Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 639 - Bamushigaru


__ADS_3

"GROOOOOAAAAGGGHHHHH!!!" Bamushigaru melepaskan raungan keras sampai menghancurkan Heaven's Gate yang berada di sekeliling Touriverse.


Pada akhirnya, raungan itu mampu membuat seluruh alam semesta bergerak sampai terlepas ke belakang, Kou bersama yang lainnya terpental ke beberapa daerah karena kebangkitan Bamushigaru yang keluar melalui lambang Phoenix Ophilia.


Zoiru tersenyum senang, merasa puas ketika melihat sumpahnya telah berjalan dengan baik melihat Bamushigaru bangkit dengan semangatnya untuk memakan apapun yang ia inginkan.


Raungan itu terus dilepaskan sampai Zoiru bisa melihat alam semesta Touri, Palouce, dan Reaoum mulai berpisah karena terpental ke arah yang berbeda, itu artinya ketiga semesta itu tidak berdekatan seperti biasanya.


Touriverse telah berpisah dan sebagian dari penghuni alam semesta mati mendengar raungan itu karena gendang telinga dan kepala mereka hancur seperti balon yang diletuskan.


"Bamushigaru...!!!" Panggil Zoiru sehingga Bamushigaru berhenti meraung lalu menurut kepada Zoiru dengan melakukan putaran sampai kepalanya mulai mendekati Zoiru.


Zoiru menepuk kepalanya sambil menunjukkan senyuman lebar, "Selamat datang kembali, kamu sudah sepenuhnya pulang kepadaku."


"Graagggghhhhh...!" Bamushigaru merasa sangat senang, sudah lama sekali ia tidak melihat luar angkasa yang tidak memiliki batasan apapun sehingga makanannya sekarang tidak akan habis-habis.


"Kau pasti lapar... silakan memakan apapun yang kau inginkan, sudah bisa di bilang sebagai siklus hidup dan rantai makanan untuk menjaga keseimbangan." Zoiru mendarat di atas kepala Bamushigaru.


Sebagian tubuhnya yang sudah hancur karena serangan Keris itu mulai digantikan oleh tulang dan daging yang di miliki oleh Bamushigaru sehingga setengah tubuhnya adalah Bamushigaru sekarang.


"Aku masih memiliki keberuntungan untuk bertahan hidup walaupun menerima serangan dari senjata sakral yang di pegang oleh Kou." Kata Zoiru sambil menatap kedua tapak tangannya.


Zoiru menatap ke arah semesta Touri yang masih terdorong ke belakang karena pergerakan Bamushigaru yang mengincar alam semesta yang lumayan jauh tetapi baginya itu cukup melezatkan.


"Sepertinya tidak akan ada yang mau menghalangi diriku lagi... setidaknya usaha bangsa Legenda sudah cukup baik."


"Untungnya jalan lain selalu ada dan aku sendiri merencanakan semua ini dari nol, jangan pikir aku akan berhenti ketika rencana satu gagal." Kata Zoiru yang mulai memasukkan kedua kakinya ke dalam daging Bamushigaru.


***


Semua bangsa Legenda telah berpisah, situasi yang mereka hadapi cukup parah dan apa yang mereka terima hanya lah luka yang menyebabkan mereka semua berhenti untuk bangkit.


Luka yang membuat mereka tidak bisa bergerak dan bangun dari pingsannya, merasakan tekanan dan dorongan dari Bamushigaru yang bangkit di hadapan mereka membuat semua bangsa Legenda itu menabrak planet cukup besar.


Kou terjatuh ke dalam semesta Xuusuatouri, tubuhnya menabrak satu planet yang cukup keras sehingga tubuhnya sekarang dipenuhi dengan luka yang mengeluarkan banyak darah.


"... ..." Kou pingsan, tidak bisa bangun dan tidak ada satu pun orang yang mencoba untuk menyelamati dirinya.


Semuanya ketakutan karena planet dan alam semesta yang di jadikan sebagai tempat tinggal itu masih terus berguncang dengan dahsyat bahkan langit-langit terus menunjukkan warna hijau kehitaman.


Sebagian dari mereka juga bisa melihat Bamushigaru yang bergerak, ukurannya sudah mampu untuk membuat seluruh penghuni Touriverse panik dan ketakutan sampai jantung mereka terus berdetak cepat.


"Bangun... Kou... Bangun...!" Terdengar suara gadis yang mulai menepuk tubuh Kou, tepukan itu membuat kedua matanya terbuka dengan pelan dan ia menatap ke atas.

__ADS_1


Melihat gadis rambut panjang dengan sayap putihnya yang terus berkibar, "Siapa..."


Kou tidak memiliki tenaga atau kekuatan untuk bangkit, kemungkinan dia bisa saja tidak selamat karena sudah menerima tabrakan dari kebangkitan Bamushigaru sampai ia juga terjatuh di atas daratan dengan zirahnya yang sudah rusak.


"Kou...!" Gadis itu mulai memegang kedua pipi Kou lalu memulihkan seluruh kondisinya tetapi memakan waktu yang panjang sehingga Kou mulai memegang erat tangan gadis itu.


"Su... Sudah... cukup..." Penglihatan Kou kembali seperti semula dan ia bisa melihat gadis itu memiliki aura surga juga di sekelilingnya.


"Kou!" Kou langsung menerima sebuah pelukan dari seorang gadis yang berdiri tepat di sebelahnya.


"Suara ini..."


"...Akina?" Kou menatap wajah gadis itu dan ternyata benar, seseorang yang menyelamatkan dirinya adalah Hikari yang mulai turun tangan ketika semesta Xuusuatouri berada di situasi yang buruk.


"Hikari ya..." Kou mulai berdiri dengan kaki kanannya yang terasa keram, ia mulai mengambil sebuah tongkat panjang untuk membantu dirinya berdiri.


"Kou... apakah kalian gagal?" Tanya Hikari dengan tatapan gagal, Kou hanya membalasnya dengan tatapan murka dan putus asa bahwa ia sendiri merasa bersalah.


Jika saja ia tidak memiliki batasan untuk menggunakan The Mind maka pikiran Zoiru bisa ia baca atau menghentikan dirinya dengan menghapus niat untuk membangkitkan Bamushigaru.


Namun, Kou tidak memiliki semua kekuatan itu sehingga ia mendapatkan risikonya, kepalanya masih terasa pusing sekarang dan tabrakan Bamushigaru itu membuat kaki kanannya patah.


Kou menoleh ke bawah dan kedua matanya terlihat mati ketika mengetahui garis merah itu mulai menyelimuti kaki kanannya.


"Tidak apa-apa, Kou... tidak ada yang harus disalahkan, semua ini memang sudah terjadi di batu takdir." Hikari mengetahui situasinya, ia bisa melihat jelas dari raut wajah dan guncangan yang masih terjadi.


"Tapi aku bisa melakukan semuanya dengan benar...!!! Semua ini salahku, sebagai ratu Touriverse yang mencoba untuk melindungi semua orang..."


"...aku telah gagal! Tidak mungkin Mamaku akan mengalami kegagalan sebesar ini, semua alam semesta dan masa alternatif di pertaruhkan sekarang!" Kou mulai merasa kesal dan sedih sampai ia menarik rambutnya sendiri.


"Aku seharusnya memaksakan diriku saja untuk menggunakan The Mind...! Mengorbankan satu nyawa untuk semua orang...! Satu untuk semua...!!!" Kou mula menangis dan ia terjatuh karena tidak melepas tongkat itu.


"Situasinya sudah bertambah buruk... apa yang harus aku lakukan sekarang...!?" Kou mulai menangis di atas daratan, Hikari dan Akina hanya bisa melihat karena mereka juga tidak tahu harus apa.


Kou memegang erat daratan, "Ini benar-benar kiamat... aku mengacaukannya... Mama..."


"Mama...!!!" Kou mulai menangis keras, merasa pasrah karena tidak tahu harus apa, dirinya kembali merasa tidak berguna ketika pikirannya terus menyebabkan kesakitan.


Hikari mulai mengangkat tubuh Kou, "Semuanya akan berjalan lancar... tenang saja, tidak ada kata akhir untuk semua ini."


"Aku tidak tahu harus apa sekarang..." Kata Kou sambil menghapus semua air matanya yang terus berjatuhan.


Sebuah kubus hijau besar muncul di hadapan mereka sehingga Haruka berjalan keluar selagi memegang perutnya yang besar itu.

__ADS_1


"Kou...!" Panggil Haruka sehingga Kou menatap dirinya lalu menunjukkan tatapan yang semakin bersedih bahwa kegagalannya dapat di lihat jelas oleh Haruka sekarang.


"Kakak... maafkan aku... aku telah gagal... aku tidak bisa menjadi sehebat Mama..." Kou menundukkan kepalanya dan ia menerima sebuah elusan di kepala.


"Kamu sudah mencoba yang terbaik, ini semua bukan salah siapa pun kecuali takdir yang menyakitkan itu... mau tidak mau harus menerimanya begitu saja." Kata Haruka sambil menunjukkan senyuman pahit bahwa ia juga merasa bersalah.


"Untuk sekarang... mau tidak mau kita harus berlindung tanpa diketahui oleh Zoiru." Kata Haruka yang mulai mengajak mereka semua masuk ke dalam kubus itu.


Beberapa menit kemudian, Kou bisa melihat banyak sekali kubus waktu yang berputar, "Kenapa terdapat banyak kubus...?"


"Bangsa lainnya sudah mau bekerja sama ketika mengetahui bangsa Legenda bertarung... saat ini semua penghuni Touriverse mengalami evakuasi menuju dimensi berbeda untuk berlindung sementara di sana."


"Kou...!!!" Panggil Honoka sehingga ia memberi Kou sebuah pelukan lalu ia mengelus kepalanya.


"Aku senang kau baik-baik saja..."


"Aku tidak senang sama sekali..." Kou menggelengkan kepalanya, ia bisa melihat yang lainnya sedang menarik beberapa penghuni Touriverse untuk melindungi mereka.


Kou bisa melihat Kuro merasa kesal ketika dirinya mendapatkan tipuan lain dari Zoiru, dewa seperti dirinya memang menggunakan segalanya secara seratus persen termasuk pikirannya itu.


"Kuro..." Panggil Kou, ia mencoba untuk mendekatinya tetapi dirinya langsung terjatuh karena kaki kanannya yang tidak bisa digerakkan.


"Ahh! Apa yang kau lakukan, ratu Touriverse?! Jika masih sakit maka diam saja..." Kuro mendekati Kou lalu membantu dirinya untuk duduk sehingga ia bisa melihat kaki kanannya yang dipenuhi garis merah.


Honoka mulai membantu Kou untuk duduk lalu ia melihat kakinya itu yang menunjukkan lambang dari mawar Crimson, melihatnya saja membuat dirinya yakin bahwa itu adalah kutukan mutlak.


"Counter-Reali---" Haruka langsung mengangkat lengannya.


"Hentikan... kau melawan kutukan Crimson dengan resolusi apapun hanya akan memperburuk kondisi Kou---" Bamushigaru melepaskan raungan keras lagi sehingga suara itu bahkan sampai masuk ke dalam kubus waktu.


"RAAAAAGGGGGHHHHHH!!!"


"Situasinya semakin gawat... aku tidak tahu kemana mereka semua pergi." Kata Kuro sambil mencoba untuk mencari keberadaan Shira, Haruki, Yuuna, dan Shizen yang menghilang entah kemana.


Dirinya terus mendeteksi Bamushigaru yang terus terbang mencari makanan yang ia jadikan sebagai pembuka, Kuro bisa merasakan jelas beberapa bangsa keluar dari dimensi untuk bertarung melawan Bamushigaru.


"Aku akan keluar sebentar... untuk melihat keadaan." Kuro menghilang lalu ia muncul di luar angkasa, melihat Shira yang melayang tepat di hadapannya dengan kondisi yang sudah pulih sepenuhnya.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Kuro yang sudah kehabisan ide, ia melihat Haruki berada di sebelahnya bersama Yuuna dan Shizen.


"Entahlah... mungkin menyerah saja..." Kata Shira sampai mengejutkan mereka semua ketika mendengar dirinya mengatakan kata-kata mustahil bagi keturunannya.


"A-Apa...?!"

__ADS_1


"...menyerah!?"


__ADS_2