Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 246 - Hirato Kembali


__ADS_3

Haruka muncul tepat di belakang Selvia, ia dapat menemui-nya karena Okaho yang menciptakan sebuah bola yang menunjukkan pertarungan diri-nya melawan Komi, semua orang yang berada di halaman rumah Korrina terkesan melihat cara bertarung Selvia ketika melawan Komi. Sihir kuno Void memang tidak bisa diremehkan begitu saja.


"Kau aman sekarang... Selvia..." Haruka menyelimuti tubuh Selvia dengan aura biru muda hingga tubuh-nya perlahan-lahan mulai disembuhkan karena aura itu, Haruka juga membantu iblis lain-nya dan merasakan keberadaan Komi yang tiba-tiba membesar bahkan mendekat.


Planet yang diselimuti dengan rantai itu tiba-tiba retak dan Komi langsung mengamuk hingga meledakan planet itu dengan hanya melepaskan dorongan yang besar, Haruka melebarkan mata-nya lalu ia bergegas untuk membawa mereka pergi menggunakan sihir teleportasi-nya tetapi keberadaan Komi tiba-tiba mendekat hingga Haruka merasakan-nya tepat di belakang diri-nya.


"Time-Lag!!!" Haruka menggunakan sihir waktu-nya untuk memperlambat pergerakan Komi, Haruka tersenyum serius, "Mungkin lain hari, Mama..." Haruka segera membawa mereka pergi dari semesta Zuusuatouri, ketika Komi kembali bergerak seperti biasa... ia mulai terkekeh pelan lalu berubah menjadi tawa yang terdengar sangat keras.


"Hehehe... Hahahahaha...!!! Hahahahahahaha!!! Fuhahahahaha!!! Aaahahahahahaha!!! Terima kasih, Selvia... karena diri-mu, kekuatan-ku bertambah jauh lebih kuat lagi...!!! Kesakitan yang kau berikan dan bahkan kemampuan yang kau tunjukkan kepada-ku hanya akan membuat rencana-ku jauh lebih sempurna dari sebelum-nya...!!!" Komi terus tertawa terbahak-bahak.


***


Haruka berhasil membawa Selvia dan iblis lain-nya pulang, Korrina segera menyembuhkan mereka dengan memberi helai rambut-nya yang dapat memulihkan kondisi mereka langsung ke kondisi sempurna. Setelah itu mereka melanjutkan perbincangan mereka untuk membuat sebuah rencana yang dapat mengalahkan Komi.


"... ..." Haruka duduk sendirian di bawah pohon dan Okaho menemani diri-nya, "Bagaimana---"


"Aku tidak ingin membicarakan-nya sekarang... diamlah, jika aku terus berulang kali memberitahu-mu maka itu tidak akan terjadi dan akan berubah seolah-olah paradoks menyerang!" Kata Haruka dengan ekspresi yang terlihat kesal, Okaho langsung terdiam ketika melihat diri-nya begitu keras kepada diri-nya sendiri.


Arata menatap Korrina yang saat ini sedang berlatih dengan kedua Keris-nya itu, "Korrina, apakah aku boleh menyentuh Keris itu sebentar?" Tanya Arata dan Korrina langsung memberikan-nya kepada Arata sehingga Arata mencoba untuk meniru senjata itu tetapi tidak bisa sehingga ia merasakan nyeri di kedua lengan-nya.


"Apa yang kau pikirkan?! Ceroboh sekali..." Korrina mengambil kembali kedua Keris itu.


"Maaf-maaf, tapi sepertinya tadi aku memang ceroboh, jika dilakukan lebih lama mungkin sirkuit sihir-ku akan hancur... sial, kekautan-ku masih belum cukup sepertinya." Ucap Arata sambil menatap kedua telapak tangan-nya.


Saran yang mereka kemukakan tidak memungkinkan untuk bisa menang melawan Komi, salah satunya seperti membuat aliansi dari seluruh ras untuk melawan Komi, jika melakukan hal seperti itu maka itu sama saja seperti pembantaian dan hanya akan membuat Komi menjadi lebih girang dipenuhi dengan nafsu bertarung serta membunuh.


"Sepertinya aku memiliki rencana..." Kuro muncul di hadapan Korrina, "Ohh...? Rencana apa itu?" Tanya Korrina.

__ADS_1


"HUft... rencana yang aku pikirkan hanya satu, aku dan Hikari... beserta Kagami dan Akari akan menyerap semua kekuatan kesucian dan keburukan yang dimiliki oleh Komi, jika prediksi-ku tidak meleset, kekuatan Komi sama seperti yang dimiliki dengan Keris Korrina sekarang, dengan kata lain, Korrina memiliki energi suci dan energi keburukan maka kita tinggal menyerap-nya saja dan saat kita berempat menyerap-nya kalian harus menyerang Komi secara bersamaan dan menacri kelemahan-nya." Ucap Kuro.


"Itu rencana yang cukup bagus!" Korrina terkesan ketika mendengar-nya, Haruka dan Okaho hanya menyimak dari jarak yang sangat jauh, ekspresi mereka terlihat sangat khawatir bahkan keringat dingin mengalir deras dari kepala Haruka, "Khawatir...?"


"Entahlah..."


"Mengulur waktu ya..." Kata Haruki.


"Menarik juga..." Kata Yuuna.


"Bisa juga." Kata Haki.


"Baiklah!!! Mari kita coba lakukan rencana itu...!!! Sekarang mari menikmati makanan untuk perut kita yang kelaparan ini!!!" Korrina segera bergegas menghampiri meja yang dipenuhi dengan makanan, setelah berbincang lama mereka akhir-nya makan bersama dengan penuh tawa dan senyuman.


***


Aura emas yang dilapisi dengan biru tua menyilaukan membungkus tubuh Shira, aura itu melepaskan gelombang besar di sekitar-nya sampai melewati perbatasan Touri. Semesta itu bergetar semakin hebat sampai Shira mulai mengerang keras dan terus meningkatkan kekuatan-nya setinggi apapun sampai batasan tidak bisa menghalangi dirinya lagi. Otot lengan dan perut-nya mulai bertambah kekar sampai urat-urat menonjol keluar dari semua otot itu, membuat Shinra terkesan.


Mereka bertarung dan berlatih di sebuah planet yang sangat jauh dan tidak berpenghuni agar mereka bisa bertarung sepuas mungkin, "Gragggghhhhhhh...!!!" Teriak Shira lebih keras sampai kedua penglihatan-nya mulai melihat cahaya yang berkumpul di dalam tubuh diri-nya sendiri.


"Huarrrrrrrrggggghhhh...!!! Aaahhhhhhhh...!!!" Shira membuka mulutnya lebar sampai seluruh urat-nya mulai menonjol hingga menonjolkan urat lainnya, tatapan serius mulai membuat Shinra terlihat sangat terkesan sampai ia bertepuk tangan.


"Sacred Light Essence...!!!" Shira mulai menggabungkan wujud esensi cahaya sakral sampai tubuhnya melepaskan cahaya yang menyilaukan, dengan satu kekuatan yang harus ia gapai, Shira meningkatkan segalanya sampai keempat wujud itu bergabung menjadi satu.


Petir berwarna biru tua mulai menyambar di sekitarnya ditambah lagi dengan gelombang cahaya putih yang melesat dimana-mana. Setelah selesai menginjak puncak yang lebih tinggi, Shinra benar-benar bangga dengan adik-nya sendiri serta ia berhasil menghancurkan pembatas wujud-nya, Shira telah menjadi sesosok Legenda yang sangat kuat dengan wujud tersebut sampai dahi-nya mulai disinari cahaya putih.


Cahaya putih itu mulai menciptakan sebuah kalimat [Legendary] tetapi di kening-nya di tambah lagi tubuh Shira yang kekar mulai dipenuhi dengan garis putih yang melambangkan bahwa dirinya sudah benar-benar menjadi pemilik cahaya yang sangat kuat. Dengan cahaya sakral yang baru saja ia dapatkan dan sempurnakan... Sekarang dia sudah membuat Shinra terbakar penuh dengan semangat.

__ADS_1


"Jadi inikah... wujud terkuat-mu... wujud yang kau sembunyikan ketika melawan-ku? Legendary Shira?" Tanya Shinra.


"Ya... nama yang kurang kreatif tetapi aku senang untuk memanggil wujud ini sebagai [Legendary] atau [Legendary Shira]." Shira tersenyum sambil menatap kedua telapak tangan-nya.


"Kalau begitu... aku akan menunjukkan wujud terkuat-ku kepada dirimu!" Shinra tersenyum.


"OMNIPOTENT'S SAINT MAGIC: LIGHT'S ENERGY COLLECTION BOOST!!!" Omnipotent's Saint Magic Shinra mampu menyerap sinar apapun termasuk matahari dan semua cahaya itu bisa Shinra kumpulkan sekaligus. Shinra menciptakan matahari kecil di sekitar-nya walaupun kecil tetapi cahaya dan kehangatan sudah sama persis seperti matahari yang asli.


Shinra langsung menyerap semua matahari yang berada di sekitarnya hingga habis, semua matahari yang menyala itu mulai hilang karena Shinra menyerap semua sinar dan cahaya yang dimiliki matahari-matahari itu, rambut Shinra langsung berubah menjadi warna perak dan rambutnya mulai dilapisi dengan sinar-sinar matahari, aura-nya juga mulai membesar sebesar matahari.


"Haarrrggghhhhh!!!" Teriak Shinra keras hingga ia menciptakan wujud yang baru, wujud itu mampu membuat rambut dan kedua mata Shinra berubah menjadi warna perak cerah dan rambutnya juga terlumuri oleh sinar matahari, auranya memiliki besar yang melampui matahari jadi Shira ini layaknya hampir sama seperti matahari tetapi lebih kuat.


Ekspresi Shira dipenuhi dengan wajah yang terlihat terkesan, "H-Hebat! Kakak! Aku bisa merasakan cahaya yang tak terbatas di dalam diri-mu itu!!! Sungguh menakjubkan!!!" Kata Shira sambil bertepuk tangan.


"Hahaha... Ini adalah wujud yang aku dapatkan ketika aku lebih fokus dengan jati diri-ku sendiri sebagai seorang Saint Legenda, kau bisa memanggil wujud ini dengan nama [Saint Accumulation Light]"


"Nama yang hebat!"


Tiba-tiba terdengar suara tepukan dari belakang mereka, ketika mereka melirik ke belakang... Mereka melihat seorang pria yang sedang bertepuk tangan sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat tertarik.


"Wujud perubahan kalian hebat juga... Aku terkesan ketika melihat-nya, mungkin aku akan mencoba-nya ketika bertarung melawan kalian berdua." Pria itu tersenyum.


Shira dan Shinra merasakan sesuatu yang tidak asing di dalam diri pria itu, ia memiliki sumber cahaya yang tidak terbatas dan bahkan mereka seperti merasakan keberadaan mereka sendiri ketika menatap pria itu.


"K-Kau...?! Kau sebenarnya siapa?!" Tanya Shira.


"Ahh... Aku lupa untuk memperkenalkan diri... Salam kenal, aku adalah campuran DNA dari kalian berdua. Bisa disebut juga sebagai saudara juga atau gabungan dari kalian berdua..."

__ADS_1


"...Shiratori Hirato!"


__ADS_2