
"... ...!" Megumi memasang tatapan yang terlihat kaget ketika mendengar berita buruk dari Kou.
Semuanya terdengar sangat buruk bahkan ia sendiri langsung menangis lalu memeluk Kou erat, ia tidak bisa melakukan apapun selain mendampingi dirinya dan mencoba untuk menyembuhkan penyakitnya.
Hari ini, Megumi mendapatkan peringatan dari Kou bahwa waktunya sangat terbatas sampai ia tidak bisa melakukan apapun kecuali menerimanya karena tujuan terakhirnya berhasil tercapai.
Melihat Shinobu yang sudah siap untuk menantang dunia kejam ini dengan kekuatan dan harapannya sendiri, saat ini Shinobu masih tertidur di sebelahnya dengan damai.
Berbeda dengan Megumi dan Kou yang terus merasa sedih, sejujurnya Megumi tidak ingin melihat Kou pergi begitu cepat sampai ia benar-benar melihat perubahan yang begitu besar dari Shinobu.
"Aku... bisa melihatnya kok... dari atas sana... aku akan tetap... melihat Shinobu berjuang..." Kou tersenyum lalu ia menghapus air mata Megumi.
"Terima kasih... Ibu... Ibu sudah cukup untuk memenuhi kepuasanku untuk di dampingi oleh Mama..."
"...aku jadi mengingat diriku di masa lalu yang sering sakit dan terus di dampingi oleh Mama, tetapi sekarang... beliau masih belum pulang karena sedang mengurus sesuatu di luar jangkauan."
"Tetapi... aku sudah siap... setidaknya... aku bisa... bertemu dengan Kak Honoka... dan Mama di atas sana..."
"...kepergianku... aku harap tidak memberikan luka bekas di hati... aku sendiri merasa bersalah harus meninggalkan kalian semua..."
"...semuanya... Kakak Haruka... anakku Koneko... masih banyak lagi... aku juga tidak sempat... memperbaiki semuanya..."
"...aku akan gugur... dalam keadaan di benci oleh semua orang... ratu Touriverse... bagaikan pengkhianatan..." Kou mulai menangis sampai suaranya perlahan-lahan menghilang.
Kou mencoba untuk berbicara tetapi suaranya tidak keluar lagi, kondisinya telah kembali seperti dulu dimana ia tidak bisa berbicara, melihat, dan mendengar tetapi pikirannya tetap membantu dirinya.
Kou mengambil sebuah catatan dan pulpen lalu ia menulis sesuatu di dalamnya, melihatnya saja membuat Megumi bertambah semakin sedih karena ia mengingat Kou dulunya seperti ini.
"Kutukan itu... sudah kembali ya..."
Kou mengangguk pelan lalu ia menunjukkan catatan itu kepada Megumi, [Permintaan terakhirku... aku ingin semua orang bisa berkumpul di sini...]
[Mereka yang aku kenal dan sayangi... aku ingin menutup kedua mataku dengan tenang... di sekeliling orang-orang yang terus mendukung diriku...]
Megumi memegang erat tangan Shinobu lalu ia mengangguk, dirinya segera pergi meninggalkan kabin itu untuk memberitahu berita menyedihkan kepada semua orang yang dekat dengan Kou.
Megumi juga tidak akan membawa mereka semua ke dalam kabin itu sampai Kou selesai menjelaskan semuanya kepada Shinobu, semoga saja hari ini Shinobu dapat menerima semua hal yang buruk.
Tech tentunya sudah mengetahuinya karena ia sendiri yang pertama mendapatkan berita itu, ia mulai mendekati dirinya lalu menundukkan kepalanya untuk menunjukkan rasa loyal yang begitu besar.
"Sungguh penuh dengan kehormatan untuk bisa bekerja dengan Anda, nona Kou... sayangnya penyakit dan kutukan itu terus bertambah parah..."
"...situasi ini sama seperti nona Korrina dulu ya, Anda semua meninggalkan saya dalam waktu yang sangat lama." Walaupun Tech hanya sekedar sistem dan Android, ia tetap memiliki perasaan karena sudah lama bersama mereka.
"Rasanya pasti sepi sekali... untuk saya dan putri kecil tentunya..."
Kou hanya bisa tersenyum lalu memberi Tech sebuah pelukan yang erat, usapan yang ia berikan di bagian kepala sudah cukup Tech ketahui sebagai ucapan terima kasih yang besar.
Sekarang, Tech hanya perlu memenuhi permintaan terakhir Kou yang mulai menunjukkan sebuah catatan kepada dirinya.
[Tugas terakhirmu... tolong jaga Shinobu... sampai akhir...]
"Permintaan terakhir Anda akan saya laksanakan, bisa di bilang itu adalah tujuan saya juga." Tech menunjukkan rasa loyal terlahirnya kepada Kou lalu ia mundur beberapa langkah untuk menjadi penjaganya.
Kou menatap foto Korrina di hadapannya, "Setidaknya... aku merasa bahwa Mama berada dekat denganku ketika Megumi merawat diriku..."
"...terima kasih, semoga saja Mama dapat melihat rekaman itu... aku pastinya akan merindukan Mama karena sejak kecil sudah di tinggal."
"Aku tidak merasa benci atau kesal... semua itu adalah pilihan yang terbaik... setiap detik kehidupan yang aku rasakan mengandung banyak rasa bersyukur sampai sekarang..." Kou menatap Shinobu.
"...aku memiliki harapan besar ku sendiri." Kou memberikan Shinobu sebuah kecupan di bagian pipi.
Beberapa menit kemudian, Shinobu bangun lalu melihat Kou yang berbaring di sebelahnya dengan ekspresi yang terlihat pucat.
"M-Mama...! Apakah kamu baik-baik saja?! Tunggu, biarkan aku mengambil air---" Kou langsung menghentikan semua perkataannya dengan memegang erat matanya.
Mereka berdua saling bertatapan, Kou langsung melebarkan kedua matanya untuk menggunakan The Mind sampai alam sadar mereka berpindah menuju dunia yang begitu cerah dan suci.
"...ehh?" Shinobu menatap sekelilingnya lalu ia melihat Kou berdiri tepat di hadapannya dengan kondisi yang terlihat baik-baik saja.
Berbicara secara langsung dengan keadaannya seperti tadi pasti akan sulit jadi Kou menggunakan kemampuan The Mind untuk terakhir kalinya agar bisa membawa Shinobu menuju dunia ini untuk membahas sesuatu.
"Mama... ini dunia imajinasi ya..."
"Itu benar... kamu memang pintar ya." Kou terkekeh lalu ia menciptakan sebuah kursi di sebelahnya sehingga mereka saling duduk bersebelahan selagi menatap pemandangan yang begitu indah.
"Indah ya?"
"Hm... sangat indah..."
"Mama."
"Iya, nak?"
"Lihatlah tempat ini... sangat indah dan menenangkan pikiran bukan?"
"Hm... Mama, aku berhasil... untuk mendapatkan kepercayaan Mama bukan?"
"Sejak awal Mama sudah mempercayakan harapan yang begitu besar darimu."
"Aku sudah menunggu saatnya dimana kamu pulang dengan luka pertarungan... bukan luka penindasan dari mereka yang menganggap dirimu hina."
"Nenekmu... beliau memanggil diriku. Apakah kamu bisa mendengarnya?" Tanya Kou.
Jantung Shinobu berdetak cepat seketika sampai ia merasakan kesakitan yang besar di dalam hatinya ketika Kou berbicara seperti itu karena ia mengetahui jelas apa yang coba ia katakan.
Mungkin penyakit dan kutukan itu kali ini sudah tidak bisa di sembuhkan karena bertahun-tahun Kou tahan dan serahkan kepada Shuan tetapi karena Shuan gugur maka kutukan itu kembali kepada dirinya.
Tidak ada harapan tersisa untuk menyelamatkan dirinya kali ini, semua orang perlu menerima takdir ini dimana Kou akan pergi sebagai Ratu Touriverse yang mereka kenali sebagai yang terbaik karena sudah banyak membantu.
"Aku tidak memiliki banyak waktu, nak..." Kou mulai menyentuh kepala Shinobu lalu membantu dirinya untuk berbaring di atas pahanya.
"Begitu ya... tidak apa-apa." Shinobu menerimanya dengan sebuah senyuman kecil ia tunjukan tetapi hati dan perasaannya benar-benar sudah hancur berantakan.
Semua penderitaan dan kesakitan yang ia rasakan berkumpul menjadi satu sampai ia ingin menangis tetapi tidak bisa karena janji yang ia buat kepada Kou bahwa dirinya tidak akan pernah menangis melainkan terus bertahan kuat.
"Aku menyebabkan banyak kesakitan membekas di dalam dirimu ya..." Kou mengelus kepalanya pelan-pelan.
__ADS_1
"Tidak kok... itu memang sudah kesalahanku sendiri..."
"Terima kasih..."
"Ehh...?"
"...karena sudah bersyukur dan tetap melanjutkan kehidupan sulit ini, kita melakukannya bersama."
"Aku dulu sama seperti dirimu..." Pemandangan yang mereka lihat di depan berubah seketika menjadi sebuah kenangan dimana Kou lahir dengan banyak garis kutukan.
Shinobu melihat semua kenangan Kou yang buruk sejak bayi sampai berumur empat tahun, ia harus menahan semua penyakit dan kutukan itu sampai menyusahkan orang lain.
Penderitaannya jauh lebih sulit di bandingkan dirinya karena ia tidak bisa berbicara, mendengar, melihat, dan hal lainnya. Ia layaknya seperti arwah yang mengendalikan wadah tak berfungsi.
"Aku menikmati kehidupan ini... tidak selalu buruk karena setiap keburukan pasti akan memunculkan kebahagiaan untuk kita..."
"...anggap saja kehidupan itu seperti roda yang berputar, kamu tidak akan selalu berada di puncak melainkan kembali jatuh ke bawah... siklus itu akan terus berputar sampai kamu merasakan kedua hal tersebut."
"Aku sangat senang melihat dirimu lahir... Sejak bayi ukuranmu sangat kecil sekali seperti botol air minum." Kou terkekeh sampai kenangan yang mereka melihat menunjukkan bayi Shinobu di gendong oleh Kou.
"Mungkin... sudah saatnya untuk merasakan ketenangan dan kebahagiaan untuk selama-lamanya."
Kenangan itu sekarang menunjukkan bayi Shinobu yang sedang di pasang tangan dan kaki buatan Kou yang begitu kecil sampai ia merasa sangat senang karena ia bisa bergerak dan berjalan.
"... ..." Shinobu hanya bisa diam selagi menatap dirinya ketika bayi.
"Kamu adalah bayi yang ceria ya ketika bersama Mama... hanya saja dirimu berubah begitu cepat ketika bertemu seseorang yang tidak di kenal, rasa malu yang berlebihan sampai menjadikan dirimu menggemaskan." Kou terkekeh.
"Kamu tidak mau menangis...? Mama memperbolehkannya kok."
"Tidak mau... sebuah janji adalah janji..." Shinobu tersenyum pahit.
"Kamun benar-benar kuat ya... Legenda terkuat sejak bayi karena tetap melanjutkan kehidupan itu..."
"...kamu tidak perlu menahan diri, hanya hari ini saja... biarkan Mama melihatmu menangis."
Shinobu menggelengkan kepalanya karena sebuah janji tidak ingin ia hancurkan begitu saja karena ia ingin tetap terlihat kuat dan tangguh di hadapan ibunya yang akan pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya.
"Terima kasih... karena sudah menepati janji itu sampai akhir, pasti terasa sangat menyakitkan untuk menahannya." Kou mengelus pipi Shinobu yang memiliki bekas luka bakar.
"Aku harap... Mama bisa bertemu dengan Papa, Tante Minami, Tante Honoka, dan Nenek di atas sana... berikan pesanku pada mereka..."
"...aku baik-baik saja."
"Mm... pasti..."
Kou menunjuk ke depan, mereka melihat kenangan terakhir mereka di atas bunga matahari yang begitu indah, mereka berdua saling berpelukan dan menunjukkan ekspresi yang terlihat begitu bahagia.
Shinobu melihat partikel emas mulai terlepas dari dalam tubuh Kou sehingga ia bisa melihat dirinya menghilang menjadi partikel emas yang beterbangan ke depan.
Alam sadar Shinobu kembali seketika sampai ia melihat banyak sekali orang yang ia kenal mulai berkumpul dan mengelilingi kasur itu dimana Kou sedang tertidur selagi menatap mereka dengan sebuah senyuman.
Ekspresi terlihat bahagia dan ia tidak menunjukkan tanda seperti orang yang sakit melainkan sehat karena tubuhnya perlahan-lahan berubah menjadi Astral, ia mulai menatap mereka semua yang sudah mengharapkan banyak hal kepada dirinya.
Dengan satu pikiran terakhir, Kou menggunakan The Mind untuk berbicara dengan mereka semua melalui pikiran sampai mereka dapat mendengar suaranya dengan jelas dari dalam pikiran.
"Aku tidak menyangka akan melihat banyak sekali orang yang aku sayangi dan cintai datang di satu tempat untuk melihat kepergian diriku..."
Shira, Arata, Haruki, Yuuna, Haruka, dan Shizen tentunya datang bersama keluarga mereka untuk melihat kepergian ratu Touriverse yang sudah banyak membantu mereka dalam keadaan sulit.
"Waktuku telah menginjak angka nol... sekarang aku mengerti, semua orang sangat baik dan mau menerima diriku yang cacat ini... untuk menjadi ratu Touriverse yang mencoba sekuat mungkin untuk membantu mereka."
Yang mempercayai dan mendampingi Kou hanya sedikit, bisa di bilang keluarga kecil Yuusuatouri sedangkan semuanya sudah pasti tidak peduli terhadap Kou yang awalnya berpikir dia mengkhianati mereka.
"Kalian sangat baik bahkan aku ingin menangis ketika melihat kebaikan dan penerimaan kalian terhadap diriku..."
"...kalian adalah Legenda baik hati yang sangat aku sayangi, aku sangat senang untuk bisa bekerja sama dengan kalian semua."
Mereka semua sudah pasti akan meneteskan banyak air mata mengetahui seseorang yang sudah membantu mereka cukup banyak akan pergi begitu saja.
Shira hanya bisa diam ketika mendengarnya sedangkan Megumi menangis selagi mengelus kepala Shinobu agar ia tidak ikut menangis juga karena dirinya sudah berjanji tidak akan pernah menangis selama seumur hidup.
Arata tentunya terus memasang tatapan datar walaupun matanya terus menjatuhkan air mata, di dalam dirinya terdapat Kuro yang sedang mendengar selagi meneteskan air matanya juga karena ia sangat menghormati Kou.
Ophilia menangis karena Kou bisa di bilang pengganti sahabat masa kecil yang terbaik, ia juga sudah membantu dirinya untuk memperbaiki mentalnya yang hancur.
Reputasinya juga tetap di bantu oleh Kou sampai ia tidak mendapatkan banyak benci, berbeda dengan Kou, Hana juga sempat menangis karena ia telah kehilangan seorang teman dekat yang berjuang bersama dalam akademi Solicitation.
Haruki bersama Chloe ikut menangis karena mereka mengenal Kou sebagai Legenda yang sangat membantu sejak itu, Asriel bersama istri Mitsuki juga ikut menangis karena mengenal Kou dekat sejak akademi itu.
Yuuna dan Shizen tidak jauh berbeda, semua teman dan sepupunya juga mengalami hal yang sama yaitu kesedihan terhadap Kou, semuanya berjalan begitu singkat sampai ia terpaksa harus pergi sekarang juga.
"Aku merasa bangga bisa membantu kalian dan meneruskan pekerjaan Mamaku sendiri..."
"...semua orang lahir... akan bertemu dengan takdir kematian pada saatnya... semuanya memiliki arti tersendiri terhadap kehidupan itu..."
"...selanjutnya, kita bisa bersatu suatu saat nanti di kehidupan selanjutnya... semoga saja kita masih bisa bersatu dan dekat seperti keluarga..."
"...menghabiskan waktu bersama lalu menciptakan lebih banyak kenangan... maafkan aku karena selalu merepotkan kalian semua sampai membawa masalah itu kepada kalian."
"Penuh dengan penderitaan dan kecemasan... setidaknya aku sudah mencoba sekuat mungkin untuk memperbaiki semuanya sehingga sekarang aku harus... pergi..." Kou menatap mereka semua dengan ekspresi sedih.
"Lebih baik aku menghilang lebih cepat... agar tidak menyusahkan kalian... agar dunia ini tetap terjaga seperti biasanya..."
"...kenapa dunia ini selalu saja masuk ke dalam masalah dan konflik tanpa penyelesaian atau kebebasan apapun...?"
"Pada akhirnya... setiap pertanyaan dan misteri memiliki jawaban masing-masing... hanya perlu berusaha keras untuk menemukannya..."
"...meski tiada artinya dan keuntungannya, tidak masalah untuk melawan dunia yang begitu kejam lalu mengembalikan semua keinginan yang positif."
"Sebelum aku pergi... semua tujuan dan keinginan terakhirku telah sepenuhnya selesai..."
"...perjalanan hidupku berakhir dengan sebuah harapan yang mendampingi diriku di sebelah dan semua orang yang sudah mau menerima diriku."
Kou menatap Shinobu lalu ia menyentuh pipinya sampai Shinobu memegang erat telapak tangannya, "Kami akan mengharapkan... kehidupan yang lebih damai untuk Mama."
"Kemanapun Mama pergi... kami akan terus berharap agar Mama dapat hidup dengan tenang... kita pasti akan melindungi dunia ini dan memberikannya yang terbaik." Kata Shinobu.
__ADS_1
"Aku akan... Aku akan menjadi Legenda layak yang selalu Mama inginkan, walaupun banyak tantangan yang menantikan diriku... aku akan melewati semuanya!"
"Di saat... semuanya selesai... semoga saja aku dapat menggapai surga dan berbicara kepada Mama untuk mendengar segala hal yang Mama temukan."
"Itu seharusnya... Mama... Mama ingin mendengar... semua perjuangan dan usaha yang kamu dapatkan seumur hidup ini..." Kou meneteskan air matanya lalu ia tersenyum lembut.
"Terima kasih, Koneko..."
"...terima kasih, Shira... Megumi..."
"...terima kasih, Arata..."
"...Ophilia... Hana... Koizumi..."
"...terima kasih... Haruki... Yuuna... Chloe... Mitsuki... Marie... Konomi... Ako..."
"...terima kasih... Shizen... Bakuzen... Hinoka..."
Kou melihat Haruka memegang erat tangannya yang lain selagi menangis, "Kou..."
"Terutama... Kakak... Terima kasih karena sudah mau... bersabar dan menjaga diriku sejak kecil... aku menyayangimu."
"Hiks... maafkan aku... jika berbuat salah dan buruk kepadamu... aku harap kamu bisa menyampaikan pesan ini kepada yang lain..."
"...maafkan diriku..."
"Tidak apa kok... Kakak sudah melakukan yang terbaik..."
"...terima kasih, semuanya..."
Kou menatap Tech, "Terima kasih... karena sudah mau bersikap loyal kepadaku..."
"Tentu..." Kata Tech sehingga kedua matanya mengeluarkan oli.
Kou menatap Shinobu lalu tersenyum bangga.
"...aku mencintaimu, anakku..."
Kou menatap mereka semua.
"...dan aku mencintai kalian semua..."
Kou menatap ke atas.
"...terutama dunia ini..."
"...Legends... Never... Dies..."
""Legends Never Dies!""
Kou tersenyum untuk terakhir kalinya lalu memejamkan kedua matanya sampai lengannya yang terus menyentuh Shinobu terjatuh seketika yang mengartikan bahwa dirinya sudah gugur.
Perpisahan itu di akhiri dengan tangisan dan kesedihan yang begitu besar di dalam ruangan tersebut, mereka semua telah di tinggal oleh seorang Legenda yang sangat bisa di andalkan sejak itu.
Tanpa dirinya maka masa depan tidak akan pernah menjadi seperti ini, jika saja Kou berhenti berjuang dengan penyakitnya maka masalah Zoiru bisa saja pengakhiran dari segalanya.
Dengan ini, menyatakan Kou telah hidup dengan tenang di atas sana sampai para Legenda pemberontak yang selalu bersikap dingin dan kejam sampai menangis deras terutama Kuro sendiri.
***
Upacara pemakaman terjadi pada pukul sembilan, hanya sedikit yang mendampingi kuburan Kou dan tubuhnya sudah di kubur di dalam kuburan yang terletak dekat dengan Honoka.
Semuanya masih menangis karena tidak menerima perpisahan dengan Kou, semuanya terasa begitu singkat sampai kenangan yang mereka buat bersamanya masih belum cukup.
Dunia masih tetap bisa bilang hancur dan kacau karena perselisihan sampai mereka tidak sempat untuk menunjukkan kedamaian dan kesatuan kepada dirinya lagi.
Shinobu berdiri di hadapan batu nisan Kou selagi menyentuh daun sakura yang berwarna emas, "... ..."
"Setiap pertanyaan dan misteri memiliki jawaban tersendiri..." Ungkap Shinobu yang mengingat semua perkataan Kou.
"Setiap Legenda yang gugur akan hidup di jiwa Legenda lainnya... lihatlah diriku... Mama... aku akan menjadi Legenda yang layak dan kuat..."
"Mama mengajari diriku tentang berbagai macam hal dalam kehidupan dan dunia ini..."
"...jika tidak berusaha sekuat mungkin tanpa menggunakan hati atau perasaan maka kita tidak akan mengubah apapun..."
"...aku ingin membagikan sinar matahari yang aku miliki kepada dunia dan semua orang, setidaknya secara bertahap agar bisa mendapatkan kepercayaan mereka."
"Aku akan selalu membawa tekad dan perasaan besar dari Mama... kemanapun aku pergi... jalan apapun yang aku tempuh..."
"...di saat aku menggapai surga, aku ingin menceritakan banyak hal kepada dirinya." Shinobu tersenyum tipis selagi menatap daun emas itu.
Kepala Shinobu menerima sebuah elusan dari seseorang, ia segera melirik ke atas dan melihat Shira yang sedang menatap batu nisan itu dengan tatapan serius.
"Kami sangat berterima kasih kepada ibumu yang hebat itu, Shinobu. Dia adalah sesosok Legenda yang memiliki harga diri besar untuk tetap membangun kembali dunia ini."
"Di tubuh kecilnya, ia menyimpan banyak beban kehidupan dan masalah dari Touriverse itu sendiri, sama seperti Korrina Comi."
"Ini pertama kalinya aku melihat Kou merasa sangat bahagia seperti itu karena kehadiran dirimu... dia menumbuhkan sebuah sayap yang membawa dirinya menuju kebanggaan besar."
"Sekarang ia sudah terbang begitu tinggi sampai kita tidak dapat melihatnya lagi, ia melanjutkan perjalanan dan usaha baru di atas sana." Shira menatap ke atas langit yang begitu cerah.
Shira berjalan pergi meninggalkan Shinobu sendirian, "Di saat waktunya tiba..."
"...aku akan kembali menemui dirimu." Shira berhenti berjalan lalu ia melirik ke belakang sampai Shinobu menatap kedua tatapannya itu.
"Aku akan melatih dirimu menjadi seorang Legenda layak yang siap untuk mengatasi banyak hal agar ka bisa menemukan jalan dengan keinginanmu sendiri..."
"...aku harap kau siap, cucuku..."
"...Shinobu Koneko." Tubuh Shira menipis seketika sampai berubah menjadi cahaya partikel yang beterbangan ke atas langit.
"Hm... kehidupan tetap harus berlanjut, seperti roda yang berputar-putar." Shinobu menatap kuburan itu lalu ia menempati daun emas di atasnya sampai mengeluarkan sebuah foto dari kenangan terakhir dirinya.
"Aku akan berjuang sampai akhir, Mama."
Shinobu menatap foto itu untuk terakhir kalinya lalu tersenyum lembut, "Aku mencintaimu..."
__ADS_1
[Kou Comi - Gugur]
~Kalau mau lihat lanjutan chapter 776 bisa cek ******* saja~