Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 687 - Tanpa Tanda dan Aba-Aba


__ADS_3

"Mungkin sudah waktunya untuk pulang... kita tidak bisa terus bersantai seperti ini, mereka juga kemungkinan memiliki rencana yang begitu besar untuk lain hari." Kou berdiri dari atas kursi.


Ia mengambil sebuah kacamata lalu mengenakannya untuk berkomunikasi dengan Tech, ia meminta dirinya untuk memberitahu kondisi yang di alami oleh para karyawannya.


Semuanya bekerja keras seperti biasanya untuk memenuhi kebutuhan ras yang tidak mampu, Kou mulai menatap Shinobu yang saat ini sedang bermain dengan Koizumi dan Hinoka, mereka terlihat begitu akrab.


"Kamu mau bekerja lagi?" Tanya Haruka.


"Mm~ aku harus mencari lebih banyak informasi tentang kerajaan Legetsu karena itu satu-satunya hal yang harus kita khawatirkan."


"Shinobu baru saja akrab dengan Koizumi dan Hinoka loh... bagaimana jika beristirahat lebih lama lagi?" Tanya Haruki.


"Tidak bisa, kami sudah beristirahat cukup alam, sudah waktunya untuk fokus kepada suatu tujuan agar kita semua bisa beristirahat lebih lama lagi!" Kou menunjukkan ekspresi penuh tekad karena ia ingin mengakhirinya kerajaan Legetsu.


"Kau benar, Kou... kita harus mengakhiri kerajaan satu ini sebelum mengambil wilayah lebih besar lagi sampai memusnahkan berbagai nyawa." Arata setuju dengan perkataan Kou.


"Kalau begitu... Koneko." Panggil Kou.


"Mm!" Shinobu mulai mendekati Kou lalu memeluk kedua kakinya selagi menatap Koizumi dan Hinoka.


"Sebelum pulang... kamu harus bilang apa?" Tanya Kou selagi mengusap kepala Shinobu.


"Anuuu..."


"...mmm..."


"...bye-bye." Shinobu melambaikan kedua lengannya kepada Hinoka dan Koizumi.


Hinoka menjawab lambaian itu dengan lambaian tangan yang sangat cepat sedangkan Koizumi hanya menjawabnya dengan sebuah senyuman dan anggukkan kecil.


"Kak Haruka, Kak Honoka, kalau begitu aku duluan ya. Jaga diri kalian baik-baik karena setelah kerajaan Legetsu hancur maka kita bisa mengadakan pesta besar." Kou tersenyum.


Haruka dan Honoka mengangguk lalu mereka mengacungkan jempol mereka, Kou dan Shinobu berjalan keluar dari ruangan itu untuk pulang menuju gedung Comi's Corporation, jaraknya cukup jauh dari kerajaan itu.


"Kalau begitu, aku juga akan pulang... mungkin Rokuro sudah pulang dari pekerjaan pemberontakan itu." Haruka bangkit dari atas kursi.


"Pembicaraan kita cukup menyenangkan, Haruka, aku harap kamu datang kembali bersama Koizumi ya." Kata Ophilia.


"Tentu saja, jika aku memiliki waktu senggang lagi maka aku akan datang... pulau pribadiku aman dan nyaman dari kerajaan." Haruka terkekeh lalu ia melihat Koizumi mencoba untuk menghindari Hinoka.


"Koizumiiiii... jangan pulang duluuuuu...! Aku kesepian..." Kata Hinoka selagi memegang erat lengan kanannya itu.


"Kita juga nanti akan bertemu lagi...! Lepaskan aku---" Bibir Koizumi menerima ciuman lagi dari Hinoka sehingga ia melepaskan dirinya.


"Sampai jumpa, sepupu~ menerima ciuman perpisahan kecil akan membuat diriku merasa tidak kesepian." Hinoka melambaikan tangannya kepada Koizumi.


"Ugh... bisakah kamu hentikan ciuman itu?! Bukannya aku tidak nyaman atau apa tetapi kita sesama gadis tidak boleh melakukannya!"


"Kita kan satu darah dan sepupu... tidak ada salahnya, te-he~"


"Te-he... Te-he... berisik..." Koizumi berjalan pergi menuju Haruka lalu memegang erat tangannya karena ia juga ingin melaksanakan sebuah latihan besar di rumahnya itu.


"Wah, wah, Koizumi, sepertinya kamu masih belum puas bermain dengan Hinoka." Haruka terkekeh.


"Aku sangat puas!!! Puas sekali bahkan ketika dia menampakkan wajahnya itu, aku merasa begitu puas sampai ingin pulang...!" Seru Koizumi dengan tatapan panik karena Hinoka mulai mendekat lagi.

__ADS_1


"Hahaha, kalau begitu, kapan-kapan datang lah ke rumah kami, Koizumi." Ajak Honoka.


"Aku pikirkan nanti..."


"Datang ya, Koizumi~ aku ada kentang goreng dengan variasi rasa yang berbeda." Hinoka terkekeh.


"Kentang goreng...!? Variasi rasa yang berbeda...!?" Ungkap Koizumi sehingga ekspresinya berubah begitu cepat ketika Hinoka mengatakan kentang goreng.


"Hahaha~ Koizumi, kontrol air liur mu itu!" Hinoka bisa melihat bibir Koizumi dipenuhi dengan air liur ketika Hinoka baru saja menggodanya dengan kentang goreng.


"J-Jangan bodoh... tawaranmu itu pasti jebakan agar kau bisa bermain denganku lebih lama sampai memberikan ciuman itu bukan?!" Tanya Koizumi dengan pipi yang memerah.


"Kakek! Kentang goreng di bungkus sepuluh!" Seru Koizumi sehingga Arata bangkit lalu bergegas untuk menyiapkan pesanannya.


"Aku juga punya... bahkan lebih enak..." Koizumi menyilangkan kedua lengannya selagi menatap arah lain.


"Hehhhh... Koizumi tidak seru ah, aku ingin bermain lebih lama lagi." Hinoka mulai menyentuh kedua pipi Koizumi.


"H-Hentikan!"


Haruka dan Honoka menatap satu sama lain lalu mereka terkekeh karena kedua putri mereka memiliki hubungan yang sama akrab dan dekatnya ketika mereka dulu masih hidup berdekatan.


***


"Bagaimana, Koneko? Apakah kamu menikmati waktumu bersama kedua sepupumu?" Tanya Kou selagi menggendong tubuh Shinobu.


Kou dan Shinobu pulang mengenal zirah dari Super Tech, hanya Kou yang mengenakannya sedangkan Shinobu hanya bisa di gendong sampai ia menerima angin yang begitu sejuk.


"Sungguh menyenangkan... Kak Koizumi seperti biasanya selalu bersikap serius, ia juga... anuu... terlihat seperti seorang Kakak." Shinobu terkekeh.


"Teman Papa?" Tanya Shinobu.


"Mm-hmm~ Mama tidak keberatan kok jika kamu menganggap Koizumi sebagai Kakakmu, Hinoka juga sama karena dia lebih tua darimu."


"Lebih tua dari Kak Koizumi juga...?" Tanya Shinobu dengan tatapan polos.


"Tidak... Koizumi lebih tua karena dia lahir duluan sedangkan Hinoka satu jam setelahnya..." Kou membuka zirah bagian kepalanya lalu memberi Shinobu beberapa kecupan di pipi.


"Kamu bersikap seperti gadis yang baik ya, Koneko... kamu sudah berani melawan rasa malu dan takut untuk berinteraksi itu."


"Aku sudah mencoba sekuat mungkin... agar bisa memiliki banyak teman." Shinobu tersenyum polos.


"Tetapi kamu masih menangis ketika panik dan ketakutan, hehehe~ imut juga melihatmu menangis." Kou mengelus pipi Shinobu.


Walaupun putrinya lahir tidak normal tanpa kaki, lengan, dan mata kiri, Kou masih mencintainya lebih dari apapun layaknya kasih sayang ibu kepada anak tidak memiliki batasan apapun atau memandang fisik.


"Mama sudah bilang kepadaku waktu aku kecil... Koneko hanya boleh menangis di hadapan Mama dan Papa?" Tanya Shinobu.


"Itu benar... Mama tidak mau Shinobu menangis di hadapan semua orang, putriku yang begitu kecil dan malang hanya bisa melepaskan semua kesedihan serta tangisan itu di hadapan Mama."


"Mm~ aku sudah berjanji... Koneko juga ingin mencoba untuk berinteraksi dengan benar tanpa merasa malu atau ketakutan."


"Hehehe~ semangat, putriku. Mama akan selalu mendukung." Kou memberi Shinobu beberapa kecupan lagi di pipinya yang begitu tembam.


"Koneko, apakah tangan dan kakimu terasa lebih nyaman sekarang karena sudah mengalami sedikit peningkatan dengan sistem dan bahannya?" Tanya Kou.

__ADS_1


"Terasa sangat nyaman, Mama... tidak ada kendala atau kegagalan apapun, aku sudah bisa melakukan apapun yang Mama katakan."


"Mungkin sudah saatnya kamu melakukan latihan Legenda ya... pengalamanmu mungkin sudah cukup luas karena kamu setiap selalu membaca buku dan memainkan sistem Tech."


"Koneko masih memerlukan lebih banyak ilmu pengetahuan... lebih baik aku belajar lebih giat lagi lalu melakukan beberapa latihan karena aku tidak bisa melakukan sihir..." Shinobu menurunkan kedua telinganya.


"Awww~ jangan sedih, sihirmu pasti bangkit ketika kamu mau berusaha dari nol. Proses itu ada, dan aku yakin kamu akan belajar begitu cepat." Kou mengelus kepala Shinobu.


"Kamu itu seperti Mama, pintar... aku yakin kamu bisa bertarung layaknya seperti Papa dan Kakekmu itu yang sungguh hebat bahkan mungkin menjadi Legenda yang sangat hebat seperti Tante Minami."


"Mm~ Koneko akan memulai latihan ketika sudah siap... aku sekarang hanya ingin belajar dan membantu Mama bersama Tech." Shinobu tersenyum lebar sampai membuat Kou memeluknya erat.


Kou merasa sangat lega bahwa Shinobu hanya memiliki kutukan dan penyakit di dalam anggota tubuhnya saja seperti kehilangan dua kaki, lengan, dan mata kiri.


Sisanya baik-baik saja, itu artinya fisiknya normal dan bahkan ia bisa melakukan sihir, hanya saja membutuhkan waktu seperti latihan dan usaha untuk membuka potensinya.


Shinobu juga sudah bisa membaca pikiran siapa pun, ia mewarisi kekuatan The Mind juga tetapi tidak begitu kuat seperti Kou yang dapat melakukan apapun dengan pikiran tetapi di batas.


Kou mendarat di atas puncak dari gedung itu yang sudah menyediakan tempat pendaratan, "Selamat datang kembali, nyonya Kou dan putri Koneko."


Tech dengan tubuh Android sempurnanya menyambut kedatangan mereka semua, Kou sudah melakukan peningkatan sempurna kepada Tech sehingga ia sekarang telah menjadi Android yang terlihat seperti Legenda.


"Anuu... Tech, kau tahu... Koneko berhasil berinteraksi dengan kedua sepupuku!" Shinobu mendekati Tech sambil melompat-lompat karena sudah berhasil melawan sedikit rasa takut dan malunya itu.


"Wah, pencapaian yang begitu hebat darimu, putri. Proses memang bisa terlihat ya, suatu saat nanti kamu akan menjadi Legenda legendaris seperti kakek, tante, dan ayahmu!"


"Hm!" Shinobu mengangkat selagi menunjukkan senyuman lebarnya.


Kou ikut tersenyum melihat Shinobu dapat berinteraksi dengan baik di sekitar orang yang ia percayai, kenyamanan sudah menyelimutinya.


Kou merasa sangat lega bahwa Shinobu bisa meneruskan harapannya bersama Shuan, mereka dulunya dipenuhi dengan kegagalan dan kemungkinan besar Shinobu akan menggantikan semua itu dengan harapannya yang baru.


"Shinobu, mau kembali melakukan desain terhadap teknologi dan tanganmu itu?" Tanya Kou.


"Mm!" Shinobu mulai mengikuti Kou yang membawa dirinya menuju ruangan kerja, dipenuhi dengan teknologi canggih.


"Kalau begitu... Mama bekerja sebentar ya." Kou duduk di kursi kerjanya, Shinobu mengangguk lalu ia berdiri di hadapan meja kerjanya sendiri yang begitu kecil sampai dipenuhi dengan teknologi.


Semua layar itu mulai menunjukkan semua bagian dari lengan, kaki, dan matanya. Masih berjalan lancar tetapi Shinobu ingin beberapa peningkatan agar ia bisa menjadi Legenda yang lebih normal.


Tech terus memperhatikan Shinobu karena ia juga perlu membantu dirinya agar ia bisa cepat beradaptasi dengan teknologi dan sistem yang begitu rumit.


Kou terus membuka buku sejarah yang mengandung banyak sekali cerita tentang Ancient Legend, hanya Regulus saja yang ia temukan sedangkan sisanya tidak ada.


Shinobu mulai menyentuh hologram di hadapannya sampai lengan kanannya tidak sengaja memunculkan sebuah layar CCTV yang memperlihatkan seluruh wilayah gedung Co. Corp.


Shinobu dan Tech melihat sesuatu yang bergerak begitu cepat ke arah gedung itu, "Nyonya, sepertinya aku mendeteksi sesuatu."


"Mama! Lihat ini..." Panggil Shinobu sehingga Kou bergegas mendekati mereka lalu melihat layar itu yang menunjukkan beberapa benda bergerak begitu cepat.


"... ...!!!" Kou melebarkan kedua matanya ketika menyadari benda yang bergerak cepat itu adalah serangan meteor dari jarak depan.


Kou menoleh ke sebelah kiri, melihat meteor itu muncul seketika sampai tidak memberi tanda apapun. Dengan cepat Kou memeluk Shinobu erat sehingga meteor itu menyebabkan ledakan besar di lantai bagian atas.


BAAAAAMMMMM!!!

__ADS_1


__ADS_2