
Kedua ras yang sama itu mulai menatap satu sama lain dengan ekspresi dingin mereka, [Shiratori Shiro] itu adalah nama dari sang Legenda Eternal yang berdiri di depan-nya saat ini. Shiro hanya bisa diam selagi mencoba untuk merasakan esensi milik Mortem serta batasan dari kekuatan-nya, ia merasakan kekuatan-nya terus meningkat.
Mereka tidak melakukan pergerakan apapun selain berdiri tegak saling menatap satu sama lain, itulah kemampuan ras Eternal dimana mereka sama-sama sedang mencari batasan kekuatan dari diri mereka masing-masing. Dari kejauhan Mortem bisa merasakan bahwa Shiro melepaskan cahaya negatif di sekitar wilayah tersebut.
Mereka sudah saling menatap selama berjam-jam, tidak ada satupun pergerakan yang berubah. Mereka masih terus berdiri tegak, hanya kekuatan yang terus bertambah... Itulah yang mereka rasakan saat ini, sepertinya Shiro memiliki kekuatan yang sama kuatnya dengan Shira tetapi efek serta kekuatan-nya jauh lebih berbeda.
Mortem bisa melihat gerhana matahari yang saat ini terjadi di atas langit, semua ras Eternal yang berada di belakang mereka masih mencoba untuk membunuh satu sama lain karena gerhana matahari itu dapat memberi nafsu untuk membunuh dan bertarung secara permanen, Mortem juga bisa merasakan aura-aura yang mengerikan dari gerhana matahari itu.
"Shira yang memiliki esensi sempurna cahaya dan sisi Eternal-nya yang memiliki esensi sempurna dari cahaya gerhana matahari... Sepertinya pertarungan ini dapat memberikan diriku pengalaman yang lebih ketika sempat untuk bertarung melawan Shiratori Shira." Ungkap Mortem, beberapa keringat akhirnya mengalir dari tubuh-nya membuat Shiro tersenyum jahat.
Mortem memejamkan kedua matanya lalu membuka-nya lagi sampai Shiro melebarkan matanya ketika melihat kedua mata Mortem yang memancarkan cahaya merah darah dan biru tua secara bersamaan, sihir Sacred dan Crimson yang muncul secara bersamaan itu mampu membuat Shiro berkeringat sekarang.
"Mungkin tubuh ini..." Shiro memulai pembicaraan sambil menatap tubuh-nya sendiri dengan arogan. Mortem bisa merasakan sikap perfeksionis dan narsis di dalam dirinya yang sangat berkebalikan dengan Shira.
"Tubuh ini adalah anugerah dari dewi sendiri... Aku harus berterima kasih kepada seseorang yang sudah memberi diriku tubuh hebat seperti ini. Legenda yang bernama Shiratori Shira itu sepertinya mendapatkan kutukan Eternal karena memakan rambut dari seorang Legenda yang memiliki kutukan Eternal ya... Hmph, intinya kelahiran-ku ini pasti memiliki sebuah tujuan..." Shiro tersenyum sinis.
"Tujuan apa itu...? Hmmmm... Mungkin menggunakan tubuh hebat ini sampai diriku puas, contohnya seperti membunuh siapapun yang aku inginkan... Termasuk dari sisi kepribadian-ku yang lain yaitu Shiratori Shira. Aku juga harus berterima kasih kepada-nya dan aku akan memberinya hadiah..."
"...Tiket menuju dunia kematian." Kedua mata Shiro memancarkan cahaya yang gelap tetapi Mortem hanya bisa diam dan mendengarkan omongan arogan yang sering diucapkan oleh bangsa Eternal.
"Kau terlihat cukup percaya diri. Aku akan mengabulkan permintaan-mu atau tujuan yang baru saja kau katakan, membunuh siapapun ya... Aku memiliki beberapa tempat yang cukup bagus bahkan tempat itu bisa saja membuat hasrat membunuh-mu puas." Mortem mencoba untuk menawarkan Shiro sebuah tempat yang pantas ia gunakan untuk membunuh.
"Kau tidak perlu memberiku kode apapun, wanita. Jika kau berbicara seperti itu maka kata-kata selanjutnya yang akan kau ucapkan pasti... Kerja sama bersama dirimu bukan...? Aku tidak tertarik untuk bekerja sama dengan siapapun, aku hanya ingin membunuh apapun dengan seorang diri." Shiro tersenyum sinis.
__ADS_1
Sepertinya Shiro sadar dengan situasi seperti ini, Mortem hanya datang untuk mengajak Shiro lalu mencoba sekuat mungkin agar ia mau bekerja sama dengan dirinya untuk menciptakan perang antar semesta. Walaupun Mortem sudah menjelaskan tentang perang antar semesta itu, Shiro merasa tidak tertarik karena dia akan melakukan perang itu seorang diri dan membunuh kedua pihak maupun itu keburukan dan kebaikan.
Sikap arogan dan sombong-nya itu mampu membuat Mortem merasa kesal, ia tidak menyangka bahwa ras Eternal seperti dirinya memiliki ego yang sangat besar. Tidak ada cara lain selain menggunakan cara kasar agar ia mau bekerja sama dengan dirinya.
"Hohhhhh...? Aku merasakan aura berbeda di dalam diri-mu, untungnya diriku sangat sensitif dengan seseorang yang memiliki niat untuk bertarung denganku." Shiro tersenyum sinis, ia segera melepaskan baju atasan-nya dan bersiap untuk bertarung melawan Master.
"Mari kita tes tubuh hebat ini, apakah aku akan mendapatkan kekuatan Legenda yang tidak memiliki batasan...? Ini pertama kalinya aku bisa bertarung melawan seorang dewi dengan darah Eternal seperti-mu, aku akan langsung membunuhmu saja." Shiro mengepalkan kedua tinju-nya.
"Baiklah, sepertinya kau sudah tahu apa aku mau, pertarungan ini akan berakhir dengan sebuah kematian bagiku tetapi pengampunan untuk-mu karena aku membutuhkan dirimu untuk perang nanti..." Mortem melepas jubah-nya dan rambut hitamnya segera berubah warna menjadi merah darah.
Shiro bisa merasakan kekuatan Mortem yang lepas di sekitarnya bahkan sampai membuat dirinya terkejut seketika bahwa kekuatan-nya terus meningkat lalu ia lepaskan di sekitarnya. Shiro yang mencoba untuk melangkah maju menuju arah Mortem tiba-tiba melompat mundur ke belakang dan berhasil menghindari sihir kristal Crimson yang hampir menusuk perut-nya.
"Sepertinya potensi ras Eternal tidak bisa diprediksi begitu saja ya...? Aku pasti akan menikmati pertarungan hebat ini bersama-mu, dewi...!" Shiro menjilat bibir-nya sendiri sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.
"Apa...? Aku baru melihat dirimu menjadi dua tadi...!" Raut wajah Shiro berubah menjadi kesal karena pada saat mereka bertarung menggunakan kecepatan cahaya, Shiro sempat melihat Mortem yang membelah dirinya menjadi beberapa bagian menciptakan dirinya yang lain sampai melakukan serangan yang mengenai wajah-nya.
"Hmph... Hanya itu saja, ego besar?" Tanya Mortem.
"Aku mengerti sekarang... Ilusi..." Shiro menggigit jempol-nya sampai gerhana matahari yang berada di udara mulai memancarkan cahaya hitam sampai Mortem melebarkan matanya karena ia melihat jutaan Shiro yang mengepung dirinya.
"Ini pasti bukan sihir ilusi melainkan sihir cahaya yang berubah menjadi wujud pengguna secara sempurna...!" Mortem melihat sekeliling selama satu detik, ia tidak bisa menemukan yang asli karena mereka semua memiliki esensi dan keberadaan yang sama seperti Shiro asli.
Kecepatan semua Shiro itu mulai meningkat sampai tidak bisa dilihat begitu saja dengan mata Mortem, ketika ia melihat pergerakan mereka... Kedua matanya mengalami efek buta untuk sesaat karena cahaya gerhana matahari itu sangatlah mutlak dan dilarang untuk dilihat menggunakan mata telanjang.
__ADS_1
"Ughh... Kecepatan mereka sama-sama sinkronis dengan cahaya gerhana matahari ini..." Mortem sudah tidak bisa melihat untuk beberapa menit, tetapi ia masih bisa mengandalkan indra perasa-nya sampai ia merasakan jutaan Shiro itu mulai lari mengelilingi dirinya dan menyerang-nya secara bersamaan.
"Hee..." Mortem tersenyum.
Mortem bisa merasakan kesakitan yang muncul dari seluruh tubuhnya tetapi semua kesakitan itu langsung Mortem jadikan sebagai kekuatan yang terus meningkat, Shiro tidak sadar bahwa saat ini Mortem terus bertambah kuat walaupun dia sedang menahan semua rasa sakit dari serangan Shiro.
Shiro yang asli melompat ke atas dan seluruh kembaran-nya mulai berubah menjadi cahaya hitam yang masuk ke dalam tubuhnya, memberikan dirinya kekuatan yang dahsyat. Kedua tinju Shiro mulai diselimuti dengan cahaya hitam, ia mulai merasa percaya diri bahwa dengan satu serangan cahaya hitam saja sudah pasti akan membunuh Mortem.
"Sacred Requiem!" Mortem membuka lehar matanya sampai memancarkan cahaya biru tua yang mampu menyerap seluruh cahaya hitam Shiro, hal itu membuat dirinya tersenyum lebih sinis karena kepuasan-nya mulai meningkat Mortem yang bertambah kuat berkat efek dari merubah kesakitan menjadi sumber kekuatan.
Saat Shiro mencoba untuk menyerang Morte, sebuah pukulan mulai mengenai perut Shiro sampai api Crimson mulai membakar punggung-nya. Shiro sontak kaget ketika merasakan kekuatan besar yang masuk ke dalam dirinya dan memberinya rasa sakit yang dahsyat, setelah itu Mortem menciptakan beberapa kristal Crimson dari belakang-nya.
"Crimson Chronicles!" Mortem meluncurkan semua kristal itu dan mengenai seluruh tubuh Shiro sampai mendorong-nya beberapa meter ke belakang.
Angin dari wilayah tersebut mulai menggerakkan rambut Mortem, Shiro bangkit dari atas tanah dengan darah yang mengalir keluar dari seluruh luka-nya. Shiro hanya bisa tersenyum sinis melihat Mortem yang memiliki kekuatan dahsyat ini berkat dirinya yang sudah memberi dirinya banyak kesakitan.
"Hmph... Kemampuan yang dapat mengubah kesakitan menjadi sumber kekuatan, ternyata sihir kuno Crimson memang hebat." Shiro mulai memulihkan dirinya sendiri menggunakan cahaya hitam dari gerhana matahari.
"Sihir kuno Solar Eclipse-mu juga tidak buruk..."
"...Sepertinya satu serangan tadi tidak mampu membuat dirimu sadar bahwa aku adalah seseorang yang akan membawa-mu menuju dunia dimana kau bisa mendapatkan apapun yang kau mau!" Mortem tersenyum sinis sampai mereka sama-sama mengeluarkan cahaya kuat yang mampu membuat daratan di wilayah tersebut retak.
"Majulah, dewi...!"
__ADS_1