Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 803 - Terlalu Jauh dari Dunia Luar


__ADS_3

Semua Neko Legenda itu menatap mereka semua, seketika insting mereka memperingati sesuatu yang berkaitan dengan bahaya yaitu keberadaan mereka semua yang sangat dekat.


"Grrrgggghhhh...!!!" Mereka semua langsung melakukan kuda-kuda seperti kucing dan punggung yang terangkat, mereka semua lebih kental mirip dengan kucing yang mencoba untuk bertarung.


Shinobu terus terdiam, mengingat perkataan Shira ternyata benar bahwa mereka tidak lama lagi akan berubah menjadi kucing biasa yang kelaparan sampai pikiran mereka juga tercampur dengan hewan berbeda.


Percuma saja menyelamatkan atau melakukan sesuatu terhadap mereka karena dunia luar terutama bangsa Legenda dan yang lainnya tidak menerima bangsa yang menjadi puncak dari konflik dan perang sejak itu.


Era kerajaan juga semakin bertambah kacau ketika mereka mengamuk karena kehancuran dari Neko Island yang menyebabkan wujud mereka berubah menjadi Beast dalam waktu yang lama dengan amarah dahsyat.


"Jangan melakukan pergerakan apapun!" Peringat Shinobu agar mereka bisa bersikap tenang tanpa menunjukkan perlawanan apapun di pandangan mereka.


"Nya..." Shinobu langsung berkomunikasi dengan mereka menggunakan bahasa kucing sehingga mereka kembali menyiut


Bahasa Legenda mereka telah hilang karena sudah terbiasa menghabiskan waktu bertahun-tahun di dalam pulau itu tanpa merasakan kembali bersosial dengan sesama bangsa Legenda yang normal.


Pada akhirnya, mereka kembali menjadi diri mereka yang liar seperti hewan sampai salah satu dari Neko Legenda mulai menghampiri Shinobu dengan merangkak seperti kucing lalu memberikan bagian tangan Neko Legenda.


"... ..." Shinobu tidak memasang tatapan jijik atau kesal melainkan polos, ia mulai mengelus kepala Neko Legenda tersebut lalu mempengaruhi pikirannya menggunakan The Mind.


"Rehab." Shinobu melebarkan kedua matanya sehingga semua Neko Legenda itu langsung terjatuh dengan kondisi pingsan.


The Mind mempengaruhi mereka secara langsung, memberikan rehabilitasi dan sugesti melalui mimpi yang tidak akan menghabiskan banyak waktu sampai Shinobu mulai berlutut selagi menyentuh kepalanya.


"Shinobu, apakah ini efek yang terjadi kepada Neko Legenda...?" Tanya Konomi.


"Mm... Neko Legenda juga memiliki efek samping jika terlalu lama diam di tempat yang terpencil tanpa komunikasi atau bersosial dengan orang lain selain bangsanya sendiri."


"Mereka tidak pernah melihat dunia luar kembali... terutama bersosialisasi dengan bangsa yang lain sampai mereka perlahan-lahan kembali menjadi seekor kucing dengan sikap berbagai macam hewan."


"Mereka belum sepenuhnya terpengaruh menjadi hewan liar... hanya setengah sampai The Mind: Rehab masih bisa mengubah mereka pelan-pelan." Shinobu kembali bangkit.


"Jadi begitu ya... hampir sama seperti Legenda, jika mereka tidak berlatih atau berhenti usaha maka mereka akan punah dan mati begitu saja." Kata Ako.


"Mm... Legenda memang berevolusi setiap generasi berjalan... hanya saja Neko Legenda tetap membutuhkan sosialisasi dengan bangsa yang lain demi memperkuat sikap Legendawi."


Shinobu mulai mengeluarkan beberapa dedaunan emas untuk membungkus setiap tengkorak terutama mayat yang dimakan oleh mereka secara bersamaan.


Setelah itu ia menembak sebuah Golden Repulsor sampai menciptakan lubang besar yang cocok untuk dijadikan pemakaman mereka agar bisa beristirahat dengan tenang.


"Kita sudah menemukan beberapa di sini, masih tersisa banyak sekali di luar sana." Shinobu mengeluarkan kembali sebuah peta lalu memeriksanya.


"Apakah kita akan membiarkan mereka seperti itu?" Tanya Koizumi yang melihat seluruh bangsa Neko Legenda itu terus tertidur dengan ekspresi yang kelelahan karena harus menanggung penderitaan yang besar.


"Sudah hampir satu menit." Shinobu menjentikkan jarinya, membangunkan mereka kembali dari dalam mimpi yang berisi rehabilitasi dan sugesti untuk memperbaiki mereka ke awal mula.


Setengah kucing dan Legenda, mereka semua membuka kedua mata lalu menggerakkan ekornya masing-masing selagi menjilat tangan lalu menatap ke arah mereka semua dengan tatapan kaget.


"Legenda luar...!"


"Nya...!? Ampun...!?"


"Jangan...!"


Sebagian dari Neko Legenda itu terlihat takut tetapi Shinobu dapat melihat beberapa Neko Legenda langsung melompat ke arah teman dan sepupunya, mencoba untuk mencakar mereka.

__ADS_1


Shinobu turun tangan dengan menciptakan dedaunan emas yang menahan serangan mereka, "Sudah cukup! Tidak ada yang namanya bahaya atau ancaman."


"Ehh...?" Seorang Neko Legenda kecil melihat Shinobu menghentikan mereka semua dengan penjelasan yang rinci tentang kedua teman dan sepupunya.


Mereka datang untuk melihat kondisi mereka dan tentunya untuk menjaminkan keselamatan bagi mereka semua sebelum menerima ancaman dari bangsa Legenda yang membutuhkan banyak berlian.


"Kami datang dengan damai~" Hinoka melepaskan penutup matanya selagi melakukan pose yang imut.


Mereka semua merasa yakin dan percaya ketika melihat Shinobu bersama mereka karena ia sendiri adalah seorang Neko Legenda yang terlihat begitu dekat dengan Legenda lainnya.


Shinobu melihat seorang gadis kecil datang mendekati dirinya sampai memberikannya sebuah mahkota bunga, "Ratu... Ratu alam..."


"Ehh...? Ratu...?"


"Berkat bantuan yang begitu ikhlas... kami dapat merasakan kembali sifat Legendawi yang dapat menguasai sifat liar kita sebagai bangsa Neko Legenda." Seorang pria datang mendekati Shinobu.


"Kami sudah kehilangan sifat Legendawi kemarin ketika salah satu dari... hiks... bangsa kami... rela untuk mengubah dirinya menjadi makanan demi keselamatan untuk diri sendiri..."


"...di saat itulah akal sehat kami menghilang, tanpa sisa... untungnya kau telah datang. Kau ternyata mengingatkan diriku kepada seorang guru yang mengajarkan kami semua untuk mengontrol emosi."


"Shiratori Minami, namanya... dia adalah alasan kami semua kembali hidup ketika menerima takdir buruk yang terjadi di masa lalu yang lalu yaitu pembantaian masal terhadap bangsa Neko Legenda."


"Shiratori Minami... kalau tidak salah beliau adalah tantemu?" Tanya Koizumi kepada Shinobu sampai ia mengangguk lalu memberikan kembali mahkota bunga itu.


"Aku tidak mau..."


"Ehh? Kenapa...? Kakak terdengar seperti sesosok Legenda yang pernah diceritakan oleh Guru Minami sejak itu." Gadis itu kembali memberikan mahkota tersebut kepada Shinobu.


"Cerita...?"


"Mm, sejak kami semua dalam ajaran dirinya, ia sempat bercerita bahwa suatu saat nanti kita akan didatangi oleh seorang penyelamat yang berupa seperti kita..."


"Tante Minami...? Apakah beliau bisa membaca masa depan..." Ungkap Shinobu dengan tatapan kaget sampai ia mulai mengambil mahkota tersebut lalu memasangkannya kepada gadis di hadapannya.


"Kalau begitu, kamu saja ya... anu... aku tidak begitu pantas menjadi seorang ratu atau seseorang yang memimpin apapun."


"Tapi..."


"...sudah, terima kasih, mahkota ini cocok sekali untuk dirimu yang sangat berani dan mandiri karena sudah bertahan selama bertahun-tahun di dalam gua ini."


"Anu... aku hanya sekedar Neko Legenda yang bertugas, bukan prajurit melainkan... ya... pengembara mungkin." Shinobu mulai memperkenalkan dirinya bersama kedua teman dan sepupunya.


"Mereka adalah Legenda yang mengerti tenang perasaan asli Neko Legenda... anu... jadi kalian tidak perlu merasa takut dan curiga kepada kami."


"Sepertinya... Umm... kalian memang bisa bertahan lama di sini, kami sekarang sudah menemukan kalian... itu artinya keselamatan akan tetap terjamin bagi kita semua."


Semua Neko Legenda itu langsung tersenyum lebar, penuh dengan rasa bersyukur karena mereka menerima penyelamatan sampai ekor mereka bergerak begitu cepat.


Melihat mereka semua bersikap bahagia seperti itu membuat Shinobu terdiam seketika karena ia mengingat pilihan yang harus ia pilih dari perkataan Shira bahwa setiap perbuatannya yang berkaitan dengan mereka mengandung risiko sendiri.


"Apakah kau yakin untuk memperlihatkan dunia yang begitu buta dan kejam kepada mereka sekarang...?" Tanya Shira.


"Sudah terlambat... percuma saja kau mengubah mereka atau pandangan bangsa Legenda, pilihan mereka tetap sama karena siklus pemimpin seperti raja dan kaisar."


"Apakah menurutmu ide baik untuk memperbaiki mereka semua...? Apakah kau sanggup untuk menyadari jutaan bahkan jumlah tak terhingga atas seluruh penduduk Touriverse tentang Neko Legenda...?"

__ADS_1


Shinobu mengepalkan kedua tinjunya, pikirannya mengalami konflik antar kebenaran dan kepercayaan sampai ia melihat kedua teman dan sepupunya mulai berinteraksi bersama mereka.


"Setidaknya... memperbaiki mental mereka dan mengembalikan Legendawi mereka sudah jauh lebih dari cukup...?"


***


Anastasia yang sedang duduk di atas sapunya selagi memperhatikan pulau yang dikunjungi oleh Shinobu bersama yang lainnya, dirinya sempat melepaskan tiga orang berjubah untuk mengunjungi pulau lain demi memeriksa keberadaan mereka semua.


Mereka semua kembali, memberikan sebuah informasi kepada Anastasia bahwa perbandingan terlihat sangat jelas dari pulau berbeda, bisa dibilang hanya pulau yang Shinobu kunjungi memiliki Neko Legenda yang masih bisa dibantu.


"Aku melihat hal yang cukup, aku sudah puas." Anastasia mulai mengeluarkan suling yang ia mainkan perlahan-lahan sampai memunculkan nota lagu yang merasuki tubuh ketiga Legenda tersebut.


"Kalau begitu, bermainlah sebentar dengan mereka sampai konser utama di mulai..."


"...nhn~ hasrat sudah tidak bisa ditahan, aku ingin melihat reaksi apa yang akan mereka pasang ketika melihat neraka."


"Aku harap kalian bisa selamat... terutama dirimu, Shinobu Koneko." Ucap Anastasia selagi mengedipkan mata kanannya sehingga Magnus yang berada di belakang Anastasia langsung mengamuk dan melesat menuju arah pulau itu.


Shinobu awalnya ingin memberikan beberapa pertanyaan kepada mereka tetapi Koizumi langsung merasakan sesuatu yang mendekat sehingga ia mulai memperingati mereka untuk tetap menjaga pertahanan.


"Oi! Seseorang da---" Leher Koizumi langsung di cekik oleh sesosok Legenda berjubah yang membawa dirinya ke depan sambil menghancurkan lapisan tembok gua itu.


Sesosok berjubah tersebut mengangkat Koizumi ke atas sampai melewati laut lalu melemparnya menuju arah lautan dengan tambahan serangan gelombang sabit yang ia munculkan melalui tangan kanannya.


"Koizumi...!!!" Konomi terkejut ketika melihat Koizumi menerima serangan kejutan yang datang entah dari mana sehingga ia mulai melihat sesosok berjubah lain di hadapannya.


Ako melepaskan panah es menuju arah sesosok jubah itu tetapi ia berhasil menghindarinya, ia segera menyerang Ako dengan menendangnya keluar dari gua tersebut sehingga Konomi langsung mengikutinya.


Dengan cepat Shinobu memunculkan dedaunan emas dari cahaya tubuhnya lalu menciptakan tempat perlindungan untuk semua Neko Legenda tersebut agar bisa terselamatkan dari bahaya apapun.


"Tunggu... ratu---" Gadis kecil itu mencoba untuk mendekati Shinobu tetapi daun tersebut sudah tertutup rapat sehingga Shinobu segera masuk ke dalam untuk melindungi mereka dari dekat.


"Sudah ya... anu... jangan melihat keluar dan berurusan---" Insting Shinobu merasakan bahaya mendekat sehingga ia secara refleks menghindari serangan daun yang memanjang, mencoba untuk mencekik lehernya sendiri.


"Apa...?" Shinobu terkejut ketika melihat salah satu dari daun itu bergerak tanpa perintahnya sendiri sehingga ia mulai melepaskan cahaya emas di sekeliling tubuhnya sampai menyebabkan semua Neko Legenda terasa terganggu.


Gangguan dari penyerangan yang muncul entah dari mana, prediksi awal mereka tentunya bangsa Legenda yang kehausan dengan uang dan imbalan ketika memberikan mayat atau salah satu organnya kepada seseorang yang menulis hadiah itu.


Shinobu melompat ke atas lalu melancarkan satu Golden Repulsor menuju arah sesosok jubah yang mencoba untuk mencekik dirinya lagi dengan dedaunan tetapi ia berhasil menghindarinya.


"Siapa kalian sebenarnya...?"


"... ..."


Hinoka melihat seluruh teman dan sepupunya terjatuh dalam masalah, ia tentunya akan menggunakan sihir andalan yaitu ledakan dengan mengubah jubah mereka menjadi ledakan tetapi...


"BERTARUNG...!!!" Magnus mencoba untuk menindih Hinoka tetapi ia berhasil melompat ke belakang untuk menghindarinya.


"Menarik...! Kita akan bertarung lagi...!!!" Seru Hinoka yang terlihat bersemangat.


Magnus melesat menuju arah Hinoka yang melarikan diri ke atas langit karena bertarung di dalam pulau itu bukan pilihan yang baik karena akan terjadi kehancuran dimana-mana.


Anastasia sudah melihat pertarungan terjadi di arah yang berbeda, "Fufufu..."


"...eksperimen telah menunggu, kekacauan dalam perjalanan."

__ADS_1


"Apakah ujian ini cukup untuk kalian selesaikan..."


"...kucing-kucing kecil."


__ADS_2