
Demetrio menggerakkan kedua lengannya dengan cepat, sebentar lagi mereka bisa menampakkan wujud mereka di hadapan semua mortal yang berani untuk merendahkan dirinya tanpa sebuah kehormatan.
"Dewa Demetrio... sepertinya Saint yang aku jadikan sebagai tumbal sudah gugur karena melawan gadis yang bernama Shichiro Konomi, dia memiliki kekuatan peningkatan yang cukup berbahaya." Peringat Lucia.
Setiap kandidat dapat melihat apa yang Saint mereka lakukan, kematian Lumi sendiri memberikan perasaan sensitif kepadanya sampai ia melihat riwayat pertarungannya itu melalui sisa sihir es.
Sihir es yang masih membekas di wilayah Konomi dapat ia kendalikan dari jauh untuk mengubahnya menjadi pandangan bagi dirinya, ternyata Saint yang sudah ia pilih mati dengan cara tragis.
"Anakku... mati begitu saja..." Air mata mengalir deras melalui kedua matanya sampai semua air mata tersebut lalu membeku dan hancur begitu saja.
Melihat putrinya yang rela mengorbankan diri untuk mengulurkan waktu Konomi agar tidak mengunjungi planet Lemia membuat dirinya merasa sangat kesal.
"Gadis sialan itu...! Tidak bisa aku maafkan...!!!" Lucia melepaskan aura biru muda besar melalui tubuhnya sampai daratan memunculkan banyak sekali es yang menajam.
Demetrio menghela nafasnya, "Yang lalu biarkan berlalu, inilah kenapa pemberontak... seluruh Legenda yang tidak memiliki kepercayaan terhadap dewa pantas mati."
"Semua darah yang tertumpah dari pengikut dan seseorang yang kita cintai gugur begitu saja, sungguh menyedihkan sampai aku tidak bisa berkata-kata lagi."
Demetrio menyilangkan kedua lengannya, mencoba untuk menenangkan Lucia agar ia bisa mengendalikan kekuatan es itu sebelum ia mengubah satu semesta menjadi es yang membeku dan melepaskan suhu ekstrem.
"Tahan... kau tidak menunjukkan ketenangan yang selalu kau perlihatkan kepada kita semua."
"Lebih baik kau simpan semua kekuatan itu... pendam perasaan itu... lampiaskan lah kepada planet yang kau ingin hancurkan."
"Aku ingin membekukan gadis sialan itu...! Menjadikan mayatnya sebagai patung es yang aku pajang di atas tusukan tombak!" Kata Lucia yang terlihat sangat kesal.
Kedua matanya memancarkan cahaya biru mudah, "Aku berjanji akan melakukannya, Demetrio! Aku akan membekukan mereka yang tidak mempercayai kepercayaan terhadap es!"
"Aku juga akan membunuh Shichiro Konomi dengan membekukan tubuh mayat yang sudah aku siksa secara habis-habisan!" Lucia mengangkat lengan kanannya ke atas lalu melepaskan bongkah es tajam ke depan.
"Tahan saja dulu... sebentar lagi... sebentar lagi kita akan menyaksikan wajah ketakutan mereka... hukuman untuk mereka yang berada di jalan kesesatan dan kemunafikan!"
***
Ako melepaskan banyak sekali panah menuju arah Daria yang mencoba untuk mendekatinya tetapi tubuhnya langsung mengeluarkan ombak yang mementalkan semua panah itu.
"Divine Trance!"
Ako memperkuat tinjunya secara maksimum dan melakukan serangan tinju sihir non-elemental yang meningkatkan kekuatannya per-pukulan jika lawannya adalah semua macam makhluk hidup Humanoid seperti manusia, legenda, iblis, dan malaikat.
__ADS_1
Aura air biru tua yang dikeluarkan oleh Daria langsung membentuk cumi-cumi yang melindungi tubuhnya itu, ia sekarang berada di dalam cumi-cumi tersebut dengan God Lenergy yang dirinya lepaskan.
Cumi itu mengayunkan tentakelnya kepada Ako tetapi ia berhasil menahannya menggunakan kedua tinjunya lalu ia menghantam sampai tentakel itu pecah dan menjatuhkan banyak air.
Ako menarik nafas dalam-dalam lalu ia memperkuat daya tahannya serta melepaskan sihir es yang melindungi tubuhnya itu dari serangan air yang mencoba untuk masuk ke dalam tubuhnya.
Cumi itu langsung terjatuh menuju arah Ako, ia memasang tatapan kaget karena tidak melihat celah untuk melarikan diri sampai ia terpaksa untuk menahan beban dari cumi itu menggunakan kedua tapak tangannya.
Ako memindahkan sumber Lenergy dari kedua kakinya menuju kedua tapaknya lalu ia mengerahkan semua tenaganya sampai tapaknya melepaskan dorongan aura yang melempar cumi itu ke atas langit.
"Tidak buruk... ternyata kamu bisa bertahan dari tindihan cumi-cumi ini, aku mengharapkan kau sudah terjebak di dalam tubuh cumi ini dan menerima serangan tentakelnya!" Kata Daria dengan tatapan menggoda.
"Tidak, terima kasih, aku membenci cumi-cumi... mereka terlalu licin dan menjijikkan sampai dagingnya sendiri tidak kuat aku makan." Ako menghantam kedua tinjunya beberapa kali.
"Berani sekali kau ya... mengatakan hal sebodoh itu di hadapan seseorang yang menggemari makanan cumi-cumi dan hewannya!!!" Daria mulai mengendalikan semua tentakel itu untuk menghantam Ako.
Namun, pukulan yang ia lakukan berhasil memecahkan semua tentakel itu sampai ia bisa melihat Daria terbang ke atas angin bersamaan dengan tentakel itu lalu melepaskan putaran tornado menuju arahnya.
Ako menatap fokus putaran cumi itu lalu ia memindahkan semua Lenergy di dalam tubuhnya, memfokuskan ke dalam satu titik di tinju kanannya sampai ia mengerahkan satu pukulan menuju arah cumi itu.
Terjadilah dorongan dan tekanan besar yang dirasakan oleh Daria sampai aura cumi yang melindungi tubuhnya pecah begitu saja sampai semua airnya menciptakan ombak di bawah tanah yang menyerang Ako.
Daria dengan cepat menciptakan cumi-cumi baru tetapi ia dikejutkan dengan Ako yang muncul di hadapan dirinya lalu menghantam cumi itu sampai pecah sehingga Daria terjatuh di atas tanah.
"Gawat... fisiknya sangat kuat, serangan yang ia lakukan menggunakan kedua tinjunya dapat memecahkan air yang sudah aku perkuat." Batin Daria.
"Semua sisa air dari cumi itu juga ia bekukan dengan panahnya... apakah tidak ada harapan lagi...? Apakah aku akan mengorbankan nyawaku demi keselamatan Nona Marina...!?"
Daria bangkit dari atas tanah lalu ia memunculkan aura air yang mengeluarkan banyak gelembung, Ako tetap melakukan kuda-kuda bertarung untuk melawan Daria dan bersiap-siap menciptakan lubang di dadanya itu.
Semua gelembung itu melesat maju menuju arah Ako yang mulai menghantamnya satu per satu dalam penerbangan menuju Daria yang tercengang sampai wajahnya menerima satu pukulan dari Ako.
Pukulan itu merusak wajahnya sampai meninggal luka babak belur yang terlihat tidak cantik bagi dirinya, Daria mulai menyentuh daratan sampai darah di wajahnya mulai berjatuhan.
"Grrgghh..." Daria memunculkan gelembung besar di hadapannya sehingga ia tidak sengaja melihat wajah jeleknya karena terluka cukup parah karena pukulan yang Ako lepaskan.
"Wajahku... apa yang kau perbuat... dengan wajahku!?" Daria merasa sakit hati ketika melihat wajahnya yang begitu cantik jadi hancur karena menerima pukulan dari Ako.
Matanya mulai menjatuhkan air mata sampai menyebabkan hujan badai di planet yang mereka tempati, Ako mulai merasakan kekuatan Daria meningkatkan lagi dan lagi karena kesedihannya.
__ADS_1
"Wajahku...!!! Wajah cantikku...!!!" Teriak Daria keras sampai melepaskan gelombang air menuju arah Ako tetapi ia berhasil menciptakan pelindung yang menahan serangan itu.
"Berani-beraninya kau...!!!" Daria merasa sangat kesal sehingga daratan mulai mengeluarkan banyak gelombang air yang terlepas ke atas langit sampai menjatuhkan tetesan hujan yang cukup cepat.
Tetesan hujan itu menembus tubuh Ako sampai meninggalkan banyak luka lubang kecil yang melukai dirinya, ia telah terjebak di dalam serangan yang terbuat darinya yaitu tetesan hujan dengan tekanan besar.
"God Lenergy itu... menembus pertahananku..." Ako tertekan dengan tetesan hujan itu sampai menciptakan pelindung yang sangat keras dan besar untuk menahan semua serangan itu.
"Alchemic Shield...!!!" Ako menciptakan perisai dengan Lenergy yang ditransfusikan menjadi alkimia yang mampu menahan serangan fisik, sihir, dan non-tipe.
Perisai itu berhasil menahan semua tetesan hujan itu tetapi ia menerima sambutan gelombang air yang mengenai perutnya dari depan sampai terpental ke belakang lalu memuntahkan banyak darah.
"Jika aku tidak mengakhirinya... dia pasti akan menyebabkan kebanjiran besar di planet ini!" Ako menciptakan perisai Alkimia lainnya untuk menahan tetesan air hujan dan gelombang es yang dilepaskan oleh mulut Daria.
"Kau menghancurkan kecantikan diriku...!!! Akan aku hancurkan segala yang kau miliki!!!" Teriak Daria sampai ekspresinya terlihat kaget ketika melihat Ako muncul di hadapannya dengan tatapan mengancam.
Daria melancarkan satu tendangan kepadanya tetapi Ako berhasil menghindar lalu melancarkan satu pukulan yang menembus tubuh Daria yang terbuat dari air itu untuk menghindari serangan apapun.
"Jadi begitu ya... amarah yang kau hasilkan karena wajahmu itu, aku mengerti dengan jelas." Ako mundur ke belakang lalu melepaskan dorongan aura besar melalui kedua tapaknya sampai mendorong Daria ke belakang.
"Hikari Rangetsurin!"
Ako menciptakan katana sihir dan melakukan serangan fisik serta sihir berelemen cahaya yang kuat dan mampu mengenai musuh 100% dan menyerap ketahanan musuh. Serangan ini diskalakan berdasarkan utuhnya tingkat pertahanan dan jiwa musuh.
Sarung dari katana itu mulai ia pegang menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya hanya memegang erat gagang dari katana itu sampai ia mulai fokus ke depan dengan tatapan mengancam.
"Akan aku akhiri... Nobu bilang bahwa kita tidak boleh menyebabkan kekacauan apapun yang membahayakan kehidupan orang tidak bersalah!" Ako melesat ke depan selagi memegang erat gagang katana itu.
"Jangan sombong dulu, gadis sialan...!!! Bayar kehancuran yang kau sebabkan pada wajahku dengan nyawa sesatmu itu...!!!" Daria melepaskan dua gelombang tsunami melalui kedua tapaknya.
Ako hanya bisa terbang maju ke depan sampai tubuhnya menembus ombak itu lalu menerima tamparannya sampai kulitnya terkupas tetapi ia tetap maju sampai berhasil keluar dari dalam ombak itu.
Dengan kecepatan tak kasat mata, Ako sudah berada di belakang Daria dengan bilah katana yang pelan-pelan ia masukkan kembali ke dalam sarungnya sehingga hujan badai berhenti begitu saja.
"Nikmati surga yang kau percayai... kebalikan surga dan kebalikan air... Neraka dan api." Ucap Ako.
Ketika katana itu masuk ke dalam sarung tersebut, kepala Daria langsung terjatuh sampai lehernya mengeluarkan banyak darah ke atas sampai menciptakan hujan kecil yang mengotori tubuhnya dengan darah.
"Selesai sudah."
__ADS_1