Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 953 - Persatuan Seluruh Umat Manusia


__ADS_3

Shinobu membuka penutup kepala yang dikenakan oleh Jenderal itu karena ia sekarang memiliki kesempatan yang cukup baik untuk membaca pikirannya dan menggali informasi soal pemerintah itu.


"Tidak ada trik lainnya yang bisa kau lakukan, tubuhmu sudah sepenuhnya terikat dengan rantai tersebut... satu-satunya hal yang bisa kau lakukan adalah berbagai atau kehilangan bagian anggota tubuhmu."


"Dengar, aku tidak peduli dengan cerita atau dongeng yang akan kau sebutkan pada diriku... maupun itu keluarga atau seseorang yang penting..."


"...jika kalian sudah menghancurkan duniaku maka aku bersumpah kepada surga akan menghancurkan kalian lebih besar lagi!" Ancam Shinobu dengan tatapan kesal.


Shinobu menatap Koizumi yang mulai mengangguk lalu menempel sebuah besi panas di bagian punggung jenderal itu yang mulai mengangguk cepat bahwa ia akan menjawab apapun.


"Berikan aku nama seseorang yang memegang aliansi itu atau bisa dijuluki sebagai sang pemerintah."


"Lin Qui---"


"Panaskan."


Koizumi menekan besi panas itu sehingga Jenderal itu menjerit kesakitan karena ketahuan berbohong oleh Shinobu yang terus membaca pikirannya.


"Satu pembohong sudah kau gunakan, hanya tersisa dua sebelum kau mati dengan gas beracun ciptaan negaramu itu..." Shinobu mengambil granat yang berisi gas beracun di dalamnya dari Ako.


"Nama pemerintah itu... dia... dia bernama... John... John Phillips... seorang Manusia yang asalnya penduduk negara Amerika serikat..."


"...kau mengatakan sesuatu yang benar, bagus. Selanjutnya, aku ingin tahu persenjataan apa saja yang sudah kalian sediakan untuk menyerang kami esok hari?" Tanya Shinobu.


"Juggernaut yang diperkuat---"


"Panaskan!"


Koizumi menekan logam itu lebih dalam lagi sampai menyebabkan luka lubang di punggung jenderal itu sampai memperlihatkan sedikit tulang, "Sekali lagi kau berbohong maka ruangan ini akan penuh dengan racun."


"Baiklah...!!! Baiklah...!!! Kami akan mengerahkan persenjataan seperti Goliath dan Airstrike sebagai---" Shinobu menendang Jenderal itu sampai ia terjatuh di atas tanah.


"Dia masih berbohong?" Tanya Koizumi.


"Tidak, rasanya percuma saja jika kita mengetahui rencananya, pada akhirnya mereka pasti akan melakukan sedikit revisi dengan strategi dan rencana itu."


Dengan membaca isi pikiran dari Jenderal tersebut, ia sudah mengetahui rencana pihak pemerintah itu sampai ia mencoba untuk menyimpan sebagai cadangan ketika mereka tidak mengubah rencana itu.


"Kesempatan terakhir, jika kau mau memberitahu salah satu markas pemerintah itu maka kau akan mendapatkan obat yang memperkuat dirimu dari gas beracun ini." Shinobu menarik pin granat itu lalu melemparnya menuju ujung ruangan.


"Tidak! Tidak! Tolong...!!! Aku memiliki keluarga...!!!"


"Bukan urusanku." Jawab Shinobu.


"Dimana markas itu? Beritahu aku dan ini akan menjadi milikmu." Ancam Shinobu selagi membuka penutup botol itu yang akan ia berikan padanya.

__ADS_1


"Aku tidak pernah memasuki markas itu...! Aku hanya di angkat sebagai mata-mata dalam negaraku sendiri yang sudah mengikuti pihak pemerintah...!" Jawab Jenderal itu.


"Lihatlah.... gas sudah mendekat, oksigen yang kau hirup akan tergantikan oleh sesuatu yang beracun... dan itu adalah ciptaan negara kalian sendiri."


"Luar angkasa...!!! Markas pertama berada di luar angkasa... sebuah pesawat yang tidak bisa kalian lihat...!!! Kita memiliki alat teknologi yang mengubah sesuatu menjadi tak kasat mata!!!"


"Bagus." Shinobu mulai membantu Jenderal itu untuk memberikan ramuan tersebut kepada dirinya sampai ia merasa bersyukur untuk memberitahunya.


"Sudah?" Tanya Ako.


"Ya... semua ini untuk bangsaku." Shinobu menunjuk wajah Jenderal itu sehingga tapak kanannya memancarkan cahaya matahari.


"TUNGG---" Kepala Jenderal itu langsung meledak ketika menerima tembakan laser yang dilepaskan oleh Shinobu melalui zirah teknologi di bagian lengannya itu.


Ako dan Koizumi memasang tatapan kaget ketika melihat Shinobu selama ini berbohong soal membiarkan dirinya hidup, setelah memberikan botol itu ia ternyata tetap akan membunuh dirinya dengan tangannya sendiri.


"Aku tidak berbohong kok." Shinobu mulai menjawab sebuah pertanyaan di pikiran mereka tentang kenapa dia membunuh dirinya.


"Aku hanya bilang akan memberikan ramuan itu..."


"...tetapi aku tidak pernah bilang akan membiarkannya hidup." Shinobu berjalan keluar dari ruangan itu sampai mereka tidak bisa berkata-kata.


"Me-Mengerikan..." Kata Ako, ia baru saja melihat sifat mengerikan lainnya dari Shinobu yang sudah menipu musuhnya lagi soal kehidupan.


"Shinobu yang selalu aku inginkan... sepupu kecilku memang sudah tumbuh dewasa." Koizumi tersenyum bangga dengan sikap tanpa belas kasihan itu.


"Baiklah, semuanya sudah berjalan dengan baik seperti biasnya..." Shinobu duduk di atas kursi, kali ini ekspresi terlihat berbeda dari sebelumnya karena ia sekarang sudah merasa lebih tenang.


"Apakah salah satu dari kalian ingin mengkhianati diriku...? Mencoba untuk melakukan sesuatu yang namanya mata-mata?" Tanya Shinobu sebelum memulai pembahasan strategi dan rencana.


"Tidak, kami sekarang sudah sepakat untuk menyerahkan takdir umat Manusia kepada dirimu..."


"...semoga kamu bisa menyelamatkan kami semua dari ancaman para aliansi itu, kami sudah muak dengan yang namanya perang... dan tentunya kehidupan kami tidak memiliki harga sebanding negara kami."


"Sekali saja negara kita terambil alih maka semuanya akan terlambat, kau akan memulainya dari mana, Shinobu Koneko?" Tanya Jenderal itu sehingga Shinobu mulai berpikir selagi memegang dagunya.


"Kalau begitu... mari kita mulai dengan sesuatu yang baru, kita memang membutuhkan beberapa pasukan negara yang mau berperang dalam barisan depan---"


Shinobu bisa melihat beberapa Jenderal sudah bersedia akan berperang di barisan depan, tidak memedulikan apapun yang namanya teknologi dan persenjataan hebat mereka.


Harga diri mereka sebagai tentara dan juga pelindung negara tidak akan mati, "Kalian bersedia untuk mengorbankan semua nyawa itu...? Mereka memiliki banyak senjata dan kendaraan yang katanya tak kasat mata."


"Sebagai tentara, kami tidak takut dengan yang namanya kematian...! Hari terakhir kami semua adalah memperjuangkan negara sampai lahir...!"


"Sebagai Jenderal yang memimpin seluruh pasukan Jepang, kami akan menyerang paling dengan melakukan bom bunuh diri dan tentunya menjauhkan semua pesawat tempur kita masing-masing!"

__ADS_1


Shinobu memasang tatapan yang terlihat kagum ketika mengetahui sebagian Manusia lebih mementingkan negara dibandingkan nyawa sehingga salah satunya rela mengorbankan nyawa untuk keselamatan yang lainnya.


"Kalau begitu... itu adalah strategi pertama kita, melepaskan seluruh pasukan Jepang di bagian paling depan dengan bantuan tank dari Rusia yang akan kalian semua kendarai."


"Jika pasukan Jepang ingin menjadikan diri mereka sebagai perisai maka kita gunakan kesempatan itu menggunakan tank dan kendaraan yang dapat menyerang serangan dari atas langit."


"Soal Airstrike bisa aku urus... semua robot Mecha Neko akan datang untuk menahan semua serangan Airstrike, yang paling penting adalah kita sudah memiliki pasukan di bagian belakang."


"Yang kita butuhkan sekarang adalah pengintai... seseorang yang mahir dalam menggunakan sniper dan RPG untuk menghentikan seseorang yang bersembunyi di balik alat teknologi yang mengubahnya menjadi tak kasat mata."


"Kita tidak perlu takut dengan yang namanya kematian...!!! Takutlah dengan kematian yang tidak memiliki arti apapun!" Seru Shinobu.


"Kematian kita akan menunjukkan harga diri kita semua yang tidak memiliki batasan apapun, kita akan mati sebagai pahlawan yang dikenang oleh para warga...!!!"


"Kita mengerahkan semua pasukan sekaligus, menggunakan strategi yang sebelumnya aku berikan dari beberapa negara yang masih memiliki sumber daya mereka masing-masing."


Shinobu memunculkan hologram besar di depannya menggunakan kacamata lalu mereka bisa melihat dua negara yang masih menyisakan sumber daya lainnya.


Mereka hanya perlu mempersiapkan semua di bagian itu dengan melakukan formasi yang Shinobu jelaskan sebelum, pasukan Jepang sebagai perisai yang akan terus maju dengan sebuah bom waktu menempel pada tubuh mereka masing-masing.


Daerah langit akan diamankan oleh kendaraan Rusia yang menyerang bagian langit-langit, di belakang pasukan Jenderal terdapat beberapa pasukan yang akan menggunakan senapan mesin dengan amunisi melebihi seratus.


Di belakang semua pasukan akan dipenuhi dengan tank yang menembak jauh, sebagian dari tank itu akan bergerak mengelilingi musuh agar bisa mengepungnya.


Pesawat tempur juga akan dikerahkan agar bisa melawan pesawat tempur lainnya, "Perang ini akan berjalan dengan sulit, kita membutuhkan semua sumber Mana untuk memperkuat senjata kita."


"Besok adalah hari dimana kita menghentikan semua rencana para aliansi itu...!!! Kita pasti bisa...!!! Kita tidak perlu mengingatkan semua beban yang kita rasakan saat ini!!!"


"Itu benar...!!! Hidup kemanusiaan...!!!"


"Kita lebih memilih mati dibandingkan bergabung dengan pihak yang tidak waras, kita menerapkan sikap kemanusiaan itu sampai akhir!!!"


Semua Jenderal itu sepakat dengan formasi tadi, mereka akan menerima semua tantangan yang diberikan oleh para pasukan aliansi itu, setidaknya mereka sudah berjuang semi negara mereka masing-masing.


Shinobu juga sempat memberitahu mereka semua soal markas pertama aliansi itu yang berada di luar angkasa, mereka hanya membutuhkan beberapa orang tertentu untuk masuk ke dalamnya lalu menghancurkan semuanya.


"Kak Koizumi." Panggil Shinobu sehingga ia mulai mendekati dirinya.


"Malam nanti kalian akan bergerak... menuju markas pihak aliansi itu, Aditya tadi memberitahuku bahwa ia akan pergi ke sana bersama timnya."


"Lebih baik kalian ikut pergi saja bersama mereka untuk membantu, aku tidak begitu yakin soal para Jenderal yang berada di dalam pesawat luar angkasa itu..."


"...jika Jenderal China itu merasa ketakutan ketika mencoba untuk mengingat para Jenderal aliansi maka aku yakin mereka bukanlah orang biasa yang harus diremehkan."


"Aku mengerti... malam hari ini kami bersama tim Aditya akan segera memeriksanya." Koizumi menyetujuinya lalu ia memberitahu Konomi dan Hinoka soal misi mereka selanjutnya.

__ADS_1


"Semoga beruntung!"


"Ya, Legends Never Dies!"


__ADS_2