
"Um... siapa mereka...?" Tanya Adit kepada Aditya yang kebetulan duduk bersama cucunya di kokpit untuk melihat kondisi langit dan lautan dari penyerangan pasukan aliansi.
"Ahh, kau tidak pernah bertemu dengan ras asing dari luar alam semesta ya... mungkin merahasiakannya darimu tidak akan bertahan lama."
"Kakek merahasiakannya dariku...!? Mereka terlihat seperti Manusia, tetapi pakaiannya terlihat seperti ciri khas yang selalu digunakan oleh orang Jepang itu..."
"...apakah mereka orang Jepang?"
"Terutama lagi gadis kecil itu yang mengenakan aksesoris telinga dan ekor kucing, sepertinya seorang Cosplay..." Adit terus memperhatikan Shinobu yang sedang membahas sesuatu dengan Andrian.
"Sudah aku bilang, mereka adalah ras asing dengan rupa yang mirip seperti kita tetapi gadis yang memiliki telinga dan ekor kucing itu berada di dalam tipe berbeda ras tersebut."
"Aku tidak mengerti... jangan-jangan berkaitan dengan sejarah lagi, apakah buku IPS akan bertambah tebal!? Oh sial...!"
"Jangan lebay... biarkan aku jelaskan tentang ras asing yang bernama Legenda, mereka memiliki rupa yang sama seperti kita tetapi ras itu mempunyai tipe dan perbedaan tersendiri seperti gadis kucing itu yang bernama Shinobu Koneko."
"Bangsa Legenda adalah ras petarung dan penulis sejarah yang selalu kita ketahui... kau pernah dengar tentang cerita mitos atau dongeng semacamnya bukan?"
"Itu benar."
"Mereka yang menulisnya... Legenda datang lebih awal dibandingkan Manusia karena mereka sendiri yang menulis sejarah dari apapun..."
"...ras pertama yang tidak memiliki derajat apapun karena mereka bisa menjadi apapun yang diinginkan termasuk melebihi derajat seorang Dewa."
"Manusia adalah tingkatan yang paling rendah dibandingkan bangsa Legenda, fisik kita bisa dibilang rata-rata jika ingin disamakan dengan bangsa Legenda yang memiliki daya kekuatan dan fisik mengerikan."
"Aku pernah mendengarnya dari Ibuku, guncangan alam semesta atau kekacauan yang terjadi dulu sekali disebabkan oleh bangsa Legenda...?"
"Termasuk dengan penyebaran kepercayaan soal tanah itu...? Apakah kita bisa mempercayai mereka semua?"
"Dengar, Adit, tidak semua Legenda bersikap baik dan jahat... sama seperti Manusia, setiap sikap pasti akan memiliki kesamaan antar satu sama lain termasuk dengan ras seperti Iblis dan Malaikat."
"Kau terlalu sibuk tawuran dan menjadi petarung sampai otakmu itu tidak bisa sampai dengan apa yang aku coba jelaskan soal dunia alam semesta di luar sana."
"Ya... lagi pula aku tidak begitu peduli, jika mereka sudah mau membantu dirimu maka aku senang." Kata Adit yang mulai mengeluarkan puntung rokok lalu menyalakannya dengan korek.
Aditya mulai mengingat semua kebaikan bangsa Legenda yang pernah membantu dirinya bersama seluruh rekannya sejak bangsa Iblis menyebabkan peperangan besar termasuk dengan Dewi yang bernama Komi.
"Kenaikan mereka memang tidak ada batasnya... dunia ini memang seimbang, Adit. Ada yang jahat dan ada yang baik..."
"...sama halnya dengan kemunculan cahaya dan kegelapan yang berbalikan, sejak Iblis menyerang Bumi..."
"...Kakek masih mengingat beberapa Legenda yang datang untuk membantu, salah satunya adalah dia yang dikenal sebagai ratu Touriverse."
"Begitu ya... jika Kakek menanggapi mereka seperti itu maka aku akan coba untuk menghormati mereka, aku juga sempat melihat perang itu di atas langit."
***
__ADS_1
"Seorang Legenda yang asli... ini pertama kalinya aku melihat kalian, sejak penyerangan Iblis itu aku tidak sempat datang kembali menuju Indonesia karena sibuk mengurusi negaraku."
"Aku tidak bisa membedakan mana yang Legenda dan mana yang Manusia, tetapi gadis ini..." Wilhelm menepuk kepala Shinobu sampai ia menatap dirinya dengan tatapan polos.
"Telinga dan ekor kucing, sungguh langka...! Oh my God...! Tampang seperti Manusia dengan rupa yang begitu ke---" Hinoka langsung menutup mulut Wilhelm.
"Tolong jangan berbicara sembarangan di hadapan sepupuku ya." Kata Hinoka yang mulai berbisik kepada Wilhelm untuk tidak pernah memanggil dirinya kecil atau dia akan menangis atau kemungkinan merusak beberapa tulangnya.
"Hoh...! Saya mengerti! Anda juga pasti bangsa Legenda...!"
"Tentu~ aku adalah seorang idol juga~"
"Jadi kita membahas apa tadi... ahh iya! Ngomong-ngomong soal teknologi yang kamu gunakan tadi cukup hebat, kami Manusia juga memiliki alat seperti itu tetapi prosesnya tidak semulus yang kamu gunakan."
"Fueh? Begitu ya... terima kasih." Shinobu tersenyum, ia mulai memunculkan kembali zirah teknologi di lengan dan kakinya yang membantu dirinya untuk melakukan serangan serta penerbangan.
"Koneko sudah mengaturnya dengan baik sejak kecil sampai semuanya berjalan dengan sempurna karena sudah aku perbaiki semua kesalahan teknis dalam sistem dan teknologi."
"Hebat sekali... kau juga bahkan bisa menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik." Wilhelm merasa sangat kagum ketika melihat bangsa Legenda ternyata mirip dengan Manusia.
Perbedaan juga bisa terlihat jelas ketika mereka semua berhasil menangkap peluru yang melesat begitu cepat dari dalam senapan mesin itu, ia ingin mempelajari mereka lebih lanjut lagi.
"Ngomong-ngomong kita berada di Indonesia, Hinoka, apakah kamu tidak mengingatnya?" Tanya Konomi kepada Hinoka yang mencoba untuk jahil padanya.
"Indonesia? Ada apa dengan Indonesia?" Tanya Hinoka dengan tatapan bingung sampai ia bisa melihat Koizumi menatap dirinya dengan tatapan serius.
"Jaga sopan santun! Atau kau akan dihantui lagi...!"
"Kau ini memang bodoh ya... kita tidak bisa kemana-mana, tugas kita sekarang mencari tahu siapa pelaku yang sudah menghapus konsep sihir itu."
"Ditambah lagi dengan pelepasan rudal itu... Extinction Order, aku akan menghajar mereka semua satu per satu tanpa memberikan yang namanya pengampunan." Koizumi menjatuhkan Hinoka di atas kursi.
"Semoga aku tidak bertemu dengan makhluk Astral Indonesia... aku akan bersikap sopan santun, ya, itu benar...!!!"
***
Helikopter itu mendarat di atas pendaratan yang sudah disediakan, mereka semua langsung turun dari dalam helikopter itu lalu melihat keraton Yogyakarta yang tidak jauh dari lokasi pendaratan.
"Aku kira kita akan pergi menuju Jakarta?" Tanya Shinobu.
"Salah satu dari pemimpin pasukan memperingati kita untuk tidak memasuki wilayah Jakarta untuk saat ini karena banyak sekali musuh di sana dengan persenjataan yang dapat mengunci musuh."
"Begitu ya... kita harus mengurus soal persenjataan yang mereka pasang di bumi, tetapi untuk sekarang lebih baik fokus dengan pembahasan pemerintah yang menginginkan kepenuhan untuk seluruh ras."
"Kebetulan kita berada di Jakarta, aku bisa membawa dirimu menuju ruang pertemuan dimana kau bisa berbicara dengan semua Jenderal yang memegang pasukan di kota berbeda."
"Bagus, kalau begitu aku ingin tahu lebih rinci lagi soal pemerintah itu sebelum memulai rapat."
__ADS_1
Shinobu mengangguk lalu mengingat beberapa tahun yang lalu dirinya bersama temannya bertarung melawan Magnus dalam alam semesta Yuutouri.
Sebuah pesawat luar angkasa yang sempat ia lihat kemungkinan besar adalah markas dari pemerintah itu tetapi ketika ia datang menuju Yuutouri, pesawat itu entah menghilang kemana.
Pesawat luar angkasa yang berhasil mengambil alih semua persiapan minyak itu juga menyembunyikan keberadaannya hampir sama seperti melakukan kamuflase, ia membutuhkan benda yang mereka gunakan untuk bisa melihat pesawat yang tidak terlihat.
Shinobu yang sedang melamun dan berpikir tidak sengaja menabrak Adit sampai menjatuhkan dirinya karena ia lupa untuk mengendalikan daya kekuatannya sampai tabrakan lembut itu menjauhkannya.
"Ada apa, Adit? Kenapa kamu terpeleset di lantai yang tidak begitu licin ini?"
"Aku tidak terpeleset...! Kucing ini...!" Adit menatap Shinobu dengan tatapan kaget karena tabrakannya tadi sempat memberikan dirinya dorongan kuat yang menjatuhkan dirinya.
"Shinobu, jika kamu ingin melamun dan memikirkan sesuatu... jangan lupa untuk mengurangi kekuatan itu atau kamu akan membahayakan seseorang." Tegur Koizumi.
"Fueeehhhh...!? Maaf-maaf, Koneko tadi sempat melamun...!" Shinobu menundukkan kepalanya beberapa kali kepada Adit sampai ia tidak menyangka Legenda seperti dirinya yang terlihat seperti anak kecil akan menjatuhkan dirinya secara tidak sengaja.
"Santai saja... lain kali berhati-hati."
"Ternyata bangsa Legenda memang memiliki daya kekuatan melebihi kerbau ya... atau mungkin melampaui gorila." Batin Adit.
Ia baru saja menyadari bahwa Legenda memanglah ras petarung sebenarnya mengetahui gadis kecil seperti Shinobu menjatuhkan dirinya.
Shinobu mengulurkan lengannya kepada Adit untuk membantu dirinya berdiri tetapi ia menolak dan memilih bangkit sendirian karena ia adalah seorang lelaki yang tidak membutuhkan bantuan gadis.
"Mulai dari sekarang, aku penasaran dengan fisik bangsa Legenda." Adit tersenyum kepada Shinobu lalu berjalan pergi meninggalkan mereka semua sampai Shinobu memiringkan kepalanya.
"Shinobu, jangan dengarkan dia ya... apapun yang terjadi tidak pernah menerima tantangan darinya karena ia sangat suka bersikap gegabah seperti menantang satu sekolah karena dirinya termasuk salah satu petarung di sekolahnya sendiri."
"Tidak apa-apa..."
"...lebih baik sekarang kita membahas soal pemerintah itu agar Koneko bisa mengerti tentang apa yang mereka inginkan."
"Baiklah, lebih baik kita disuguhi minuman dan makanan Indonesia yang enak selagi menjelaskan informasi." Kata Wilhelm yang dapat di dengar oleh Andrian.
"Jelas sih... mereka adalah tamu dari luar alam semesta maka makanan dan minuman yang banyak perlu disuguhi untuk mereka juga yang sudah membantu kita dalam misi."
"Aku ingin rendang...! Rendang! Rendang!"
Koizumi menghela nafasnya ketika melihat Hinoka sudah bersikap seenaknya, Shinobu menerima sentuhan di bahunya dari Ako yang meminta tolong kepada dirinya.
"Bisakah kamu membantu diriku untuk mengerti bahasa Indonesia dengan cepat...? Termasuk berbicara hal yang sama dengan mereka?" Tanya Ako.
"Tentu." Shinobu menyentuh kepala Ako lalu menambahkan ilmu kekuasaan soal berbahasa di dalam pikirannya menggunakan The Mind.
Bukan hanya Ako saja yang ia bantu tetapi Shinobu juga memberikan hal yang sama kepada temannya, "Dengan ini kita bisa berbicara semua bahasa yang dimiliki oleh Manusia."
"Hoh! Berarti aku tahu bahasa yang selalu digunakan oleh Manusia di negara Indonesia...! Salah satunya masturbasi dalam bahasa Sunda adalah..." Hinoka melebarkan matanya.
__ADS_1
"Col---" Wajah Hinoka langsung menerima tamparan dari Koizumi.
"Jangan sembarang ngomong jorok...!"