
Viz mengangkat tongkatnya tinggi ke atas sampai memancing angin topan besar yang menciptakan tornado, semua itu seperti terserap ke dalam tongkatnya sampai Ako mencoba untuk mengganggu dirinya menggunakan busurnya.
Busur yang ia pegang mulai menarik lima panah dengan elemen es, setelah itu ia membidik ke arah tongkat tersebut tetapi ia bisa merasakan tubuhnya terasa seperti terbawa oleh angin yang sangat dahsyat itu.
Ako mengalami kesulitan untuk fokus seketika sampa ia mulai melompat ke arah Viz tetapi dirinya menerima tabrakan angin topan yang cukup keras oleh Viz.
Tabrakan topan itu mampu menyayat seluruh tubuhnya sampai mengeluarkan banyak darah, setelah itu ia mulai terjatuh di atas dengan ekspresi yang terlihat kesakitan karena ia tidak memberikan kesempatan apapun untuk menyerang.
Walaupun Viz mengumpulkan kekuatan angin sebanyak itu, Ako tidak memiliki kesempatan yang besar untuk melakukan serangan atau menghindar karena kesatria Virgo dapat mempertahankan tubuh dan menyerang musuhnya kembali.
"Kau tidak akan bisa lari...!!! Biarkan angin memberikan dirimu jalan menuju dunia kematian!!!" Viz memutar tongkat sihirnya lalu melepas semua angin yang ia serap ke arah Ako.
Tongkat itu meluncur angin topan yang sangat besar melebihi gunung sampai Ako memasang tatapan kaget, ia melihat sekelilingnya dan semua orang bertarung di tempat yang lumayan berbeda.
Konomi melihat sebuah angin topan besar mengarah ke arah Ako, ia mencoba untuk menyelamatkan dirinya tetapi Senzu terus menghalang jalannya dengan melepaskan beberapa panah rasi bintang.
Ako mengepalkan kedua tinjunya lalu ia mengubah busur sihir itu menjadi tombak sihir, mencoba untuk berusaha agar bisa memindahkan angin itu ke arah lain atau menahannya.
Melihat angin topan itu yang melaju cepat ke arah Ako menyebabkan rambutnya bergerak cukup cepat sampai ia sendiri yakin bahwa tombak itu tidak bisa menahan atau memutarkannya ke arah lain.
Tiada pilihan lain selain mencoba untuk mengubah senjata sihirnya menjadi kapak yang mengandung sihir elemen angin di dalamnya, setiap senjata sihir yang dapat ia ubah mengandung berbagai macam sihir berbeda.
Hanya saja semua itu mengandung banyak risiko, Ako masih belum bisa menguasainya sampai ia terpaksa untuk melakukan semua itu dengan mengerahkan seluruh tenaga dan Lenergy sama kedua matanya memancarkan cahaya biru mudah.
Tubuhnya mengeluarkan aura karena kumpulan Lenergy besar di dalamnya, semua aura itu langsung membekukan daratan di sekelilingnya sampai ia mulai merapatkan giginya lalu memasang tatapan serius.
"Whirlwind Crush!!!" Senjata sihir yang Ako pegang berhasil di ubah menjadi kapak sampai ia mengayunkannya ke arah kumpulan angin topan itu.
Serangan angin besar yang ia lancarkan melalui kapak itu memberikan Ako sebuah kerugian dimana kedua lengannya terasa sangat pegal sampai tulang di dalamnya mulai retak sedikit.
"Ngghhh!"
"Hahaha!!! Bocah sepertimu tidak akan bisa menandingi anginku...!!!" Viz tersenyum serius sampai ia mengangkat tongkat sihir itu lalu memancing sambaran petir besar dari atas langit.
Sambaran petir itu masuk ke dalam tongkat tersebut sehingga ia langsung melancarkan sambaran petir ke arah angin topan miliknya sampai Ako tercengang ketika melihat warna dari angin itu yang asalnya hijau muda sekarang berubah menjadi ungu kehitaman.
Serangan angin yang di lepaskan oleh Ako tidak cukup, pada akhirnya ia melepaskan kapak itu yang berubah kembali menjadi benda sihir, ia mulai berlutut di atas tanah.
__ADS_1
Tubuhnya terus di tarik oleh angin topan itu, tubuhnya sendiri bisa merasakan sengatan petir yang cukup menyakitkan sehingga ia mulai memegang erat tanah agar tidak tertarik ke dalam angin topan yang mengandung sambaran petir.
"Alchemic Shield!" Ako menciptakan perisai dengan Lenergy yang ditransfusikan menjadi alkimia yang mampu menahan serangan fisik, sihir, dan non-tipe.
"Fourth Fortress Defense!!!" Seru Ako keras yang mulai menumpuk semua kemampuan pertahanan agar ia dapat menghentikan serangan tersebut tanpa menerima serangan fatal.
Ako membuat sihir perlindungan yang sangat keras di areanya, mampu untuk menahan dan menyerap seluruh daya serangan sihir dan fisik sampai Viz memasang tatapan kesal.
Seharusnya ia berpikir pertarungan sudah berakhir dengan cepat tetapi ia sendiri sadar bahwa serangan angin topan dan sambaran petir yang di satukan sangat menguras tenaga dan Lenergynya.
Sekarang ia merasa menyesal karena tidak melatih kemampuan dan kapasitas Lenergy itu sampai menginap tak terbatas, walaupun kapasitasnya melebih triliun tetapi hal tersebut masih bisa di bilang tidak terbatas.
Viz mulai berkeringat, ia melihat angin topan itu langsung berpisah sampai melepaskan ledakan angin yang cukup untuk mendorong Ako ke belakang sampai semua sihir pertahanan itu pecah.
Namun, Ako masih bertahan tetapi ekspresinya terlihat lelah sampai ia bernafas berat karena sayatan angin dan sengatan petir yang mengenai kulit serta daging bekas luka benar-benar terasa menyakitkan.
Viz mendarat di atas tanah lalu ia memegang erat tongkatnya sampai ia sekarang yakin bahwa Ako tidak bisa menggunakan kemampuan pertahanan itu dalam waktu yang lama.
Ia menggambar sebuah lambang Virgo dengan rapalan sihir yang mampu memperlambat durasi penggunaan sihir dan kemampuan tersebut.
Tantangan jarak dekat, bertarung menggunakan pedang, hal tersebut langsung di terima oleh Ako yang mengambil senjata sihirnya lalu mengubahnya menjadi katana.
"Tenryu rangetsurin!"
Sebuah katana sihir elemen cahaya yang kuat dan mampu mengenai musuh 100% dan menyerap ketahanan musuh. Serangan ini diskalakan berdasarkan utuhnya tingkat pertahanan dan jiwa musuh.
Ako mulai menunjuk Viz menggunakan pedangnya sehingga pipi kanannya langsung robek dan mengeluarkan darah ketika menerima bilah pedang angin yang sangat tajam.
Ako melesat maju ke depan lalu ia melancarkan beberapa serangan katana, bilahnya melepaskan beberapa cahaya tajam yang mencoba untuk menusuknya.
Namun, Viz berhasil menahan semua serangan itu menggunakan tongkat sihir dengan ujung bilah pedang angin, serangan mereka saling beradu sampai menyebabkan embusan angin besar di sekelilingnya.
Viz memutar tongkatnya sampai melempar pedang Ako ke arah lain, setelah itu ia mulai mendorongnya ke belakang sampai Ako menerima hantaman angin yang sangat keras di bagian perut.
Viz mulai mengayunkan tongkat itu sampai elemen angin yang tajam mulai melesat ke arah Ako lalu melewatinya sampai mengenai punggungnya dan menyebabkan luka tebas yang besar.
"Hnggghhhh...!"
__ADS_1
Ako terjatuh di atas tanah, merasa bahwa dirinya terlalu lemah sampai ia masih membutuhkan banyak latihan, hanya satu cara tersisa yaitu sebuah kemampuan peningkatan besar.
Ako sudah menggunakannya sekali jika ia mencoba untuk melakukannya sekali lagi maka risiko yang akan dirinya ambil akan jauh lebih membahayakan tubuh dan Lenergy yang ia miliki.
"Setelah ini... k-ketika... semuanya berhasil... aku akan terus berlatih..."
"...bersama Kakak... dan Koizumi... lebih baik lagi... jika kita bersama melakukannya!" Ako bangkit dengan tubuh yang meneteskan banyak darah, ekspresi terlihat kesakitan.
Viz hanya bisa diam selagi menunjuk ke depan, ia melancarkan serangan angin tajam itu tetapi Ako berhasil menangkisnya menggunakan pedang yang melepaskan cahaya.
"Umbral Charge!!!" Ako langsung memuntahkan banyak darah ketika mengatakannya tetapi ia bisa merasakan tubuhnya menerima banyak kekuatan.
Viz memasang tatapan kesal karena Ako menggunakan kemampuan yang dapat meningkat kan atribut serangan fisik dan magis dilipatgandakan sebanyak 4 kali.
Kecepatan Ako bertambah drastis sebanyak 200%, memperkuat seluruh pertahanan fisik dan magis, dan mampu bertahan dari kematian hanya sekali, Viz mencoba untuk melepaskan angin topan ke depan.
Namun, kedua matanya terbuka lebar ketika menerima sambutan dari Ako yang berada di hadapannya selagi mempersiapkan satu ayunan serangan penuh tenaga.
Ako mengayunkan pedang itu sekuat tenaga sampai mengenai pinggang Viz lalu menghancurkan semua zirahnya, melihatnya saja membuat dirinya tercengang sehingga wajahnya menerima satu pukulan dari Ako.
Pukulan yang langsung melempar dirinya ke belakang, Ako muncul tepat di belakang Viz lalu ia melancarkan satu tusukan tetapi Viz mencoba untuk melawan sampai serangan angin tajamnya merobek pinggang Ako lalu mengeluarkan lebih banyak darah.
Bilah pedang Ako menusuk punggung Viz cukup dalam sampai darahnya menghembus keluar seperti air terjun deras, Viz melompat ke belakang sampai kehilangan lebih banyak darah lalu wajahnya menerima satu tebasan.
Viz terjatuh sehingga Ako mengangkat pedang itu menggunakan kedua lengannya lalu terjatuh seketika karena tidak bisa melanjutkan pertarungan.
Semua tenaga dan Lenergynya di dalam tubuhnya habis seketika sampai ia mulai terjatuh di atas tanah, tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali melainkan merasakan kesakitan.
Viz berada di sebelahnya, mata kanannya hancur karena menerima tebasan itu, ia melihat kesempatan emas untuk membunuhnya tetapi ia sadar bahwa tongkat sihirnya terpental karena serangan Ako.
Viz mulai mencekik leher Ako, mencoba untuk membunuh dirinya dengan cekikan itu tetapi ia langsung menyentuh darah Viz yang terus berkeliaran lalu mengubahnya menjadi es kecil.
Es kecil itu menyebar seketika sampai membekukan tubuh Viz karena tubuhnya sudah kehilangan banyak darah, pertarungan berakhir dengan kemenangan Ako yang berhasil melukai Viz sebesar itu sampai ia beruntung di akhir karena membekukan darah yang mengucur itu.
"A-Aku berhasil..." Ako memejamkan kedua matanya, merasa lelah karena semua yang ia miliki telah habis, setelah itu ia tertidur dengan kondisi yang masih bisa di bilang selamat.
"....semoga beruntung."
__ADS_1