
Arwah mereka baru saja disucikan oleh surga yang dilihat oleh Kou, menggapai surga adalah potensi asli dari keturunan Comi yang sebenarnya dimana mereka sekarang sudah sepenuhnya mendapatkan berkah dari surga secara langsung. Prosesnya tidak memakan waktu yang begitu lama karena pandangan mereka hanya bisa melihat Korrina yang perlahan-lahan menghilang menjadi awan emas, mengembalikan arwah mereka kembali ke dalam tubuh yang sebenarnya bahkan sampai mengejutkan diri mereka sendiri.
Kejutan yang terasa seperti mimpi, mimpi dimana mereka tiba-tiba jatuh dari gedung yang begitu tinggi bahkan sampai membuat sebuah reaksi kepada tubuh asli mereka. Haruka dan Honoka hanya bisa merasakan mimpi tetapi mereka mengingat mimpi itu, berbeda dengan Kou dimana arwahnya benar-benar mengunjungi surga sebentar hanya untuk menggapai surga itu sendiri bersama kedua saudaranya, pada akhirnya Rokuro membantu Haruka untuk duduk di atas kursi dan menenangkan dirinya yang bernafas berat.
"Haruka... apa yang terjadi? Apa kau baik-baik saja?" Tanya Rokuro, ia memberi satu gelas air kepada Haruka sehingga ia dikejutkan dengan kedua iris mata Haruka yang berubah menjadi warna biru muda, masih terdapat lambang waktu tetapi ia tidak pernah melihat dirinya bisa mengubah warna matanya menjadi biru muda seperti itu, melihatnya saja membuat dirinya merasakan perasaan yang begitu baru.
"Entahlah... tiba-tiba pandanganku kabur seketika, membawa diriku ke sebuah mimpi dimana aku melihat semua saudaraku bahkan Mama disana, terasa begitu baru bahkan... itu mungkin Heaven yang pernah diceritakan oleh Mama, keturunan Comi yang menggapai Heaven akan mendapatkan kekuatan di dalamnya... memberikan harapan yang begitu cerah di masa depan jika layak dalam menggunakan Heaven..." Haruka menutup kedua matanya sebentar lalu ia menatap Rokuro dengan ekspresi yang terlihat sedih karena melihat kembali Korrina membuat dirinya merasa rindu.
"Heaven...?"
"Potensi asli dari Comi, Heaven untuk mereka yang mati tanpa sia-sia... kematian seseorang yang layak, seseorang yang rela untuk memberikan semua yang mereka miliki untuk melakukan hal yang positif, arwah mereka hidup tentang di dalam Heaven agar bisa menikmati waktu kedamaian mereka yang begitu tinggi dan besar. Heaven sendiri adalah tempat tinggal kami, hampir sama seperti sebutan habitat... itu adalah tempat tinggal terakhir untuk kami semua." Haruka menatap Rokuro dan ia terlihat begitu kebingungan, ia tidak pernah mendengar surga yang dimaksud oleh garis keturunan satu ini karena ia hanya mengetahui surga adalah tempat terakhir yang terasa nyaman.
"Tadi aku melihat Mama... ia menggapai tangan kami sampai tubuh kita disinari dengan cahaya emas, setelah itu... aku tidak mengingat apa yang terjadi selanjutnya, aku bersama kedua adikku sempat duduk di atas awan emas, melihat semesta Touriverse yang begitu besar dan indah ketika dilihat melalui surga... mungkin mimpi tadi adalah sebuah tanda bahwa Touriverse hidup dengan damai dan aku yakin Mama akan pulang, tidak lama lagi." Haruka tersenyum kepada Rokuro lalu ia memeluk dirinya, Rokuro tidak bisa berkata apa-apa lagi jadi ia memilih untuk diam saja dan mencari tahu tentang potensi Heaven kepada orang tuanya.
Honoka baru saja bangun dengan kepala yang terasa lebih ringan, entah apa yang ia lihat di mimpinya tetapi ia setidaknya merasa bersyukur untuk bisa berkumpul bersama keluarga terutama lagi Korrina terlihat berbeda di mimpinya tadi, sudah cukup untuk membuat Honoka merasa tenang dan lega sampai memiliki kepercayaan besar bahwa ia akan pulang suatu saat nanti. Honoka baru saja ingat untuk melihat layar statistik detak jantung Kou yang sekarang terlihat normal, jantungnya mulai berdetak seperti biasanya.
"Kou..." Honoka tersenyum lalu ia mendekati Kou yang sudah terbangun dengan ekspresi yang terlihat bingung, surga yang baru saja ia lihat entah kenapa membuat dirinya bingung bahkan kekuatan The Mind masih dipertanyakan bagi dirinya, Honoka dikejutkan dengan Kou yang sudah bangun bahkan ia langsung memberi dirinya sebuah pelukan karena ia merasa begitu bersyukur untuk melihat adiknya yang sudah merasa baik-baik saja.
"Kou! Syukurlah! Kamu sudah bangun!" Honoka membantu Kou untuk duduk lalu ia pergi menuju ruang tamu untuk membuka kulkas dan mengambil hidangan madu dingin yang pas untuk tubuhnya yang dipenuhi keringat itu, kelamaan tidur membuat tubuh Kou menjadi gerah bahkan Honoka sampai menunjukkan semua hidangan itu kepada Kou dan ia tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Ehh...? Tidak mau?"
Kou menggelengkan kepalanya lalu ia menulis sesuatu di catatan-nya, ia merasa kenyang akhir-akhir ini dan kondisinya sudah membaik bahkan ia sempat menunjukkan tubuhnya yang masih dipenuhi dengan garis merah tetapi Honoka melihat sesuatu yang berbeda yaitu tanda surga di dadanya bahkan kedua mata Kou juga menunjukkan warna yang berbeda, ia baru sadar karena mimpi yang ia lihat tadi itu seperti surga.
"Heaven... ya...?"
Kou mengangguk lalu ia mencabut semua selang yang menempel di seluruh tubuhnya, ia sudah merasa baikan berkat istirahat penuh selama tiga hari dan tubuhnya terasa lebih bugar sekarang. Kou mulai memegang baju Honoka bahkan membuka-nya, membuat Honoka tersipu lalu ia memegang tangan Kou.
"K-Kenapa, Kou...? Penasaran dengan tubuh Kakak...?" Kou mulai turun dari kasur-nya lalu ia mulai menatap Honoka dengan tatapan polos-nya sehingga Honoka tiba-tiba mendengar suara di dalam pikirannya, suara itu berasal dari Kou yang menggunakan kekuatan pikirannya untuk berbicara dengan dirinya agar ia bisa mengerti dengan situasi yang saat ini mereka hadapi, Kou meminta Honoka untuk membuka bajunya sebentar agar ia bisa melihat tanda Heaven itu.
"Kou... apakah Kakak baru saja mendengarmu berbicara...?" Honoka baru saja sadar bahwa mulut Kou bergerak cukup pas dengan suara yang ia dengar di dalam pikirannya.
"Ahh~ Imutnya, coba katakan sekali lagi, ayo-ayo, apakah ini efek dari Heaven...?! Kamu bisa berbicara sekarang!" Honoka mengangkat tubuh Kou lalu ia menutup wajahnya karena malu, ia tidak ingin mengeluarkan suaranya yang terasa begitu lemah lembut bahkan ia tidak bisa berbicara terlalu lama menggunakan suaranya karena masih terasa menyakitkan untuk tenggorokan-nya.
"Coba katakan Kakak..."
"Ka-Kakak..." Ketika mendengar suara Kou, itu membuat hati Honoka meleleh, ia bahkan tidak bisa menahan diri untuk tidak memeluknya karena adiknya yang begitu mungil dan imut. Kou menggunakan kesempatan itu untuk melepas kancing Honoka agar ia bisa melihat kulitnya, ternyata selama ini Heaven benar-benar sudah mereka gapai karena Honoka memiliki lambang itu di bagian bahu kirinya dengan kutukan merah bermotif bunga yang menyelimuti tubuh bagian kanannya juga.
Kou meminta Tech untuk mengambilkan sebuah kaca kecil lalu menunjukkan lambang itu kepada Honoka sehingga ia terkejut ketika melihat lambang dari Heaven, ia tidak menyangka mimpi tadi mungkin saja asli dan jika ia berpikir lebih jelas lagi maka Kou bisa saja membawa dirinya bersama Haruka ke dalam mimpi dengan kekuatan dari The Mind, Korrina pernah bilang bahwa Heaven adalah potensi asli yang sulit untuk dimiliki karena harus menggapai surga.
__ADS_1
"I-Itu artinya... mimpi yang Kakak lihat adalah surga...? Apakah tangan Mama adalah surga...?"
"Bukan tangan Mama saja... semua anggota tubuh Mama adalah surga untuk kita..." Ucap Kou pelan, Honoka menatap kedua tapak tangannya dan ia tidak bisa merasakan kekuatan apapun kecuali perasaan yang begitu berbeda, tubuhnya terasa begitu ringan dan juga dingin, kedinginan yang dihasilkan dari udara surga yang ia rasakan di mimpi sejak itu dan Honoka sendiri bisa melihat warna iris matanya sudah berubah menjadi warna biru muda.
"Heaven ya... perasaan yang begitu suci dan berbeda, aku senang bisa melihat kamu sehat-sehat saja, Kou. Itu artinya kamu bisa melihat, mendengar, dan berbicara seperti kita 'kan? Apakah terasa sakit?" Tanya Honoka.
"Aku hanya bisa berbicara... kepada Kak Honoka dan Kak Haruka saja... pikiran kita sudah bersatu dengan surga..."
"...otomatis yang kita rasakan sama, aku terhubung dengan kalian, hanya aku saja melalui pikiran ini." Kou tersenyum lalu ia memakai pakaiannya kembali untuk menutup tubuhnya yang dipenuhi dengan garis kutukan, ia mulai melakukan aktivitasnya seperti biasa dengan meminta Honoka untuk merawatnya kembali yang masih belum pulih karena ia takut penyakit itu bisa saja datang secara tiba-tiba jadi ia menikmati hidangan yang dibuat oleh Arata, setelah itu ia meminum obat yang cukup banyak kali ini bahkan mencoba sekuat mungkin untuk tidak muntah.
Honoka dan Kou seperti biasanya saling membagi kasih sayang seperti adik dan kakak, menunggu Haruka untuk pulang dari kencan-nya bersama Rokuro. Kou merasa penasaran dengan lambang Heaven milik Haruka yang sudah pasti terletak di arah yang berbeda dengan Honoka, sisi bahu lainnya karena ia memiliki kutukan di bagian itu.
Di siang hari mereka mulai menikmati makan siang sambil menonton layar virtual yang menunjukkan acara dan siaran langsung dari berbagai macam kegiatan, Tech tiba-tiba memunculkan layar lain untuk menunjukkan berita yang saat ini sedang panas-panasnya karena di musim sejuk yang seharusnya dipenuhi dengan kedamaian terdapat pembunuh berantai yang merengut nyawa seluruh penjahat dan perampok.
"Astaga... lagi-lagi dia bersikap bodoh..."
"Dia...? Kakak kenal...?"
"Pacarmu itu loh..."
__ADS_1
"Ehh...? Shuan...?"