
"Ako! Ayo pergi secepatnya sebelum masalah bertambah buruk..." Kata Shinobu sampai ia melepaskan pembakaran melalui kedua tapaknya untuk terbang tinggi ke atas langit.
Ako mengangguk lalu ia mengikuti dirinya dari belakang sampai mereka melepaskan sumber Lenergy yang lumayan besar untuk melewati berbagai macam langit sampai tiba di luar angkasa yang dipenuhi dengan ledakan.
Di luar angkasa yang penuh dengan ledakan karena disebabkan oleh Konomi bersama pemberontak lainnya untuk menghancurkan semua pesawat luar angkasa itu satu per satu.
Shinobu melihat Koizumi yang saat ini terus tertekan ketika berhadapan dengan Magnus yang mengamuk sampai melempar semua sisa Mars menuju arahnya.
Koizumi mencoba untuk menghindari semua itu tetapi tidak bisa karena tubuhnya mendadak berat sampai nafasnya terasa begitu sesak, ia mulai melepaskan pukulan dorongan menuju arah Magnus.
Magnus menahannya sehingga ia menginjak bongkahan batu Mars itu lalu melesat maju ke atas langit untuk menyambut dirinya dengan sebuah pukulan yang mengenai perutnya sampai ia memuntahkan banyak darah.
"Kakak!" Shinobu langsung memancarkan cahaya emas di sekelilingnya untuk mendekati dirinya sampai ia berhasil menangkap Koizumi.
"Shinobu, apakah kau sudah mengurus Hinoka...?!" Tanya Koizumi yang terlihat kesakitan di bagian perutnya sampai mulutnya terus mengeluarkan darah deras.
Shinobu mengangguk lalu menunjuk Ako yang saat ini sedang membawa Hinoka menuju tempat aman yaitu pesawat luar angkasa berbentuk kucing sampai Ako menempati Hinoka di dalam pesawat tersebut.
Shinobu menatap Magnus yang terus menjerit keras penuh rasa semangat dan tidak sabar untuk bertarung melawan dirinya, "Melihat dirinya bertarung seperti itu..."
"...luka bekas senjata serta jeritan yang selalu di lepaskan, tidak salah lagi... dia pasti seorang Barbaric Legend 'kan?"
"Mereka tidak mahir dalam sihir atau kemampuan tetapi fisik mereka sudah cukup untuk melakukan pertarungan yang di inginkan, intinya mereka kebal dengan serangan berkaitan konsep, sihir, dan kemampuan."
Koizumi terkejut ketika mendengar Shinobu mengetahui musuhnya begitu cepat tanpa perlu menanyakan atau menganalisis sedikit pun.
"Bagaimana bisa kau tahu...?"
"Hm? Ahh... Anuuu... aku pernah membaca seluruh buku sejarah tentang bangsa Legenda, semua tipenya... Koneko tahu." Shinobu terkekeh.
"Ternyata benar... kau memang sepupuku yang sangat pintar bahkan aku sendiri tidak bisa melampaui dirimu dalam segi tersebut."
"Kalau begitu, kau pasti mengetahui kelemahannya bukan?"
"Barbaric Legend... sedikit, hanya saja mereka akan terus bertambah kuat sampai fisik dan durabilitas mereka terus meningkat tanpa batas karena Lenergy yang tak akan habis."
"Mereka tidak mengetahui menggunakan sihir, itu artinya Lenergy di dalam tubuh mereka otomatis akan muncul hanya untuk memperkuat fisik mereka lagi dan lagi."
"Mereka penuh karena tidak mendapatkan tantangan yang pas... intinya mereka mati ketika merasa puas dalam sebuah pertarungan."
"Tunggu... maksudmu...? Barbaric Legend punah karena tidak ada tantangan yang pas dan pertarungan yang mereka laksanakan sudah terasa puas?"
"Mm... mereka kan Legenda pertama yang lahir di dunia ini, itu artinya mereka belum beradaptasi... mereka hanya memikirkan tantangan paling sulit dan pertarungan..."
"...otak otot tetapi ilmu pengetahuan mereka dipenuhi dengan pertarungan yang dapat mereka kuasai, sihir atau kemampuan apapun yang kita lepaskan tidak akan memberikan efek apapun kepadanya yang kebal."
Koizumi merapatkan giginya, kemudian ia menghapus darah yang terus mengalir deras dari dalam mulutnya sampai ia siap untuk bertarung dengan Magnus kapan pun.
Magnus saat ini sedang melakukan serangan membabi buta ke arah para pemberontak dan pesawat luar angkasa sampai serangan sihir mereka menghilang sampai menarik perhatian Shinobu.
"Loh...? Kenapa bisa menghilang seperti itu ya...?" Shinobu mengingat jelas bahwa sejarah tentang Barbaric Legenda tidak pernah menceritakan mereka dapat menghapus sihir tanpa jejak.
"Ada apa, Shinobu...? Kau merasakan sesuatu yang aneh?"
"Seingatku... aku membaca tentang Barbaric Legenda... mereka tidak memiliki kemampuan untuk menghilangkan sihir tanpa jejak, hanya saja mereka akan kebal dengan serangan berkaitan dengan sihir dan kemampuan."
"Mmm... anuu... maksud dari menghilang sihir tanpa jejak itu seperti... bagaimana menjelaskannya ya...? Anu..." Shinobu menyentuh dagunya sendiri sampai Koizumi menghela nafasnya panjang.
"Aku tidak bisa menghabiskan waktu lama menunggu dan membiarkan Legenda bar-bar itu lepas, kita juga sama bar-bar tetapi lebih terkendali, tidak seperti dirinya!!!"
Koizumi mencoba untuk menyerang Magnus tetapi pergerakannya berhenti seketika ia merasa nyeri di bagian dadanya, ia secara refleks langsung menyentuh dadanya dengan ekspresi yang terlihat kelelahan.
Nafasnya bertambah semakin berat sampai ia kesulitan nafas, "K-Kenapa... kenapa harus sekarang...?! Brengsek...!!!"
"Hah... Hah... Hah..." Koizumi mulai kesulitan bernafas, awalnya ia mengira karena efek dari penyerapan Greed sampai penyakit paru-parunya kambuh.
__ADS_1
"Aku mengerti sekarang... jadi semacam kemampuan yang dapat melarang kita untuk menggunakan sihir... semacamnya... Kakak juga mungkin tidak bisa memakai kekuatan waktu---"
Mata buatan Shinobu mendeteksi beberapa kendala yang dirasakan oleh Koizumi, "Kakak...? Baik-baik saja...?"
Shinobu mulai mendekat sampai ia melihat Koizumi terus memegang dadanya sampai mulutnya mengeluarkan darah deras, penyakit paru-parunya menyebabkan Koizumi kesulitan bernafas.
"Aku baik-baik saja... Uck..."
Koizumi mulai terjatuh ke bawah karena kesulitan bernafas menyebabkan pikirannya kacau balau, Shinobu langsung menyelamatkan dirinya dengan menciptakan daun emas besar yang di jadikan alas.
Daun tersebut melayang sampai Shinobu menempati Koizumi di atas daun itu pelan-pelan sampai ia mulai berbaring dengan tubuh berkeringat, semua keringat tersebut sampai melayang di sekelilingnya.
"Penyakit Kakak kambuh lagi...?" Shinobu memasang tatapan yang terlihat khawatir.
"Hah... Hah... Hah...!"
"Aggghhhh...!!!" Koizumi memegang erat dadanya sampai ia meringis kesakitan, mulutnya terus mengeluarkan banyak darah.
Shinobu mulai memakai kacamata lalu memeriksa tubuh Koizumi sekejap sampai Tech memperingati dirinya bahwa penyakit paru-parunya telah kembali, penyebabnya adalah kutukan Crimson.
Kutukan yang bangkit karena risiko dari penyerapan Greed, tubuh kecilnya tidak dapat menampung semuanya sampai ia sekarang perlu bertahan dari penyakit tersebut.
Jika bisa bertahan maka Koizumi sudah pasti akan mendapatkan peningkatan terhadap imunitas penyakit tersebut, Shinobu mulai menyentuh daun tersebut lalu menumbuhkan pohon kecil.
"Untungnya aku sudah mempelajari ilmu medis... daunku dapat bekerja baik menjadi pemulihan apapun... Koneko... sudah berjuang..." Ungkap Shinobu yang memfokuskan cahaya dan Lenergynya ke dalam pohon itu.
"BERTARUNG!!!" Teriak Magnus keras sampai melepaskan tekanan dan dorongan besar di sekelilingnya sampai mengganggu konsentrasi Shinobu seketika.
"... ..." Shinobu bangkit lalu menatap Magnus yang baru saja memutuskan tubuh seorang pemberontak menjadi dua lalu melemparnya menuju planet Merkurius.
Shinobu melayang ke depan lalu menjentikkan jarinya sampai membungkus tubuh Koizumi dengan daun emas yang menumbuhkan tumbuhan, ia hanya perlu menahan Magnus sebelum ia menghancurkan seluruh planet di Yuutouri.
"Anuuu...!" Shinobu mencoba untuk memanggil Magnus tetapi suaranya terlalu kecil sehingga ia melihat Magnus terus mematahkan tulang semua pemberontak itu.
"GRAAAHHHHHH!!!" Magnus mencabut tulang di dalam tubuh mereka lalu melemparnya dengan penuh tenaga menuju arah pesawat luar angkasa sampai menyebabkan ledakan besar.
Magnus langsung menangkapnya, ia menatap Shinobu lalu memasang tatapan kesal, "Grrrggghhh...!!! Palsu...!!! Palsu...!!!"
"...BERTARUNG DENGANKU!!!" Magnus melepaskan dorongan besar di sekelilingnya sampai ia melesat maju menuju arah Shinobu.
"Legenda pertama sudah pasti akan membenci Legenda yang berbentuk lain... seperti diriku... mengingatkan dirinya kepada [The Consclusion of Birth]." Ungkap Shinobu.
"Bersiaplah untuk bertarung, putri kecil."
"Golden Sunshine...!"
Shinobu langsung menyerap semua cahaya di sekelilingnya, mengubahnya menjadi Lenergy yang memperkuat tubuh asli dan buatannya sampai ia bersiap untuk bertarung dengan gaya manusia.
Hanya sekedar fisik dan alat, Shinobu langsung melepaskan Golden Repulsor yang tidak mengandung sihir menuju arah Magnus tetapi ia terus menerobosnya tanpa masalah apapun.
Kecepatan Magnus sempat mengejutkan Shinobu sampai perutnya menerima satu pukulan yang melempar dirinya menuju salah satu asteroid.
"Uck...!" Shinobu melihat Magnus menghampiri dirinya lagi dengan ekspresi senang karena ia menerima tantangan hebat lainnya yang berhasil selamat dari pukulannya tadi.
Magnus melancarkan satu pukulan ke arah Shinobu tetapi kecepatannya jauh lebih besar di bandingkan dirinya sehingga tapak kiri Shinobu sempat menarik Kerisnya lalu memutuskan lengan kirinya.
"AGGGGHHH...!!! GRRGGGHHH!!! MENYENANGKAN!!!" Magnus memasang tatapan kesal sampai Shinobu melihat sesuatu yang janggal dalam tangannya itu ketika diputuskan oleh Kerisnya.
Mata kiri Shinobu memunculkan sebuah tanda panah ke arah tangan Magnus yang sudah putus itu lalu pandangannya mulai bertambah semakin mendekat dengan tangan tersebut sampai ia melihat beberapa hal yang aneh.
"Kawat...? Tali...? Senar...?"
Shinobu melihat Magnus mencoba untuk menginjak wajahnya tetapi ia langsing melepaskan kedua kaki buatannya yang membantu dirinya untuk terdorong ke belakang
"Tech, panggil semua lengan dan kaki buatan segera... aku tidak bisa menggunakan sihir untuk sementara ketika melawan dirinya." Shinobu melepas pembakaran besar ke depan untuk mendorong dirinya ke belakang.
__ADS_1
"Maaf, putri kecil..."
"Huh...?"
"Satelit Anda... entah kenapa saya tidak bisa mendeteksinya."
"... ...!?" Shinobu memasang tatapan yang terlihat kaget seketika sampai ia mulai memikirkan strategi lain dengan mengembalikan kedua kaki Ir sampai menempel dengan dirinya kembali.
Shinobu mulai menggerakkan jari-jarinya sampai ia bersama Magnus saling bertatapan satu sama lain, mereka melesat menuju arah satu sama lain.
Magnus melancarkan satu pukulan ke arah dirinya tetapi Shinobu langsung terbang ke bawah dan melewati dirinya, bekas luka lengan putus Magnus mulai memperlihatkan sebuah senar yang membentuk kembali lengannya.
"... ..." Shinobu tidak bisa menggunakan The Mind tetapi ia tetap memiliki ilmu pengetahuan dan kecerdasan yang memberikan dirinya kesempatan menang.
Shinobu berpaling menuju arah Magnus lalu ia menghantam wajahnya menggunakan tinjunya sampai ia menerima pukulan juga dari Magnus yang menyebabkan dirinya terpental ke belakang.
Shinobu menggigit bibirnya sampai berdarah lalu ia menahan pukulan lainnya menggunakan ekornya sendiri lalu ia melepaskan beberapa rudal dan Golden Repulsor dari jarak yang dekat.
Namun, Magnus menangkan kedua lengannya sampai serangan Shinobu melesat ke arah yang tidak ia inginkan, Magnus menendang kaki kiri Shinobu sampai menerima kerusakan yang memperingati dirinya secara langsung.
Shinobu menggerakkan ekornya untuk mencekik leher Magnus tetapi ia melihat dirinya menangkap lengan kiri Shinobu lalu memutuskannya.
Mereka melancarkan satu pukulan secara bersamaan sampai tinju mereka saling beradu tetapi hasilnya seri, tinju bagian kanan Shinobu hancur sedangkan Magnus terluka sampai kulit dan dagingnya robek.
Shinobu melihat Magnus menabrak tubuhnya sampai ia terdorong ke belakang dan mendarat di atas planet Saturnus, Magnus melesat maju dan menginjak kaki kanan Shinobu sampai ia langsung melarikan diri dengan melepaskan kedua kakinya.
"Golden Alchemist!!!" Shinobu langsung menumbuhkan kembali lengan dan kaki buatan baru melalui sisa material sampai ia terkejut bahwa dirinya dapat menggunakan sihir.
"Apakah faktor jarak...? Kemampuan larangan untuk menggunakan sihir atau semacamnya...?" Ungkap Shinobu yang kebetulan berada di jarak sejauh dua puluh meter dari Magnus.
Shinobu mengeluarkan berbagai macam senapan yang membidik ke arah Magnus, berbagai macam peluru dan tembakan mulai ia lepaskan menuju arah dirinya yang menerobos ke depan.
Magnus melancarkan satu tendangan yang mampu mematahkan kaki kiri Shinobu sehingga ia melihat satu pukulan Magnus mengarah kepada lengan kirinya yang sampai hancur.
Shinobu mulai kesulitan bertarung dengan Magnus sekarang, bapak dari segala Legenda memang tidak bisa diremehkan begitu saja sehingga ia yakin bahwa dirinya hanya sekedar palsu.
Magnus mencoba untuk menangkap Shinobu tetapi ia melepaskan pembakaran yang mampu membakar tubuh Magnus sampai ia melihat Shinobu terdorong ke belakang untuk menggunakan Golden Alchemist lagi.
"Baiklah...!!!" Shinobu melesat ke depan lalu ia melancarkan satu tendangan dengan bantuan kecepatan cahaya, peningkatan Lenergy, dan pembakaran yang terlepas dengan kekuatan penuh.
Sikut Shinobu mengenai wajah Magnus sampai menyebabkan kerusakan besar, kemudian ia melakukan hal yang sama dengan tinju kanannya sampai serangan yang mengenai wajah Shinobu mampu merobek setengah dari wajahnya.
"Menyenangkan...!!! Lebih banyak lagi...!!! Palsu!!!" Magnus memutuskan kaki kanan Shinobu lalu mengambilnya sampai ia menghantam wajah Shinobu.
Setelah itu, ia mengangkat tubuhnya ke atas lalu membantingnya di atas tanah sampai retak, Shinobu bangkit lalu mencoba untuk melepaskan Golden Repulsor ke wajahnya.
Namun, Magnus berhasil menangkap dirinya dengan memegang erat tangan Shinobu sampai hancur, Shinobu mencoba untuk melarikan diri tetapi Magnus langsung memeluk erat tubuhnya dan mengangkat Shinobu.
"Putri kecil...!" Seru Tech, ia merasa sangat khawatir ketika Magnus mengangkat tubuh Shinobu ke atas.
"HAAARRGGGHHH!!!" Magnus memeluk tubuh kecil Shinobu dengan sangat erat sehingga ia mulai menjerit kesakitan.
"AAAAAAGGGGGHHHHHH...!!!"
"LEBIH!!! BERTARUNG LAH LAGI!!!"
"AAAAAAHHHHHHH...!!! HUGGHH---" Shinobu melebarkan matanya seketika sampai pipinya mulai kembung seketika sampai mulutnya mengeluarkan banyak darah.
Shinobu membuka mulutnya lebar sampai darah yang terlihat seperti air terjun menerobos keluar termasuk dengan isi perut seperti organ dan lain-lain, kedua matanya juga bahkan sampai ikut menerobos keluar.
Pelukan Magnus yang saking kuat dan kasarnya, seluruh tubuh Shinobu remuk sampai dipaksa keluar oleh pelukan tersebut melalui lubang hidung, mulut, telinga, termasuk kedua matanya yang hilang.
"GAAAAAHHHHHHH!!!" Magnus menjatuhkan tubuh Shinobu yang sudah kosong dan remuk.
"BERTARUNG!!!"
__ADS_1
"HUAAAGGGHH!!! LEGENDS NEVER DIES!!! BERTARUNG...!!!"