
"TIDAAAAAAAAAKKKKKK...!!!" Teriak Asriel keras karena baru saja tergusur oleh kincir angin sampai ia terjatuh dari atas lantai dan tereliminasi begitu saja.
"Astaga...!!! Sial! Sial! Aku tadi sempat mendapatkan Ayahku untuk jatuh..." Asriel menghela nafasnya karena ia kalah karena berniat jahat untuk mendorong Haruki.
"Hahaha, itulah yang kau dapatkan jika tidak menurut kepada orang tuamu sendiri!" Ucap Haruki sambil melompat di sebelah Arata.
Kedua Legenda itu merencanakan sesuatu untuk menjatuhkan pemain lainnya yang cukup mahir, salah satunya adalah tantangan paling besar yaitu Shira.
Shira dengan santainya berada di ujung selagi melompati semua kincir itu lalu menunduk karena ia tidak mau tertabrak sampai terjatuh di atas lalu tergusur oleh kincir itu.
Shira tiba-tiba terpeleset sampai di tertawai oleh Arata dan Haruki karena ia terus menjauh, tidak ingin mendekat sama sekali karena sudah dua kali di permainkan oleh mereka.
Kou mencoba untuk melompat tetapi kincir yang berada di atas kepala menabrak dirinya sampai ia hampir terjatuh tetapi terselamatkan karena kincir yang berada di atas lantai.
"Kou, kamu baru saja melakukan pergerakan yang cukup berisiko. Hati-hati, nak." Kata Shira karena ia sempat melihatnya.
"Aku hanya ingin mencoba untuk memancing pemain yang tidak di kenal ini untuk jatuh agar kita semua bisa bersaing di ronde terakhir ini." Jawab Kou.
Lantai yang Shira injak mulai bergetar, itu artinya lantai tersebut akan jatuh.
Shira mencoba untuk maju ke depan dan ia langsung di tahan oleh Arata sampai ia tidak bisa bergerak, Haruki ikut membantu sampai terjadi sesuatu yang cukup mengejutkan dimana Shira terpental ke belakang karena [Bug].
"AAAAAHHHHHHH...!!!?!?!" Shira tercengang karena ia baru saja menginjak perangkap ketiga dari kedua temannya itu.
Shira yang awalnya sudah bermain aman tanpa merugikan siapa pun merasa frustrasi seketika karena hiburan video game ini memang merusak pertemuan dalam segi apapun.
***
Shira melepas alat virtual itu dan ia merasa sangat frustrasi dan kesal karena perjuangannya terasa sia-sia karena kedua temannya yang mempermainkan dirinya.
"BANG--- ANJI--- BA--- GOB---" Kata-kata kotor keluar melalui mulut Shira untuk melampiaskan semua kekesalan itu.
NIIITT! NIIITT! NIIIT! NIITTT!
Setiap Shira berkat kasar dan kotor, sebuah suara muncul sampai menghalang perkataan Shira sampai mengejutkan sebagian dari Legenda yang sedang memperhatikan permainan itu.
"Su-Suara apa itu? Terasa seperti suara untuk menyingkirkan tikus." Kata Ophilia, ia bisa melihat speaker di ujung ruangan itu.
"Ahh, sebenarnya ruangan ini sering di gunakan oleh Manusia yang menjalankan karier dan pekerjaannya sebagai seorang perekam." Kata Andrian selagi melihat permainan itu.
"Perekam?" Mereka semua terlihat kebingungan, wajar bagi Legenda yang hanya peduli dengan pertarungan dan penciptaan terhadap sejarah.
"Jadi semua manusia merekam permainan mereka untuk menghibur semua penggemar yang menonton... suara bising yang baru saja menghalang perkataan kotor Shiratori Shira adalah..."
"...sebuah alat sensor yang dapat mendeteksi perkataan kasar dan kotor yang dapat di sensor dengan suara itu."
NIITTT! NITTT! NIITT!
"Shi-Shira! Hentikan, jangan terlalu banyak mengatakan perkataan tidak senonoh seperti itu... banyak anak-anak!" Megumi mendekati Shira dan mengetuk tabung itu beberapa kali.
***
[POV dalam Game]
"HAHAHAHAHA! Kau dengar tadi...? Shira pertama kalinya melampiaskan amarah itu melalui perkataan kotor, mungkin dia memang sudah mengontrol apapun." Ucap Haruki.
"Hahaha! Kau benar... dia terdengar sangat frustrasi, dan sekarang aku tidak perlu merasa khawatir tentang dirinya yang masih bertahan."
Hanya tersisa dua lantai dan empat orang lagi di antaranya Arata, Rokuro, Haruki, dan Kou yang masih bertahan dengan menghindari semua kincir yang mencoba untuk menjatuhkan mereka.
"Kecepatan kincir itu mulai bertambah setiap waktu ya..." Ucap Kou.
__ADS_1
"Ya, jika kita terus bertahan lama maka kincir itu akan bergerak lebih cepat lagi sampai salah satu dari kita bertahan di atas lantai ini." Jawab Rokuro.
Rokuro melompat terlalu lambat sampai ia tidak sengaja terkena kincir di atas lantai sampai terjatuh dan tergusur oleh kincir lainnya.
"Lompatanku terlalu lambat...!!!" Rokuro terjatuh dari atas lantai dan tereliminasi begitu saja.
Hanya tersisa tiga orang tersisa dan kincir itu mulai bergerak lebih cepat lagi tanpa jeda apapun, Arata melihat Haruka yang diam berdiri tegak di posisinya dan melompati semua kincir itu.
"Oi! Kau tidak bergerak sama sekali selama beberapa detik... posisi itu terlihat cukup aman." Kata Arata yang terus menghindari semua kincir itu.
Kincir itu bertambah sangat cepat sampai Kou terlalu cepat untuk melompati kincir di hadapannya, pada akhirnya tubuhnya terkena tabrak dengan kincir yang berada di atas sampai menjatuhkan dirinya.
"Yahhhh... kalah... tapi permainannya cukup menyenangkan!" Kou tersenyum lalu ia mulai menonton Arata dan Haruki yang sedang bertanding, mencoba untuk mengamankan peringkat satu.
Haruki langsung menanggung risiko dengan memegang erat tubuh Arata, "Oi, apa yang kau lakukan---"
Kincir di atas lantai itu menabrak Arata dan Haruki, kebetulan Arata terjatuh paling awal yang mengartikan Haruki telah mengamankan peringkat satu dan ia adalah pemenangnya.
"BANG---"
NIIITTTT!!!
Haruki memasang tatapan yang terlihat kaget bahkan mulutnya terbuka lebar karena tidak menyangka akan memenangkan video game yang sangat menyenangkan ini.
"Tidak mungkin...! Tidak mungkin...! Aku baru saja mengalahkan kalian semua dalam permainan bertema Battle Royale ini!" Haruki melepas alat virtual itu.
"Maafkan aku, Arata... kamu kalah." Kou menghampiri Arata dan mencoba untuk menenangkannya.
"Tetapi...!!!"
"...Haruki baru saja memenangkan permainan ini! Itu artinya dia berhak mendapatkan hadiah sebesar satu miliar Legend's Diamond!!!" Seru Kou keras.
"Wah udah! Aku menjadi kaya raya dengan hadiah ini...!!!" Haruki merasa sangat senang karena ia telah mengalahkan semua saingannya melalui video game.
"Don't Fall."
"Ahh... bahasa manusia dari negara Inggris ya, itu artinya seorang pencipta terhadap hiburan satu ini berada di negara Amerika atau semacamnya..." Kou mulai menyentuh kacamatanya.
"Tech, bisakah kamu menemui pencipta video game yang bernama [Don't Fall]? Aku ingin membelinya dan mengganti namanya dengan [Don't Fall, Legends!]."
Andrian tercengang seketika mendengar Kou ingin membeli game itu secara keseluruhan agar bisa menjadi dirinya, ia juga menantikan video game lainnya yang bisa di mainkan.
Waktu masih panjang untuk menikmati wisata lainnya jadi mereka mencoba permainan lainnya sampai melupakan waktu karena hiburan yang terasa begitu menyenangkan.
Terkadang juga suka merusak hubungan pertemanan tetapi apa yang mereka rasakan tentunya hiburan dan ketenangan untuk jiwa juga mental mereka ketika melawan Zoiru.
Seiringnya waktu berjalan, hari telah menjelang malam dan mereka perlu mengunjungi wisata terakhir yang cocok untuk di lakukan pada saat malam karena pemandangannya.
Mereka semua tidak lupa untuk berterima kasih kepada Andrian dan semua pelayan yang sudah mau membantu dengan berbagai macam hal.
Perut mereka merasa puas karena makanan Indonesia dan pikiran mereka juga terasa begitu ringan sampai tenang karena merasa sangat terhibur ketika bermain video game.
Kou mengajak semua teman dan keluarganya kembali ke dalam pesawat untuk mengunjungi wisata terakhir yang berada di Yuusuatouri.
Mereka sempat melihat pohon emas itu, tidak ada rasa kesedihan yang muncul melainkan kebanggaan karena mengenal Legenda seperti Minami.
Tidak lama kemudian, pesawat itu mendarat di atas tanah yang begitu datar, pintu terbuka lebar dan mereka dikejutkan dengan banyak sekali tumbuhan yang memancarkan cahaya indah di malam hari.
Kou berjalan ke depan, mengajak semua temannya untuk mengikuti dirinya karena ia ingin memperlihatkan sesuatu yang begitu indah kepada mereka semua.
"Kita akan kemana, Kou?"
__ADS_1
"Kamu akan tahu jika sudah sampai di sana, tunggu ya... membutuhkan proses untuk sampai."
"Berjalan pada saat malam hari itu terasa menakutkan tetapi hatiku hanya bisa merasakan rasa semangat yang besar!"
"Benar juga."
Kou menemukan sesuatu yang ia cari, ia segara lari ke depan dan meminta seluruh temannya untuk mempercepat perjalanan itu.
"Ayo, ke sini! Cepat!" Kou naik ke atas dataran tinggi, mereka semua melakukan hal yang sama sehingga melihat Kou mulai mengangkat lengan kanannya ke atas.
Mereka semua menoleh ke atas dan dikejutkan dengan pemandangan langit malam hari yang begitu indah, terlihat jelas seperti luar angkasa karena terdapat banyak sekali bintang dan planet yang terlihat jelas.
Mereka juga bahkan bisa melihat puncak dari pohon emas itu yang memancarkan cahaya yang begitu terang, semuanya terlihat begitu indah sampai mereka tidak bisa berkata apa-apa lagi.
""Waaahhhhhh...""
"Indah sekali..."
"Bintang-bintang... planet... luar angkasa... bahkan lautan yang berada di hadapan kita..."
"...semuanya terlihat begitu indah dan pas ketika berdekatan. Hebat sekali... aku belum pernah melihat pemandangan seindah ini..."
"Semuanya bersinar-sinar... termasuk pohon emas itu yang setiap harinya memancarkan cahaya yang pas dan seimbang..."
Kou menunjuk pantai, mereka semua bisa melihat air jernih itu memancarkan banyak sekali sinar sampai mereka mulai mendekati pantai itu untuk mengambil semua partikel tersebut.
Partikel itu dapat mereka ambil untuk di lihat dari jarak yang sangat dekat, keindahan yang tidak dapat di jelaskan dengan deskripsi apapun, terasa seperti keindahan dari segalanya.
Sebagian dari mereka mulai melepas sepatu dan sendal untuk berjalan di atas air lautan yang mengeluarkan banyak sekali partikel emas setiap mereka menginjak air itu.
Mereka mulai bermain di sisi pantai selagi memperhatikan semua keindahan alam dan luar angkasa, terlihat seperti kedamaian yang dapat di nikmati untuk selamanya karena bisa di gapai dan di simpan.
Mereka semua mulai bermain dengan air lautan mencipratkan semua air laut itu sampai tubuh mereka terkena dengan cahaya partikel yang begitu indah.
Semua Legenda itu saling membagi tawa dan kesenangan bersama, satu hari ini terasa begitu panjang dan menyenangkan karena mereka dapat melupakan semua beban dan penderitaan yang di rasakan.
"Kou Comi." Panggil Shira.
Kou menatap Shira, "Terima kasih."
"Ehh...?"
Kou tersenyum selagi memejamkan kedua matanya, "Hm~!"
"Ahahaha, karena dirimu... kita semua kembali merasakan kebahagiaan yang cukup memuaskan jiwa dan mental ini." Shira terkekeh.
Semua Legenda itu menikmati waktu-waktu mereka melihat semua pemandangan itu sampai tengah malam sebelum merasa lelah.
...
...
...
...
...
"Seorang Ibu surga... melahirkan dua bidadari dan mengadopsi satu bidadari..."
"...ketiga bidadari itu berkeliaran di dunia..."
__ADS_1
"...untuk memenuhi rasa penasaran dan memuaskan kehidupan yang mereka inginkan..."
"...mereka sangat sempurna sampai ibu itu tidak tega untuk membiarkan mereka terus berkeliaran..."