
Bag! Bag! Bag!
Di sebuah ruangan yang sangat sepi, hanya terdapat dua gadis cantik yang sedang berkelahi... tubuh mereka dipenuhi dengan luka dan bahkan darah mengalir keluar dari luka-luka itu hingga kekuatan dan kemampuan-lah yang berbicara dan menentukan siapa yang akan menang. Kekuatan dan kemampuan yang lebih tinggi yaitu Komi tetapi Korrina berhasil bertahan menggunakan kecerdasan dan strategi-nya sendiri.
Pergerakan mereka sama cepat sehingga mereka muncul di atas angkasa lalu melayangkan satu pukulan sama yang mampu menembus dada mereka, "Ini pasti ilusi 'kan...?" Korrina mulai berubah menjadi partikel putih dan Komi melakukan yang sama sehingga mereka sekarang berada di atas angkasa sambil menatap satu sama lain dengan ekspresi yang terlihat kesal.
Korrina mulai melakukan tarian tradisional-nya dan Komi mulai meningkatkan seluruh kekuatan-nya yang tak terbatas sehingga ruangan itu mulai diguncangkan dengan kekuatan yang sangat dahsyat sampai menciptakan, mereka menatap satu sama lain... apa yang mereka bayangkan saat ini seperti menatap cermin.
Korrina dan Komi melebarkan kedua mata-nya lalu ia melompat ke atas dan melayangkan beberapa pukulan, semua pukulan itu mampu mereka hindari sehingga semua serangan itu mereka gunakan untuk mempertahankan celah yang bisa terlihat oleh mereka masing-masing. Pertarungan sekarang mereka terlihat seimbang dan adil karena hanya mengandalkan kekuatan dan cara bertarung.
Komi lebih agresif dalam serangan sehingga Korrina mundur beberapa langkah dan menggunakan kedua lengan-nya untuk menyerang lalu mengubah serangan itu menjadi pertahanan yang dapat menangkis tinju yang dilayangkan oleh Komi. Korrina lebih memilih menggunakan kedua kaki-nya karena ia dapat melihat celah serta tendangan-nya juga dapat ia ubah menjadi serangan dicampur dengan pertahanan menggunakan kedua tangan-nya.
Tetapi Korrina baru saja melakukan serangan yang salah dimana ia mencoba untuk menendang kepala Komi, Komi berhasil menghindari serangan itu dengan menunduk lalu melanjutkan serangan selanjut-nya dengan menendang wajah-nya sampai ia terjatuh di atas daratan. Korrina bisa melihat Komi yang mencoba untuk menginjak-nya tetapi ia berguling ke sebelah kiri lalu menggunakan kedua tapak-nya untuk kembali bangkit.
Korrina melompat ke atas dan Komi sudah mempersiapkan kedua lengan-nya di atas untuk menahan serangan putaran tendangan Korrina yang bertubi-tubi, Korrina melanjutkan tendangan itu dengan menarik Keris-nya lalu ia mengayunkan-nya ke arah Komi tetapi Komi berhasil menghindari serangan-nya itu sambil menangkis tangan Korrina untuk menjauhkan Keris tersebut.
__ADS_1
Komi menghantam dada Korrina menggunakan sikut-nya lalu ia menarik pedang Omni-Slayer melalui belahan dada-nya lalu menangis Keris Korrina sampai ke atas, kedua senjata itu terlempar ke atas dan mampu membuat Omni-Slayer hancur menjadi kepingan kecil. Komi tidak menyadarinya sampai Korrina bisa melihat bahwa pedang sekuat Omni-Slayer bisa hancur menjadi seperti itu ketika menangkis Keris-nya.
Komi memegang kedua bahu Korrina lalu Korrina melepaskan diri dengan menggerakkan kedua bahu-nya lalu ia melompat ke atas sambil melakukan tendangan salto yang mampu mengenai kenop Keris tersebut, Keris itu meluncur menuju arah Komi sehingga mengenai pipi kanan-nya yang mampu merobek kulit dan daging-nya.
"Grgghhh...!" Ketika Korrina mendarat di atas tanah, ia disambut dengan satu pukulan keras yang mengenai wajah-nya sehingga ia terlempar ke belakang. Korrina mencoba untuk menstabilkan tubuh-nya dan ia bisa melihat asap keluar dari luka-nya itu sehingga ia dapat menyembuhkan luka-nya dalam waktu yang cukup lama.
"Keris itu benar-benar dapat melukai seseorang dan memberikan diri-nya luka yang sangat mutlak jika aku mampu memberi-nya tebasan atau tusukan yang sangat besar... dia sebelum-nya tidak tau bahwa serpihan Keris itu aku gunakan di tinju kanan-nya bersamaan dengan kesakitan yang berubah menjadi kekuatan itu." Korrina mulai menatap tinju kanan-nya yang dipenuhi dengan luka bahkan ia bisa melihat sendiri darah yang mengalir deras karena sudah menjepitkan serpihan Keris itu di tengah-tengah jari-nya.
"Aku sempat untuk memberi-nya luka dari dalam... lebih baik aku menghancurkan sihir yang merugikan untuk pasukan... aku yakin, aku yakin luka dari dalam dia dapat menyembuhkan-nya dengan mudah." Dalam pertarungan tadi Korrina bisa menggunakan-nya sebagai strategi.
Komi memanggil dua Omni-Slayer lainnya lalu ia menunjukkan ekspresi yang terlihat sadis sambil bergerak maju menuju arah Komi, Komi menarik keluar kedua Keris biasa-nya lalu ia menahan semua serangan itu dengan mudah. Mereka sekarang bertarung menggunakan senjata yang mereka pegang.
Ketika Korrina mencoba untuk mengikuti gaya-nya, Komi tiba-tiba menjepit kepala Korrina menggunakan kedua paha-nya lalu ia menghantam tubuh Korrina di atas lantai dan melanjutkan dengan mencoba untuk menusuk-nya tetapi gagal karena Korrina bangkit sambil melakukan backflip ke belakang. Setiap pedang mereka yang terus beradu, bilah senjata retak sampai mengeluarkan suara yang sangat bising di tambah lagi dengan petir yang menyambar disekitar mereka.
"Flash!" Korrina menjentikan jari-nya sehingga ia mampu membutakan Komi menggunakan cahaya yang sama seperti [Flashbang], ia memiliki kesempatan besar untuk melukai-nya dengan menebas perut-nya lalu berputar tetapi putaran itu berakhir ketika Komi menebas pipi-nay sampai ia terdorong ke belakang.
__ADS_1
Komi bergerak ke depan lalu mengayunkan pedang-nya, Korrina menahan serangan itu tetapi Keris yang ia pegang di tangan kanan-nya hancur sehingga ia harus segera mengubah cara bertarung-nya menggunakan tangan kosong... Korrina menangkis kedua pedang Komi ke atas lalu ia memegang kedua tinju-nya dengan sangat erat.
Mereka menatap satu sama lain sambil menggenggam tinju mereka masing-masing, "Kau bertambah kuat... tidak buruk juga, aku merasa puas sampai hasrat nafsu-ku terus bertambah ketika bertarung melawan-mu, tetapi jangan berpikir bahwa kekuatan itu cukup untuk mengalahkan sesosok dewi seperti-nya yang berada di tingkat segala-nya."
Korrina memuntahkan darah-nya ketika satu pukulan mengenai perut-nya, Komi melanjutkan serangan-nya dengan menendang dagu-nya sampai ia terdorong ke belakang. Komi melanjutkan serangan lain-nya dengan mengeluarkan sihir gelombang Crimson yang besar ke arah diri-nya sehingga Korrina menciptakan tembok yang terbuat dari Sacred untuk melindungi diri-nya.
Korrina melebarkan kedua mata-nya ketika ia merasakan keberadaan Komi di sebelah-nya, ketika ia melirik ke belakang... ia hanya melihat pedang Omni-Slayer itu sehingga Komi yang asli muncul tepat di belakang-nya sambil memegang Omni-Slayer yang sudah diselimuti dengan semua sihir yang ada. Komi menendang leher Korrina sampai ia menabrak tembok di depan-nya, tendangan itu sudah cukup untuk membuat diri-nya diam dan tidak bisa melarikan diri.
Komi memegang pedang-nya erat lalu ia mencoba untuk menusuk leher Korrina, tetapi Korrina yang asli muncul dari bawah tanah dan berhasil menghantam dagu-nya sampai ia terdorong ke belakang, Komi tersenyum karena ia masih sempat untuk melemparkan pedang-nya ke arah leher Korrina sehingga Korrina sendiri berubah menjadi aura Crimson yang mampu menyengat tubuh Komi.
"Grrgghhh!!! Sial kau, Korrina---" Korrina kembali muncul dari dalam tanah tetapi yang pertama muncul adalah kaki-nya sehingga tapak dari kaki-nya itu mampu mengenai dagu Komi sampai ia terlempar ke atas, Korrina melompat keluar lalu ia berputar dan menendang perut Komi sampai ia terdorong ke belakang.
Tinju kanan Korrina mulai menyinari cahaya merah sehingga garis-garis yang tertera di tinju-nya itu sudah siap untuk melepaskan semua kekuatan yang terkumpul dari rasa sakit Korrina, Komi tersenyum lalu lengan kanan-nya mulai diselimuti dengan api Sacred yang berwarna biru tua sehingga mereka melesat maju ke depan.
""Haaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh!!!"" Mereka dengan bersamaan melayangkan satu pukulan ke depan sehingga Komi tersenyum lalu menunjuk wajah Korrina.
__ADS_1
"VANISH!!!"
"... ...!!!"