Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 394 - Menerimanya Saja


__ADS_3

Haruka dan Honoka saat ini sedang melihat proses pemulihan Kou yang sedang diperiksa oleh dokter yang berbeda-beda, Kou saat ini berada di dalam ruangan operasi dengan selang-selang berbeda yang terpasang di seluruh tubuhnya termasuk dengan Ventilator yang menutupi hidung dan mulutnya, terlihat sangat parah bahkan Haruka tidak bisa berkata apa-apa lagi ketika melihat semua dokter itu kewalahan dalam melakukan proses pemulihan kepada Legenda yang tidak memiliki Lenergy atau kekuatan apapun.


Kou hampir sama seperti manusia yang tidak bisa melakukan apapun jika berkaitan dengan penyakit serius atau fatal, satu-satunya pemulihan yang bisa ia atasi hanya dengan mengalami operasi dan meminum berbagai macam obat yang berbeda. Honoka terlihat begitu pasrah ketika melihat para dokter mulai menekan dadanya pelan-pelan, mencoba untuk mencari detak jantung-nya itu, mungkin tiga bulan tidak cukup untuk dirinya bertahan hidup bahkan Haruka sendiri tidak dapat melihat waktu kehidupannya itu.


"Haruka... apa benar... apa benar kita tidak bisa melakukan apa...?!" Tanya Honoka dengan ekspresi yang terlihat sedih, Haruka hanya bisa diam lalu ia menggelengkan kepala pelan dan bersandar di dada Rokuro karena ia sendiri tidak bisa melakukan apapun kecuali menunggu waktunya tiba. Yang melihat proses operasi itu bukan Honoka dan Haruka saja tetapi Shuan, Minami, dan Rokuro ikut melihatnya karena rasa khawatir yang berlebihan kepada Kou, Shira dan Megumi meminta kepada seluruh orang untuk mencari tahu bagaimana cara menyembuhkan penyakit dari [Crimson Disease].


Tidak ada harapan lagi karena proses operasi itu sudah selama satu jam dengan hasil dokter itu memberi Haruka lebih banyak obat yang dapat menahan penyakit itu untuk kambuh, ditambah lagi terdapat beberapa foto yang baru saja dokter itu ambil di dalam organ tubuh Kou sehingga Haruka memasang wajah murka ketika melihatnya karena sebagian organ tubuhnya dipenuhi dengan garis motif bunga merah itu. Dokter itu meminta maaf sebesar-besarnya kepada Haruka karena tidak bisa membantu Comi's Corporation lebih lanjut lagi walaupun sudah disediakan dengan alat yang berbeda-beda.


Semua dokter itu pergi meninggalkan gedung itu, Haruka menghampiri Kou yang masih tidur, ia bisa melihat detak jantungnya sangat lemah di layar virtual sebelah-nya bahkan Tech memberitahu dirinya bahwa Kou membutuhkan istirahat yang panjang sampai ia bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasanya. Ruangan operasi itu hanya dipenuhi dengan tangisan Honoka karena tidak bisa menerimanya, ia sudah menahannya beberapa kali tetapi mengetahui waktu kehidupannya terasa lebih menyakitkan dari sebelumnya.


"Haruka... maafkan kami, tidak ada yang bisa kami lakukan sepertinya." Kata Rokuro.


"Tidak apa, ini bukan urusan kalian semua... lebih buruknya aku tidak ingin merepotkan kalian dengan membawa kalian ke masalah yang seharusnya kami tanggung. Sudahlah, lebih baik kalian melanjutkan apa yang ingin kalian lakukan, masalah Kou bisa kalian serahkan kepada kami saja." Jawab Haruka, ia mencoba untuk tetap kuat di saat-saat seperti ini karena hanya terdapat dirinya bersama Honoka yang dapat membantu kutukan Kou karena Korrina saat ini sedang tidak ada dirumah, ia bahkan tidak tahu harus apa selanjutnya karena segala cara yang ia lakukan tidak mampu menyembuhkan penyakitnya itu.


"Haruka, kau tidak merepotkan siapapun. Kou adalah teman kami juga, biarkan temanmu membantu dirimu dengan seluruh tenaga yang ia miliki, aku yakin masih terdapat harapan tersisa untuk Kou---" Haruka tiba-tiba memeluk Rokuro dan menggelengkan kepalanya, tidak perlu melanjutkan bantuan ini karena sudah terlambat, takdir menyakitkan seperti ini memang sudah muncul sejak awal untuk keturunan Comi, melihatnya saja membuat Rokuro tidak bisa mengeluarkan perkataan apapun kecuali memeluk dirinya.


Minami mendekati Kou lalu ia melihat wajahnya yang terlihat kesakitan, tidak seperti biasanya ia menunjukkan rasa kesakitan ketika sedang tidur. Wajah kedamaian dan ceria yang selalu ia tunjukkan hilang begitu saja karena kutukan itu yang masih bisa ia lihat, menyebar di seluruh tubuhnya seperti tato atau hiasan yang memiliki motif bunga. Rasa bersalah-nya bertambah besar, ia terus mengingat kejadian lima tahun yang lalu dimana ia memarahi dirinya, mengetahui fakta bahwa Kou memiliki batasan untuk hidup membuat Minami langsung menggenggam tangan Kou yang terasa sangat dingin seperti es.


"Ini semua salahku..." Shuan mulai berbicara, mereka semua langsung menatap Shuan dengan ekspresi yang terlihat kebingungan.

__ADS_1


"Tidak ada yang harus disalahkan, Shuan. Justru kami yang harus berterima kasih kepadamu karena sudah mau menerimanya apa adanya terutama membuatnya senang seperti itu." Jawab Honoka.


"Aku terlalu memaksakannya... tidak... seharusnya aku memperlakukannya dengan baik dan lembut, ini semua salahku... seharusnya aku tidak mempercepat keadaan dalam mencintai dirinya, aku berhak mendapatkan hukuman yang pantas dan setara dengan kehidupan Kou! Aku benar-benar menyesal untuk mencoba melakukannya..." Shuan mengepalkan kedua tinjunya dan ia mulai terpengaruh dengan amarah Neko Legenda bahkan Minami menyadarinya, bisa saja ia mengamuk dan tidak bisa mengontrol emosi-nya, sama seperti dirinya di saat lima tahun yang lalu.


"Sepertinya hal itu tidak dapat mengontrol dirimu ya... wajar lah, insting dirimu itu sama seperti hewan karena kau adalah Neko Legenda, kutukan ini muncul secara acak dan bagaimana bisa kami menyalahkan dirimu... tidak ada yang harus disalahkan, kau dengar!?" Seru Haruka, Shuan menggigit bibirnya sampai berdarah karena ia ingin melakukan sesuatu tetapi entah itu apa, pikirannya mulai tercampur aduk dengan amarah dan rasa ingin membantu Kou, ia tidak bisa memikirkan apapun, hanya amarah yang perlahan-lahan mempengaruhi dirinya.


"Seharusnya aku bisa menjaga dirinya lebih baik dari apapun... semua hal memiliki harapan, Haruka! Aku tahu itu... Ayahku selalu mengatakan itu bahwa menyerah bukanlah pilihan yang terbaik untuk dicoba, teruslah mencoba sampai kau menemukan bagaimana cara untuk menghancurkan tembok kemustahilan itu---" Minami tiba-tiba menghentikan dirinya dengan memegang kerah baju Shuan lalu menghantam-nya dengan tembok, ia tidak ingin Shuan terus melepaskan amarahnya seperti itu sebelum ia melakukan tindakan yang berbahaya di sekitarnya.


"Sudah cukup, Shuan! Kau belum mengetahui seberapa sulitnya kita untuk menyelamatkan kehidupan Kou yang baru saja lahir tidak normal...! Tidak semuanya bisa dilakukan dengan kerja keras...!!! Semuanya memiliki batasan itu tersendiri bahkan Papa memberitahu bahwa menyerah itu boleh saja asalkan kau tidak memiliki jalan apapun lagi untuk dituju...!!!" Seru Minami, terjadilah perdebatan antara adik dan kakak, Honoka terkejut ketika melihat mata mereka mulai bertambah tajam bahkan taringnya juga ikut tajam, seperti kedua kucing yang bertengkar.


Perdebatan itu berakhir dengan wajah murka dan kesal Shuan, ia memegang erat tangan Minami lalu menyingkirkan darinya sehingga ia melarikan diri dari gedung itu dengan berubah menjadi cahaya lalu menembus tembok untuk mencari cara agar ia dapat menyelamatkan Kou dengan memperpanjang waktu kehidupannya itu, jantung, itulah yang ia pikirkan di dalam pikirnya bahwa ia akan mengumpulkan semua jantung yang ada agar bisa diberikan kepada Kou, ia hanya bisa berharap bahwa Kou bangun lebih cepat untuk menerima jantung itu dengan ikhlas.


Hari ke hari, detak jantung Kou mengalami perkembangan yang cukup baik dimana ia dapat melakukan aktivitas seperti biasanya jika ia sudah bangun, saat ini Honoka masih menjaganya dengan melihat seluruh statistik tentang Kou yang dibantu oleh Tech, Kou mengalami perkembangan yang cukup baik akhir-akhir ini tetapi waktu kehidupan yang ia miliki masih terus diingat oleh Honoka bahkan ia mencoba untuk menerimanya saja karena Kou pasti akan berpikir hal yang sama.


Haruka baru saja mendapatkan banyak berita tentang pembunuhan berantai yang sudah melahap nyawa seluruh penjahat yang lepas karena sering merampok, berita yang terdengar cukup positif tetapi ia bisa melihat seluruh penjahat itu terbunuh dengan kepala yang terbelah menjadi dua bahkan meninggalkan lubang besar di bagian dada mereka sampai jantung yang terdapat di dalam tubuh mereka menghilang begitu saja, Shuan pasti melakukan semua tindakan keadilan ini tetapi ia melakukannya dengan cara yang sadis.


Haruka memejamkan kedua matanya untuk mencari keberadaan Shuan, ia langsung menemukan sumber cahaya besar yang sedang bergerak seperti putaran dari Golden Saturn, ia langsung menjemput dirinya dan mencoba untuk menghentikan tindakan keadilan-nya yang salah. Shuan berada di lokasi yang cukup jauh karena ia berada di planet lain yaitu kota yang dipenuhi dengan penjahat Legenda yang suka merampok barang-barang mewah, ia baru saja masuk ke dalam kandang penjahat itu dan berhasil membunuh mereka satu-satu.


Shuan melempar pemimpin dari organisasi penjahat itu keluar dari jendela, ia melompat keluar lalu melihat pemimpin itu mengeluarkan sihir listrik tetapi semua listrik itu mampu ditahan menggunakan kedua lengannya yang dilapisi dengan emas, seluruh anggota organisasi itu mulai melepaskan sihir yang sama tetapi dua cincin saturnus emas mulai membunuh mereka satu per satu dengan memenggal kepala mereka masing-masing.

__ADS_1


"Apa yang kau inginkan dari kami...? Untuk apa kau mengambil jantung itu...?"


"Tidak ada yang harus kalian ketahui, kalian berbuat sesuatu yang tidak pantas maka sebagai cahaya... aku akan memberi kalian surga yang pantas untuk orang yang salah..." Shuan menarik kembali kedua cincin emas itu yang langsung mengelilingi kedua lengannya.


Pemimpin itu bangkit lalu ia mengeluarkan sebuah pedang yang diselimuti dengan listrik, mereka mulai melancarkan beberapa serangan tetapi Shuan dengan mudah menahan semua serangan pedang itu menggunakan cincin emasnya yang terus berputar, pedang itu hancur ketika mengenai cincin yang berputar itu sehingga Shuan mulai mendekati cincin tajam itu tepat di leher pemimpin itu dengan tatapan yang terlihat mematikan karena kedua matanya yang begitu tajam seperti hewan buas.


Pemimpin itu menendang perut Shuan tetapi ia menghindarinya lalu ia tanpa memberi ampun langsung membelah tubuh bagian bawahnya sampai ia terjatuh dan menjerit kesakitan, ia mencoba untuk melarikan diri dengan merangkak ke depan tetapi Shuan melempar satu cincin saturnus itu di hadapan pemimpin itu yang berputar mendekat ke arah dirinya, Shuan menginjak tubuh pemimpin itu agar ia tidak dapat melarikan diri sampai cincin itu membelah kepalanya menjadi dua.


"Tunggu... tolong aku... aku... dapat memberikan dirimu apapun yang kau mau... termasuk kekayaan seumur hidup...! Apa yang kau inginkan...?"


"Apa yang aku inginkan... kau tidak bisa memberikannya kepadaku..." Cincin saturnus itu langsung membelah kepala pemimpin itu menjadi dua dan Shuan langsung menghantam punggung pemimpin itu untuk mengambil jantung di dalamnya dan memasukkan-nya ke dalam tas yang ia kenakan sehingga ia mendengar kemunculan seseorang di belakangnya.


"Apa yang kau mau...?"


"Apakah sejauh ini kau mencoba untuk menyelamatkan Kou? Apakah kau tidak mengenal dirinya secara dekat...? Dia juga sama seperti kami, seperti Korrina Comi, tidak menerima bantuan apapun hanya kebaikan yang bisa ditunjukkan. Kou terlalu lembut dan bahkan ia mudah merasakan belas kasihan, jantung yang kau kumpulkan itu tidak akan diterima oleh Kou..." 


"Setidaknya aku akan mencoba untuk memberikannya terlebih dahulu, banyak jantung yang berbeda di dalam tas ini. Membunuh semua penjahat ini tidak akan memperpanjang waktu kehidupan Kou." Ketika Haruka mengatakan itu, Shuan hanya bisa diam lalu melepaskan tas itu dengan ekspresi yang terlihat sangat kesal, tubuhnya basah kuyup karena dinodai dengan darah dan air hujan yang sangat dingin, air hujan itu menyembunyikan air matanya yang mengalir keluar.


"Maaf jika aku tidak bisa memberi dirimu harapan yang lebih besar lagi tetapi... situasi seperti ini dapat kita pelajari dengan baik untuk..."

__ADS_1


"...menerimanya saja."


__ADS_2