Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 586 - Pasukan Bam Bam


__ADS_3

Zoiru melesat keluar dari semesta palsu dan ia bisa melihat Bamushi di sebelahnya mengeluarkan banyak telur yang berbentuk seperti gumpalan sihir berwarna hijau.


"Apa susahnya saat kau berkembang biak sendirian...? Aku tidak menyangka kau tidak membutuhkan betina untuk menghasilkan telur sebanyak ini." Zoiru tersenyum serius, ia menatap semua telur yang berjumlah lebih dari ribuan.


Bamushi merasa kenyang ketika selesai memakan tubuh Arisu dan seluruh kekuatannya sehingga semua makanan yang ia cerna mampu membuat dirinya berkembang biak sampai mengeluarkan ribuan telur.


Zoiru mempercepat proses dan menyelimuti semua telur itu menggunakan sihir Oath nya, tidak lama kemudian telur hijau itu mulai menetes sampai mengeluarkan Bamushigaru dengan versi yang sangat kecil.


"Makhluk sihir yang berkembang biak... cukup menarik, berkat ciptaan Phoenix, aku dapat memberikan banyak makanan untuk peliharaanku agar Bamushigaru bisa bertambah baik."


"Aku tidak ingin dia mati dengan cepat jadi aku mengandalkan dirimu, Bamushi." Zoiru mengelus kepala Bamushi sehingga ia menerima satu jilatan yang membuat tubuhnya dipenuhi dengan lendir hijau.


"Lakukan itu lagi maka aku akan memberikan dirimu setengah dari tubuh itu." Zoiru membersihkan semua lendir itu lalu ia bisa melihat kumpulan Bamushigaru kecil berjajar di hadapannya.


Kebetulan Zoiru bersembunyi di planet yang tidak berpenghuni jadi tidak ada siapa pun yang dapat melihat dirinya bersama seluruh peliharaan barunya.


"Bamushigaru melahirkan makhluk sihir yang berbentuk seperti Bamushi tetapi memiliki ukuran yang jauh lebih kecil, hampir setara dengan ukuran planet tetapi gigitannya jauh lebih menyakitkan." Zoiru mulai berpikir.


Ia mencoba untuk menamakan semua anak dari Bamushi, tidak lama kemudian ia menemukan nama yang cocok untuk semua pasukan kecil itu yang mungkin akan menjadi tambahan bagi pasukan Oather, "Baiklah..."


"...Bamushigaru dan Bamushi... Itu artinya kalian semua adalah cucu dari Bamushigaru yang akan aku beri nama [Bam Bam]." Zoiru mulai maju ke depan dan melayang keluar planet itu untuk mencari esensi yang cocok ia berikan kepada pasukan Bam Bam.


"Bamushi, untuk sekarang kau beristirahat..." Kata Zoiru sehingga Bamushi berubah menjadi aura yang merasuki tubuh Zoiru sampai wujudnya berubah kembali menjadi setengah Bamushi dan Zoiru.


"Baiklah, aku menemukan beberapa keledai yang dapat di jadikan sebagai sumber makanan untuk bayi-bayi yang baru lahir." Zoiru menyilangkan kedua lengannya.


Zoiru merasa puas ketika mengetahui Yuusuatouri palsu dari Zenzaku karena semua yang ia lihat dan rasakan dapat dengan mudah di jadikan sebagai makanan untuk makhluk sihirnya yang mudah lapar.


Sebelum memulai hidangan utama, Zoiru menunjuk beberapa asteroid yang melayang di sekitarnya lalu menghancurkannya menjadi potongan kecil agar pasukan Bam Bam dapat memakannya.


Pasukan Bam Bam menghabiskan semua asteroid itu dengan cepat, sekarang Zoiru bisa melihatnya dengan jelas tiga jenis makhluk sihir berdasarkan Oath yang memiliki keunikannya tersendiri.


Bamushigaru lebih menonjol dalam segala hal karena ia jauh lebih berkuasa, segi kemampuan dan ukurannya tidak bisa di lawan oleh apapun termasuk segel.


Bamushigaru jika sudah memiliki seorang majikan akan bertambah kuat dan stabil sehingga semua kekuatannya hanya bisa di kontrol oleh kontraktor seperti Zoiru.


Zoiru juga sudah memperketat hubungannya dengan Bamushigaru sampai Bamushi sehingga ia sudah memiliki kekuatan untuk melakukan apapun bersama Bamushigaru ketika ia kembali sehat dan bangkit di Touriverse.


"Bamushi lebih menonjol dengan kekuatan dan kemampuannya yang sangat menguntungkan bagiku... pertarungan melawan Shiratori Arisu berakhir cepat dan menyenangkan berkatnya."


"Dan yang terakhir adalah pasukan Bam Bam... karena jumlahnya yang banyak itu, kecepatan mereka mampu menghabiskan hidangan begitu cepat." Zoiru mengambil satu Bam Bam yang memiliki ukuran sekecil katak.


Zoiru melihat Bam Bam yang ia ambil itu mengalami sedikit kendala di kedua hidungnya yang terus melebar dan mengecil bahkan taringnya menjatuhkan cairan hijau.

__ADS_1


"Lebih menonjol seperti reptil dan ular sekarang..." Zoiru melepaskannya lalu ia mulai memilih setiap planet yang terdapat di sekelilingnya.


"Baiklah, sudah waktunya kalian menikmati hidangan utama..." Kata Zoiru sambil menunjuk satu planet di arah timur, semua pasukan Bam Bam melesat celah dan memasuki planet itu untuk mencari makanan.


Zoiru langsung menyelimuti planet itu dengan sihir areanya agar tidak ada satu pun Legenda yang dapat melarikan diri, jika mencoba untuk lari maka mereka hanya akan berakhir di dalam perut Bamushi.


"Mari kita lihat... kekuatan dari pasukan Bam Bam!" Zoiru mulai menghilang lalu ia melakukan kamuflase dengan udara untuk menyembunyikan keberadaannya.


***


Arata mendarat di atas daratan dengan Ophilia yang ia angkat, Haruka menunjuk ke depan dimana ia melihat sebuah pintu tersembunyi.


Arata melebarkan kedua matanya, ia sempat mengingat tempat ini sekarang karena dulunya tempat ini bisa di bilang spesial bagi dirinya karena dulunya ia bersama Ophilia menikah di sini.


"Bodohnya diriku untuk melupakan tempat pernikahan kami... mungkin karena efek kerja berlebihan aku jadi melupakan sesuatu yang terjadi beberapa tahun sebelumnya." Kata Arata.


"Bukannya ini lokasi pernikahan kalian...? Aku cukup terkejut kau bisa melupakannya..." Ucap Rokuro.


"Aku tidak merasakan keberadaan mereka sama sekali, apakah keturunan Phoenix dapat menyembunyikan keberadaan mereka?" Tanya Haruka.


"Tidak... mereka melakukan semua ini dengan sengaja agar tidak ada satupun bangsa Legenda mencoba untuk mencari keberadaan dari seseorang yang pernah membuat kerusuhan sejak itu..."


"...mertuaku yang bernama Valance dan Kirua sepertinya masih belum melupakan apa yang terjadi sejak itu. Bisa di bilang mereka merasa bangga dan malu... cukup seimbang." Arata maju ke depan lalu mengetuk pintunya.


Ia tidak ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi karena istrinya sedang dalam keadaan darurat, pernafasannya bahkan melepaskan suhu panas yang membuat Arata berkeringat.


"Valance! Kirua! Apakah kalian di sini...!? Aku membutuhkan bantuan kalian semua...!!!" Seru Arata yang mulai panik.


Haruka memunculkan kembali kedua jarum jam di matanya lalu ia menjalankan sebuah Replay yang mundur ke belakang sampai ia melihat Kirua dan Valance berjalan pergi ke depan bersama Legenda lainnya.


"Ayah, mereka berjalan lurus." Ucap Haruka yang mulai mengikuti rekaman Replay nya, Arata dan Rokuro mulai mengikutinya dari belakang.


Haruka melihat Valance dan Kirua memasuki ruangan bawah tanah, pintu masuknya tersembunyi tetapi Haruka dapat membukanya dengan mudah karena ia terus memperhatikan rekaman itu.


Haruka terus mengikuti pergerakan dari Replay itu sehingga ia tidak sengaja menabrak tembok di hadapannya, "Aww...!"


"Haruka, akan lebih baik jika mau tidak terlalu fokus dengan rekaman." Ucap Rokuro sambil menghela nafasnya pelan.


"Aku tahu, aku tahu, mungkin karena terlalu sibuk memperhatikan rekaman itu." Haruka menyentuh tembok di depannya dan ia mulai menempel telinganya dengan tembok tersebut.


"Ya... mereka berada di balik tembok ini, sepertinya tembok ini bisa di bilang pintu dengan segel yang di lepaskan dari dalam." Haruka mundur beberapa langkah.


Arata mengeluarkan pedang Greed lalu ia menebas tembok itu sampai hancur, menyebabkan bel berbunyi keras dan memperingati seluruh keturunan Phoenix bahwa serangan telah muncul.

__ADS_1


Semua keamanan dan seluruh keturunan Phoenix tanpa melihat lawan langsung melancarkan serangan ke arah mereka tetapi Haruka menghentikan waktu.


Setelah itu ia mulai menghilang semua serangan itu, waktu kembali berjalan dan Kirua langsung tercengang ketika melihat Arata datang tanpa sebuah peringatan.


"Arata... dan..." Kirua melebarkan kedua matanya ketika melihat Haruka datang bersama dirinya.


"A-Ahh... Haruka Comi... apa yang kamu butuhkan dari kami...?" Tanya Kirua, ia merasa panik seketika melihat dirinya datang.


"Apa mereka tidak datang pada saat pernikahanku?" Tanya Haruka kepada Arata, Arata hanya menjawabnya dengan mengangkat kedua bahunya yang mengartikan dia tahu.


"Pernikahan...? Ahh, ratu Touriverse itu... sayang sekali, kami tidak memiliki waktu untuk datang." Kata Kirua dengan tatapan bersalah dan ia bisa melihat putrinya di kedua tangan Arata.


Kirua dan Valance otomatis merasa ketakutan ketika melihat Ophilia terlihat kesakitan, mereka mulai mendekati dirinya lalu meraba kening nya dan semuanya terasa panas.


"Apa yang terjadi dengan Ophilia, Arata!?" Tanya Valance yang mulai meminta salah satu temannya untuk mengambil sapu tangan dingin.


"Mungkin kita harus membahasnya setelah kalian mengurusi kondisi Ophilia sebelum semuanya bertambah buruk."


Kirua segera mengajak Arata menuju ruang rawat, ia bisa melihat banyak alat-alat rumit soal pemilihan, Valance meminta Arata untuk menempati dirinya di atas kasur agar ia bisa memasukkan beberapa selang untuknya.


Arata mundur beberapa langkah dan ia melihat Valance bersama beberapa dokter mulai merawat dirinya sebisa mungkin, Kirua menghampiri Arata dengan tatapan kesal.


"Apa yang kau lakukan kali ini...?"


"Aku sendiri tidak tahu... kami membawa Ophilia kepada kalian karena mungkin orang tuanya memiliki solusi terhadap penyakitnya." Kata Arata.


"Apa maksud dari kedatangan Haruka...?" Bisik Kirua.


"Kau sepertinya menyembunyikan sesuatu dariku, memangnya apa yang kau takutkan dari istri anakku?!" Arata menaikkan suaranya sampai mengejutkan seluruh orang yang berada di ruangan itu.


"I-Istri...!?" Kirua melebarkan matanya lalu ia menoleh kepada Rokuro yang sedang memperhatikan ibunya di rawat.


"R-Rokuro... cucuku, kau sudah menikah?!"


"Ya, aku mengharapkan Kakek untuk datang tetapi sepertinya kalian terlalu sibuk mengurus sesuatu..." Jawab Rokuro.


"Kau memilih keturunan Comi untuk di jadikan istri...?!" Kirua tidak memercayai apa yang baru saja ia lihat karena Rokuro menikahi Legenda yang sangat mahir dengan kemampuan waktunya.


"Mungkin Anda memiliki rasa dendam kepada keturunan atau diriku... aku minta maaf sebesar-besarnya, masalah seperti ini adalah masalah juga..."


"Aku berhak untuk ikut campur terhadap mertuaku sekarang, aku bukan lagi Haruka Comi melainkan Shimatsu Haruka..."


"...jadi aku dapat ikut campur di urusan seperti ini."

__ADS_1


__ADS_2