
"Aku tidak menyangka kau akan melakukannya, Shira... melewati batas sampai menyebabkan ledakan big bang yang sangat dahsyat." Shou mulai berbicara kepada Shira.
"Ahh, Shou..." Shira melihat Shou dengan tatapan lelah bahkan ia sendiri tidak menyangka penghuni dari Yuusuatouri palsu akan datang dan membantu berperang juga.
"Dimana yang lainnya? Apakah Kakak sedang beristirahat atau semacamnya?" Tanya Shira sambil melihat sekeliling, mencoba untuk mencari Shinra karena ia baru saja sadar bahwa keberadaannya hilang entah kemana.
Semua orang langsung memasang tatapan sedih dan kesal karena tidak ingin memberitahu Shira sebuah fakta menyakitkan soal Yuusuatouri palsu yang sudah tiada.
Shira mulai terbang mengelilingi wilayah itu untuk mencari Shinra tetapi ia tidak menemukannya bahkan Shira juga tidak melihat penghuni palsu lainnya kecuali Shou.
"Apakah kita harus memberitahunya?" Tanya Minami dengan tatapan yang terlihat sedih.
"Ehh...? Memangnya apa yang terjadi?" Tanya Megumi selagi menatap Minami dengan tatapan yang terlihat penasaran.
"Sayang sekali, Mama... Zoiru melakukan sebuah pergerakan yang cukup menyebalkan... dia menghabiskan seluruh penghuni palsu bersama dengan semestanya."
Ketika Minami berbicara seperti itu Megumi langsung tercengang bahkan sekarang ia mengetahui situasinya, ia juga merasa berbelas kasihan kepada Shou yang sudah di tinggalkan oleh semua orang.
"Sepertinya kita sudah menang..." Kou mulai berbicara tetapi perkataannya tidak sampai kepada seluruh temannya yang terlihat kaget ketika melihat aura hijau besar di hadapan mereka.
"... ...!" Kou menatap ke depan dan melihat aura itu terlepas kemana-mana sampai mendorong mereka ke belakang, untungnya Minami berhasil mengikat tubuh mereka dengan tumbuhan emasnya.
Zoiru melepaskan satu laser tebal melalui jarinya sampai menembus dada Shou dan menyebabkan luka lubang yang sangat besar di bagian dadanya itu.
"HUGGGGHHHH!!!" Shou terjatuh di atas tanah dengan tatapan yang terlihat kaget, mulutnya mengeluarkan banyak sekali darah bahkan lubang di dadanya itu mengeluarkan banyak taring.
Semua taring itu perlahan-lahan memakan tubuh Shou sampai habis sehingga Minami dan yang lainnya tidak dapat menyembuhkan dirinya itu.
"Shou...!!!" Shuan mencoba untuk membantu Shou tetapi Minami menariknya mundur karena taring itu dapat mendeteksi Shuan dan memakan dirinya sampai membunuhnya.
"Tidak... ini tidak bisa..." Kata Minami dengan tatapan yang terlihat putus asa, sihir laser yang mengenainya tadi mengandung sumpah Oath dimana Shou akan mati di makan hidup-hidup dengan taring itu.
"Tapi... kita bisa menyelamatkan dirinya...!" Seru Shuan yang memancarkan cahaya sihir pemulihan kepada Shou tetapi semua taring itu menghisapnya seperti Vampir yang menghisap darah.
"... ...!" Shira melihat Zoiru masih hidup walaupun menerima ledakan big bang seperti tadi, ia bertambah semakin kesal ketika melihat Shou menerima serangan fatal itu.
Shira muncul di sebelah Shou lalu ia menembak beberapa sihir yang menyelimuti tubuh Shou dengan cahaya tetapi semua taring itu menyedotnya sampai habis.
"S-Sialan...!!!" Shira merapatkan giginya selagi mengepalkan kedua tinjunya erat ketika melihat Shou yang meringis kesakitan selagi meneteskan banyak air mata.
"Sayang sekali ya, Shiratori Shira, ledakan big bang masih belum cukup untuk menghentikan diriku... berkat bantuan dari Bamushigaru, aku masih hidup." Zoiru tersenyum serius.
"Mustahil... bagaimana kau bisa menerima ledakan big bang itu tanpa berubah menjadi partikel cahaya!?" Tanya Shuan.
"Sumpahku masih tetap berjalan... memangnya dengan membunuh diriku beberapa kali akan menentukan kematian bagiku?" Tanya Zoiru sambil menepuk keningnya beberapa kali.
"Dasar kelompok keledai kampung... kalian tidak akan pernah bisa mengerti keindahan dari sihir Oath yang memiliki banyak makna terkandung!" Zoiru menyilangkan kedua lengannya.
"HAAHHHHH...!!!" Shuan terbang maju ke depan dan melepaskan dua cincin Saturnus yang mulai menyelimuti tubuhnya itu.
"Golden Saturnus: Sealed...!!!" Shuan mengepalkan kedua tinjunya sehingga cincin Saturnus itu mengecil sampai menjebak Zoiru yang masih bisa tersenyum.
__ADS_1
"Apa itu tadi? Kau mencoba untuk menyegel diriku? Kau melawak...?" Tanya Zoiru sehingga sihir segel itu langsung di makan oleh aura Bamushigaru, dirinya sudah tidak bisa di kalahkan oleh cara apapun kecuali...
"Touriverse's Hope..." Kuro menatap ke atas, melihat gumpalan cahaya yang mengumpulkan banyak sekali sumber cahaya dari berbagai alam semesta, ia bahkan mulai mempercepatnya dengan memasukkan dosa Greed.
"Shou...!" Shira mengepalkan kedua tinjunya, melihat Shou yang terlihat menderita ketika semua taring itu memakan dirinya dengan pelan.
"Dengar... paman..." Shou mulai memanggil Shira paman sehingga ia langsung memperhatikan dirinya dengan tatapan yang terlihat sedih.
"Beberapa bulan yang lalu... Zoiru... sudah... sudah menghancurkan semua penghuni Yuusuatouri palsu... bersama dengan alam semestanya..."
"...hancur... dimakan oleh makhluk sihir... yang bernama Bamushi." Shou mulai memegang erat tanah hijau itu selagi mencoba sekuat mungkin untuk berbicara.
Tubuh Shira merinding seketika mengetahui Kakaknya telah mati di makan oleh peliharaan Zoiru, bukan dia saja tetapi seluruh penghuni Yuusuatouri palsu yang sangat ia pedulikan juga.
"Semuanya... hilang... aku... aku... masih... hidup... ingin memperingati... dirimu sesuatu... bahwa Zoiru palsu... Zoiru di semesta ku..." Shou menyatakannya selagi menahan semua kesakitan itu.
"...dia sudah mati... di tangan Haruka... tetapi... seseorang... bangsa Manusia... tertarik dengan... kekuatan dari makhluk sihir yang bernama Bamushigaru..."
"...seharusnya kita bisa menang... tetapi ritual yang di lakukan... hampir saja berhasil... semuanya gagal ketika... Korrina... atau bisa di sebut Komi... mengacaukan semuanya..."
"...makhluk sihir itu... mati... oleh... Corni... dengan gabungan... dari pedang Saint Heroes... aku mohon, paman... kau harus bisa mencegahnya..."
"...mencegah diri nya sekarang... juga... secepat... mungkin... jika tidak... maka... semuanya... hancur... sesuatu yang asli... selalu lebih kuat..." Shou mulai menangis kesakitan.
"Aku mohon padamu... kau harus... bisa menghentikannya... biar kami bebas... dari perut makhluk sihir itu..." Shou memejamkan kedua matanya, menghembuskan nafas terakhirnya sampai ia sudah gugur kehabisan darah.
"Shou..." Shira melihat tubuh Shou tertarik menuju Zoiru sehingga mulut Bamushigaru di perutnya terbuka lebar lalu memakan Shou.
BAAAAAMMMMM!!!
"HRAAAHHHH!!!" Shira melepaskan beberapa serangan cahaya melalui kedua tapaknya tanpa henti sehingga terjadi ledakan besar di hadapannya tanpa jeda apapun.
Ia terus melancarkan semua sihir itu tanpa henti sebagai pelampiasan amarahnya ketika mengetahui Shinta dan seluruh penghuni palsu telah mati oleh dirinya.
Kou dan yang lainnya merasa tertekan melihat ledakan yang terjadi di hadapan mereka semua bahwa kekuatan Shira sudah kehilangan kendali dan ia bisa saja menghancurkan sesuatu tanpa sengaja.
Shira kembali memiliki kesadarannya dan ia mulai terbang ke atas lalu mengangkat kedua lengannya untuk mengumpulkan lebih banyak lagi sumber cahaya itu.
"Brengsek...!!! Kau memang brengsek, Zoiru...!!!" Shira mempercepat proses pengumpulan sumber cahaya itu sehingga gumpalan cahaya di atasnya bertambah semakin besar sampai melebihi ukuran alam semesta.
"GRRRGGGGHHH...!!!" Shira terus mengumpulkan banyak sekali sumber cahaya sehingga Zoiru muncul tepat di hadapannya tetapi Kuro menghentikan dirinya sampai ia terdorong ke belakang.
"Cepat, Shira...! Biarkan kami menahan dirinya...!" Seru Kuro, ia bersama yang lainnya mulai menahan Zoiru yang terlihat serius sekarang karena ia tidak ingin merasakan serangan lain lagi dari Shira.
Kou mulai menggunakan semua kristal waktunya untuk mempercepat proses pengumpulan cahaya itu sehingga Shira terus mengumpulkannya tanpa menghentikan semua sumber cahaya yang terus berkumpul.
"Aku tidak akan memaafkan dirimu, Zoiru... aku baru saja mengenal Kakakku dekat dan kau sudah membunuh...!"
"Biarkan Yuusuatouri palsu menunjukkan kesempatan mereka, kau memakan semuanya... kau dan peliharaanmu itu berhak mati sampai di hapuskan oleh cahaya ini!!!" Seru Shira keras sehingga ia mulai menatap Zoiru.
Zoiru berhasil mengalahkan semua Legenda yang mencoba untuk menghalang dirinya, ia juga sempat menunjukkan senyuman serius kepada Shira dan membiarkan dirinya selesai mengumpulkan semua cahaya itu.
__ADS_1
"Shiratori Shira... apakah ini resolusi terakhirmu?"
"Kau ingin jawaban? Ya... ini adalah pengakhiran bagi dirimu dan seluruh sumpah omong kosong itu!" Shira melebarkan kedua matanya ketika merasakan semua pengumpulan cahaya itu sudah jauh lebih dari cukup.
Ukuran yang melebihi alam semesta bahkan ia langsung mengerang keras untuk menyerap semua cahaya itu sampai tubuhnya langsung memancarkan cahaya yang sangat silau.
Semua cahaya itu memulihkan semua bangsa Legenda dan rekannya yang terluka bahkan sampai membakar tubuh Zoiru, ia masih menunjukkan tatapan tidak sabar untuk menerima serangan resolusi terakhir.
"HAAAARRRGGGHHHH!!!' Shira menjerit keras sehingga melepaskan tekanan besar di sekelilingnya sampai mempertebal Heaven's Gate di sekelilingnya.
"INI ADALAH CAHAYA YANG AKU KUMPULKAN DAN SEMPURNAKAN MENJADI SATU, ZOIRU...!!!"
"RESOLUSI TERAKHIR YAITU TOURIVERSE'S HOPE!!!" Shira mengepalkan tinju kanannya lalu ia melempar satu gumpalan kecil yang membesar seketika mendekati Zoiru.
"Ini dia... Touriverse Hope... aku sangat menantikan kemampuan yang membunuh Zoiru dan aku yakin yang satu ini jauh lebih mematikan." Zoiru melihat sihir cahaya yang terus mendekati dirinya dengan Shira di atas yang mendorong penuh kekuatan.
Gumpalan cahaya itu mengenai tubuh Zoiru sehingga Shira terus mendorongnya tetapi tubuhnya merasakan dorongan dan tekanan yang mencoba untuk mendorong tubuhnya sehingga ia melihat...
"M-Mustahil...!" Apa yang baru saja Shira lihat adalah sesuatu yang membuat dirinya ketakutan ketika Zoiru mendorong Touriverse Hope hanya menggunakan jari telunjuknya.
"Bagaimana bisa ia mendorongnya!?" Tanya Kuro sehingga ia mulai melakukan beberapa serangan kepada Zoiru untuk mengganggu dirinya.
Tetapi tubuhnya langsung mengeluarkan tembok aura Bamushigaru yang memakan sihir apapun di sekelilingnya agar tidak ada satu pun yang mencoba untuk mengganggu dirinya menghentikan resolusi terakhir itu.
"Brengsek...!!! Light of Hope tingkatan triliun...!!!" Shira meningkatkan seluruh kekuatannya untuk mendorong balik Touriverse Hope tetapi tetap gagal.
"LIGHT OF HOPE...!!! TINGKATAN TAK TERBATAS!!!" Seru Shira keras sehingga ia berhasil mendorong kembali gumpalan cahaya itu tetapi Zoiru mulai menarik nafas dalam-dalam lalu menghembusnya sampai mendorong gumpalan cahaya itu ke arah Shira.
Shira merapatkan giginya lalu ia maju ke depan dan menyerap semua Touriverse's Hope itu sampai habisnya sehingga tubuhnya dipenuhi dengan cahaya yang mengganggu penglihatan Zoiru.
"JANGAN PIKIR AKU AKAN BERHENTI DI TENGAH JALAN...!!! ZOIRU!!!" Shira mengepalkan tinju kanannya lalu ia melepaskan satu pukulan yang mengenai dadanya.
"HAHAHAHAHA!!! Ini bagus...!!! AKU MENGAKUI DIRIMU... KELEDAI KAMPUNG YANG TERKUAT DI SELURUH ALAM SEMESTA---"
ZWOOOSSHHH!!!
Terjadi ledakan partikel yang sangat besar sampai menghempas semua bangsa Legenda termasuk Shira sendiri, tubuhnya tidak bisa mengeluarkan kekuatan apapun lagi.
Shira menghabiskan semua yang ia miliki untuk menghentikan Zoiru, sepertinya resolusi tadi sudah jauh lebih dari cukup untuk menghentikan Zoiru...
...yang ternyata masih hidup dengan tubuhnya yang semakin besar, ia hanya bisa tersenyum ketika menerima serangan Touriverse's Hope yang tidak menghentikannya sama sekali.
"Aahhh...!? A-Ack...?! Itu tidak mungkin... Mu-mustahil..." Shira melebarkan kedua matanya ketika melihat satu partikel mulai membentuk sampul Grimoire yang langsung Kou curi.
"Sekarang aku sudah merasa puas bertarung denganmu, Shiratori Shira. Itu artinya waktu bermain sudah selesai...!" Zoiru menendang punggung Shira menggunakan lututnya.
Tendangan lutut itu langsung membuat Shira menjerit kesakitan sampai seluruh kerangkanya hancur menjadi kepingan kecil dan seluruh organ di dalam tubuhnya hancur sampai mengeluarkan banyak dari melalui lubang mulut, hidung, dan telinganya.
Zoiru menghantam dada Shira sampai pukulannya menembus dada Shira yang saat ini kedua matanya terlihat mati.
"Kau mendapatkan kehormatanku..."
__ADS_1
"...Shiratori Shira."