daerah ini adalah kekuasaanku...!!!"
"Aku adalah Dewa yang paling berkuasa dalam segala alam semesta...!!!"
__ADS_1
"...HANYA UNTUK MELINDUNGI SEMUA ITU!!!"