Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 6 - Jantung


__ADS_3

Shira dan Megumi masuk ke dalam gua itu, ketika mereka berdua masuk ke dalam gua tersebut, mereka tidak bisa melihat apapun karena ruangan itu gelap sekali, "Megumi, apakah kau bisa melihat sesuatu...?" Tanya Shira selagi menatap ruangan gelap itu, Megumi mulai menggelengkan kepalanya dan setelah itu ia mulai mencium aroma dari ruangan itu, "Banyak sekali monster yang tinggal di dalam gua ini, aku bisa merasakannya." Ucap Megumi.



"Aku akan masuk!" Ucap Megumi, ia mulai masuk ke dalam gua tersebut, "Oi, tunggu, apa kau serius, Megumi!?" Tanya Shira dengan ia mulai mengikuti Megumi dari belakang, perlahan-lahan Shira dan Megumi mulai bisa melihat di ruangan yang gelap itu menggunakan kedua matanya karena ras Legenda itu memiliki beberapa DNA hewan, Megumi mulai bisa melihat dengan jelas ketika ia maju beberapa langkah, "Sempit sekali..."



Ruangan mulai mengecil ketika mereka terus maju ke depan, "... ..." Shira memejamkan kedua matanya lalu ia mulai membukanya kembali hingga kedua pupil matanya mulai bersinar cukup cerah hingga menciptakan hampir sama seperti senter, Megumi melirik ke belakang lalu ia mengangkat jempolnya, "Kerja bagus...!" Megumi menoleh ke depan lalu ia melihat ruangan akan semakin sempit ketika mereka terus maju, Shira mulai mencoba untuk melegakan ruangan itu dengan kedua telapak tangannya lalu ia mulai mendorong tembok yang sempit itu, "HAAAAHHHHH!!!!" 



Di pikiran Shira saat ini ia seperti sedang mendorong kedua tembok itu ke belakang dan ia merasa dirinya ini keren karena sudah mendorong tembok-tembok itu menggunakan kekuatan dan tenaganya saja, di kedua penglihatan Megumi, Shira terlihat seperti seseorang yang berfantasi saat ini karena ia berpikir bahwa ia benar-benar berhasil mendorong tembok-tembok itu ke belakang, "Shira, sebenarnya kau ini sedang apa sih...?" Tanya Megumi selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan.



"Mendorong kedua tembok itu mundur, sepertinya aku berhasil ya...?" Shira membuka kedua matanya lalu ia tiba-tiba sadar bahwa tembok itu tidak bergerak sedikitpun, "Ehh...?" Shira menepuk wajahnya, "HAAAA...!!!" Kedua lengan Shira mulai bersinar lalu setelah itu ia kembali mendorong kedua tembok itu ke belakang dan tiba-tiba beberapa serpihan batu mulai berjatuhan di atas mereka dan mengenai kepala mereka, "Aww...! Sakit...! Hentikan, Shira! Kau bisa saja menghancurkan ruangan gua ini...!"



Shira tidak mendengarkan apa yang Shira katakan, ia langsung memejamkan kedua matanya dan mencoba untuk mencium aroma kedua Legenda bangsawan tadi, tiba-tiba ia mulai mengangkat tangan kanannya dan setelah itu ia mulai menyentuh sebuah tuas yang hampir sama seperti batu, "Ahh...!" Megumi melirik ke atas lalu ia mulai memegang tuas itu lalu ia mulai menarik tuas itu hingga ruangan itu yang tadi sempit mulai lega kembali, "Hah...?" Shira langsung melihat sekeliling dan tiba-tiba tembok itu mundur dengan sendirinya, "Apakah aku berhasil?"



"Tentu saja tidak, dasar bodoh. Kekuatanmu saat ini belum cukup untuk mendorong tembok-tembok tadi." Megumi mulai menggerakkan kuping-nya untuk mencari lokasi dimana kedua bangsawan itu berada, "Aku bisa mendengar suara langkahan mereka berada tepat di bawah kita saat ini, sepertinya gua ini hampir sama seperti dungeon." Megumi adalah seorang Neko Legenda jadi ia memiliki indra pendengaran dan penciuman yang sangat kuat.



Neko Legenda memiliki kemampuan khusus yang bernama Hearing Sense dan Smelling Sense. Hearing Sense dalah kemampuan untuk merasakan lokasi, kekuatan hidup, dan tingkat kekuatan siapa pun, semakin kuat dan semakin dekat musuh, semakin kuat sensasinya. Juga, jika keberadaan seseorang itu sangat kuat, keberadaan dapat dirasakan dari jauh oleh bangsa Neko Legenda yang dilatih untuk merasakan Lenergy.



Smelling Sense adalah kemampuan untuk mencium aroma musuh, aroma itu mampu membawa seorang Neko Legenda ke tempat musuh yang ia cium aromanya termasuk dengan jejak kaki dan sidik jari, "Sepertinya kita membutuhkan beberapa cahaya untuk bisa melihat ruangan ini dengan jelas, Shira." Megumi mulai melihat beberapa bayangan yang aneh sekali, Shira mengangguk lalu ia mengangkat telapak tangannya dan setelah itu ia mulai menciptakan bola cahaya di telapak tangan kanannya, "... ..." Mereka berdua langsung melihat sekeliling dan ternyata mereka melihat banyak sekali monster yang sudah mati.



Megumi menghampiri monster yang terletak di sebelah kiri, ia langsung menatap monster itu, Shira menghampiri Megumi lalu ia mulai menyinari tubuh monster itu, Shira dan Megumi langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut bahwa monster yang mereka lihat saat ini adalah seekor goblin yang memiliki mata satu, "Sepertinya gua ini dipenuhi dengan monster goblin." Ucap Megumi, ia melirik ke belakang dan Shira mulai menembak gelombang cahaya tipis ke depan hingga cahaya itu mulai menyinari tubuh goblin lainnya.



"Para bangsawan itu sepertinya kuat, kita harus berhati-hati, Shira!" Megumi maju ke depan lalu ia melihat lubang yang cukup besar di depannya, ia melompat ke depan dan masuk ke dalam gua itu, Shira mengangguk lalu ia mengikuti Megumi dari belakang dengan masuk ke dalam gua itu, ketika Shira mendarat tepat di belakang Megumi, ia bisa melihat Megumi yang sedang mengintip di belakang tembok batu-batu, "Megumi...?" Shira menghampiri Megumi lalu Megumi mulai menunjuk ke depan, Shira mulai berjalan ke depan dan tiba-tiba ia melihat Orc yang memiliki tubuh merah yang besar dengan satu mata di kepalanya.



"Orc...?" Shira mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan, Shira menatap Megumi lalu ia mengangguk, "Bisa dilihat dari jantungnya itu." Megumi menunjuk jantung Orc itu yang memiliki simbol seperti kunci, Shira menatap jantung Orc itu lalu ia membulatkan kedua matanya, "Sebuah kunci...?" Megumi mulai melihat sekeliling dan tiba-tiba ia melihat banyak sekali pintu yang memiliki lubang kunci yang berbeda, "Sepertinya kunci itu mampu membuka salah satu pintu-pintu itu." Megumi mulai menunjuk semua pintu yang ada di ruangan itu, Shira mengangguk.



"Biarkan aku melawan---"



"GWAAAAAGGGGGHHHH!!!" Teriak beberapa goblin yang terdengar dari belakang Megumi dan Shira, mereka berdua melirik ke belakang selagi menunjukkan ekspresi yang terkejut, "G-Goblin!?" Shira dan Megumi mulai mundur beberapa langkah, tiba-tiba beberapa goblin yang memiliki kulit merah dengan satu mata di wajahnya melesat menuju arah mereka dengan berlari menuju arah mereka berdua. Shira dan Megumi langsung mundur beberapa langkah, Shira fokus ke depan sedangkan Megumi fokus ke arah Orc yang sedang diam itu, sepertinya dia tertidur. "Apakah kau mau mencoba untuk bertarung melawan mereka, Shira" Tanya Megumi.



"Apakah kau memiliki pengalaman dalam bertarung dengan seseorang...?" Tanya Megumi, Shira mengangguk karena dia pernah bertarung melawan banyak sekali pengganggu dan saat ini Shira mulai menembak para goblin yang ada di depannya menggunakan kedua jarinya dan jempolnya yang di acungkan, "Light Shot!" Shira mulai menembakkan beberapa gelombang emas tipis ke depan, Megumi mengangguk, "Jangan mati... Aku masih membutuhkanmu, Shira." Megumi melompat menuju arah Orc itu lalu tiba-tiba ia dihalang oleh goblin merah lainnya, "Cih!"



"Aku membutuhkan senjata... Light Creation: Caliburn of Light!!!" Shira mulai menciptakan sebuah pedang di tangan kirinya menggunakan sihir cahayanya, Shira langsung memegang pedang itu menggunakan tangan kirinya dan ia tidak menggunakan tangan kanannya karena ia lebih nyaman menggunakan pedang di tangan kirinya, "HYAAAAGGGGHHHHH!!" Shira melesat menuju arah sekumpulan goblin yang ada di depannya.



"GWAAAGGGHHH!!!" Semua goblin itu langsung melesat menuju arah Shira selagi memegang belati dan pedang yang terdapat beberapa racun di logamnya. Dengan cepat Shira langsung menggorok leher mereka satu-sastu dengan kecepatan cahayanya hingga mereka langsung terbelah menjadi dua, tebasan itu mampu membuat semua goblin itu menyemprotkan darah mereka ke tubuh Shira, "Light Swift...!" Seluruh tubuh Shira bersinar dan ketika ia melesat ke depan terdapat beberapa partikel cahaya di belakang tubuhnya dan pergerakannya, termasuk dengan kedua telapak kakinya yang mulai menciptakan beberapa gelombang emas.



Shira mempelajari semua sihir itu karena pikiran-nya dan juga imajinasinya, walaupun ia menciptakan sihir yang lumayan kuat itu. Shira mulai merasa kelelahan setiap detiknya karena Lenergy dan kekuatannya masih belum terlatih penuh, "... ..." Shira mulai berkeringat dan di saat itulah ia memaksakan seluruh tubuhnya, "KUAT...!!! AKU HARUS KUAT...!!! AKU INI SEORANG LAKI-LAKI YANG KUAT!!! BUKAN LAKI-LAKI YANG KURUS DAN CULUN!!!"



Beberapa goblin lainnya melesat menuju arah Shira lalu salah satu dari mereka hampir saja menebas tubuh Shira menggunakan belati dan pedang beracun itu, Shira mampu mendeteksi pergerakan mereka menggunakan cahaya-nya, "... ...!!!" Shira langsung menangkis pedang dan belati itu menggunakan pedang yang ia pegang.



CLAAANG!!! CLAAANG!!!



Jika racun itu memasuki tubuh Shira  maka secara otomatis ia akan mengalami sebuah halusinasi yang berat seperti membayangkan sesuatu yang aneh dan mustahil misalnya bertemu dengan mantan kembali dan bertemu dengan jodoh. Shira menusuk perut goblin yang berada di depannya dengan sangat dalam lalu ia mendorongnya menggunakan telapak tangan kirinya hingga goblin itu terdorong ke belakang hingga punggung goblin itu mengenai tembok yang ada di belakangnya. Shira langsung menembak Light Shot lagi ke depan hingga mengenai beberapa kepala goblin, ketika sihir Light Shot mengenai kepala mereka, semua goblin itu langsung mati.

__ADS_1



BAMMMMMM!!!



Shira melirik ke belakang lalu ia menggorok beberapa leher goblin yang mencoba untuk menyerangnya dari belakang menggunakan belati mereka. Beberapa goblin lainnya yang terdapat di gua itu langsung mengepung Shira, tetapi Shira langsung menghabisi bagian kanan dan kiri dengan menusuk mereka menggunakan sihir Light Shot. "Solar Creation: Knieves of Divine Light!" seluruh tubuh Shira mulai dikelilingi dengan gelombang emas dan gelombang-gelombang itu mulai menciptakan beberapa belati dan belati itu langsung Shira luncurkan ke arah goblin-goblin itu.



"Hah... Hah... Aku sudah mulai terbiasa, pengalamanku itu dari dunia asli serta novel, manga, dan anime!" Shira mulai melemaskan kedua lengannya karena ia benar-benar sedang berada di puncak batasannya saat ini.



SWOOOOOSSSHH!!!



Dua goblin merah melompat menuju arah Shira dan Shira langsung menatap kedua goblin itu, Shira mulai memegang pedangnya dengan sangat erat hingga peadang cahaya itu mulai memancarkan beberapa sinar di sekitarnya, "Radiance Quadruple-Aced!!!" Shira  dengan cepat langsung menebas kedua goblin itu dari bawah hingga kedua goblin tersebut langsung terpotong menjadi 4 bagian kecil dan terdapat beberapa dorongan dan juga gelombang cahaya yang muncul ketika pedang yang Shira pegang itu mulai menebas sesuatu.



Seekor Orc yang Megumi lawan melompat menuju arah Shira, dengan cepat Orc itu mengayunkan pedang besar-nya (Greatsword) menuju arah kepala Shira. Shira secara refleks langsung menahan kapak itu dengan pedang yang ia pegang hingga pedang milik Orc itu mampu menghancurkan pedang milik Shira. *CLANG!* "Sial...!" Shira menciptakan sebuah barrier yang terbuat dari cahaya di atasnya.



CLANG!!!



"Berhasil...!" Shira tersenyum lalu ia melihat barrier yang melindunginya mulai retak, Shira berpikir lalu ia menemukan ide yang cukup bagus. Shira menggunakan ide itu dengan menunjuk ke depan selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, aura-aura cahaya Shira muncul lalu mulai menciptakan empat gelombang cahaya di telapak tangan kanannya. Gelombang-gelombang itu mulai berputar seperti kipas angin dan setelah itu Shira mengangkat jari telunjuk, jari tengah, dan ibu jarinya ke depan dan menembakkan energi yang kuat ke arah kaki kanan Orc itu, sambaran energi cahaya itu langsung dihindari oleh orc itu dengan melompat ke atas.



Ketika Shira menggunakan sihir tadi ia langsung terpental ke belakang karena ia melemaskan seluruh tubuhnya, "Sial... Atomic Light-ku ternyata tidak berhasil membuat Orc itu terluka---" Shira melirik ke atas lalu ia melihat pedang yang besar melesat menuju arahnya, "T-Tubuhku..."



SWOOOOSSSHHHHH!!!! BAAMMM!!!!



Megumi membawa Shira pergi dari tempat itu lalu mereka berdua mulai menatap orc yang baru saja menebas daratan, "Terbiasalah dengan tubuhmu itu, Shira. Kau akan terbiasa jika kau terus berlatih dan bertarung." Megumi mulai mengeluarkan sebuah whiskas atau makanan kucing di saku celana bagian kanannya, "Ehh...?" Shira mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan, Megumi memberikan whiskas yang berwarna merah itu kepada Shira, "Makanlah, itu adalah cemilan penyembuh yang dibuat oleh bangsa Neko Legenda."




"Ya, makanlah. Enak loh."



"Aku bukan kucing---" Orc itu mulai mengayunkan pedangnya ke arah mereka berdua, tetapi Megumi langsung mendorong pedang itu menggunakan sihir angin-nya, "Cepat...!!!" Teriak Megumi hingga Shira mulai mengangguk lalu ia memakan whiskas itu, "HOEEK...!!! GK ENAK...!!!" Shira mencoba untuk memuntahkannya, tetapi Megumi menghampirinya lalu ia menutup mulutnya, "Cepat telan...!!!" Megumi mulai membantu Shira untuk menelannya tetapi Shira menolah untuk menelan whiskas yang baru saja ia kunyah.



"Mfffhhh...!!! Ini pelecehan seksual...! Seorang loli kucing melakukan pelecehan seksual kepadaku...!!!" Ucap Shira yang mencoba untuk meludah whiskas yang ia kunyah, tetapi Megumi langsung membuat Shira terjatuh dan tergeletak di atas, "Telan...!!!" Megumi mulai menahan mulutnya Shira hingga kedua pupil Shira langsung menghilang karena ia baru saja menelan whiskas itu, Shira pingsan karena whiskas tadi terasa pahit di lidah dan tenggorokannya.



"Bagus." Megumi mundur beberapa langkah lalu Shira mulai kembali sadar, ia perlahan-lahan bangkit dari atas tanah lalu setelah itu ia mulai menatap kedua telapak tangannya, "... ..." Shira membulatkan kedua matanya lalu ia mulai muntah sedikit, "Astaga..." Megumi menepuk wajahnya lalu ia melihat orc itu mengayunkan pedang besarnya ke arah Megumi, tetapi Megumi langsung mengkis pedang itu ke arah kiri orc itu menggunakan kuku-kuku yang dilumuri dengan aura biru muda, "... ..."



Mereka berdua mulai saling mencoba untuk menebas satu sama lain menggunakan senjata yang mereka miliki. Orc itu mencoba untuk menebas kedua kaki Megumi agar ia bisa memperkosa-nya lalu membunuhnya sedangkan Megumi lebih memilih untuk membunuhnya melalui lehernya yang tebal itu at au memutuskan beberapa bagian dari anggota tubuhnya,



CLAAAANG!!! CLAAAANG!!!



Orc itu langsung mengayunkan pedangnya dengan penuh tenaga menuju arah kepala Megumi, "CYCLONE FLASH!!!" Megumi langsung menangkis kapak tersebut menggunakan sihir gelombang yang terbuat dari angin. Shira melirik ke arah Orc itu lalu ia melompat ke depan



SWOOSHH!!!



"LIGHT EVOLVED!!!" Pedang yang Shira pegang di tangan kirinya langsung bersinar dan mulai memanjang. "JYAAGGHH!!!" Shira mulai mendorong Orc itu mundur menggunakan kedua tendangan dari telapak kakinya, Shira mulai mengayunkan pedangnya yang panjang itu menuju arah Orc tersebut, tetapi orc itu berhasil menahan serangan milik Shira, "GRRRAAAGGGGHHHH!!!" Orc itu langsung membelah daratan dengan menghantam pedangnya tepat di atas tanah itu, Shira langsung melompat ke belakang dengan pedangnya yang kembali mengecil. "Hah... Hah... Lawan Orc cukup sulit juga... Lenergyku terasa terkuras setiap aku menggunakan pedang ini.""

__ADS_1



"LIGHT..." pedang Shira langsung bersinar dengan sangat cerah seperti matahari. Shira langsung lari menghampiri Orc tersebut selagi memegang pedangnya dengan sangat erat. "AGGGHHHH!!!" Kedua penglihatan Orc itu langsung terasa silau melihat pedang milik Shira yang memanjang dan bersinar cukup cerah. "JYAHHH!!!" Shira langsung menghancurkan logam pedang Orc itu.



CRACK!!!



"EVOLVED!!!" Pedang Shira langsung memanjang dan bersinar cerah, Shira memutarkan pedangnya lalu ia menebas lengan kanan Orc itu dengan sangat dalam hingga lengan kanan Orc itu langsung putus dan mulai menyemburkan banyak sekali darah, "GROOOOGGGHHH!!!"



Megumi menunjukkan rautan wajah yang terlihat terkesan melihat Shira yang bertarung cukup baik dan cukup strategis, sepertinya Shira benar-benar memiliki jiwa pejuang yang hebat karena semangat dan niat yang ia miliki dan bawa dari dunia asli. Megumi mulai merasa sangat terkesan. "Hebat juga... Hebat, Shira..." Shira melompat ke belakang selagi menatap pedangnya yang terlumuri dengan darah orc itu.



"Baiklah..." Shira mulai melakukan kuda-kuda berpedangnya. "Aku harus fokus... Jika aku lengah, maka aku pasti akan tertebas oleh pedang yang sudah rusak itu..." Shira melesat maju menghampiri Orc itu dengan sangat cepat hingga Orc tersebut langsung mengayunkan kapaknya secara vertikal ke depan.



Shira langsung menunduk dan berselancar ke depan selagi menghindari serangan vertikal kapak itu. "LIGHT DIVINE PIERCE!!" Shira mulai menciptakan nama-nama yang ia bisa pikirkan dari otaknya, Shira menggunakan kemampuan berpedangnya dengan menebas dada Orc itu dengan kecepatan cahaya, Orc itu tidak bisa melihatnya melainkan Orc itu mulai merasa kesakitan dari tebasan itu. Shira  terus mencabik-cabik dadanya tanpa henti lalu ia berputar dan menendang perut Orc itu hingga ia terpental ke belakang. Orc itu langsung melesat menghampiri Shira dengan sangat cepat lalu ia memukul wajahnya hingga Shira langsung terpental menuju tembok.



BAMMMMM!!!



"Uack...!" Shira langsung memuntahkan darah yang sangat banyak melalui mulutnya. Pedang yang ia pegang langsung menghilang menjadi partikel-partikel cahaya. Orc itu langsung melempar senjata sisa milik goblin-goblin yang ada disekitarnya menuju arah Shira. Megumi langsung menatap Shira dan ingin melihat apa yang akan Shira lakukan selanjutnya. "LIGHT REFLECTION!!!" Shira mulai menciptakan sebuah perisai persegi panjang melalui tangan kanannya lalu ia memegang perisai itu erat.



CLANG!!! CLANGG!!!



"GAAAAGGGGHHHH!!!" Shira  melempar perisai itu menuju arah Orc tersebut. Orc tersebut langsung menghantam perisai emas itu sampai hancur. Shira langsung menciptakan kembali pedang di tangan kirinya. "SEKARANG... SEKARANG AKU AKAN MEMBUNUHMU...!!!" Shira melesat menuju arah Orc itu lalu ia mulai mengayunkan pedangnya tanpa henti hingga Orc itu langsung kewalahan untuk menahan serangan Shira yang tidak bisa terlihat olehnya.



CLAAANG!!! CLAAAANG!!!



Orc itu mengangkat pedangnya lalu ia mengayunkan pedangnya menuju arah kepala Shira, Shira dengan cepat berputar lalu menangkis kapak itu menggunakan kedua katananya. Orc itu mulai mengayunkan kapaknya menuju daratan tanpa henti hingga mampu mengguncangkan gua itu, Shira mulai mundur beberapa langkah. "Evolved...!!!" Shira mulai memutarkan pedang di tangan kirinya, pedang Shira langsung bersinar dan terlumuri oleh sinar matahari yang sangat cerah. "DIVINE...!!!"



Orc itu langsung melesat menghampiri Shira dengan tatapan wajah yang terlihat kesal. Shira lari menghampiri orc itu lalu ia mulai mengayunkan pedangnya juga menuju arah pedang yang terayunmenuju arah lehernya sendiri.



BAAMMMMMM!!!



Shira langsung menghancurkan pedang Orc itu hingga benar-benar hancur menjadi kepingan logam kecil. Shira mendorong Orc itu menggunakan sihir cahayanya yang bernama Light Force. "DIVINE LIGHT SLASH!!!" Shira langsung mengayunkan pedang di tangan kirinya beberapa kalinya hinggap pedang yang Shira pegang langsung melepaskan gelombang tajam yang berwarna emas menuju arah Orc itu.



SLAAASSH!!! SLAAAASH!!! SLAAASH!!!



Seluruh tubuh Orc itu langsung terpotong-potong menjadi bagian kecil, tidak ada sisa melainkan daging-daging kecil milik orc itu. "Hah... Hah..." Shira langsung menghilangkan pedang di tangan kirinya dan Shira langsung menghampiri orc itu dan mengambil kuncing yang terdapat di jantungnya, "Dapat..." Shira mengambil kunci itu lalu ia melihat sekeliling dimana Megumi tiba-tiba menghilang, "Megumi...!?"



"Disini!" Teriak Megumi yang mulai melambaikan tangannya dari atas, Shira melirik ke atas lalu ia melihat lambaian tangan Megumi, Shira melompat ke atas lalu ia menggunakan sihir Atomic Light menuju daratan dan setelah itu ia melemaskan tubuhnya agar ia terpental ke atas. *SWOOSH!* Megumi menangkap Shira lalu ia membawanya menuju lantai yang ia injak, "Kerja bagus, Shira. Potensimu sebagai seorang Legenda amatiran tidak buruk." Megumi mengambil kunci itu lalu ia berjalan ke belakang dimana ia bisa melihat pintu yang memiliki lubang kunci mirip dengan kunci yang Megumi pegang.



Megumi langsung memasukkan kunci itu ke dalam lubang kunci tersebut lalu ia membuka pintu itu dengan mendorongnya, pintu yang terkunci itu langsung terbuka lebar dan menunjukkan sebuah jantung yang dilindungi dengan aura yang berbentuk lingkaran, Megumi masuk ke dalam ruangan itu dan Shira mula mengikutinya dari belakang, "Apakah itu jantung yang para bangsawan itu katakan...?" Tanya Shira.



Megumi mengangguk lalu ia tersenyum, "Ya... Jantung Saint."


__ADS_1



__ADS_2