Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 161 - Membalaskan Dendam-ku


__ADS_3

~World of Sins~


[World of Sins] adalah dimensi yang dimiliki oleh Arata, di tempat itu terdapat banyak sekali dosa-dosa yang telah dikumpulkan melalui berbagai dunia, semesta, dan galaksi. Suasana dimensi itu terlihat seperti lahan yang sudah terbakar, jadi seperti area hutan yang benar-benar kering karena kebakaran.


Shiro melepaskan beberapa rantai emas ke arah Arata yang sedang terbang di atas langit, semua rantai itu tidak bertahan terlalu lama karena dimensi itu mengandung semua dosa yang ada, mengeluarkan sihir kuat atau berlebihan di tempat itu hanya akan memberi Arata kekuatan karena dosa [Greed] dan [Gluttony]-nya.


Tidak ada satupun sihir yang mampu melukai Arata karena semua itu ia makan menggunakan sihir [Gluttony]-nya, gerhana matahari yang diciptakan oleh Shiro tidak mampu membuat dirinya bertambah kuat karena Arata menghancurkan semua gerhana matahari itu menggunakan pedang [Gluttoy]-nya.


Shiro tidak bisa melakukan apapun kecuali bertarung menggunakan kekuatan murni-nya, Arata kemudian tampak berjalan perlahan menuju arah Shiro yang berada di hadapan-nya sambil menyeret pedang Gluttony-nya yang sempat menyentuh permukaan tanah hingga meninggalkan bekas garis di permukaan itu.


Arata tiba-tiba bergerak cepat dan sudah berdiri tepat di hadapan-nya, sebuah pukulan api amarah dia lepaskan ke perut Legenda itu. Shiro tidak sempat menghindar karena kecepatan Arata yang meningkat karena sihir Gluttony-nya yang mengubah seluruh sihir Shiro menjadi sumber kecepatan untuk dirinya sendiri.


Tubuh Shiro terpental ke atas sampai menembus langit-langit, Arata terbang untuk menyusul Shiro yang sekarang memegangi perutnya dengan wajah kesakitan.


"Amarah yang hebat... Aku bisa merasakan amarah-mu itu...!" Shiro melayangkan beberapa pukulan ke arah Arata sampai pukulan itu tidak memberi efek apapun kepada dirinya, dia membalas serangan itu dengan menebas perut Shiro sampai mengeluarkan darah segar.


Shiro berpikir sesuatu terjadi pada Arata dan menemukan celah untuk menyerang, dia bergerak cepat dan melepaskan serangan tapak pada Arata. Selama Arata tidak menggunakan sihir Gluttony-nya itu, ia dapat mengenai Arata dengan beberapa sihir gerhana matahari yang mampu membuat dirinya terdorong mundur.


Nyatanya Shiro mulai merasa lemah ketika berhasil menyerang Arata, ia tidak bisa bergerak secepat yang dia harapkan sekarang karena Arata mengangkat pedang-nya dan menebaskan ke arah Shiro. Andaikan Shiro tidak bereaski cepat maka dia sudah kehilangan tangannya, biarpun demikian telapak tangannya masih tergores oleh pedang Gluttony-nya yang hampir menghabiskan seluruh cahaya-nya.


"Kau tidak akan bisa menang melawan-ku di dunia-ku sendiri, Eternal... Tempat ini akan menjadi kuburan-mu... Walaupun kau terlihat persis seperti teman-ku tetapi aku tidak akan menahan diri untuk menyiksa-mu lalu membunuh-mu...!!!" Arata melesat ke depan dan melakukan serangan kombinasi hingga Shiro mulai terkejut ketika kecepatan dan kekuatan-nya terus meningkat sampai ia terdorong ke belakang.

__ADS_1


Arata mulai meniru sihir Shiro menggunakan [Imitation Magic], rantai emas yang tajam meluncur keluar dari dalam tanah dan melesat menuju arah Shiro sampai membuat dirinya terkejut. Semua rantai itu mampu menyusahkan Shiro sampai dirinya tidak mampu untuk mengontrol semua rantai itu, seharusnya dia bisa karena pemilik sihir rantai itu adalah diri-nya sendiri.


"Sudah aku bilang, bodoh... Apa yang kau lakukan disini itu tidak akan berguna... Kau terjebak di tempat bermain-ku dan kau akan menikmati...!" Arata menarik kedua rantai emas itu dan mulai menyambuk tubuh Shiro beberapa kali sampai terdapat banyak sekali luka merah di sekitarnya karena cambukan dari rantai itu.


Ketika melihat Shiro yang sudah lemas, Arata segera mengingat tubuh-nya menggunakan rantai emas itu sampai kedua lengan dan kaki-nya terikat cukup ketat, tidak ada celah untuk melarikan diri bahkan menggunakan sihir gerhana matahari-nya saja tidak bisa karena Arata melepaskan sebuah sihir area Gluttony, sihir yang dapat memakan sihir apapun ketika berada di area yang Arata tanda-kan.


"Selamat datang di dunia-ku, Eternal...! Bersiaplah untuk merasakan siksaan-ku!!!" Arata menarik kedua rantai-nya agar Shiro bisa berhadapan dengan-nya, kedua pedangnya mulai ia lepas karena Arata melayangkan beberapa pukulan kepada Shiro dan mulai menjadikan dirinya sebagai samsak tinju.


Merasa tidak puas untuk menjadikan Shiro sebagai samsak tinju, Arata mengangkat kedua pedang-nya untuk menguliti Shiro sampai ia meneriakkan suara yang menggema, dia mencoba untuk melawan kembali tetapi tidak bisa karena Arata sudah mengikat seluruh tubuhnya dengan sangat ketat agar ia tidak bisa melakukan apapun kecuali menderita.


"Eternal seperti kalian... Pantas sekali mengerti dengan arti kesakitan yang sebenarnya...!" Arata mulai menjadikan Shiro sebagai samsak tinju, kali ini ia melayangkan jutaan pukulan yang sudah diselimuti dengan api amarah. 


Selesai menjadikan dirinya sebagai samsak tinju, Arata mencongkel mata-nya dan menghancurkan kedua bola matanya sampai ia mengeluarkan suara yang sangat keras, Arata mulai memutilasi Shiro secara perlahan sampai ia terus berteriak sekeras mungkin dan membuat Arata merasa semakin bersemangat untuk menyiksa-nya.


Siksaan lainnya mulai ia gunakan, Arata mulai mengontrol kedua rantai emas tajam yang bergerak masuk ke dalam mulut Shiro lalu keluar melalui perut-nya menciptakan lubang yang sangat besar, kedua rantai itu bergerak kembali dan masuk ke dalam tubuh Shiro melewati punggung-nya dan keluar melalui kedua bola mata Shiro.


Setelah keluar dan menghancurkan bola mata Shiro, kedua rantai itu masuk melewati kedua lutut-nya dan keluar melalui lehernya lalu menyelimuti tubuhnya dengan rantai-rantai itu, Arata tersenyum sinis dan menarik kedua rantai itu secara bersamaan menyebabkan tubuh-nya hancur menjadi kepingan kecil tetapi Arata mengerahkan seluruh sihir penyembuhan-nya sampai Shiro kembali hidup.


Ketika Shiro merasa kembali pulih, ia melebarkan matanya ketika melihat Arata bersama seluruh perwakilan tujuh dosa besar. Semua siksaan ini belum cukup jadi Arata akan melanjutkan-nya ke tingkat yang berbeda agar ras Eternal seperti dirinya bisa trauma.


"Aaaagggghhhhh...!!!"

__ADS_1


Semua perwakilan tujuh dosa besar itu menyiksa Shiro cukup sadis sampai dirinya terus berteriak kesakitan, isi perut-nya mulai ia keluarkan sambil tulang-nya mereka cabut keluar lalu kembali menyembuhkan Shiro agar ia bisa terus merasakan kesakitan dari penyiksaan itu. Arata menunggu di belakang sambil menciptakan pedang yang tidak terbatas di langit-langit.


"Urrggghhh...!!! Sialan...!!!"


Setelah menerima banyak siksaan oleh semua perwakilan tujuh dosa besar itu, mereka semua pergi meninggalkan Arata dan Shiro sendirian... Saling menatap satu sama lain dengan ekspresi yang berbeda. Shiro hanya bisa tersenyum kecil, sadar bahwa kekuatan dan sihir-nya memang memiliki banyak kekuatan... Berbeda dari Shiratori Shira yang sudah menginjak puncak berbeda.


"Hmph... Sepertinya apa yang mereka katakan tentang semua kekuatan dan sihir memiliki kelemahan tersendiri itu hanya omong kosong, aku tidak melihat celah kelemahan di dalam sihir-mu itu..." Kata Shiro, tubuhnya meneteskan banyak sekali darah dan dia sudah tidak memiliki niat untuk bertarung lagi karena rasa trauma ketika bertarung melawan dirinya.


"Kau hanya terlalu bodoh untuk tidak menyadarinya... Semua sihir dan kekuatan memiliki kelemahan itu tersendiri, sehebat dan sekuat apapun itu... Pasti terdapat resiko dan konsekuensi di dalam-nya..."


"Diam... Aku tidak mau mendengar-nya darimu..." Jawab Shiro.


"Kalau begitu mati-lah dengan semua pedang ini...!!!" Arata mengangkat kedua lengan-nya, semua pedang yang melayang di langit-langit itu mulai mengarah kepada Shiro dan Shiro hanya bisa diam sambil memejamkan kedua matanya karena hidup-nya sudah berakhir.


"Rasa benci-mu... Aku bisa merasakan-nya dan itu terasa sangat lezat... Sepertinya rasa benci terhadap ras Eternal bisa aku sebarkan ke seluruh ras Eternal..." Shiro tersenyum sinis dan Arata segera menurunkan kedua lengan-nya hingga semua pedang itu mulai menusuk tubuh Shiro tanpa henti.


Arata hanya bisa tersenyum dan merasa penuh dengan kepuasan ketika melihat ras Eternal Shiratori Shiro itu bisa tersiksa oleh semua pedang yang melesat menuju arah-nya tanpa henti, hasrat menyiksa-nya masih belum puas jadi dia sudah pasti akan melanjutkan-nya ketika semua pedang itu sudah berhasil menusuk Shiro dan membunuh-nya.


"Kau tidak akan bisa mati..." Kata Arata hingga ia melepaskan sihir area pemulihan dari dosa [Greed].


"Hentikan...!!! Akhiri penderitaan-ku ini, sialan...!!!" Shiro terlihat terkejut ketika Arata masih ingin menyiksa-nya terus.

__ADS_1


"Masih banyak siksaan lainnya loh..." Arata tersenyum sinis.


"Aaaaaahhhhhhhhhh...!!!!"


__ADS_2