Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 598 - Siksaan tanpa Batas


__ADS_3

"KOU...!!!" Seru Shuan keras, ia mencoba untuk menyelamatkan Kou tetapi terlambat sehingga ia melihat Bam Bam bergerak begitu cepat dan hampir saja melahap wajah Kou.


Untungnya pergerakan Bam Bam terhentikan seketika Kou menatap dirinya, ia mulai menangkap tubuh kecilnya yang memiliki ukuran seperti katak.


"Tadi itu hampir saja... dia mencoba untuk memakanku." Kou menghela nafasnya, Shuan merasa sangat lega karena jantungnya serasa akan putus melihat naga kecil itu menyerang Kou.


"Terima kasih untuk mengkhawatirkan diriku, Shuan... tetapi aku juga bisa melindungi diriku sendiri." Kou tersenyum karena ia berhasil menidurkan Bam Bam menggunakan kemampuan The Mind yang berada di tingkatan lemah.


"Aku tidak menyangka naga ini akan tidur dengan cepat tanpa ada melakukan perlawanan sedikit pun..." Kou mulai mengangkat tubuh Bam Bam dan menganalisisnya sebentar.


"Kou, lebih baik jika kita pulang dulu." Saran Shuan, Kou mengangguk lalu ia menaiki punggungnya selagi menatap tubuh kecil Bam Bam yang terlihat imut baginya.


"Shuan... naga ini terlihat imut ya, walaupun pemakaman Iblis... ukurannya itu loh." Kou terkekeh sambil mengusap perut Bam Bam beberapa kali.


"Hati-hati dengan naga itu, Kou... aku tidak ingin kau terluka dengan seekor naga kecil yang memakan tubuh Iblis. Awalnya, aku tidak merasa keberadaan naga itu..."


"...sungguh mengerikan. Sepertinya ini masalah serius karena aku sendiri belum pernah mengetahui naga dengan keberadaan yang tidak bisa di rasakan." Kata Shuan sambil melakukan perpindahan sehingga ia bersama Kou tiba di dalam ruangan kerja.


"Tech, apakah kamu mengetahui naga kecil ini?" Tanya Kou yang mulai menunjukkan Bam Bam kepada Tech.


Tech melakukan sedikit penyelidikan dan dia bisa menemukan berbagai macam data informasi yang sangat pas untuk Bam Bam karena ia sempat menggali informasi yang berada di masa lalu.


"Kalau tidak salah, naga kecil ini bisa di bilang salah satu makhluk sihir yang lahir dari seekor naga besar yang bernama Bamushigaru."


"Sejarah mengatakan bahwa makhluk sihir lahir karena disebabkan oleh bangsa Legenda keturunan Phoenix yang mendapatkan dukungan juga bantuan dari dewa dan Dewi lainnya."


Shuan terkejut ketika mendengarnya, Tech seolah-olah terlihat begitu cerdas seperti ia sendiri adalah ilmu pengetahuan dari segala hal yang memiliki tubuh Android.


"Makhluk sihir ya... ternyata aku benar, melihatnya saja sudah membuat diriku yakin." Kou menempati Bam Bam di atas mejanya.


"Dia tadi baru saja memakan tubuh Iblis... bukannya ukuran makhluk sihir biasanya tidak sekecil ini?" Tanya Kou.


"Makhluk sihir juga bisa berkembang biak, hanya saja anak yang mereka hasilkan hanya akan meneruskan pekerjaan orang tuanya. Setelah itu, sebagian dari mereka akan memakan kembali anak-anaknya."


Perkataan itu membuat Kou merasa malang dengan naga kecil di hadapannya, "Malang sekali... aku tidak akan melepaskan dirinya..."


Kou mulai mengusap Bam Bam, "Kamu aman sekarang... bersama diriku tentunya dan suamiku."


"Oi, oi... kau yakin, Kou? Menjadikan makhluk yang katanya mengandung sihir sebagai pelihara?"


"Iya. Tidak apa-apa kok." Ketika Shuan mendengar jawab Kou, ia hanya bisa diam selagi menepuk wajahnya pelan.


"Bamushigaru adalah makhluk sihir yang mengandung Oath, sihir yang memiliki banyak arti dan makna di dalamnya, salah satunya adalah sumpah."


"Sumpah untuk melakukan apapun dan memenuhi tujuannya menggunakan sihir Oath yang berwarna hijau..." Perkataan Tech membuat Kou merasa yakin bahwa informasi yang ia dapatkan dapat di berikan kepada seseorang.


"Aku tidak begitu mahir dalam meneliti makhluk sihir... mungkin karena di larang oleh Mama untuk melakukannya." Kou mulai menatap Shuan.

__ADS_1


"Kenapa di larang...?"


"Aku sendiri tidak tahu, beliau bilang bahwa makhluk sihir adalah sesuatu yang harus kami hindari agar tidak menyebabkan masalah apapun." Kata Kou sambil bermain dengan Bam Bam yang sedang tertidur.


"Mungkin Korrina memiliki alasannya--- Kou, hentikan... jangan bermain dengan naga itu lagi." Shuan mulai merebut Bam Bam dari tangan Kou.


"Hehhhh... padahal dia imut dan lucu." Kou merebutnya kembali lalu ia meminta Tech untuk menciptakan sebuah tabung untuk memasukkan Bam Bam ke dalamnya.


"Kalau begitu, aku akan mengunjungi restoran Shimatsu untuk membicarakan soal naga kecil ini." Kou mulai mengambil jasnya dan mengenakannya.


"Kenapa harus restoran itu?"


"Ophilia baru saja mendapatkan demam kemarin... mungkin semua itu memiliki kaitan dengan naga ini, aku harus bisa berbicara dengannya." Kou berjalan menuju lift.


"Aku serahkan makan siang kepadamu ya..." Kou tersenyum kepada Shuan dan ia hanya bisa diam karena tidak ingin mengunjungi wilayah yang tidak ia sukai.


"Hati-hati..."


***


"AAAAAGGGGGGHHHHHH!!!" Kirua terus menjerit keras, Zoiru terus memperhatikan dirinya mati dan hidup selagi duduk sila di atas tanah dengan tatapan datar.


"Sampai kapan kau akan mati dan hidup lagi, Kirua? Aku hanya menanyakan sesuatu yang mudah... kau menolaknya begitu saja." Zoiru bangkit dari atas tanah, melihat Bamushi yang terus menghancurkan tubuh Kirua menggunakan ekornya.


"Nrggghhh..." Zoiru jongkok tepat di hadapan Kirua yang sedang berlutut, tubuhnya dipenuhi dengan darah dan luka bahkan kulitnya sendiri sudah berubah menjadi warna merah.


"Kau telah menjadi Legenda daging sekarang, Kirua...? Bukannya itu cukup menyedihkan...? Dulunya aku hanya anak kecil yang hanya melihat..."


"...sekarang, aku malah menginginkan kebangkitan kembali terhadap Bamushigaru. Dulunya, kau selalu aku hormati karena menciptakan sesuatu yang begitu sempurna dan menyedihkan." Zoiru memegang erat dagu Kirua.


"Istrimu sudah mati... semuanya mati begitu saja karena kau tidak ingin menjawab pertanyaan yang simpel." Zoiru mengangkat jari telunjuknya lalu Bamushi membuka mulutnya dan mengeluarkan kepala Valance.


Kirua melebarkan kedua matanya, ia langsung menjerit ketakutan dengan air matanya yang mengalir deras bahwa ia telah gagal menjadi seorang suami dalam melindungi istrinya.


"HWAAAAAGGGGHHH...!!!"


Kirua menderita sampai ia menghantam kepalanya di atas daratan beberapa kali karena sudah lelah untuk menahan semua depresi dan penderitaan itu.


Walaupun ia mencoba untuk melakukan bunuh diri, Bamushi tetap menghidupkan dirinya beberapa kali karena Zoiru sendiri belum mendapatkan apa yang ia sebenarnya inginkan.


"Oi, oi, jangan membunuh dirimu dulu, keledai. Apa yang kau lakukan!? Aku hanya membutuhkan JAWABAN...!!! BUKAN TANGISANMU!!!" Zoiru memegang erat kepala Kirua.


"APAKAH KAU TULI, BRENGSEK!?" Suara yang Zoiru naikkan mampu menghancurkan kepala Kirua sehingga ia melepas dirinya.


"Ahh... Sepertinya aku lupa untuk bersikap lembut kepadamu atau kau akan mati lagi... lagi... dan lagi..." Zoiru mengambil kepala Valance lalu ia menunjukkannya tepat di hadapan Kirua.


"Tidak... aku mohon, Zoiru...! Biarkan... istriku... mati dengan damai..."

__ADS_1


"Tidak ada kematian yang damai jika kau masuk ke dalam perut Bamushi, isi dari perutnya cukup sulit untuk di ketahui tetapi itu bisa di bilang sebagai kehidupan terakhir untuk mereka." Zoiru tersenyum jahat.


"aku mohon... aku mohon..."


"...biarkan istriku hidup..."


"Dengan tenang..."


"Baiklah, kau ingin istrimu hidup dengan tenang? Aku dapat mengabulkannya."


Zoiru mundur beberapa langkah dan Kirua melebarkan kedua matanya melihat Zoiru memegang kepala Valance menggunakan tapak tangannya.


Zoiru menghancurkan kepala Valance hanya dengan menggenggam tangannya pelan, Kirua melebarkan kedua matanya sampai ia menangis darah dan mulai menjerit keras, tidak bisa menahan rasa sakitnya lagi.


"AAAAAHHHHHHHHH...!!!"


"Ssshhh... jika kau teriak seperti itu, istrimu tidak akan menikmati kematiannya dengan damai." Zoiru mengambil semua sisa dari kepala Valance lalu ia mendekati Kirua.


"Kau ingin dirinya damai bukan? Ada jalan..." Zoiru melihat Kirua terus menangis sampai air matanya sudah habis dan tergantikan oleh darahnya sendiri.


Zoiru mencekik leher Kirua sampai ia membuka mulutnya lebar-lebar, Zoiru tersenyum jahat lalu ia memasukkan semua sisa kepala Valance ke dalam mulutnya sampai Kirua tidak sengaja menelan semuanya.


"Sudah... istrimu hidup dengan damai di dalam perutmu itu tetapi kedamaiannya hanya akan bertahan sebentar." Zoiru melihat Kirua menghantam wajahnya dengan daratan, kedua lengannya memegang lehernya.


"HWEEEGGGHHHH...!!!" Kirua memuntahkan isi perutnya dan Zoiru memasang tatapan jijik karena ia benar-benar badut yang tidak mau menurut bagi dirinya.


"Menjijikkan... kau tidak mau berbicara maka aku akan menggunakan cara lain." Zoiru memasukkan tangannya ke dalam saku Kirua untuk mengeluarkan sebuah foto.


Zoiru beruntung bisa mengambil foto keluarganya, ia bisa melihat Valance dan Kirua serta Ophilia yang sudah dewasa, "Ah... ya... Ophilia..."


"Teman masa kecilku... kalau begitu aku akan meminta dirinya saja di hadapanmu, mungkin jika aku memberinya sebuah berita dimana ibu dan Ayahnya mati, ia mau berbicara." Zoiru menendang wajah Kirua sampai ia terhempas ke belakang.


Semua lukanya kembali pulih dan ia sepertinya biasanya hidup lagi, Bamushi merasuki tubuh Zoiru dan ia mulai menunjuk Kirua sampai memunculkan aura hijau yang menyelimutinya.


"Pasukan Bam Bam...!" Panggil Zoiru, tubuhnya mengeluarkan sepuluh Bam Bam yang kelaparan, mereka semua mulai menatap Kirua dengan bibir yang berbusa.


"Makan dia... makanlah sepuasnya karena hidangan itu tidak akan pernah habis." Zoiru berjalan pergi dan menghilang dengan cepat.


"Tidak... aku mohon, jangan..."


"...jangan putriku... jangan--- AAHHHHHH!!!" Kirua menjerit keras ketika semua pasukan Bam Bam itu mulai menggerogoti tubuhnya sampai sebagian dari mereka masuk ke dalam tubuhnya.


Memakan organ dan tulangnya sampai habis, aura Oath nya itu terus menghidupkan Kirua atas sumpah Zoiru sampai ia mendapatkan apa yang ia inginkan yaitu sebuah jawaban.


Apa yang Kirua rasakan adalah kesakitan yang tak terbatas, semua pasukan Bam Bam itu dengan cepat terus menikmati makanannya yang tidak pernah habis.


"HWAAAAAAGGGGGGHHHHHH!!!"

__ADS_1


__ADS_2