Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 883 - Ras Fanatik yang Menyebar


__ADS_3

"Tindakan mereka sudah melebihi ekspektasi ku... semuanya bersikap sungguh menyebalkan dan berdosa... penuh dengan dosa sampai aku tidak bisa memberikan mereka ampunan dan rasa belas kasihan."


"Jika saja mesin waktu itu tidak hancur maka aku sudah bertindak keluar dan menghajar mereka semua satu per satu...!!!" Demetrio memasang tatapan geram ketika melihat seluruh Legenda fanatik di hajar habis oleh Mecha-Neko.


"Dia juga bahkan memiliki pasukan yang mirip dengan dirinya, tetapi terbuat dari logam. Logam itu tercipta oleh dirinya sendiri yang dapat menciptakan zirah teknologi dengan berbagai macam pilihan."


Para kandidat saat ini masih memikirkan cara untuk keluar dari masa lalu, Demetrio hanya bisa memperhatikan pertarungan dari jauh.


Sayang sekali dia tidak bisa merasuki tubuh pengikutnya karena saat ini ia menggunakan tubuh wadah itu sendirian yang dijadikan sebagai kelahiran kembali, jika bisa merasuki pengikutnya maka pertarungan tidak akan berjalan lama.


"Jika kita membiarkan mereka semua berperang seperti ini dengan seenaknya maka itu bisa saja berbalik pada kita." Peringat Marina.


"Kenapa kita tidak menguasai masa ini dengan semua kepercayaan yang ada...? Bukannya akan lebih baik jika kita menerima semua kekuatan tambahan."


"Itu ide yang baik, tetapi apa yang aku inginkan adalah kepercayaan terhadap seluruh penduduk di masa ini, kemudian menyebar sampai melewati dimensi, alam semesta luar, dan dunia yang belum kita ketahui!"


"Kalian tidak mengkhawatirkan soal itu... masih banyak sekali pengikut elemen yang terus bertarung dan berhasil mengajak ras yang tak memiliki kepercayaan itu." Kata Beval.


"Mereka akan membawakan energi yang lebih besar pada kami para dewa... padahal semuanya sudah berjalan dengan lancar di sini karena semua Grimoire dan ritual kuil yang sudah terlaksanakan dengan mudah."


"Semua gangguan di masa ini juga tidak apa-apanya dibandingkan dengan dunia asli itu, mungkin karena manusia itu membawa kita ke masa lalu dengan penduduk yang sangat lemah."


"Bukan seperti itu, Dewa Demetrio. Kita adalah Dewa dengan energi sihir yang mengandung esensial Dewa... mungkin saja mereka memang tidak menyadari keberadaan kita." Jawab Beval.


"Misteri dari kuil elemen dan Grimoire elemen juga masih belum mereka ketahui, itulah kenapa kita dapat merebutnya dengan mudah tanpa sepengetahuan mereka..."


"...yang menghalang dan menjaga semua buku itu juga tidak tahu fungsi di balik Grimoire dan kuil itu sendiri. Rasanya masa ini cukup lambat dan memalukan karena tidak tahu kehebatan dari esensial Dewa."


"Untuk sekarang... katakan pada mereka semua untuk terus mengumpulkan banyak kepercayaan, jumlah mereka pasti tidak akan bisa menghentikan jumlah dari seluruh pengikut elemen!"


"Masih terdapat kesempatan... jika saja jumlah dari pengikut elemen bertambah banyak maka kita bisa menggunakan kekuatan yang dapat memindahkan kita kembali ke masa inti." Demetrio tersenyum jahat.


"Tidak ada lagi yang bisa dianggap ancaman, kita tidak perlu sembunyi dan merencanakan semuanya secara diam-diam..."


"...dengan berkah dan esensial Dewa yang para pengikut itu terima maka aku yakin mereka semua tidak akan bisa kalah begitu saja! Semakin banyak pengikut maka semakin besar kekuatan yang mereka terima!"

__ADS_1


***


Shinobu menahan beberapa serangan dari Barak yang sudah melepaskan banyak sekali sihir tetapi semua sihir itu mengarah kepada daun emas yang memiliki keberadaan sensitif sampai menarik perhatian sihirnya itu.


Shinobu memancarkan cahaya emas melalui kaki kanannya lalu ia melepaskan pembakaran besar yang membantu tendangannya untuk memberikan kerusakan yang lebih besar.


Tendangan itu langsung melempar mundur Barak sampai menghancurkan banyak sekali gunung tetapi semua gunung itu kembali pulih karena tubuh Barak yang dilapisi dengan cahaya Golden Sunshine.


Barak mencoba untuk mengeluarkan sihir lainnya tetapi perutnya menerima satu tendangan cahaya yang Shinobu lanjutkan dengan tendangan lainnya sampai ia terjatuh ke dalam lautan.


"Dewa sepertiku... dipermalukan oleh seorang gadis kerdil berkuping kucing... sialan... jika saja tubuh ini bisa menyesuaikan kekuatan Dewa yang aku miliki!!!" Barak terbang keluar dari dalam lautan itu.


Dirinya melihat ke sekitar dimana pemberontak lainnya juga memberikan rasa malu yang begitu besar kepada para Dewa karena mereka tidak memiliki tantangan yang mereka Inginkan.


Wadah yang digunakan sebagai tubuh itu hanya berjalan sementara untuk bertindak semaunya, hanya saja kekuatan dewa mereka tidak bisa langsung meresponsnya, berbeda dengan Demetrio yang sudah menyempurnakannya.


"Hanya satu hari... mereka sudah berkembang, mungkin karena bertarung dengan para Saint memberikan mereka pengalaman yang cukup untuk melawan elemen tertentu." Kata Demetrio.


"Planet yang selalu kita gunakan sebagai kepercayaan akan hancur jika mereka tidak menghentikan pemberontakan yang dilakukan oleh gadis-gadis sialan itu!" Seru Tarrant.


Demetrio menatap kedua tapaknya karena sebentar lagi ia bisa mencapai kesempurnaan jika bebas dari masa lalu, dengan memasukkan Grimoire itu ke dalam tubuhnya menggunakan sihir tanah maka tidak ada batasan yang bisa menghalangi.


Peperangan antar Legenda dari sisi yang berbeda sudah terjadi selama tiga hari lebih, tanpa sedikit pun istirahat mereka terus memperjuangkan tujuan mereka sampai selesai.


Para gadis pemberontak juga masih terus bertarung, entah kenapa jumlah mereka tidak ada habisnya karena terus bertambah dan menyerang dirinya secara langsung.


Belum lagi Dewi Dallas memunculkan banyak pasukan ikan yang menyerang mereka dari dalam lautan dengan gurita besar yang mencoba untuk menangkap mereka dan membawanya ke dasar laut.


Untuk Dewa Ignatius hanya memunculkan banyak api lahar sambil lahar itu membentuk wujud Humanoid yang menyerang mereka semua, seluruh pengikut tanah juga memunculkan banyak Golem yang memiliki ukuran sebesar rumah.


"Sudah tiga hari..." Kata Koizumi yang terus menghajar Erion, perpindahan waktu sebelumnya sudah terjadi sampai masih belum merasa lelah atau puas untuk menghajar dewa tersebut.


Shinobu memejamkan kedua matanya, saat ini yang terjadi tidak bisa ia sangka sebagai hal yang nyata karena semua Legenda dan ras fanatik itu sudah menyebar di seluruh tempat yang ada di Touriverse.


"Terjadi pertarungan besar antar sisi yang berbeda... intinya ras yang mempercayai keberadaan Dewa itu adalah musuh segala Mortal yang tidak mempercayai keberadaan Dewa sebagai penyelamat dan pelindung." Kata Shinobu.

__ADS_1


"Jika saja jumlah Mecha-Neko mencukupi untuk memeriksa semua tempat maka tidak akan terjadi peperangan antar bangsa yang sama di Touriverse." Shinobu memasang tatapan sedih.


Shinobu melihat serangan yang dilepas oleh Golem besar di belakangnya, ia muncul tepat di belakang Ako lalu menciptakan daun emas besar yang menyerap serangan itu sampai menumbuhkan pohon emas besar di planet Lemia.


"Dengan ini planet Lemia tidak akan bisa hancur... kita hanya perlu menjaga daya tahan setiap wilayah dan planet agar tidak hancur, sesuatu yang hancur dalam waktu lama tidak akan bisa diperbaiki oleh Golden Sunshine."


Shinobu memberikan beberapa pesan kepada seluruh temannya bahwa ia akan pergi sebentar meninggalkan mereka untuk mengurus sesuatu yang penting sebelum semuanya terlambat.


"Teman-teman... tahan semua ini sampai aku selesai memperbaiki sesuatu!" Shinobu melepaskan pembakaran besar melalui kedua tapak dan kakinya untuk pergi mengunjungi setiap planet di alam semesta yang berbeda.


"Apa yang Shinobu rencananya sekarang?" Tanya Konomi.


"Entahlah... aku yakin sesuatu yang mengejutkan, bukannya dia selalu melakukan hal itu dengan rencana dan strateginya?" Tanya Hinoka yang sibuk meledakkan banyak Legenda fanatik.


"Semoga saja dia dapat memecahkan masalah tentang penyebaran itu... aku bisa merasakan mereka semua sudah menyebar ke setiap planet dan alam semesta yang berbeda-beda!" Peringat Koizumi.


Ignatius muncul di atas langit lalu ia mengangkat kedua lengannya sampai memunculkan banyak meteor api yang ia lempar menuju arah Konomi dan Ako, mereka berdua segera mengejar dirinya untuk menghentikan serangan area itu.


Ako membidik semua meteor itu lalu melepaskan dorongan besar yang mampu melempar keluar semua meteor api itu sehingga Ignatius tercengang lalu menerima satu tebasan dari Konomi di wajahnya itu.


Ako dan Konomi melakukan serangan kombo dengan melepaskan gelombang Blaster yang melesat menuju arah Ignatius, di dalamnya terdapat panah besar Ako yang akan membekukan area itu lalu meledakkannya dengan gelombang Blaster milik Konomi.


Tidak lama kemudian terjadi ledakan besar sampai Ignatius merasa frustrasi karena setiap tubuh yang ia gunakan rasanya tidak memberikan kepuasan yang selalu ia inginkan, semuanya terasa begitu lemah dan tidak memenuhi keinginannya.


"Cih... payah... Dewa baru ini tidak bisa memenuhi harapanku yang rendah dari mereka." Kata Demetrio yang sudah merasa kecewa dan muak melihat semua Dewa itu tidak berguna.


Sebagian dari Dewa itu bisa dibilang angkatan, berbeda dengan Demetrio yang masih menjadi seorang Dewa agung tanah sejak ratusan tahun yang lalu, berbeda dengan elemen lainnya yang terangkat karena kandidat itu.


Demetrio menatap Marina yang sedang menguasai Grimoire of Water, kemarin mereka baru saja menemukan salah satunya cara untuk membawa mereka kembali menuju dunia itu.


Sekali saja mereka kembali menuju inti masa maka kekuatan yang Demetrio terima sudah pasti banyak karena sekarang ras Fanatik sudah menyebar dimana-mana sampai meminta banyak permohonan untuk mengakhiri peperangan ini.


Demetrio mulai memegang lehernya lalu ia melakukan pemanasan kecil semua persiapan sudah hampir selesai sampai ia bisa tidak sabar untuk kembali pulang.


"Aku tidak sabar..."

__ADS_1


"...bersiaplah untuk menerima kutukan itu!"


__ADS_2