Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 100 - Sebelum Kehancuran di Mulai


__ADS_3

Seluruh pasukan Naoki tidak ada yang berani untuk maju sebelum Naoki memerintah-nya, tetapi dirinya sendiri bahkan mulai merinding ketika melihat Korrina yang datang dengan raut wajah mengerikan. Pasukan Alisha saja bahkan berlutut karena tidak tahan dengan tekanan yang diberikan oleh Korrina, Haruki dan Arata merasakan sesuatu yang berbeda di dalam diri Korrina.


"Korrina... Apa yang kau coba lakukan...?" Tanya Alisha yang mulai berkeringat karena cahaya suci-nya itu sempat memberi Alisha efek, tenaga-nya terkuras sampai keringat-nya mulai mengalir keluar.


"Lebih baik kita tidak kehilangan korban di pertarungan tambahan ini, satu Legenda saja sudah cukup untuk menghabisi mereka... Percayalah kepadaku, aku akan mengalahkan mereka sendirian. Lebih baik kalian bersiap-siap untuk pergi menuju semesta Yuusuatouri bersama Selvia." Korrina mengangkat kedua lengan-nya ke atas langit sehingga kedua pupil matanya berubah menjadi warna merah Crimson.


"Korrina..." Alisha mengangguk, ia bisa melihat Selvia datang untuk membawa Alisha bersama pasukan-nya pergi.


Tetapi itu  menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mereka pergi melarikan diri dari Zuusuatouri, Haruki dan Arata berencana untuk pergi ketika pertarungan yang akan dihadapi oleh Korrina selesai. Legenda yang layak tidak akan pernah melarikan diri dari medan perang walaupun mereka sudah dipenuhi dengan luka yang parah.


Cahaya suci Korrina mulai berubah menjadi cahaya merah darah yang mampu membuat tekanan gravitasi menjadi lebih besar, Naoki masih bisa merasakan kesucian di cahaya merah itu. Alisha sontak kaget ketika melihat Korrina yang diselimuti dengan aura Crimson sampai rambut-nya perlahan-lahan berubah menjadi warna merah Crimson serta baju-nya yang tadi serba putih dan emas berubah menjadi serba merah dan hitam.


"... ..." Korrina mengepalkan kedua tinju-nya.


"Kemarahan murni yang mengerikan..." Kizura bisa merasakan emosi amarah yang besar di dalam tubuh Korrina, tetapi semua amarah itu ia jadikan sebagai sumber kekuatan yang besar. Arata sempat tidak merasakan emosi amarah itu karena amarah tersebut terasa jauh lebih berbeda dari yang ia rasakan bahkan emosi amarah yang terkuat jauh lebih lemah dengan emosi amarah Korrina.


"Apakah ini amarah atau sumber kekuatan yang datang entah darimana itu..." Ucap Arata.


"Aku tidak tahu... aku sudah tidak bisa lagi merasakan batasan amarah-nya. Walaupun dirinya dipenuhi dengan emosi negatif, tetapi dirinya masih bisa memancarkan cahaya suci yang mampu membuat seluruh pasukan musuh melemah." Efek negatif dan cahaya suci itu mulai membuat Kizura berkeringat bahkan sampai kedua kaki-nya bergetar.


"Sebenarnya kekuatan apa yang kau dapatkan sekarang, Korrina...?" Tanya Haruki.


"... ..." Korrina tidak menjawab, ia hanya diam sambil menunggu seluruh kekuatan Crimson-nya berada di fase sempurna. 


"Apakah dia sang Legenda legendaris yang bernama Korrina Comi...?!" Beberapa iblis mulai mengenal dirinya karena kekuatan-nya tidak asing, awalnya mereka tidak mengenal dirinya karena penampilan-nya berubah cukup drastis di bagian rambut dan dada.


"Ya... Kau benar...! Dia memang Korrina Comi sang legenda legendaris yang pernah bertarung sendirian melawan dewa apapun termasuk mortal kuat yang sudah bertarung bersama rekan-rekannya...!"


"Aku tidak menyangka akan mati di tangan sang legendaris... Penampilan-nya berubah juga ternyata, termasuk rambut dan dada-nya..."

__ADS_1


"Berhenti menghabiskan waktu, semua senjata jarak angkat...!" Perintah Naoki sehingga seluruh pasukan-nya segera membidik Korrina, mereka semua melancarkan beberapa serangan sihir yang dapat menguras kekuatan dan tenaga musuh.


Korrina hanya membutuhkan satu tinju kanan-nya, aura Crimson dicampur dengan kesucian dari Sacred mulai menyelimuti tubuh-nya. Seluruh atribut Korrina sudah tidak bisa dirasakan bahkan di prediksi karena dia sekarang sudah menginjak puncak dimana seorang mortal biasa atau dewa bisa merasakan batasan dari kekuatan yang sebenar-nya. 


Bahkan Naoki yang mencoba untuk merasakan kekuatan-nya saja berakhir dengan hasil yang mengerikan, beberapa darah mengalir keluar dari tubuhnya tanpa sebab. Darah yang keluar itu mampu membuat Naoki merasa nyeri di sekitar tubuhnya, seluruh darah itu segera masuk kembali ke dalam tubuhnya ketika ia menyelimuti tubuhnya dengan sihir kegelapan-nya.


Sebuah urat menonjol keluar di tinju Korrina, ia segera memukul langit-langit sampai tinjunya melancarkan aura tinju merah yang menghancurkan semua serangan itu. Naoki memerintah seluruh pasukan untuk terus menyerangnya tetapi Korrina mulai mengepalkan tinju kiri-nya sampai uratnya menonjol keluar, ia melancarkan beberapa tinju aura menuju arah semua serangan pasukan musuh.


"Lebih baik kalian aku sucikan saja..." Korrina mulai berbicara dengan nada yang terdengar berbeda.


"Exorcist Crimson Fist...!" Tinju kanan Korrina melepaskan aura merah yang mampu menyengat seluruh tubuh pasukan Naoki.


Naoki segera memerintah seluruh pasukan-nya untuk maju dan menyerang Korrina, mereka semua melangkah ke depan untuk menghadapi takdir kematian mereka. Korrina melepaskan cahaya merah melalui matanya lalu ia melancarkan aura tinju besar ke depan hingga aura tinju itu membasmi banyak sekali iblis. Setiap iblis yang mengenai aura itu maka mereka akan berakhir menjadi debu-debu hitam.


Naoki muncul di belakang Korrina, ia melancarkan beberapa serangan mematikan menggunakan tombak-nya sehingga tombak yang mengenai kepala Korrina langsung hancur menjadi kepingan kecil dan menyucikan seluruh sihir kegelapan yang mencoba untuk menyelimuti Korrina. Korrina menggenggam wajah Naoki dan setelah itu ia melemparnya menuju arah pasukan-nya.


"Huggghhh...!!!" Naoki memuntahkan darah hitam dari mulutnya, ia terpental ke belakang bahkan sampai mengenai Yusa dan Zaiken. 


Korrina tidak memberi mereka ampun, ia maju ke depan dan menghantam wajah Yusa dan Zaiken secara bersamaan lalu ia muncul di depan Naoki untuk melancarkan beberapa serangan bertubi-tubi yang mengenai seluruh tubuh Naoki. Naoki tidak diberi kesempatan bahkan sihir kegelapan-nya masih jauh dari kata sempurna jika sihir kegelapan-nya masih bisa disucikan oleh sihir Sacred.


"Sudahlah... Aku tidak berniat untuk bertarung lebih lama lagi melawan kalian..." Kekuatan Crimson Korrina mulai hilang karena dia sudah tidak berniat untuk melanjutkan pertarungan, jika dia terus melanjutkan pertarungan maka ia hanya akan menarik perhatian iblis-iblis lainnya.


"Apa yang kau lakukan, Korrina...? Habisi mereka sekarang juga...!" Suruh Haruki.


"Sudahlah, lebih baik kita pulang dan mengumpulkan teman-teman kita yang lainnya." Jawab Korrina.


Arata mencoba untuk menghabisi mereka bertiga dengan pedang amarah-nya, tetapi Korrina segera menahan dirinya dengan menepuk punggung-nya, Arata dan Haruki mulai menatap wajah Korrina yang terlihat serius. Di balik wajah itu ia memiliki sebuah alasan yang baik kenapa ketiga iblis itu tidak langsung ia habisi.


"Percuma saja jika kita membunuh mereka bukan...? Salah satu dari mereka juga bisa disebut sebagai rekan kita semua." Korrina tersenyum, ia melirik ke belakang dan menatap Yusa yang terlihat bersalah. Korrina bisa melihat Yusa yang sepertinya terpaksa untuk melakukan semua ini agar ia bisa melindungi istri dan anaknya yaitu Itsuki dan Yusaki.

__ADS_1


"Kalian duluan saja." Korrina segera menggunakan sihir-nya untuk membawa mereka pergi menuju Yuusuatouri, Naoki mencoba untuk menyerang Korrina lagi tetapi ia mendorong Naoki mundur dengan hanya menunjuk-nya.


"Sepertinya kau memiliki takdir yang sama dengan adik ipar-ku ya, kalian berdua sama-sama pernah di suntik dengan ramuan kutukan yang mampu mengubah dirimu menjadi iblis. Tunggu saja, Naoki... Suatu saat nanti kau akan kembali seperti semula..." Ucap Korrina, ia bisa melihat bahwa Naoki terlihat tidak peduli karena otak-nya sudah tercuci dengan ramuan lainnya.


"Yahh... Intinya, sampai bertemu lagi. Mungkin di pertemuan yang kedua aku akan menghabisi kalian langsung." Korrina menyilangkan kedua lengan-nya, seluruh tubuhnya mulai memancarkan cahaya suci.


"Oni Yusakage...!" Panggil Korrina.


Yusa mulai menatap Korrina tanpa mengeluarkan sedikit kata, "Melindungi seseorang yang kau cintai itu susah ya...? Bahkan kita harus mengorbankan apapun agar mereka bisa aman dari segala ancaman dan bahaya."


"... ...!" Yusa melebarkan matanya.


"Hmph." Korrina tersenyum dan cahaya suci itu membawanya pergi dari semesta Zuusuatouri.


***


~Oath Realm~


Rxeonal dan Master memiliki sebuah rencana untuk merekrut seseorang yang bisa diajak bekerja sama dalam perang semesta, Rxeonal menusuk beberapa penjaga gerbang dan wilayah Oath menggunakan pedang kehancuran-nya. Semua penduduk Oath itu tidak memiliki kesempatan apapun untuk melawan Rxeonal yang sangat kuat, ia bahkan tidak perlu mengeluarkan keringat untuk mengalahkan seluruh penjaga itu.


"Firasat-ku semakin memburuk ketika masuk ke wilayah terlarang seperti ini..." Rxeonal mulai berbicara.


"Hmph, tenang saja. Penduduk wilayah Oath itu sangat pas untuk dijadikan alat perang, kemampuan mereka yang dapat membuat diri mereka menjadi abadi bahkan ketika mereka mati... Mereka memiliki kemampuan reinkarnasi dimana mereka akan kembali dari kematian tetapi dengan kekuatan yang jauh lebih." Ucap Master.


"Ck... Walaupun kau mengatakan hal seperti itu, tubuhku tidak terbiasa dengan hawa dingin dan panas yang terus berganti-ganti."


Master sudah tidak tahan mendengar keluhan Rxeonal, ia terus melangkah maju dan melihat penjaga lainnya yang sedang menghalang sebuah gerbang dan pintu. Rxeonal mulai merasa kesal bahwa dirinya diabaikan oleh Master, ia segera mengikuti Master dari belakang dan sudah bersiap untuk mengalahkan semua penjaga itu.


"Setidaknya aku bisa menghabisi mereka semua... Aku bisa merasakan kekuatan-ku terus meningkat berkat kemampuan iblis-ku..." Rxeonal tersenyum sinis.

__ADS_1


__ADS_2